
"Aku Manusia Iblis," jujur Xin Fai berterus-terang.
"Ssshhh... Aku bukan datang untuk melukaimu, kenapa mengeluarkan pedangmu seperti itu?"
Xin Fai tak menurunkan pedangnya. "Aku hanya berjaga-jaga saja."
"Oh, jadi kenapa Manusia Iblis sepertimu sedari tadi berputar-putar di tempat ini?"
Tatapan Xin Fai berubah, siluman ular ini memiliki kekuatan untuk menyembunyikan hawa keberadaan mereka. Dan seandainya siluman tersebut hendak menyerangnya, seharusnya sejak tadi lagi dia melakukannya.
Karena merasakan tidak ada bahaya dari siluman ular Xin Fai akhirnya memasukkan kembali pedang dalam sarungnya. Dia mengembuskan napas berat.
"Hah... Aku sedang mencari obat untuk menyembuhkan temanku yang sedang sakit," katanya pasrah. "Namun di hutan ini sama sekali tidak ada tanaman obat. Hanya ada bunga beracun dan rumput liar di sini..."
"Kau mencarinya sampai akhir hayatmu pun takkan ketemu."
"Benarkah? Yah.. padahal aku sudah mengatakan akan kembali membawakan obatnya," hela napasnya terdengar lemas. Dia yakin saat ini kondisi Huang Kun semakin memburuk.
Penjelasan dari siluman ular mematahkan semangatnya, Xin Fai merasa usahanya akan berakhir sia-sia.
Di sisi lain matanya menangkap suatu keanehan yakni pada sisik ular yang mengalami luka bakar serius, siluman ular seakan tahu maksud tatapan tersebut.
"Sebaiknya kau harus segera pergi meninggalkan tempat ini jika tak ingin sesuatu yang buruk terjadi."
Hawa di sekitar memang sama persis seperti yang dikatakan siluman ular, dia bisa merasakan hawa pembunuh yang begitu kuat dari bagian hutan terdalam.
"Boleh aku tahu kenapa tubuhmu terluka begitu?"
"Sssttt... Ini... Ini bekas pertarunganku dengan siluman Beruang Api."
Beruang Api adalah salah satu siluman yang tingkatnya lebih tinggi daripada siluman raja tikus. Seperti namanya, beruang tersebut menguasai perubahan jenis energi tingkat tinggi, sudah banyak korban yang mati di tangannya membuat harga jual permata siluman Beruang Api sangatlah tinggi.
Mendadak Xin Fai mendekati siluman ular, dia tak berkata apa-apa dan hanya mengobati luka bakar tersebut menggunakan tenaga dalam sebisanya.
__ADS_1
"Kau... Apa yang kau lakukan?"
"Aku hanya mengobati lukamu," tandasnya tanpa peduli reaksi sang siluman ular. "Bukan itu, maksudku kenapa kau menyembuhkan lukaku?"
Terdengar helaan berat dari mulut Xin Fai saat sang siluman ular mempertanyakannya. Sesaat kemudian baru terdengar dia berbicara.
"Lihatlah, kondisimu sangat menyedihkan. Karena pertarungan sebelumnya kau mendapatkan luka dan kehabisan seluruh tenagamu."
Dugaan Xin Fai memang tepat, aura siluman yang dilepaskan siluman ular sangat lemah bahkan hampir tidak ada. Membuatnya yakin telah terjadi sesuatu pada siluman ini.
"Ini bukan urusanmu, kau harus segera pergi atau tidak–"
Baru saja hendak mengatakannya tiba-tiba muncul seekor Beruang Api yang mengamuk dari kejauhan, ketika siluman itu mengamuk maka api dalam tubuhnya akan keluar membakar hutan.
Sudah tentu hutan di sekitarnya terlalap oleh api, Xin Fai menahan panas tersebut dengan menggunakan tenaga dalam. Sejenak dirinya teringat sesuatu, dan memutuskan untuk membunuh siluman Beruang Api itu.
"Mundurlah, aku sebisa mungkin akan mengalahkan Beruang Api itu."
Siluman ular membangkang, dia tak menyangka Xin Fai bahkan berniat menolongnya. Siluman ular sendiri sangat membenci manusia, namun ketika menyadari Xin Fai tidak memiliki hawa seperti manusia biasa, dia tidak menganggap Xin Fai adalah musuhnya.
Siluman ular langsung menjauh mengingat dirinya hanya akan menjadi beban untuk Xin Fai, dia mengamati pergerakan Xin Fai lebih jauh.
Pedang Manusia Darah Iblis ditarik Xin Fai seraya menghunuskannya pada Beruang Api.
"Apa karena tubuh apimu ini, tumbuhan obat di sini tidak bisa tumbuh dengan tenang?!"
Beruang Api yang sekarang dihadapinya tidak dalam kondisi prima karena sebelumnya bertarung dengan siluman ular. Kedua siluman ini berada di tempat sama dan saling memperebutkan tempat kekuasaannya, selama dua hari tanpa henti mereka bertarung dan mendapatkan luka serius akhirnya siluman ular pergi melarikan diri, namun Beruang Api tetap saja mengejarnya.
Saat jaraknya dengan Beruang Api hanya beberapa langkah Xin Fai langsung membabatkan pedang.
Pedangnya beradu dengan cakar Beruang Api menimbulkan angin kencang di sekitar mereka.
'Sial, Beruang Api ini setara dengan siluman singa iblis!' batin Xin Fai. Jika menggunakan Pedang Kaisar Langit semuanya akan terasa mudah, namun menggunakan pedang seperti ini Xin Fai juga tidak yakin menang.
__ADS_1
Sebisa mungkin Xin Fai berlari di dahan pohon agar beruang tersebut tak mengejarnya, dia menggencarkan serangan ketika siluman tersebut lengah.
"Kena kau!"
Xin Fai melompat dari arah belakang, dia mengalirkan tenaga dalamnya ke pedang. Saat mata pedang bersentuhan dengan kepala beruang di saat itu pula api menyambar keluar dari tubuh sang siluman.
Xin Fai mengalirkan tenaga dalamnya semakin banyak, dia tak peduli dengan panasnya api tersebut. Rasa panas yang lebih dari ini pernah dirasakannya saat latihan di air terjun dulu.
Hingga kulit Xin Fai hampir mengelupas, kepala beruang tersebut sama sekali tak terpotong.
Untung saja kini Xin Fai masih memiliki sisa tenaga dalamnya, dia berdiri sesaat memulihkan bekas luka bakar di tubuhnya.
Sang Beruang Api yang melihat Xin Fai masih baik-baik saja setelah terkena api selama itu hanya menggeram kesal. Dia segera menaikkan suhu apinya ke tingkat tertinggi.
"Kau terlalu ambisius, ya? Ayo kita akhiri pertarungan ini."
Xin Fai menyusun rencana dalam kepalanya seraya tersenyum sinis. Dia melompat tak tentu arah dari dahan ke dahan, saat dirinya hampir bersentuhan kembali dengan Beruang Api seketika siluman itu langsung menaikkan tingkat kepanasan apinya itu.
Hal yang sama terus berulang terjadi, sampai Xin Fai selesai mengumpulkan tenaga dalam ditambah dengan energi alam di sekitarnya. Sedangkan siluman Beruang Api sendiri terkuras tenaganya karena menyerang Xin Fai terus menerus.
Beruang Api menerkamnya kencang hingga menimbulkan bunyi getaran di tanah, dia menyakar udara dan menghancurkan pepohonan.
Xin Fai tak begitu terburu-buru mengingat siluman ini juga berbahaya, salah perhitungan sedikit saja nyawanya yang akan habis.
Beruang Api merasa kesal saat melihat Xin Fai berlari menjauh darinya, siluman buas itu segera menyusul dengan kecepatan tertinggi.
Hal tersebut membuat Xin Fai tersenyum lebar. "Dasar beruang bodoh," ucapnya pelan. Dia menarik pedang Manusia Darah Iblis secara cepat lalu berbalik badan.
Secepat kilat Xin Fai berlari dengan arah berlawanan dengan Beruang Api, siluman tersebut tak bisa berbuat apa-apa karena Langkah Kilat Xin Fai begitu cepat. Hanya dalam satu kedipan mata saja pedang Manusia Darah Iblis telah berada di depannya hendak memotong tangan siluman Beruang Api.
"Kitab Tujuh Kunci - Jurus Seribu Roh!"
Setelah memotong tangan siluman beruang, Xin Fai berbalik badan hendak melancarkan serangan lagi namun siluman beruang sudah lebih dulu menyadarinya.
__ADS_1
***