Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 83 - Desa Pembantaian III


__ADS_3

Li Yong baru saja hendak membawa Xin Fai kembali namun langkahnya terhenti sejenak saat melihat 70 anggota Manusia Darah Iblis mendatangi mereka secara bersamaan.


Kali ini bukan hanya Li Yong, Shen Xuemei yang biasanya tak banyak bereaksi justru ikut terkejut.


"Fai'er... Apa kau mencari masalah dengan mereka semua?"


Tatapan Xin Fai beralih ke belakangnya, tumpukan mayat tersebut sudah pasti membuat anggota Manusia Darah Iblis mengutuk dari kejauhan. Huang Kun tak sanggup bernapas lagi, dia serasa ingin mati saja.


Li Yong menyuruh mereka semua untuk mundur saja daripada harus mati di tempat ini, namun Xin Fai lebih dulu membantahnya. Kenekatan muridnya satu itu tak bisa ditolerir oleh Li Yong, meskipun dia pendekar agung namun tetap saja kalah jumlah akan membuat nyawanya melayang.


Lang baru saja selesai mencabik-cabik daging manusia di belakang, Huang Kun tak sanggup melirik ke tempat tersebut. Dalam rombongan ini memang Huang Kun yang paling lemah baik secara mental maupun kekuatan.


"Sepertinya mainanku bertambah banyak... Hahaha..." Kala itu Lang tertawa puas, siluman berusia ribuan tahun sepertinya sudah tentu pernah menghadapi situasi yang jauh lebih mengerikan dari ini. Hal itulah yang membuat Xin Fai masih memiliki harapan untuk menang.


"Senior, jika tidak keberatan aku akan menangani masalah yang kubuat ini sendiri. Kalian tidak perlu ikut turun tangan," ucap Xin Fai halus.


Bagi orang seperti Li Yong, Huang Kun dan juga Shen Xuemei bertarung sampai mati seperti ini bukanlah keseharian mereka. Berbeda dengan Xin Fai yang sudah berkali-kali berada dalam situasi hidup atau mati serta berada dalam lingkaran mayat-mayat manusia.


Li Yong mengatakan dia akan membantu Xin Fai, Shen Xuemei juga tak keberatan ikut bertarung walaupun wajahnya terlihat datar saja sedang Huang Kun memilih untuk membantu dari belakang saja ketika diperlukan. Mereka tak mengetahui pasti apakah setelah ini masih bisa hidup atau tidak, namun yang pasti membiarkan Xin Fai bertarung sendiri bukan keputusan yang tepat.


Jarak kedua kubu mulai mendekat dalam puluhan meter lagi, Xin Fai menarik energi alam di tempat ini yang jumlahnya sangatlah terbatas. Merasa jurus Seratus Pedang Purnama tak cocok di situasi genting seperti ini Xin Fai menggunakan jurus lain yang memiliki daya hancur hampir sama.


Para Manusia Darah Iblis maju dengan bersorak-sorai, mereka mengincar orang paling lemah yaitu Huang Kun. Xin Fai yang menyadari hal itu tidak bisa diam saja. Dia maju ke depan lalu bersiap melepaskan jurus.


"Kitab Tujuh Kunci - Angin Desa Daan!"


Tiupan angin yang mengandung pisau tajam berkecepatan tinggi tersebut melukai banyak orang. Beberapa tersayat karenanya, mereka mulai menaikkan kewaspadaan saat menyadari Xin Fai bukanlah bocah yang bisa dianggap enteng.

__ADS_1


Li Yong bertarung lima lawan satu dengan musuhnya. Kekompakan para Manusia Darah Iblis dalam mengkombinasikan serangan membuatnya sedikit kesulitan menanganinya.


Shen Xuemei sendiri bertarung dengan jarak aman, dia mengambil posisi yang sepi dan membunuh musuh satu per satu. Seperti biasanya, ketika membunuh pun wajah pemuda itu tetap saja datar. Berbeda dengan Huang Kun yang menggenggam pedang begitu gemetaran saat hendak menebas kepala lawannya.


"Senior, kau tak perlu mengasihani mereka. Anggap saja mereka iblis yang hanya bisa membunuh orang-orang tak bersalah," ucap Xin Fai tanpa mengalihkan pandangannya.


Huang Kun mencoba membayangkan mereka semua adalah iblis, dirinya sebenarnya ragu mencabut nyawa orang dan sama sekali tak bisa melakukannya.


Saat pria yang sekarat di hadapan Huang Kun berniat berdiri untuk menyerang pemuda itu, Xin Fai lebih dulu memotong kepalanya.


Xin Fai menatapi bola mata Huang Kun yang begitu takut, seketika dia teringat dengan dirinya yang dulu. Dia yang dulu begitu takut ketika membunuh orang lain, namun semua rasa takut itu menghilang seiring banyaknya musuh yang telah mati di tangannya.


Di sisi lain Lang melakukan serangan besar-besaran, dia terlalu bersemangat karena sekarang bisa berulah seenaknya. Serigala itu menghancurkan rumah warga dan mencabik musuh hingga berdarah-darah.


Xin Fai yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala meski di sisi lain jumlah musuh berkurang sangat cepat berkat serigala itu. Di tangan Xin Fai sendiri sudah terbunuh setidaknya lima belas orang dari pihak Manusia Darah Iblis.


Shen Xuemei mengambil senjata musuhnya berupa panah dan memanjat ke dahan pohon yang tinggi, bertarung menggunakan pedang membuat baju bagusnya kotor oleh darah. Dia memilih untuk menyerang dengan jarak jauh, sekaligus melindungi temannya dari serangan tak terduga.


"Fai'er... Anak ini begitu haus darah..." gumam Li Yong sedikit takut dengan kekuatan Xin Fai, dia menelan ludah disertai dengan punggungnya yang berkeringat dingin.


Pertarungan berlangsung agak lama, tubuh Li Yong sudah mengalami banyak luka begitupun dengan murid-muridnya. Setidaknya saat ini mereka hanya perlu mengatasi puluhan Manusia Darah Iblis lain yang tersisa.


Lang menerkam ganas ke salah satu manusia dan hasilnya manusia itu seketika mati dengan kepala pecah berhamburan.


Serigala itu seperti sedang bermain-main dalam pertarungan ini, dia amat menyukai situasi peperangan. Melihat kepala pendekar menengah bahkan bisa pecah hanya dengan pijakannya membuat Li Yong serta merta mengukur tingkat kekuatan serigala itu.


"Siluman ini... Dia sepertinya telah hidup lebih dari seribu tahun, atau bukan dua ribu tahun? Jika dua ribu tahun, seharusnya dia satu generasi dengan sosok Pendekar Kaisar Langit..." gumam Li Yong mulai penasaran dengan identitas Lang, pisau cahaya melingkar di tubuhnya seakan tak berkurang kekuatannya sejak tadi.

__ADS_1


Xin Fai bisa mendengar gumaman itu dan langsung teringat jika Lang memiliki Tuan sebelumnya, dan setahunya Tuannya dulu bernama Qiang Jun.


Karena baru menyadari hal itu Xin Fai hanya bisa tersenyum kelu, dia seharusnya tahu dari awal kekuatan Lang memang sangatlah hebat. Seharusnya dia memperlakukan serigala itu lebih baik.


Kali ini yang paling banyak membunuh adalah Lang, serigala itu berhenti ketika musuhnya tak bergerak lagi. Ekornya mengibas-ngibas kemudian dia mengaum setelahnya.


Bulu keemasan Lang sekarang bercampur dengan darah, serigala itu mendekati Xin Fai lalu duduk di sampingnya.


"Setelah ini jangan memanggilku jika tidak benar-benar butuh, aku ingin tidur dengan tenang." Lang melanjutkan, "Dan juga jangan lupa cari makanan untukku."


Nada bicara Lang terdengar memerintah, Xin Fai menyesal sempat ingin memperlakukannya dengan baik.


"Hah! Kau makan saja mayat-mayat itu!"


"Aku tidak suka daging manusia. Grrrhhh..." Tanpa banyak omong lagi Lang berubah jadi cahaya, sebuah tato emas muncul di leher Xin Fai setelah itu.


Shen Xuemei dan Huang Kun yang baru pertama kali ini melihat kekuatan sesungguhnya Serigala Berbulu Emas dibuat takjub. Mereka mendekat ke arah Xin Fai dan juga Li Yong.


Beberapa saat setelah melihat banyaknya tumpukan mayat di sini membuat muridnya tak nyaman, Li Yong mengatakan jika mereka harus meninggalkan tempat ini secepatnya namun Huang Kun berbicara sebelum ikut beranjak.


"Bukankah mayat ini jika dibiarkan akan menjadi wabah penyakit?"


Xin Fai nampak setuju dengan perkataannya, mereka menunda perjalanan sebentar.


Sedangkan Li Yong mengelus dagunya mencari solusi, dia akhirnya menjentikkan jari setelah mendapat ide.


"Setelah melewati desa ini kita akan sampai di kota selanjutnya, di sana aku akan meminta bantuan pada pihak berwenang untuk menanganinya."

__ADS_1


Meskipun tak begitu yakin namun Huang Kun memilih tak mendebat lebih lama mengingat sekarang ini seragam bermotif teratai kesayangannya bersimbah darah. Mereka harus segera menemukan tempat untuk untuk membersihkan diri.


***


__ADS_2