Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 246 - Tiga Pedang Patah


__ADS_3

Lan An menyilangkan dua lengan di depan wajahnya sebelum kapak penghancur menyentuh kulit dan merobeknya. Dia terkesiap beberapa saat ketika menyadari senjata tersebut tak mendarat di tubuhnya, pemuda itu mengangkat wajahnya ragu dan dapat melihat setelahnya seorang pria bertubuh besar berdiri mematung dengan dada tembus oleh pedang.


Tidak ada siapapun yang berdiri di belakangnya, Lan An membingungkan perihal siapa orang yang menusuk pria itu dan membuatnya mati seketika. Tergeletak di atas tanah dalam keadaan tak bernyawa.


Kini area pertarungan telah didominasi oleh pihak aliran putih disebabkan bala bantuan yang datang menjadi semakin banyak, ratusan pendekar dari sekte-sekte besar berhasil dikirimkan dalam waktu singkat. Lembah Kabut Putih semakin menguasai keadaan saat Gunung Angin Timur yang dipimpin oleh tiga pemuda yakni Ren Yuan, Gong Li dan Zhuan Ang memasuki tempat ini.


Musuh terpukul mundur dan makin terpojokkan, tak begitu lama berlangsung sebuah petasan perak berbunyi keras membuat. Terjadi kericuhan dalam kurun waktu lama hingga akhirnya pasukan musuh dari tarik mundur dari sekte Lembah Kabut Putih.


Yong Tao terlihat berjalan keluar demi bisa melihat keadaan, kondisinya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Lelaki itu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru dan tidak mendapatkan sosok yang tengah dicarinya.


Muncul seorang anggota Aliansi Pedang Suci di hadapan Yong Tao, dia menghentikan langkah pria itu sebentar.


"Di mana pimpinan kalian?"


"Ah, Senior Yong," ucapnya memberikan hormat sejenak. "Ketua Xin memanggil kami menemuinya di dekat gerbang sekte."


"Kalau begitu aku ikut bersamamu, ada yang harus kubicarakan dengannya sekarang."


"Dengan senang hati, Senior Yong."


Keduanya berjalan pelan sembari melirik sekitar tanpa henti, pertumpahan darah kedua kali ini masih sangat sulit diterima mengingat hal ini terus terjadi beberapa tahun belakangan. Bukan tidak mungkin dua atau tiga tahun ke depan musuh akan membuat penyerangan yang jauh lebih berbahaya dari ini semua.


Yong Tao sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi beberapa tahun kemudian, hanya berharap dirinya memiliki kekuatan yang cukup untuk melindungi semua orang. Tak begitu banyak percakapan di antara mereka berdua sampai tiba di depan gerbang sekte seperti yang dikatakan oleh anggota aliansi itu. Mereka berhenti saat menemukan sekitar lima puluh pendekar telah berkumpul dalam keadaan yang tidak bisa dikatakan baik-baik saja.


Rata-rata dari mereka mengalami luka berat bahkan beberapa lainnya luka bakar yang sulit dihilangkan, tidak begitu lama lima anggota lainnya menggotong tiga mayat di hadapan mereka. Tiga orang itu adalah anggota Aliansi Pedang Suci yang telah meninggal dalam pertempuran. Dari bekas luka yang didapatkan tampak jelas semua orang itu berusaha keras mempertahankan Lembah Kabut Putih.

__ADS_1


Sedikit senyum terkembang di bibir Yong Tao, dia tidak pernah mengingat orang-orang yang direkrutnya di Aliansi Pedang Suci adalah orang seperti itu. Yang rela mati dalam keadaan sangat mengenaskan hanya demi keamanan semua orang.


Iris matanya mengarah pada pemuda yang tengah memberikan penghormatan terakhir pada tiga orang itu. "Aku tidak tahu apa yang membuat Aliansi Pedang Suci begitu percaya padamu, Xin Fai, kau selalu melakukan semuanya melebihi harapanku."


Xin Fai menyadari seseorang tengah menatapnya dari kejauhan, dia menatapi Yong Tao beberapa detik sebelum menutup kain putih pada tubuh tiga mayat tersebut kemudian berjalan dengan menenteng senjatanya menuju Yong Tao.


"Pertarungan hari ini mengambil terlalu banyak pihak kita, kudengar puluhan anggota Benteng Lentera Api kerasukan iblis karena ulah mereka, kebanyakan membunuh diri untuk tidak menyusahkan temannya yang lain."


Penjelasan ini hanya bisa ditanggapi Yong Tao dengan gelengan kepala seolah tidak habis pikir lagi dengan perbuatan Manusia Darah Iblis. Selama menjadi Pilar Kekaisaran pertama dia sudah kehabisan akal meladeni kelompok berbahaya ini dan sama sekali tidak memiliki cara untuk menumpasnya habis-habisan.


Yong Tao terdiam sejenak lalu memalingkan muka secara tiba-tiba ke arah Xin Fai. "Aku baru teringat sesuatu, bisa kita bicarakan ini berdua saja?" ujarnya sembari menoleh kanan kiri menunjukkan betapa banyaknya orang berlalu lalang di dekat mereka. Xin Fai mengangguk paham, menunggu Yong Tao berjalan lebih dulu dan mengikutinya.


Sebelum sempat melangkahkan kaki ternyata Lan An muncul di hadapan mereka sembari melambaikan tangan, dia setengah berlari untuk mendekati keduanya.


Yong Tao dan Xin Fai saling bertatapan sejenak sebelum membiarkan Lan An terlibat dalam percakapan mereka. Tidak terlalu jauh menemukan sebuah tempat yang cukup sepi, ketiganya berhenti pada sebuah pohon besar.


"Sedikitnya aku sudah tahu dari Zhu Yue, tapi tidak soal pasukan perang inti yang Senior bicarakan."


Lan An menggumam kecil di samping mereka. "Perang besar-besaran? Untuk apa? Siapa yang bertanggung jawab atas perang ini?"


"Aku salah satu orang yang bertanggung jawab terhadap perang ini, mungkin membutuhkan waktu lama untuk menyiapkan puluhan ribu pendekar. Paling cepat kita dapat mempersiapkan ini semua secara matang dalam 10 tahun."


"Sepuluh tahun bukannya terlalu lama?"


"Kau tidak akan mengerti, perang ini menyangkut kehidupan puluhan ribu orang. Menang tidaknya akan menjadi penentu masa depan Kekaisaran kita kelak. Andai kita kalah... Bisa kupastikan Kekaisaran Shang dalam kehancuran besar."

__ADS_1


Yong Tao menambahkan penjelasan. "Semuanya harus direncanakan secara matang, tidak boleh terburu-buru. Selagi itu Shen Xuemei akan terus berkomunikasi dengan kita untuk menyiapkan strategi perang. Dan kami akan melatih serta mengumpulkan kekuatan yang dibutuhkan dalam perang ini."


"Apa aku bisa membantumu? Paling tidak, mungkin kekuatanku akan dibutuhkan dalam hal ini?" Lan An menawarkan diri langsung, berharap bisa membantu walau hanya sedikit.


"Kau dan Xin Fai harus melemahkan kekuatan musuh di seluruh Kekaisaran dalam skala terendah, agar saat mereka diserang tidak terlalu sulit untuk menghancurkannya."


Namun biarpun telah mengatakannya dengan pasti Xin Fai masih agak tidak puas dengan keputusan ini, dahinya mengerut menandakan ada satu hal yang perlu dipertimbangkan lagi.


"Bagaimana dengan pendapat yang lainnya tentang perang ini? Maksudku, sekte-sekte besar maupun Patriark mereka apa sudah setuju dengan ini semua?"


Usai pertanyaan tersebut dilontarkan tidak terdengar tanggapan dari mulut Yong Tao, sudah jelas keputusan ini menuai pro dan kontra di ranah Kekaisaran Shang.


"Kau tidak perlu memusingkan itu semua, untuk urusan ini aku yang akan mengurusnya. Kita harus meyakinkan semua orang agar masalah ini cepat tuntas, menundanya hanya akan memperbesar masalah baru yang lebih berbahaya lagi."


Xin Fai menyandarkan bahunya pada batang pohon besar sambil berpikir lama, dua menit ketiganya terdiam melihat-lihat sekitar. Akhirnya pemuda itu mengeluarkan suaranya.


"Sepuluh tahun... Saat aku diangkat menjadi Pilar Kekaisaran?"


"Ya, di tahun pertama saja kau sudah dihadapkan pada masalah yang cukup besar. Tapi tenang saja, semua orang berjuang dalam hal ini kau tidak sendirian."


"Fai'er... Tentang adikmu itu, apa kau sudah membicarakannya dengan Senior Yong?"


Xin Fai terdiam sejenak, menoleh ke arah Yong Tao ragu.


***

__ADS_1


Hanya bisa up 1 chapter, maafkan author😄


__ADS_2