Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 116 - Salamander Api


__ADS_3

Mendengar cerita Lan An dendam yang sebenarnya sudah dikuburnya dalam-dalam kembali tumbuh, Xin Fai mengeratkan kepalan tangannya dengan bola mata berkilat marah.


"Manusia Darah Iblis... Mereka selalu saja berbuat seenaknya."


Seiring dengan tatapan kesalnya, bola mata Xin Fai mulai berubah warna membuat mereka kebingungan.


Huang Kun menjadi khawatir saat sebelah mata Xin Fai berubah merah lalu sebuah asap tipis terlihat dari dadanya, dia menatap Shen Xuemei yang juga memasang wajah khawatir.


Keduanya mengalihkan pandangan ke bangku penonton dan mendapati Li Yong juga menyadari hal tersebut.


"Fai'er tenangkan dirimu..." Huang Kun sebisa mungkin menenangkannya namun Xin Fai tidak mendengarkan.


"Adik kecil, apa yang terjadi padamu?" Lan An juga cukup terkejut saat merasakan hawa di sekitarnya mencekam disertai aura merah pekat yang keluar dari tubuh Xin Fai.


Bahkan para tetua sekte yang duduk agak jauh dari mereka bisa merasakannya, para tetua itu buru-buru menolehkan pandangan ke arah Xin Fai dengan tatapan penuh waspada.


"Aku akan membunuh mereka..."


"Fai'er, kau mendengarku? Jangan pikirkan dendammu itu, nanti segel iblis dalam tubuhmu terlepas." Shen Xuemei akhirnya berbicara, dia merasa semakin lama atmosfer di sekitarnya menjadi berat.


"Segel iblis? Apa maksudnya semua ini? Kau mengatakan adik kecilku ini iblis?"


Lan An tak bisa mempercayai omongan Shen Xuemei sama sekali, dia merasa hal itu tidak benar. Xin Fai bukan seorang iblis seperti yang dia katakan.


"Maaf sebelumnya, jika kau belum tahu, Xin Fai ini adalah pemilik tubuh Manusia Iblis," kata Huang Kun.


Lan An terdiam beberapa saat mendengarnya sedangkan Shen Xuemei menutup mulut Huang Kun erat, alisnya menukik sangat tajam bahkan kerutan di wajah pemuda itu terlihat jelas. Dia sangatlah panik, omongan Huang Kun tadi bisa saja didengar pendekar yang berasal dari aliran hitam.


Seharusnya Huang Kun tak boleh mengatakannya mengingat informasi ini sangat rahasia dan jika diketahui oleh orang lain maka nyawa mereka semua dipastikan akan berada dalam bahaya.


Shen Xuemei menengok sekitar dan saat itu juga matanya menyipit, sekilas dia bisa melihat sosok berjubah hitam dengan topeng berbentuk wajah iblis baru saja menyembunyikan dirinya di antara keramaian.


"Huang Kun! Kau-!?" Shen Xuemei melepaskan bekapan tangannya kesal, seandainya Li Yong tahu Huang Kun salah bicara seperti ini tidak bisa terbayangkan betapa marahnya pendeta itu.


Huang Kun menutup mulutnya panik, dia berpikir keras dan tak bisa menenangkan diri lagi. Sedangkan Lan An yang baru saja mendengar kebenaran itu tak kurang terkejutnya.

__ADS_1


"Manusia Iblis? Ini... Ini seperti kisah Kaisar Langit yang juga menjadi pemilik tubuh Manusia Iblis."


Xin Fai sendiri masih sibuk dengan pikirannya dan tak bisa tenang setelah mendengar kematian Lien Hua dan juga Chuan Gui, kedua orang itu sama sekali tak bersalah. Dia menyesal telah membawa Mustika 7 Musim bersamanya, seandainya mereka memberikan mustika ini baik-baik mungkin hal ini takkan pernah terjadi.


Namun jika dipikir-pikir lagi Manusia Darah Iblis takkan membiarkan satupun nyawa selamat jika sudah berada di tangannya. Xin Fai tak punya pilihan lain, dia semakin ingin memberantas kelompok aliran hitam itu agar tak bertambah lagi nyawa yang diambil oleh mereka.


"Kakak An," suara Xin Fai pelan. Pemuda dalam baju armor itu menghadap ke arahnya pelan. "Kita harus menjadi Pilar Kekaisaran dan membunuh Manusia Darah Iblis ini. Apa kau juga ingin melakukannya?"


Lan An menarik senyumnya. "Hahahaha memang itu tujuanku sekarang. Aih, ternyata mau berpisah selama apapun kita tetap memiliki pemikiran yang sama..."


Setelahnya Xin Fai mengarahkan pandangannya ke bangku penonton yang kini diisi oleh lautan manusia, dia merasakan hawa aneh dari sana apalagi banyak di antara penonton itu seakan tak peduli dengan jalannya pertandingan seperti yang lain. Mereka hanya duduk di sana dengan wajah datar dan sesekali menoleh kanan kiri.


'Ada yang tidak beres. Apa hanya perasaanku saja?' batinnya, Xin Fai berusaha untuk berpikir positif namun hatinya berkata lain.


Yang Guifei mengumumkan nama-nama yang berhasil memasuki putaran ketiga dan terjadi jeda sejenak sebelum akhirnya pertandingan dimulai kembali. Di putaran kedua sendiri pertarungan demi pertarungam berlangsung cepat, bahkan kebanyakan peserta lain menyerah saat menghadapi lawan sulit. Mereka tak mau mengorbankan diri terlalu jauh demi mendapatkan juara satu.


Dari seluruh peserta yang mendaftar kini hanya tersisa setengah saja yang lolos di putaran ketiga, memang keadaan tubuh peserta bisa pulih dengan cepat sebab Lembah Kabut Putih ini adalah salah satu sekte besar yang memproduksi banyak sumber daya, untuk memulihkan ratusan peserta menggunakan sumber daya saja mereka tidak akan rugi melakukannya.


Sambil menyaksikan pertarungan peserta lain Xin Fai berniat menanyakan sesuatu pada Lan An, sebenarnya hal ini sangatlah penting mengingat pertanyaan ini berkaitan dengan letak Pedang Kaisar Langit.


Namun menemukan Pedang Kaisar Langit yang telah menghilang selama ratusan tahun bukan perkara mudah, bisa jadi pedang itu sudah dilelang atau berada di belahan dunia lain yang sangat jauh dan mungkin saja telah disembunyikan oleh suatu kelompok di tempat terpencil.


"Kakak An... Begini. Aku boleh bertanya sesuatu?"


"Hm? Apa yang ingin kau tanyakan adik kecil? Aku akan menjawabnya sebisaku."


Xin Fai mengeluarkan Kitab Tujuh Kunci lalu mengangkat kepala hingga bisa bertatapan langsung dengan Lan An.


"Darimana kau mendapatkan kitab ini?"


Lan An meraih Kitab Tujuh Kunci yang sebelumnya adalah miliknya itu, dia tak melepaskan tatapannya dari kitab tersebut.


"Kitab Tujuh Kunci, ya? Ceritanya panjang. Kau mau mendengarnya?"


Xin Fai mengangguk pelan.

__ADS_1


"Di Kekaisaran Qing dulu, dikabarkan seseorang telah menemukan sebuah makam misterius yang letaknya jauh dari peradaban manusia."


"Makam itu disegel oleh banyak mantra, bahkan dilindungi oleh ratusan siluman berbahaya. Aku mendengar cerita ini dari nenekku, dia selalu mengatakan Kitab ini adalah kitab sakti yang bisa mengubah dunia suatu saat nanti."


"Hee... Kalau begitu kenapa kau memberikannya padaku?"


"Hahaha... Aku tidak cocok dengan kitab ini, sudah bertahun-tahun aku mempelajarinya dan kunci ketiga tak mau terbuka. Kupikir hanya kau yang bisa mengendalikan roh-roh di dalam kitab ini untuk bisa membuka kunci ketiga itu."


"Oh, begitu. Kau sendiri bisa mendapatkannya dari mana? Kurasa kitab ini bukan kitab sembarangan."


Lan An tersenyum tipis. "Aku mencurinya dari Kerajaan Qing sebelum angkat kaki dari sana. Tak kusangka ternyata hanya menggunakan dua kunci kitab ini aku berhasil mengalahkan banyak musuh dengan mudah. Ngomong-ngomong kenapa kau tiba-tiba menanyakan perihal kitab ini? Apa ada masalah?"


"Ah, begitu. Tidak ada masalah sebenarnya, aku hanya ingin tahu saja."


Shen Xuemei baru saja berhasil mengalahkan lawannya, dia dinyatakan lolos ke babak selanjutnya oleh Yang Guifei. Li Yong dibuat terharu, dia sangat senang melihat satu muridnya Shen Xuemei telah berhasil lolos ke babak utama.


Sedangkan Huang Kun mulai demam panggung, pemuda itu gemetaran menunggu dan benar saja saat ini telah tiba gilirannya bertarung.


Huang Kun luntang-lantung menuju arena pertandingan, dia memerhatikan lawan dengan wajah pucat pasi. Kali ini ternyata nasibnya tidak buruk, tapi lebih dari buruk dari sebelumnya.


Pengguna Salamander Api yang bernama Mu Shin menciptakan kobaran api di sekujur tubuhnya, setidaknya terkena semburan api itu bisa membuat kulit mengelupas. Huang Kun bergidik seram di tempatnya.


"Sial! Kenapa nasibku buruk sekali hari ini?!" Huang Kun mengumpat-umpat, Shen Xuemei saja lawannya tadi jauh lebih lemah darinya sedangkan Huang Kun berkali-kali harus berusaha sampai titik darah penghabisan demi lolos ke putaran ketiga ini.


Li Yong ingin sekali mengatakan pada muridnya yang satu itu untuk tidak memaksakan diri, namun Huang Kun kepalanya seperti terbuat dari batu. Dia tak ingin terlihat lemah dibandingkan Xin Fai dan Shen Xuemei.


Huang Kun menarik pedang dan memegang menggunakan dua tangannya, dia membaca situasi sebentar sebelum mengambil keputusan.


Pedang di tangan Huang Kun bergerak kemudian berayun cepat, pertarungan antara kedua peserta ini berjalan sangat sengit bahkan merusak sebagian arena pertandingan. Jika bisa dikatakan, Mu Shin sangat hebat dalam pertahanan diri namun lemah dalam penyerangan, sedangkan Huang Kun bisa melakukan keduanya namun kekuatannya tak cukup untuk mengimbangi Mu Shin.


Pedang Mu Shin tersalur api dari tubuhnya, dengan itu jika Huang Kun berhasil mengenainya maka bukan hanya berdarah, kulitnya juga akan mengelupas.


Melihat pertandingan berjalan sangat berbahaya Yang Guifei memasang ancang-ancang untuk mengantisipasi hal buruk terjadi, dan benar saja di akhir pertandingan Mu Shin membakar tenaga dalamnya habis-habisan hingga membuat Huang Kun terbakar saat menyerangnya.


***

__ADS_1


__ADS_2