
Pemuda bertudung mengangkat tangannya lebar seolah menyambut sesuatu. "Akhirnya... Pembantaian akan segera dimulai demi mengusir para pengganggu ini, kalian hanya akan menghambat kemajuan kelompok kami ini saja. Sejarah Manusia Darah Iblis akan menjadi sejarah yang paling dikenang suatu saat nanti, hahahahha!"
Bersamaan dengan hujan panah di sekitar kursi penonton nampak seorang pria tengah bersiap menembakkan panahnya pada Xin Fai. Namun bidikannya itu berubah saat melihat satu pemuda lain di kursi penonton.
"Ah, rasanya membunuh pemuda itu akan membuat sang Manusia Iblis mengamuk lebih ganas. Aku tidak sabar ingin melihat kekuatannya~" lelaki itu melepaskan busur yang kini melesat tajam ke arah Huang Kun.
Huang Kun ikut tercengang ketika melihat Xin Fai mengeluarkan energi yang sangat besar, dia begitu fokus dengan pertandingan sampai tak menyadari sebuah busur yang memiliki kekuatan aneh sedang mengincarnya.
Mendadak Xin Fai menggerakkan tangan ke samping membuat puluhan pisau cahaya menyerbu Huang Kun, di saat bersamaan pula busur milik Zhao Chen sang pimpinan Darah Putih bertabrakan dengan pisau cahaya tersebut.
Huang Kun mendongak ke atas baru menyadarinya, dia menjauh sebisa mungkin dan melihat dari kejauhan saja. Selain itu para penonton lain mulai memasang sikap waspada sembari menarik senjata masing-masing. Di atas sana kepakan sayap terdengar memenuhi jagad raya dan bisa dilihat ratusan siluman burung berbadan besar bersiap melakukan pembantaian dari atas.
"Sial! Apa yang terjadi?!"
"Ini... Ini Manusia Darah Iblis! Lihatlah pedangnya itu! Dan juga... Mereka bekerja sama dengan pembunuh bayaran!" Panik penonton lainnya, baru saja dia selesai bicara sebuah panah menembus otaknya hingga pecah. Zhao Chen tersenyum iblis melihatnya.
Kekuatan panah buatan seorang petinggi di Manusia Darah Iblis memiliki keistimewaan tersendiri, siapapun yang terkena anak panahnya dipastikan akan cacat atau yang paling fatal bisa tewas seketika.
"Ingatlah baik-baik," kata Zhao Chen tegas dan bisa terdengar oleh orang-orang di dalam stadium. "Catatlah hari ini sebagai hari pembantaian besar-besaran! Bersyukurlah kalian berada di sini dan menjadi salah satu dari orang-orang yang masuk dalam sejarah terbesar ini!"
Tawaan Zhao Chen terdengar lantang, ratusan pengendali siluman burung bersiap menarik tali busur menunggu perintah.
Sedangkan di satu titik pemuda bertudung yang berada di dekat Shen Xuemei dan Li Yong melompat tinggi, dia mendarat tepat di atas arena.
Sesaat pemuda itu membuka tudungnya yang membuat Xin Fai menggeram kesal. "Kau-?! Kau orang yang kemarin meracuni Senior Shen!"
Shen Xuemei mendengar teriakan Xin Fai di tengah arena, dia mencebik kesal karena tebakannya tadi memang benar adanya. Dia berniat turun dari kursi penonton untuk melampiaskan kekesalannya, karena pemuda itulah dia tidak bisa memasuki babak 4 besar.
__ADS_1
Di kursi para tamu terjadi kegaduhan yang tidak biasa, kini 3 Pilar Kekaisaran berkumpul melindungi orang-orang penting sedangkan Yong Tao telah bersiap menghadapi segala kemungkinan buruk yang akan terjadi. Merasa keadaan benar-benar kacau Yang Guifei menghentikan pertandingan, dia mendekat ke arah pemuda bertudung itu sangat hati-hati.
"Apa tujuanmu sebenarnya? Mengapa kau–" perkataan Yang Guifei dipotong cepat.
"Apa itu semua penting? Membuang-buang waktuku saja."
Pemuda berkulit gelap beralih menatapi Xin Fai dan Lan An yang memandanginya tajam. "Selain kau, yang lainnya harus mati di sini," ucapnya menunjuk Xin Fai.
Yang Guifei melirik ke jubah pemuda tersebut dan mendapati sebuah lambang keluarga Liu di sana, dia mundur beberapa saat ketika telah memiliki gambaran terhadap situasi saat ini, dan bisa dibilang ini sangatlah gawat.
Pemuda tersebut tentu menyadari kepanikan Yang Guifei, wanita itu menghadap ke belakang hendak memanggil Yong Tao.
"Senior Yong!"
Sontak sebuah bunyi hantaman terdengar membuat lantai arena pecah berkeping-keping, Lan An menahan napas ketika melihat seorang pria kekar yang baru saja datang itu memainkan pedang dengan begitu hebatnya.
Yong Tao mengitari sekitarnya dan menyadari ratusan Manusia Darah Iblis mendobrak dinding stadium hingga rusak, dari sana para pendekar aliran hitam masuk bagaikan lautan manusia. Pertempuran pun telah dimulai hingga merenggut banyak nyawa dari pihaknya sendiri.
"Ini benar-benar gawat! Mereka pasti mengincar para calon Pilar Kekaisaran!" makinya kesal, dia hendak maju ketika Yang Guifei memanggilnya namun satu kelompok Darah Merah yang dipimpin seorang wanita dengan pakaian serba merah menghadang.
"Kau yakin kalau kami hanya mengincar calon Pilar Kekaisaran?" Wanita itu menutup mulutnya sambil tertawa senang, meskipun sejak awal pergerakan mereka telah terbaca namun hal itu bukan menjadi masalah mengingat pasukan yang mereka gerakkan jauh lebih besar dari 2 tahun yang lalu.
"Sial! Kalian mengincar semua orang di sini?!"
Yin Baoyu sang pimpinan pasukan Darah Merah dari Manusia Darah Iblis kembali menyengir merasa Yong Tao mudah dipermainkan, dia memerhatikan jarinya seolah berpikir-pikir.
"Kalau kukatakan ada yang lebih besar dari semua itu apa kau akan percaya?"
__ADS_1
Yong Tao mencengkram pedang besar di tangannya sampai berbunyi gemeretak.
"Karena kau tampan, aku akan memberitahumu sedikit," bisiknya kecil. Dia mendekati Yong Tao dan membisikkan sesuatu di telinganya.
"Seorang Manusia Iblis telah lahir dan datang di Turnamen ini."
Pernyataan tersebut sontak saja membuat Yong Tao melebarkan mata, dia tidak pernah mengantisipasi hal ini sebelumnya. Di Kekaisaran sendiri tidak ada satupun yang mengetahui berita tentang kelahiran Manusia Iblis ini, tidak satupun. Kian saja dia mengalihkan pandangannya ke arena tepatnya ke arah Xin Fai.
"Ah... Kau cukup pintar menebak siapa yang kumaksud, ya?"
Meskipun masih kurang percaya namun di dalam pikirannya Yong Tao bersumpah takkan membiarkan Manusia Iblis itu jatuh ke tangan mereka, dia bersiap bertarung sambil menarik pedang. "Sampai langit ini runtuh sekalipun, tidak akan kubiarkan anak itu jatuh ke tangan kalian!"
"Hahahaha, aku suka gayamu. Tenang saja, aku akan mengambil nyawamu paling pertama. Jangan khawatir." Yin Baoyu melesat cepat hingga lingkaran kematian telah terbuka di antara keduanya, satu serangan mereka sangat berbahaya bahkan beberapa Manusia Darah Iblis yang berdiri di belakang Yin Baoyu ikut menjadi korban serangan nyasar tersebut.
Mereka yang berdiri di belakang Yin Baoyu ikut menyerang sebisa mungkin namun Yong Tao terlalu kuat hingga tak terkalahkan oleh Yin Baoyu sekalipun.
Yin Baoyu kini hanya perlu menahan Yong Tao sampai pimpinan mereka yang baru saja mendarat di atas arena menangkap mangsa mereka, setelah itu baru peperangan selanjutnya akan dimulai. Membayangkannya saja Yin Baoyu sudah tidak sabar.
"Hari ini adalah hari kehancuran Lembah Kabut Putih yang sebenarnya! Setelah kau membunuh salah satu petinggi kami dua tahun yang lalu! Aku tidak akan memaafkanmu!"
Yong Tao menahan pedang Yin Baoyu. "Benarkah? Bukankah waktu itu juga kalian telah merenggut nyawa temanku si nomor dua juga?!"
Yong Tao dibuat kelabakan meladeni semua serangan yang mengepungnya dari segala sisi, dia mencari celah dan berusaha menghampiri arena pertandingan karena merasa situasi di sana jauh lebih buruk.
Namun Yin Baoyu senang sekali menempel padanya, dia tidak mau melepaskan Yong Tao begitu saja.
Yong Tao tidak bisa diam begitu saja ketika pria berotot di arena pertandingan sana mengulas senyuman iblis, dia mengenali orang itu adalah Liu Fengying sang pimpinan Manusia Darah Iblis yang sangat terkenal karena kebengisannya.
__ADS_1
**