Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 298 - Pulau Es Utara VIII


__ADS_3

Naga Air mendekati dirinya pelan-pelan, sedikit melirik ke arah Naga Es dengan waspada karena siluman itu mulai menciptakan gerakan-gerakan mencurigakan. Batu permata di kening Naga Es mengeluarkan sebuah kekuatan yang tak pernah habis, hal itulah yang menjadi penghalang mereka sejak kemarin. Dengan kekuatan tersebut tubuhnya menjadi sangat tebal serta biarpun mereka berhasil melukai Naga Es luka tersebut akan pulih dalam hitungan menit.


"Seandainya kita memiliki kekuatan tanpa batas untuk mengalahkannya..." Naga Air bergumam pelan, menyadari situasi tak seperti yang keduanya harapkan sejak awal. Padahal Naga Air cukup yakin bisa melawan Naga Es dengan bantuan Xin Fai. Tidak pernah diketahuinya ternyata Naga Es memiliki pusaka yang sangat berbahaya. Yakni permata kehidupan milik Rubah Petir.


Setahu Naga Air, sejak dulu memang pertarungan antar siluman terjadi besar-besaran karena memperebutkan keistimewaan masing-masing. Rubah Petir yang dapat menyimpan seluruh kekuatannya dan hidup dalam keabadian, Naga Air dapat menciptakan dunia baru, Naga Es sang penguasa negeri dingin dan masih banyak siluman lainnya yang sampai hari ini masih menjadi misteri.


Tempat mereka bersemayam sulit didatangi, jika bukan karena terletak di tempat berbahaya maka paling tidak mereka bersembunyi di alam antah berantah.


Xin Fai menopang dagunya sembari berpikir-pikir keras, dia tahu sejak awal mengalahkan Naga Es dengan cara seperti ini maka nyawa mereka akan melayang lebih dulu. Di sisi lain setelah tiga hari bertarung dia sama sekali tak terpikirkan satu pun cara yang berguna. Jurus yang telah dipelajarinya pun hanya sedikit menggores Naga Es. Dan itupun akan menghilang dengan sendirinya.


Naga Es masih tak terkalahkan. Kekuatan silumannya memang patut dikatakan nomor satu, sejak dulu dia sudah membunuh banyak temannya dan merebut semua keistimewaan mereka. Seperti permata milik Rubah Petir.


"Kekuatan tanpa batas untuk mengalahkannya? Memangnya ada...?" Xin Fai mengulang kata-kata Naga Air, memejamkan matanya kesulitan untuk berpikir jernih. Tak terasa waktu berlalu dengan cepat dan Naga Es telah pulih sepenuhnya dari luka. Mata merahnya mencari-cari dan menemukan musuh berada tak jauh darinya.


"Sepertinya aku terlalu baik membiarkan kalian beristirahat." Naga Es berbicara mengejek, gigi-gigi taringnya terlihat kala berbicara. Bersiap memangsa musuh dan mengoyaknya sebuas mungkin.


"Kekuatan tanpa batas... Alam bawah sadarku memilikinya..." Terdengar Xin Fai menggumam dengan tatapan lurus, akan tetapi mengatakannya pun sangat tak mungkin. Itu adalah pertarungannya dengan Raja Iblis dulu, di saat dia tak bisa mati ataupun kehilangan tenaga saat bertarung. Di dunia nyata yang dikendalikan oleh Naga Es dia tak bisa berbuat banyak selain bergerak sepenuhnya dengan kekuatan.


"Alam bawah sadarmu?" Naga Air terlihat bersemangat mendengarnya, selagi itu Lang sudah lebih dulu memahami perkataan Xin Fai. Memasukkan seekor siluman Penguasa Bumi dalam tubuhnya sudah bukan hal yang tak mungkin dilakukan lagi. Tubuhnya sudah cukup kuat menahannya.


"Maksudmu kau ingin membuat Naga Es masuk ke dalam tubuhmu dan bertarung di alam bawah sadarmu juga?" tanya Naga Air memastikan.


"Benar, Shui. Tapi aku tidak yakin soal itu, bagaimana caranya dan menggunakannya aku tidak pernah mempelajari jurus untuk memasukkan naga itu ke dalam tubuhku."

__ADS_1


"Seperti yang aku lakukan, itu sangat sederhana sebenarnya tapi sulit dilakukan."


Xin Fai terdiam, mengerutkan alisnya tak mengerti. "Bagaimana?"


"Dia harus masuk dengan kemauannya sendiri, seperti aku melatihmu Segel Naga di alam bawah sadar juga. Tidak ada cara lain selain itu."


Terdengar tarikan napas berat dari pemuda itu, dia bersemedi memulihkan kekuatannya. Saat melihat ke depan ternyata Naga Es sudah menciptakan balok-balok es runcing yang bersiap terbang menyerang mereka. Satu per satu bongkahan es retak dan melayang di atas udara, hal itu terus terjadi beberapa menit kemudian.


"Kalian tidak ingin menanyakan pendapatku dulu?"


Tiba-tiba Lang berbicara, pelan sekali sampai Xin Fai tak mengerti apa yang tengah dikatakannya. "Apa?"


"Ada satu cara untuk menghisapnya ke alam bawah sadarmu."


Lang mendudukkan diri di atas es, mengibaskan ekornya membuat gumpalan salju berterbangan. Tatap matanya mulai serius beberapa detik kemudian.


"Kau terlalu sibuk sampai tak pernah mengetahui salah satu fungsi Bunga Api di keningmu itu, bukan begitu bocah manusia bodoh?"


Xin Fai tersenyum masam, sedikit tersinggung tapi tak mau mempermasalahkannya. "Jadi kau tahu apa maksud di balik tanda bunga api ini?"


"Sejak kau mengalahkan Raja Iblis di kebangkitan pertama seharusnya kau sudah bisa masuk ke alam bawah sadar, sampai di sini mengerti?"


"Bunga Api ini...?"

__ADS_1


"Wujud dari alam bawah sadarmu, selain itu bunga api bisa menyerap energi alam yang dia tangkap dan menyalurkannya ke tubuhmu. Kalau yang ini kau pasti sudah tahu."


Dua kali mengangguk Xin Fai kembali mengajukan pertanyaan, terlihat sedikit memiliki harapan untuk menang.


"Lalu bagaimana cara kita menggunakan Bunga Api ini untuk menyerap Naga Es itu? Kau tahu caranya?"


"Tch, kau pikir selama hidup ribuan tahun aku tidak pernah bertarung melawan Naga Es ini?"


"Kau pernah?" Kali ini Naga Air menimbrungi, terlihat kaget sekaligus tak percaya.


"Di masa lalu Naga Es terlalu banyak membunuh sesama siluman kuat. Maka dari itu Qiang Jun berusaha membunuhnya meskipun tak pernah bisa, dia membuat tanda bunga api di keningnya bukan semata-mata karena julukannya dalam dunia persilatan. Bunga Api adalah lambang kekejaman, pemakan para pendosa."


Lang kembali melanjutkan, melihat Naga Es mulai melepaskan kekuatan dalam skala lebih besar dia tak memiliki waktu untuk menjelaskan. "Aku akan membuat Mantra Api. Selagi itu Shui! Kau harus menghalangi Naga Es sampai mantra itu selesai. Dan Xin Fai, saat mantra selesai bawa Naga Es ke mantra dan tempelkan darahmu di tanda Bunga Api!"


Xin Fai mengangguk sambil berlari menyambut musuh yang hanya berjarak puluhan meter lagi dari tempatnya berdiri, dia mulai mengeluarkan rantai api neraka untuk menyerang Naga Es.


Naga Es telah lebih dulu menghindar, dia menggeram kesal saat dapat melihat jelas Xin Fai tidak membuka matanya selama bertarung tiga hari ini. Pemuda itu ternyata lebih dulu tahu ada sebuah kekuatan aneh terpancar dari kedua mata Naga Es, siapapun yang melihatnya akan terkena efek penghentian dan percepatan waktu.


"Kukira kau hanya manusia bodoh, ternyata jauh lebih cerdik dibanding tampangmu itu."


"Maka dari itu jangan melihat lawanmu dengan remeh, keistimewaanmu takkan berguna terhadapku. Tanpa mata aku tetap bisa bertarung, tanpa pedang aku juga bisa bertahan dari seranganmu."


Naga Es menggeram kesal, gigi-gigi tajamnya bergemerutuk keras. Seperti suara es yang tengah retak. Dia masih mencari alasan logis bagaimana Xin Fai bisa terus menyerangnya dalam kecepatan tinggi tanpa melihat, hal itu terlalu sulit diterimanya dan membuat dia kesal bukan main.

__ADS_1


__ADS_2