Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 233 - Kehilangan Dua Anggota


__ADS_3

Kepulan debu berterbangan ditiup angin panas, pada sebuah gang sempit Aliansi Pedang Suci menemukan jejak salah satu musuh. Mereka berbondong-bondong bergerak mengikutinya hingga tiba di sebuah kediaman yang cukup besar tempat markas Kultus Iblis didirikan.


Namun tempat itu terlihat sangat sepi hingga tak ada satupun orang yang terlihat di luar kediaman, Zhu Yue berputar mengitari tempat itu dan memastikan hanya ada pelayan dan beberapa pengawal yang tersisa. Terlihat seorang pria berseragam Kultus Iblis di depan kediaman dan tampaknya pria itu sedang terburu-buru bepergian.


Beberapa kantung tas dan surat dibawa tergopoh-gopoh dalam tangan pria tersebut, keringat bercucuran hebat di kedua pelipisnya dengan napas terputus-putus.


Sebuah pedang tersodor tepat di hadapannya membuat mata pria itu membelalak lebar, dia melihat ke arah tangan orang yang melakukan itu dan menjadi agak sedikit takut melihatnya.


Xin Fai menatap tajam ke arahnya, seperti hendak berucap sesuatu tetapi hanya diam menunggunya bereaksi.


"A-apa yang kalian lakukan di sini?" Akhirnya setelah agak lama bergeming pria itu berucap akan tetapi suaranya terdengar seperti gumaman. Zhu Yue mendekati pria itu, menepuk pundaknya.


"Apa kau termasuk orang-orang dari Kultus Iblis?"


Mulutnya mengatup memperlihatkan sikap enggan memberitahu, dia melanjutkan jalan seolah tidak peduli pada rombongan Aliansi Pedang Suci di belakangnya. Sikap seperti itu membuat Zhu Yue geram, dia menyusul dan memegang pundak pria itu berusaha memperingatkan.


"Kuberi kau satu kesempatan lagi untuk menjawab, apa kau berasal dari Kultus Iblis?"


"Bagaimana jika aku memilih tak menjawab?" tantang pria itu balik, dia memasang wajah sombong.


"Jangan salahkan aku kalau sebentar lagi nyawamu habis di sini!"


Pria itu seakan tidak memedulikan omongan Zhu Yue, tindak tanduknya mulai kelihatan berbeda dari sebelumnya. Dia melongok ke berbagai arah seperti memastikan sesuatu, setelahnya hanya senyuman kecil yang terlihat di wajahnya.


"Beritahu di mana Kultus Iblis berada!" Zhu Yue menarik kerah baju pria itu sedikit terbawa emosi, Xin Fai menahan dadanya mencoba menenangkan. Tak begitu lama gilirannya bertanya secara baik-baik namun respon yang didapatkan justru sebaliknya.

__ADS_1


"Cih, kelompok gadungan seperti kalian hendak melawan Putra Mahkota? Jangan besar kepala dulu!" gertaknya berani.


"Kau-!? Bunuh dia sekarang!"


"Wakil Zhu, kendalikan emosimu. Dia mungkin masih berguna untuk kita."


"Ketua Xin, kalau kau ingin mencari lokasi keberadaan Kultus Iblis rakyat sekitar mungkin tahu, daripada harus berbicara dengan manusia ini! Sungguh menyebalkan!"


Tak mau berdebat lebih panjang Zhu Yue segera menarik gagang pedangnya, Xin Fai hendak menghentikan namun dirinya sendiri juga ingin segera menghabisi pria itu. Tidak salah lagi, dari seragam yang dikenakannya pria itu berasal dari Kultus Iblis.


Dalam tiga tebasan pria itu telah tewas di tangan Zhu Yue, darah mengucur di tanah begitu saja. Xin Fai mencoba memeriksa barang bawaannya dan menduga pria ini sepertinya hendak pergi ke luar kota untuk suatu alasan. Kultus Iblis kemungkinan besar telah meninggalkan kota ini, hanya itu yang dapat dia simpulkan.


Aliansi bergerak menuju pemukiman warga dengan maksud ingin menanyakan ke mana perginya kelompok Kultus Iblis, salah seorang nelayan menjawab hati-hati masih dengan kepala meliuk kanan kiri memastikan orang yang dia bicarakan tidak ada.


"Me-mereka pergi ke dermaga, itu... Mereka akan melakukan kudeta di Kota Renwu. Sekitar dua jam yang lalu, si Jiang Cheng mengumumkannya. Entah apa yang akan terjadi di Kekaisaran kita nantinya..." Usai berbicara dia hanya bisa menggeleng pelan. "Mungkin ini awal kehancuran kita semua."


"Kita harus segera menyusul mereka, ayo bergerak," ucapnya kemudian. Baru saja hendak berjalan ke arah dermaga salah satu anggota berteriak lantang.


"Ketua, aku tidak bisa melihat Lu Rong dan Yin Fang di kelompok kita, mereka masih belum kembali!"


Xin Fai membalikkan badannya cepat, memang benar saat membawa seluruh anggota ke Awan Biru mereka kekurangan dua anggota. Dua orang itu masih belum terlihat sejak tadi, bahkan setelah dirinya menyuruh orang lain untuk mencari sisa dua orang itu.


Tanpa banyak basa-basi lagi dirinya menyuruh anggota berpencar mencari Lu Rong dan juga Yin Fang, berharap tidak terjadi sesuatu yang buruk pada mereka berdua. Semua anggota Aliansi Pedang Suci bubar, hanya Zhu Yue dan Xin Fai tersisa di dermaga.


"Ketua, kita tidak bisa terlalu berlama-lama. Dua orang itu bisa menyusul belakangan." Zhu Yue memberikan pendapat.

__ADS_1


"Tidak bisa, kita harus tetap menemukan sisa dua orang itu. Aku memiliki firasat buruk soal ini."


"Maksudmu mereka..."


"Itu hanya tebakanku saja."


Hampir satu jam menunggu sambil mencari-cari informasi dari para nelayan, mereka tidak bisa mendapatkan apapun. Akhirnya dua menit berselang dua orang Aliansi Pedang Suci muncul namun raut wajahnya tak begitu bagus.


"Kami sudah mencari di bagian barat dan tidak bisa menemukan mereka di manapun."


Lima orang datang bersama kuda, raut wajah mereka tak beda jauh dari orang yang memberikan laporan pertama. Mereka tidak bisa menemukan keberadaan dua orang tersebut.


Hampir lima puluh orang telah berkumpul dalam kurun sepuluh menit tetapi dari sekian banyaknya orang tidak satupun mengetahui di mana Lu Rong dan Yin Fang. Situasi mulai tidak stabil, mereka mulai ribut satu sama lain saling menyalahkan. Saat sisanya kembali, salah seorang pendekar datang tergopoh-gopoh. Raut wajahnya sangat cemas, pertanda sesuatu yang buruk telah terjadi.


Pria itu menunjuk ke belakangnya. "Di bawah jembatan... Aku menemukan Lu Rong dan Yin Fang diikat di atas pohon kayu. Mereka meninggal dengan seluruh tubuh ditancap pisau tajam."


Kabar itu langsung membuat mereka bergerak sangat cepat, tiba di bawah jembatan yang dimaksud kenyataannya kondisi dua orang itu jauh lebih buruk dari yang dibayangkan. Lima ekor serigala hutan sedang melompat menggapai tubuh dua orang itu, kaki mereka telah tercabik-cabik dimakan hingga hanya tersisa daging di bagian lutut hingga ke atas.


"Para bedebah itu..." Pedang di tangan Xin Fai bergetar keras, dia menjadi sangat marah. Tatap senyum licik si Putra Mahkota kembali terngiang di kepalanya. Detik itu juga dia ingin sekali membantai semua orang Kultus Iblis.


"Amankan jasad dua orang itu, kita harus memberikan penghormatan terakhir pada mereka."


Semuanya mengangguk setuju, bagaimanapun dua orang ini adalah pahlawan meski mereka gugur lebih awal.


Lima ekor serigala mundur ketakutan saat melihat delapan puluh manusia datang bersamaan ke arah mereka, sejenak Xin Fai menengadah merasa kasihan dengan dua orang ini. Cara mereka terbunuh memang sangat menyedihkan.

__ADS_1


"Mati di tangan kotor seperti mereka, aku pasti akan memberi pembalasan yang sepuluh lipat lebih mengerikan dari yang kalian rasakan."


Zhu Yue mengangguk, dia memerhatikan mayat Lu Rong yang tengah diangkat untuk segera dimakamkan. Sejenak alisnya berkerut, dia mengambil sebuah ikat kepala di balik jubah pria itu.


__ADS_2