Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 117 - Gadis Belut Baja Listrik


__ADS_3

Saat Yang Guifei hendak menghentikan pertandingan, Huang Kun lebih dulu keluar dari api buatan Mu Shin dengan baju terbakar.


"Masih belum!"


Huang Kun melesat cepat bersamaan dengan pedangnya yang membelah udara, Mu Shin tak menyangka Huang Kun akan melakukan perlawanan sekeras ini setelah dia kehabisan seluruh tenaga dalam dan tidak memasang pertahanan sempurna.


Pedang Huang Kun berbelok tajam dan kini mengarah ke perut Mu Shin, tanpa diduga serangan itu berhasil dan tanpa membuang waktu lagi Huang Kun segera melancarkan serangan bertubi-tubi. Perlahan api di sekujur tubuh Mu Shin memadam. Dia jatuh pingsan tak sanggup bertahan lagi.


Keadaan berbalik dengan cepat dan selalu hasil akhirnya membuat penonton tercengang.


Huang Kun kini menjadi sosok petarung yang paling dinantikan aksinya oleh penonton karena setiap pertarungan pemuda itu selalu berjalan sengit dan tak imbang. Melihat Huang Kun kembali menang di putaran ketiga berkat kerja kerasnya ini, dia kembali disambut sorakan penonton.


Tak lama berselang tiba giliran Lan An, dalam pertarungannya dia hanya mengandalkan Tendangan Bulan Sabit, daya serang yang bisa dilihat Xin Fai jauh lebih besar dari sebelumnya bahkan bisa dipastikan jika Lan An menggunakan jurus tersebut dengan kekuatan penuh lawannya akan langsung tumbang dalam keadaan tulang patah.


Huang Kun, Shen Xuemei dan juga Lan An berhasil memasuki babak utama, di sisi lain Yu Yuwen menang telak dari musuhnya sedangkan Xiu Juan tanpa berbicara pun lawannya langsung menyerah kalah.


Pertandingan selanjutnya dimulai kini Xin Fai mengerutkan alisnya saat melihat seorang pemuda dengan tatapan tajam maju, dia mengenali pemuda itu adalah teman Ren Yuan yang waktu itu mencari masalah dengannya.


Gong Li bertarung menunjukkan kemampuannya yang sama sekali tidak bisa diremehkan, dalam pertarungannya itu dia terlihat sangat kuat karena bisa menguasai kelemahan lawannya.


Lawan Gong Li menyerah karena terus didesak dalam keadaan terpojok namun dia tak kunjung bebas dari pemuda itu bahkan Yang Guifei juga sudah memberikan instruksi untuk menghentikan pertarungan namun tak didengar olehnya.


"Berhenti! Kalau kau membuat lawanmu cacat kau akan didiskualifikasi!" Yang Guifei berteriak lantang pada Gong Li yang masih saja membabatkan pedang, wanita itu mendekat ke arah peserta yang mengalami luka berat tersebut lalu menolongnya, untuk menyembuhkan peserta ini agar pulih dengan sempurna mungkin dibutuhkan waktu sampai seminggu meskipun menggunakan sumber daya.


Gong Li tak lagi menunduk menatapi lawannya, dia menoleh ke kiri dan tatapannya bertemu dengan Xin Fai.


Dari tatapan matanya Xin Fai dapat mengetahui maksudnya, Gong Li berniat melakukan hal yang sama pada dirinya. Nampaknya pemuda itu memiliki dendam tersendiri pada Xin Fai.


Turun dari arena pertandingan Gong Li disambut tatapan tak suka oleh para penonton, meskipun Gong Li tak sampai membuat lawannya cacat namun dia sengaja terus menyerang sampai pemuda itu terluka parah bahkan setelah mengatakan menyerah.


Gong Li sendiri tak peduli dengan pemikiran orang lain, dia begitu terobsesi pada Nona Ren dan sudah bersumpah akan selalu berada di sisi gadis sombong itu untuk membelanya.

__ADS_1


Saat melewati kursi peserta Gong Li sempat melirik Xin Fai dengan ujung matanya, dia memalingkan muka dan langsung berjalan ke arah lain.


"Apa-apaan tatapannya itu? Membuatku kesal saja!" Xin Fai menggerutu di tempat, seperti biasa dirinya selalu mendapat giliran terakhir. Sedangkan teman-temannya sudah duluan bertarung dan lolos ke babak utama.


Banyak jagoan muda yang lolos ke babak utama, jumlahnya sekitar tiga puluh lebih dari ratusan perwakilan ini, seleksi yang begitu ketat hanya menyaring jagoan muda berbakat sesungguhnya maka dari itu di babak utama nanti lawan yang dihadapi jauh lebih sulit dari yang sebelumnya.


Xin Fai mengutuk lagi dalam hati setelah dua puluh menit menunggu dan yang tersisa kini hanya dirinya dan satu orang lagi yang belum tampil.


Setelah pertarungan di arena berakhir akhirnya tiba giliran Xin Fai, dia mendengus kesal sebelum berdiri dan berjalan ke arena pertandingan.


Xin Fai tak pernah menyangka orang yang berada di belakangnya berjalan layaknya kilat. Dalam beberapa detik saja dia sudah bersiap menunggu di sana.


Bahkan angin dari tubuh gadis itu terasa tajam mengenai kulitnya. Xin Fai merasa lawannya ini bukan orang biasa, setelah di putaran sebelumnya dia mendapat lawan seimbang lagi-lagi kali ini dia harus dihadapkan pada lawan merepotkan.


'Penguasaan Langkah Kilatnya lebih tinggi di atasku, sedangkan dalam pertarungan kecepatan adalah hal yang penting.' Xin Fai menimbang-nimbang, setelah berdiri tepat di hadapan lawan dan pertandingan dinyatakan dimulai gadis tersebut sudah menghilang dari hadapannya.


'Kecepatannya setara dengan tikus-tikus dari Hutan Terkutuk! Tidak salah lagi!'


Keduanya saling bertukar jurus selama beberapa saat namun tak ada satupun yang unggul.


Wajah tanpa ekspresi gadis ini begitu aneh, dia seperti boneka bergerak ditambah lagi kulit tubuhnya pucat layaknya mayat. Gadis misterius ini berasal dari sekte aliran netral yang baru-baru ini terkenal karena mendapatkan sumber daya melimpah dan banyak melahirkan bibit-bibit unggul dari sana.


Xin Fai menangkis serangan lalu melibas pedang dengan sangat cepat.


"Kitab Tujuh Kunci - Bulan Separuh Lingkaran!"


Cahaya emas melingkar di daerah pertandingan selama beberapa detik, dalam sejenak penonton terpana melihatnya.


"Jurus dari mana itu?!"


"Hei apakah dia benar-benar berasal dari sekte Kuil Teratai? Itu bukan jurus dari sana, aku bisa memastikannya!"

__ADS_1


Tak heran mengapa jurus Kitab Tujuh Kunci tidak banyak yang mengetahui karena jurus ini sendiri begitu langka karena hanya ada dalam Kitab Tujuh Kunci.


Jurus Bulan Separuh Lingkaran tak mempan melawan gadis bernama Xu Zetian ini, Xin Fai memutar otaknya kembali. Dia merasa kecepatan Xu Zetian layaknya belut, dan jika dia berhasil mengenai tubuhnya pun gadis ini akan langsung menghindar begitu cepat.


Xin Fai melompat mundur dan lawannya juga mundur sepertinya, mereka saling mengukur kemampuan masing-masing.


Sedangkan Li Yong tak bisa tenang menonton pertandingan itu, dia mendengar sedikit cerita para pendekar di sekitarnya yang menceritakan sekte tempat gadis itu berasal.


"Sekte Belut Baja Listrik?"


"Kudengar di sana lahir banyak sekali belut listrik yang tidak biasa, belut itu bisa digunakan untuk meningkatkan tenaga dalam. Maka dari itu belakangan sekte ini terkenal karena telah memanen ribuan belut listrik."


"Benar sekali, dalam dua tahun terakhir mereka berkembang cukup pesat, kurasa belut itu adalah kuncinya. Sebelum menjual belut itu mereka ternyata memberikannya pada murid sekte terlebih dahulu."


Meskipun banyak yang memuji Xu Zetian, Li Yong masih memiliki keyakinan jika Xin Fai dapat menang, pemuda kecil itupun sama sekali tak gentar mendapatkan serangan kilat dari lawannya dan masih tetap tenang seperti biasa.


Semakin lama semua orang kini makin terkagum-kagum dengan kecepatan berpindah Xu Zetian, jika dilihat dengan mata telanjang maka gadis itu seperti terlihat banyak di arena pertandingan karena bayangannya sendiri.


Sebelum mengayunkan pedang sendiri lawan Xin Fai sudah berhasil menghindari serangannya tersebut dan beralih menyerbu dari arah lain. Xin Fai menarik napas dalam sebelum akhirnya dia menjatuhkan pedang ke lantai pertandingan.


"Apa yang dilakukannya?!" Sontak saja para penonton kecewa, namun jika dilihat lagi kekuatan gadis itu sangatlah hebat dan juga misterius, dapat menyentuhnya saja sudah tidak mungkin apa lagi mengalahkannya. Mungkin itu alasan Xin Fai melakukan hal itu .


"Dia sudah menyerah? Sungguh mengecewakan!"


"Ayolah, ini mulai tak seru lagi! Mana kekuatan hebatnya tadi?!"


Sejujurnya penonton kecewa pada Xin Fai, namun mau bagaimana lagi serangan jarak jauh menggunakan Angin Desa Daan tidak ampuh padanya apalagi serangan jarak dekat menggunakan pedang.


Namun kekecewaan penonton berubah saat Xin Fai maju dengan tangan kosong menghampiri lawan, tindakan itu tentu saja mengundang banyak pertanyaan termasuk dari Li Yong sendiri.


***

__ADS_1


__ADS_2