Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 261 - Kebangkitan Kedua V


__ADS_3

Pedang Kaisar Langit bersinar kala dialiri kekuatan yang sangat besar, dalam satu kali benturan Xin Fai dapat menghabisi lima sampai tujuh iblis di setiap tebasan pedang tersebut. Tangan kirinya juga tidak bisa tinggal diam, dia melakukan gerakan memutar membuat semua musuh yang berada dalam jangkauannya mengalami luka serius.


Saat terkena sayatan pedang tersebut, nyatanya satu hal mencengangkan terjadi. Tubuh iblis yang dilawannya kembali ke bentuk semula, wujud yang terbentuk dari lelehan lava itu tak mengalami luka sedikitpun. Mereka akan bangkit kembali setelah beberapa detik tumbang dan muncul dengan bentuk dan ukuran yang jauh lebih mengerikan.


Sementara itu tebing di mana Xin Fai berdiri kini hampir longsor karena terlalu banyak iblis yang mendaki ke atasnya. Pemuda itu beralih ke mode roh sejenak untuk berpindah posisi, di saat mengalihkan perhatian bisa dilihatnya tak satupun iblis menganggu Qiang Jun.


Dapat disimpulkan bahwa raja iblis memang tidak keberatan akan tindakan ini, dia justru semakin bernafsu untuk menguasai tubuh Xin Fai dengan membuat jiwa pemuda itu dimakan segel yang dibuat sendiri oleh Qiang Jun.


Kala berpindah ke tebing yang lebih rendah dari sebelumnya ternyata kondisinya juga tak kalah buruk, kini berayun-ayun iblis hendak menjatuhkan batu besar itu. Jatuh ke dalam lahar lava tentu tidak akan membuatnya mati seketika karena ini adalah alam bawah sadarnya sendiri, akan tetapi yang menjadi permasalahan adalah ada puluhan iblis di sana.


Andai satu dari mereka saja mengambil satu permata nya bisa dipastikan ke 33 permata yang ditanam di tulang belakangnya akan raib. Itu artinya kekuatannya juga akan berkurang sangat drastis. Seperti penyembuhan cepat dan langkah kilatnya kini, dapat dipastikan Raja Iblis akan mendahuluinya saat merebut batu kehidupan nanti.


"Hahhaha ini lucu sekali, di hadapan teman-temannya ku kau sama sekali tidak bisa berkutik! Teman-temanku, jika kalian berhasil mendapatkan satu permatanya aku pastikan kekuatan kalian akan bertambah drastis, jika tidak percaya coba saja sendiri! Menangkap bocah kecil itu bukan sesuatu yang sulit untuk dilakukan!"


Gelombang iblis datang dan muncul lagi dan lagi dari dalam lava api mendidih, Xin Fai semakin hilang keseimbangan berdiri di atas tebing curam yang sebentar lagi akan roboh. Di sisi lain dia tidak memiliki cara untuk menghadapi situasi sulit ini.

__ADS_1


Pemuda itu berupaya fokus tapi tak sedetikpun iblis-iblis itu membiarkannya berpikir jernih.


'Ayolah fokus... Jika aku gagal kali ini semua orang akan berada dalam bahaya...' batinnya memaksakan kepalanya berpikir keras, bulir keringat jatuh di dahinya perlahan. Hawa panas menyusup ke dalam tubuhnya membuat isi kepalanya seakan-akan ingin meledak.


Dia memperhatikan empat iblis yang kini telah sampai di tebing atas, tangannya terlihat menggapai pijakan tebing berkali-kali. Xin Fai menginjakkan kakinya di sana, dua pedangnya berusaha menghalau sisi lain yang berada di luar jangkauannya.


Di dalam hati dirinya hanya bisa mengumpat karena Pedang Kaisar Langit yang amat tajam belum tentu bisa menghapuskan iblis ini sepenuhnya. Kondisi pemuda itu semakin terdesak kala salah satu iblis berhasil berpijak di balik punggungnya, dia bersiap mencengkram leher belakang Xin Fai.


Menyadari salah satu iblis berhasil mendekatinya Xin Fai segera menebas iblis tersebut, dia benar-benar tidak bisa terjebak di tempat ini terus-menerus. Jika tidak situasinya akan berada di luar kendalinya, kini sudah hampir ribuan iblis muncul di atas lahar api mendidih, membentuk lautan manusia yang berduyun-duyun menyerbu satu tebing tempat Xin Fai berpijak.


Satu permata yang paling diincarnya adalah permata penyembuhan di tubuh pemuda itu, setidaknya berkat benda itu proses pemulihan tubuhnya yang terluka berjalan sangat cepat. Raja iblis hendak mendapatkan semua permata itu untuk dirinya sendiri, lagipula setelah dirinya berhasil dibangkitkan di tubuh Xin Fai nanti kekuatannya benar-benar tanpa banding lagi jika ditambah oleh kekuatan permata tersebut.


Keputusasaan Xin Fai untuk menghadapi ribuan wujud iblis di bawahnya pasti akan membuat membuatnya tak bisa berpikir lebih jernih, Raja Iblis menunggu dengan tenang. Dia masih bisa melihat pemuda itu bertahan dan hanya bertahan di satu pijakan.


"Bocah kecil, kuingatkan padamu! Ini hanya penawaran terakhir untukmu, ingat ini baik-baik!" Raja iblis bersuara lantang. "Jika kau memberikan tubuhmu secara langsung kupastikan, kau masih bisa hidup di dunia ini dan kita akan berbagi dua tubuh."

__ADS_1


Xin Fai menarik sudut bibirnya aneh "Penawaran bodoh macam apa itu?"


"Hm? Kukira aku sudah cukup baik menawarkannya, kau bisa mengendalikan kekuatanku untuk menguasai dunia! Kita akan menjadi raja dan semua orang akan tunduk kepada kita berdua. Bagaimana?"


"Sepertinya kau sedikit pesimis teman-temanmu ini bisa mengambil permataku?"


"Cih, tidak tahu untung sekali. Jangan menyesal saat aku menyuruh semua temanku untuk menghancurkanmu!" teriaknya mulai kehilangan sabar, Raja Iblis masih tidak bisa mendapatkan respon baik dari pemuda itu. Xin Fai mengacuhkan kata-katanya dan kini beralih fokus mengeluarkan ribuan pisau emas yang langsung menembus tubuh iblis, membuat iblis itu meleleh sebentar dalam lava api dan kembali terbentuk dengan postur tubuh lebih besar.


"Kau akan mati hari ini! Jangan sesalkan kata-katamu nanti setelah melihat semua manusia berada dalam bahaya karena ulahmu!" seru Raja Iblis murka, wajahnya padam marah berlipat ganda setelah melihat sikap Xin Fai semakin menyebalkan. Dia yakin pemuda itu tengah kesusahan memikirkan cara untuk melepaskan diri dari jeratan maut, Raja Iblis juga tidak berkeberatan berbagi tubuh selamanya dengan Xin Fai. Namun yang dikecewakan olehnya adalah bagaimana pemuda itu menyia-nyiakan kebaikannya yang menurutnya sungguh mulia itu. Raja Iblis sungguh tidak habis pikir.


"Lagipula apa yang harus kau bela dari manusia-manusia lemah itu?! Ujung-ujungnya mereka akan menancapkan belati di jantungmu dengan alasan kekuatanmu terlalu bahaya! Seperti yang dirasakan oleh generasimu sebelumnya!"


"Aku tidak peduli mereka menghargai ku atau tidak..." Xin Fai berujar pelan, tebing tempatnya berdiri kini bergetar hebat pertanda akan hancur beberapa detik lagi. "Setidaknya saat aku mati nanti, aku akan menjadi manusia berguna. Tidak peduli anggapan mereka terhadap nasibku karena memiliki tubuh ini."


Qiang Jun membuka kelopak matanya yang terpejam, menatap Xin Fai samar-samar dari kejauhan. Air mukanya mulai menunjukkan kesedihan mendalam tapi dia segera menyembunyikannya.

__ADS_1


__ADS_2