
Esok paginya ketika matahari belum menampakkan diri Xin Fai sudah bersiap-siap dengan menenteng peralatan memancing. Ia hendak membuka pintu sebelum geraman Lang terdengar.
"Apa yang kau lakukan sepagi ini? Grrhhh..."
Xin Fai menjawab sekedarnya, "aku akan memancing dengan Lan An."
Xin Fai sudah menceritakan sebelumnya tentang Lan An pada serigala itu meski dia mendengarkannya tanpa minat. Setidaknya Lang sudah tahu siapa yang dimaksudnya.
Lang mendengus kesal, sebenarnya dia juga bosan disuruh tidur sepanjang hari. Lang bahkan berpikir untuk merobohkan penginapan ini jika mulai merasa bosan.
Makan dan tidur seperti ini tentu membuatnya jengah dan berkali-kali ingin keluar, Xin Fai melarangnya dengan alasan di luar sana banyak yang memburu siluman sepertinya.
Meskipun Xin Fai yakin tidak akan ada satupun dari mereka yang bisa menyentuh Lang.
Kekuatan Lang sangat besar, bahkan pendekar besar sekalipun akan tewas dengan mudah jika harus berhadapan dengannya. Untuk siluman buas sepertinya hidup tanpa pertarungan terasa sangatlah menyebalkan.
Xin Fai bahkan menemukan kasurnya habis dicakar serigala itu, mungkin efek dari kebosanan. Dalam hati Xin Fai merasa sedikit terhibur bisa menyiksa Lang. Musuh terbesar Lang yang paling pertama adalah kebosanan.
Lang menggeram di tempatnya, jika terus begini dia mungkin menjadi roh siluman pertama yang mati karena kebosanan.
"Setidaknya aku tidak mau tidur di sini lagi. Jika kau membutuhkanku, cukup panggil namaku." Lang berubah menjadi cahaya keemasan dan menyatu dengan tubuhnya.
**
Xin Fai telah tiba di depan rumah Lan An, ia dapat melihat Lan An telah bersiap-siap dengan golok di tangannya. Ibu Lan An juga ada di sana masih setia dengan senyum cantiknya.
Lan An mengerutkan alisnya ketika melihat barang bawaan Xin Fai serta topi jerami yang dipakainya.
"Hah? Pffttt..." Lan An menutup mulutnya menahan tawa, matanya bahkan sampai berair akibatnya.
__ADS_1
"Apa ada yang salah denganku?"
"Kau sungguh mengira kita akan memancing?" Lan An menunjuk kail pancing yang dibawa Xin Fai.
"Kukira kita akan memancing, jadi aku membeli ini tadi malam."
"Hahahha! Maaf ini salahku, tapi kita bukan memancing ikan seperti yang kau kira."
Lan An mengangkat goloknya dengan mata nyalang. "Kita akan berburu siluman kepiting!"
Kail pancing yang semula di pundak Xin Fai jatuh merosot ke tanah, ia menjadi sangat antusias.
"Sudah kuduga kau pasti menyukai daging kepiting! Ayo jalan." Lan An bergegas pergi disusul oleh Xin Fai.
Suara-suara jangkrik masih terdengar jelas, suasana masih sangat gelap karena semalam telah turun hujan menyebabkan jalanan licin. Lan An mengatakan bahwa daging kepiting yang akan mereka buru bukan daging biasa. Itu adalah daging siluman kepiting yang berusia seratus tahun.
Daging tersebut akan menambah kekuatan orang jika dikonsumsi dalam jumlah besar, Lan An begitu antusias dalam menjelaskan segala hal yang dia ketahui, sejauh ini dia sama sekali tidak punya teman bercerita selain ibunya.
"Di sini," Lan An menancapkan goloknya di tanah. "Seharusnya bulan ini akan banyak dari mereka yang keluar."
Seakan menjawab pertanyaan Xin Fai, ia menjelaskan dengan singkat.
"Bulan ini siluman itu akan mencari mangsanya. Sudah banyak korban yang mereka makan."
Lan An berlari di atas air, seketika Xin Fai terpana dengan mulut membuka lebar. Dugaannya salah selama ini. Ternyata Lan An memiliki tenaga dalam yang cukup besar, bisa berlari di atas air seperti itu tentu diperlukan tenaga dalam yang tidak sedikit.
Jika menghadapi Lan An tanpa menggunakan tenaga dalam saja dia sudah kalah telak apalagi jika harus menghadapinya seperti itu.
Xin Fai merasa usahanya dalam merebut Kitab Tujuh Kunci itu akan sia-sia.
__ADS_1
Saat tenggelam dalam pikirannya sendiri mendadak air danau tersebut menggulung dengan sebuah pusaran air di tengahnya. Dari tengah danau tersebut bisa dilihat seekor kepiting dengan ukuran empat kali tubuh pria dewasa keluar. Capit kepiting itu sendiri dua kali lipat dari tubuhnya dengan bintik-bintik hijau tua di sekitar tubuhnya.
"Ah jadi kau yang selama ini mengganggu daerah ini?"
Lan An yang tidak terpengaruh pusaran ombak di danau itu mengangkat goloknya. "Adik kecil, kemarilah bantu aku menangkap kepiting nakal ini. Kita bisa merebus dagingnya nanti di rumah."
Lan An menjilat bibirnya ketika membayangkan kepiting rebus kesukaannya. Daging siluman kepiting ini jauh lebih enak daripada kepiting yang biasanya dimakannya.
"Tapi aku belum bisa berjalan di atas air." Xin Fai mengeluh di tempatnya, mendengar hal itu Lan An hanya tertawa renyah.
"Aku akan membawanya ke darat." Lan An melompat tinggi menggunakan tenaga dalamnya.
"Tendangan Bulan Sabit!"
Kepiting tersebut terpental beberapa meter dan berhenti di pinggir danau, saat hendak kembali memasuki air Lan An terlebih dahulu mengeluarkan jurus.
"Kitab Tujuh Kunci - Jurus Seribu Roh!"
Kepiting tersebut keluar dari air dan menghantam batang pohon di dekatnya.
Kekuatan yang mengandung tenaga dalam cukup besar itu menimbulkan bunyi yang kuat, Xin Fai bahkan mengucek matanya beberapa kali. Dia tak pernah melihat sosok sekuat Lan An apalagi umur mereka berdua tak beda jauh, dengan kekuatan seperti ini seharusnya Lan An tidak perlu meminta bantuan padanya.
***
#hanya side story
Lan An : "Kitab Tujuh Kunci - Jurus Seribu Alasan!"
Thor : Ntaps, Lan An emang pekboy😭
__ADS_1
Lan An : Gue gituloh😂