Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 244 - Benteng Lentera Api


__ADS_3

Tatapan mata yang tajam mengarah pada pimpinan Kultus Iblis, pria itu memelototi geram antara kesal dan khawatir. Semua bercampur aduk, hal itu terjadi selama beberapa saat sebelum akhirnya tawaan keluar dari mulutnya kemudian. Terdengar sedikit seperti tawaan terpaksa.


"Nyalimu besar juga, hahahaha. Mengancamku dengan lagak seperti itu? Kau benar-benar ingin mati!"


Segera setelahnya pertarungan antara Xin Fai dan Pimpinan Kultus Iblis dimulai, dua senjata saling beradu mengakibatkan pusaran angin kencang. Secara bergantian muncul sebuah kekuatan aneh yang mengelilingi pimpinan Kultus Iblis, dia menolehkan wajahnya ke satu titik, tak disangka baru saja melihat sebuah tangan muncul dari ruang hampa.


"Apa-apaan-!?" Pimpinan Kultus Iblis memundurkan diri dengan panik, dia melompat jauh sembari melihat ke arah Xin Fai berdiri sebelumnya dan tidak bisa mendapati pemuda itu di manapun.


Sontak saja pertarungan ini menjadi perhatian sebagian besar pendekar aliran putih, tak heran mereka begitu terkejut ada sosok pemuda dengan kekuatan seperti ini di pihak mereka. Selama bertahun-tahun generasi muda yang dianggap memiliki potensial besar untuk menjadi jagoan Kekaisaran adalah Lan An, Xiu Juan dan Shen Xuemei.


Tidak ada yang menyangka tiga detik setelahnya kembali ruang hampa tercipta di balik punggung Pimpinan Kultus Iblis membuatnya secara refleks menangkis pedang yang mengincar lehernya, pria itu melirik kanan kiri secara cepat setelah Xin Fai menghilang lagi, berusaha menebak di mana pemuda itu akan muncul berikutnya dengan merasakan hawa keberadaan.


Namun tak sedikitpun pria itu dapat merasakan kehadiran lawannya, dia menjadi sangat waspada setelah menyadari apa yang dikatakan Xin Fai benar adanya, pemuda itu tidak membual sama sekali. Justru dirinya saja yang terlalu meremehkan kekuatan manusia.


"Kau-! Berhenti bersembunyi seperti pecundang! Tunjukkan dirimu sekarang juga atau tidak aku akan membunuh semua orang di sini!" Teriak pria itu menggertak keras, napas beratnya terdengar tak teratur.


"Bicara soal pecundang, kukira kau lebih cocok dengan sebutan itu." Pusaran angin kembali muncul dan setelahnya terlihat Xin Fai berdiri tak jauh darinya. "Kau menyerap kekuatan lawanmu, membuatnya lemah secara pelan-pelan dan menggunakannya untuk memenangkan dirimu sendiri. Itupun kau lakukan secara diam-diam, kau dipikir lagi bukankah kau lebih pecundang?"


"Tutup mulutmu!"


"Hahaha termakan omongan sendiri, kau terlihat sungguh memalukan. Sampai-sampai aku bisa melihat wajahmu itu bersinar terang."


Pimpinan Kultus Iblis tak sanggup lagi menahan sabar, dia menancapkan pedang di lantai dengan suara dentuman begitu kuat.


Setelahnya pria itu berlari mengejar Xin Fai, pedang dihunuskan kemudian bergerak lincah membelah tubuh lawan tapi tidak disangka usai melepaskan begitu banyak tenaga dalam demi serangan kali ini, semua itu justru tidak berguna di hadapannya lawannya. Tubuh Xin Fai tembus tak tersentuh, membuat orang-orang saling menatap keheranan.


Tak terkecuali pimpinan Kultus Iblis, dia terdiam tak menggerakkan pedangnya lagi setelah itu. Bola matanya fokus di satu arah berusaha menebak siapa sosok pemuda di depannya ini dan bagaimana dia bisa memiliki kekuatan aneh yang cukup mengejutkan ini.

__ADS_1


"Pernah mendengar tentang insiden penyerangan di Turnamen Pendekar Muda 7 tahun lalu?" Xin Fai berucap tenang, menyentuh bilah pedang lawan bersama aura membunuhnya.


"Ada seorang anak kecil yang menjadi sasaran kelompok kalian, dia berlari ke Hutan Kabut untuk menyelamatkan diri. Siapa sangka hari itu dia hampir kehabisan napasnya saat di perjalanan."


"Jadi kau-?"


"Aku kembali dari kematian yang kedua kali, untuk mengambil nyawa kalian semua. Sekarang..."


Pedang pusaka muncul di tangannya secara mendadak, pimpinan Kultus Iblis tak sempat menarik pedangnya dari tangan Xin Fai. Dia menyadari sebuah kekuatan iblis tengah bergejolak hendak memakannya hidup-hidup.


"Kau harus mati membayar itu semua."


Kurang dari satu detik kepala pimpinan Kultus Iblis terpecah saat pedang pusaka yang dialiri sedikit perubahan energi listrik menghantamnya, terlalu cepat hal itu terjadi membuat tubuhnya yang tidak memiliki kepala masih bergerak-gerak. Xin Fai mengeluarkan rantai api neraka, tiga rantai itu bergerak kencang menembus kulit pria itu dan menancap di dinding aula.


Tubuh pimpinan Kultus Iblis mengeluarkan aura merah darah dari iblis yang merasukinya, Xin Fai tidak menghabiskan waktu lebih lama lagi untuk menatapi kematian mengenaskan pria itu. Dia segera membalikkan badan menghadap Yong Tao yang hanya bisa tercengang dalam diam. Dia tersentak saat Xin Fai memanggilnya.


Yong Tao belum sempat mengangguk paham dan Xin Fai telah pergi secepat kilat dari pandangannya.


Tiba di luar ruangan yang pertama kali dilihatnya adalah sebuah arena bertarung yang sangat tragis, ratusan pendekar aliran putih maupun hitam tergeletak tak bernyawa di sepanjang jalan. Panah busur dan pedang pun berserakan di mana-mana menggambarkan sengitnya pertarungan di Lembah Kabut Putih ini.


Xin Fai menggenggam erat senjata di tangannya saat melihat salah satu pria dengan seragam Aliansi Pedang Suci telah jatuh terkapar di tanah, dia sekarat. Tanpa berpikir jauh lagi dirinya segera menghampiri pria itu berniat membantunya menyembuhkan luka.


Sayangnya waktunya tidak cukup, belum sempat menyalurkan tenaga dalamnya, pria itu sudah mengembuskan napas terakhir. Membuat Xin Fai tidak bisa berbuat banyak lagi, pemuda itu mengangsurkan tatapan marahnya pada sekumpulan pendekar yang tersisa di hadapannya.


Xin Fai berdiri tegak mengangkat senjatanya, dalam satu hentakan kuat pemuda itu berlari hingga sampai di tempat musuh. Baru saja hendak menebas kepala salah satu dari mereka tiba-tiba sebuah pedang lainnya menangkis serangannya.


"Hei, apa yang kau lakukan!?"

__ADS_1


Terdengar suara seorang gadis cantik di sampingnya, Xin Fai melirik ke arah gadis itu dengan tatapan bingung.


"Kau ingin membunuh temanmu sendiri?"


"Aku–"


"Mereka bukan musuhmu, mereka orang-orang di pihak kita."


Xin Fai terdiam sejenak sambil mengenali sosok gadis di hadapannya ini, terasa tidak asing di matanya. Menyadari tatapan itu lawan bicaranya hanya bisa membuang napas panjang.


"Kau benar-benar tidak mengenalku?"


"Maaf, aku tidak ingat. Boleh beritahu namamu?"


"Xiu Juan, sekarang ingat?"


"Oh..."


Tanggapan singkat itu membuat Xiu Juan sedikit heran, dia menyadari Xin Fai tidak begitu peduli dengan identitasnya. Padahal sejak awal tadi dia cukup yakin Xin Fai paling tidak akan bertanya lebih lanjut tentangnya.


"Kalau begitu mereka ini siapa? Kenapa mereka membunuh teman sendiri?"


Xiu Juan menghadapkan pandangannya ke arah Xin Fai melihat, dia tampak ragu mengatakan hal ini tapi di sisi lain tidak memiliki pilihan. Xin Fai bukan orang yang mudah percaya dengan omongan orang.


"Mereka dari Benteng Lentera Api. Akhir-akhir ini Senior Yong memerintahkanku untuk bekerja sama dengan mereka, tidak disangka dalam perjalanan malah melihat sekte sendiri diserang oleh musuh."


***

__ADS_1


__ADS_2