Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 130 - Lan An vs Yu Yuwen


__ADS_3

"Persiapan hampir selesai, hanya menunggu perintah pimpinan kita akan bergerak." Temannya berbisik pelan.


Pemuda dalam tudung hitam menarik senyum sangat lebar, pedang bergerigi di tangannya siap memakan korban. "Hari ini akan menjadi pesta terbesar para Manusia Darah Iblis dan juga mereka, para pembunuh berantai itu."


Pemuda itu memalingkan wajah ke arah lain, di mana kelompok aliran hitam yang terkenal sadis dalam pembantaian tengah bersiap dalam posisi masing-masing.


Dengan ini masing-masing 4 peserta yang lolos yakni Xin Fai, Yu Yuwen, Xiu Juan dan juga Lan An. Dua di antara mereka yakni Yu Yuwen dan Xiu Juan adalah peserta yang telah diperkirakan akan masuk ke babak ini oleh semua orang namun siapa sangka dua sisanya sungguh di luar dugaan.


Lan An dan Xin Fai adalah orang yang baru saja bersinar di dunia persilatan membuat nama mereka menjadi perbincangan hangat di kursi para keluarga bangsawan maupun orang penting seperti Yong Tao.


Jeda selama tiga puluh menit diisi dengan beberapa tarian pedang dan hiburan lainnya, persembahan dari Lembah Kabut Putih dalam menyelenggarakan Turnamen Pendekar Muda sangatlah besar, memang dana bukan menjadi masalah bagi mereka namun semua hal mereka perhitungkan dengan sangat matang. Mulai dari kenyamanan kursi penonton, atribut dan tarian pedang yang ditampilkan benar-benar bisa dinikmati oleh penonton.


Tiga puluh menit berjalan sebentar saja, tak terasa waktu pertandingan akan segera dimulai. Empat calon Pilar Kekaisaran diizinkan naik ke atas panggung dengan penuh hormat oleh Yong Tao. Masing-masing dari mereka akan diberikan julukan yang selamanya akan menjadi nama besar mereka di dunia persilatan.


Dimulai dari Lan An, kini sebagai penghargaannya karena berhasil memasuki babak 4 besar dia mendapat julukan Pedang Putih. Gelar ini diberikan langsung oleh Yong Tao setelah memikirkan nama yang cocok untuknya, sedangkan Xiu Juan mendapatkan gelar Dewi Rembulan mengingat kecantikan dan keindahan parasnya.


Yu Yuwen dijuluki sebagai Harimau Kabut, dia menerima julukan itu dengan sangat hormat. Setelahnya Yong Tao beralih menatap ke arah Xin Fai yang tengah menunggu gilirannya.


Satu detik, dua detik kemudian tiga detik terlewatkan begitu saja. Xin Fai merasakan Yong Tao menatapnya begitu lama.


"Dan julukan yang tepat untukmu... Pedang Iblis. Kekuatan yang mengerikan ini akan mengantarkanmu ke puncak dunia persilatan suatu saat nanti. Kuharap begitu."


Xin Fai terdiam kian lama, dia merenungkan nama gelar yang baru saja disandangnya ini. Nama Pedang Iblis sendiri terdengar lebih menyeramkan dari pada Harimau Kabut atau Pedang Putih, namun dia memilih tak mempermasalahkannya.


Setelah itu pertandingan dilanjutkan kembali demi saling merebut kemenangan. Yang Guifei memanggil Yu Yuwen dan Lan An untuk menaiki panggung, dia mengumumkan pertarungan pertama akan dimulai.

__ADS_1


Sorakan dan tepukan tangan penonton membakar semangat kedua finalis ini, mereka memasang posisi masing-masing sambil mencermati lawan. Di pertarungan sebelumnya setidaknya Lan An sedikit mendapatkan gambaran tentang keterampilan Yu Yuwen dalam memainkan pedang.


Memang sejak kecil Yu Yuwen sudah dilatih bermain pedang, senjata itu selalu setia berada di dalam genggaman tangannya setiap waktu. Dengan mengalami banyak pertarungan dan latihan sangat berat kini dirinya telah mendapati julukan Harimau Kabut.


Lan An menarik pedang sembari menarik napas pelan, dia tidak ingin terburu-buru kali ini mengingat lawannya adalah salah seorang pendekar muda terkuat di Kekaisaran Shang, kekuatannya pun sama sekali tidak boleh diremehkan. Hanya dengan menggunakan pedang saja, dia bisa menebas pohon dalam satu gerakan.


Demi menepati janji pada ibunya dulu, Lan An mengikuti turnamen ini dan berniat menjadi orang nomor satu di Kekaisaran Shang, dengan ini mungkin Ayahnya akan mengetahui bahwa dirinya masih hidup dan menyesali perbuatannya.


Meskipun sederhana, namun tujuan hidupnya ini selalu menjadi dorongan bagi Lan An untuk terus maju.


Yu Yuwen mengandalkan pedangnya dengan kecepatan penuh, diimbangi dengan ilmu meringankan tubuh miliknya dia membabatkan senjata dengan sangat cepat.


Ujung pedang Yu Yuwen berkilau saat hendak mengenai Lan An, namun lawannya telah lebih dulu menghindar hingga hanya hembusan angin yang bisa mengenai tubuhnya. Tidak ada jeda sedetikpun tanpa ayunan pedang, bahkan penonton sendiri kesusahan mengikuti gerakan mereka yang begitu cepat.


"Pendekar Muda generasi ini sangat hebat, ini merupakan suatu kemajuan bagi aliran putih-netral di Kekaisaran kita."


"Dengan ini bukan hal yang sulit bagi mereka untuk menghancurkan para komplotan aliran hitam di luaran sana, mengingat belakangan ini semakin maraknya terjadi pembantaian dan pembunuhan di Kekaisaran kita."


Gerakan mereka terhenti saat dua pedang saling adu kekuatan, Lan An memiringkan pedang hingga membelokkan arah senjata Yu Yuwen lalu menyerang dengan kekuatan penuh. Yu Yuwen yang tidak siap menerimanya mau tak mau harus bersiap terkena imbasnya.


Yu Yuwen yang masih dalam kondisi tak seimbang menjadi sasaran empuk bagi Lan An, dia mengeluarkan jurus Tendangan Bulan Sabit dengan aliran tenaga dalam kuat.


Hasilnya Yu Yuwen kembali terdorong ke belakang hingga akhirnya terpental, daya serang Lan An memang sangat mematikan jika dia serius melakukannya. Hal itu baru saja diketahui Yu Yuwen setelah merasakannya sendiri.


'Sial! Pantas saja murid dari Lembah Kabut Putih sebelumnya dibuat tak berkutik oleh pemuda ini!' batin Yu Yuwen hanya bisa mengumpat kesal.

__ADS_1


Pertarungan yang sangat sengit ini bahkan sulit diikuti, setiap detik sangat berharga karena hanya lengah satu detik itu saja keadaan bisa berbalik. Perbedaan kekuatan keduanya sangatlah tipis, Lan An tak pernah mengurangi konsentrasinya sedangkan Yu Yuwen sejak awal sudah serius bertarung dengannya.


Di kursi penonton Li Yong masih setia menunggu satu peserta dari Kuil Teratai tampil, setelah sebelumnya melihat Shen Xuemei kalah Li Yong sepenuhnya menumpu harapan pada Xin Fai. Rasa gugup menyerangnya saat pertarungan akan berakhir, kini dapat dilihat Lan An berhasil menguasai pertarungan ketika Yu Yuwen lagi-lagi membuat celah tanpa dia sadari.


Tak membuang-buang kesempatan Lan An menarik pedangnya tinggi-tinggi, dalam sepersekian detik pedang miliknya telah bersarang di pundak Yu Yuwen membuat pemuda itu menjerit.


Yang Guifei menghentikan pertarungan, namun Yu Yuwen keras kepala ingin terus bangkit dari jatuhnya. Sobekan di pundaknya mengalirkan darah dengan deras, dia sama sekali tidak peduli dan memaksakan diri untuk bertarung.


Lan An menatap datar. "Kuakui usahamu itu, tapi setidaknya lihatlah kondisi tubuhmu sekarang."


Yu Yuwen terdiam sebentar ketika mengingat sebelumnya dialah yang mengatakan kalimat itu kepada Shen Xuemei, nampaknya Lan An memang sengaja membalas kekalahan Shen Xuemei padanya.


"Kau-?! Berisik!"


"Menggurui orang lain, ketika kau yang digurui malah memberontak. Memang, sifat manusia sebagian besar begitu."


Yu Yuwen hendak maju menyerang karena tidak bisa menerima kata-kata tersebut, namun dia terjatuh saat itu juga. Yang Guifei dengan segera menangkap tubuhnya dan langsung menghentikan pertandingan. Dia mengumumkan Lan An sebagai pemenangnya.


Tentu saja banyak penonton yang kaget karena perkiraan mereka tentang Yu Yuwen yang akan menjadi Pilar Kekaisaran berikutnya salah, ini benar-benar jauh dari perkiraan mereka.


Perdebatan juga terjadi di kursi para tamu, meskipun demikian mereka tak memiliki alasan untuk menyalahkan siapapun karena pertarungan berjalan adil dan memang Lan An lebih unggul daripada Yu Yuwen, dia tidak hanya pintar memainkan pedang melainkan cerdik dalam mengatur strategi penyerangan.


Seandainya Yu Yuwen sedikit lebih cerdik dalam bertarung keadaannya mungkin takkan begini. Pemuda itu hanya bisa mengumpat kecewa, dia berdecak kesal dan tatapannya tak pernah bertemu lagi dengan Lan An.


Hal ini tentu saja menjadi guncangan bagi mereka yang berasal dari sekte besar, Lan An yang berasal dari sekte menengah saja bisa memenangkan pertandingan ini maka hal yang sama mungkin saja bisa dilakukan oleh Xin Fai. Sedangkan satu-satunya murid dari sekte besar hanyalah Xiu Juan, kenyataan ini menjadi tamparan keras bagi perwakilan dari sekte besar.

__ADS_1


***


__ADS_2