Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 139 - Penyerangan Tak Diduga V


__ADS_3

Xin Fai kembali melancarkan serangan ke arah Liu Yun tajam, tanpa membuang waktu lagi belasan jurus dia gunakan berkali-kali dan dalam waktu bersamaan tubuhnya terus menyerap energi alam tanpa henti.


Melihat kekuatan Xin Fai yang nyatanya lebih besar dari perkiraannya, Liu Yun menghindar demi menjaga jarak dan melancarkan serangan dari jarak jauh. Dia menghantamkan cambuk ke segala sisi namun tak satupun mengenai musuhnya yang terus berlari kencang, gerakan berliku Xin Fai sangat susah diikuti hingga kini jaraknya hanya tersisa beberapa meter dari Liu Yun.


Pedang dengan garis merah melaju cepat hendak bersarang di tempurung kepala Liu Yun, pemuda itu mengarahkan cambuknya hingga melilit pedang tersebut cepat. Andai saja Liu Yun telah sedetik maka dia yakin nyawanya akan melayang begitu saja dalam sekejap mata.


Liu Yun memegang Cambuk Neraka miliknya erat dan menarik senjata itu bersama pedang Manusia Darah Iblis yang terlilit bersamanya. Terjadi aksi tarik menarik hingga akhirnya kian lama para sekutu Liu Yun mendekat untuk membantunya.


Tujuh orang pendekar besar menghampiri Xin Fai bersamaan sedang tangannya sedang fokus menarik pedang Manusia Darah Iblis tersebut dari cambuk Liu Yun, dia mulai kesal.


Jika Xin Fai melawan para musuh maka dengan terpaksa pedang Manusia Darah Iblis itu diambil paksa oleh Liu Yun atau jika tidak tubuhnya akan dikoyak oleh tujuh pendekar yang siap menyerangnya ini.


Xin Fai melepas pegangannya pada pedang dan beralih ke tujuh pendekar yang mengangkat senjata hendak menyerang, dia mengumpat keras-keras karena di saat itu juga Liu Yun berlari sangat jauh hingga menghilang di antara lautan manusia. Sialnya, pedang Manusia Darah Iblis itu ada di tangannya.


Tujuh orang pendekar tersebut semakin dekat, Xin Fai yang masih diliputi rasa marah justru tak keberatan karena mendapat objek pelampiasan atas kemarahannya saat ini. Dia berniat membunuh semua yang menghalangi dan mendapatkan kembali pedang miliknya itu.


Pedang yang satu lagi pemberian Zhishu Yan ditarik Xin Fai dari sarungnya, dia berlari cepat sembari melepaskan serangan dan berhenti setelah mengayunkan pedang. Di saat itu juga darah mencuat liar di tubuh lawan yang terkena sabetan pedang di belakangnya.

__ADS_1


Melihat hal itu lawannya semakin tertarik, Xin Fai kali ini benar-benar mengundang rasa penasaran para Manusia Darah Iblis yang haus darah di sekitarnya. Bahkan beberapa pendekar kelompok dari Darah Hitam yang sedang fokus menyerang para pendekar besar kini berpaling ke arahnya, membuat Xin Fai mau tak mau harus waspada akan serangan yang bisa saja datang dari segala arah.


Saat ini terjadi kehancuran besar-besaran di stadium Turnamen Pendekar Muda, ratusan mayat telah terbaring tak bernyawa di setiap tempat. Xin Fai amat menyayangkan situasi ini, dia hanya bisa berharap Li Yong, Huang Kun dan Shen Xuemei selamat hari ini meskipun tidak yakin seratus persen.


Di hadapannya berdiri dua orang pendekar dari pasukan Darah Hitam, serta belasan lainnya yang tingkatannya lebih lemah. Mereka berpencar di segala sisi dan menyerang bersama-sama dengan formasi serang.


Xin Fai tidak tinggal diam, dia memutar tubuhnya kencang hingga angin berkecepatan tinggi keluar disertai hentakan ratusan pisau angin tajam. Beberapa menyayat tubuh musuh sedang lainnya menusuk tepat di bola mata mereka.


Melihat sang Manusia Iblis memang sangat susah ditangkap, para anggota kelompok pendekar ini mulai mencari jalan lain. Mereka memberi isyarat pada sekutu yang merupakan pembunuh bayaran untuk bekerja sama menangkap Xin Fai.


Meskipun hanya berdiri diam namun Xin Fai masih siaga, mata emasnya bergerak mencari Liu Yun di seluruh penjuru namun dirinya hanya bisa mendecak kesal saat melihat di depannya kini hampir seratus orang telah bergabung di antara dua pendekar Darah Hitam tadi.


Setelah pasukan bersiap satu dari dua pendekar Darah Hitam itu maju dengan pedang besar miliknya, dia mengayunkan senjata menggunakan kedua tangan. Xin Fai menyambut serangan tersebut seperti biasa sebelum tiba-tiba dia meloncat dan mengayunkan serangan penuh ke kepala pria itu.


Leher pendekar tersebut hampir saja tertusuk mata pedang, dia mundur beberapa langkah dengan mata melebar. Melihat Xin Fai sama sekali tidak tertusuk pedang yang dilibasnya tadi membuat dia harus berpikir dua kali untuk mengambil langkah.


Hal itu juga dirasakan oleh pasukan yang berdiri di belakangnya, mereka kini berhenti melangkah karena ragu. Banyak pertanyaan bergejolak di kepala mereka namun tidak ada yang berani bersuara hingga akhirnya Xin Fai membuka mulut.

__ADS_1


"Hari ini bukan hari kehancuran Lembah Kabut Putih," geramnya. "Tapi hari kehancuran kalian sendiri!"


Pisau emas lepas begitu saja dengan jumlah lebih dari ratusan, semuanya berpencar menusuk bagian vital lawan dan membuat mereka menjerit kesakitan. Xin Fai memfokuskan serangan tersebut pada pendekar yang lebih lemah terlebih dahulu untuk mengurangi jumlah mereka dan hasilnya lebih dari dua puluh orang kini sedang meregang nyawa serta beberapa lainnya mengalami luka serius.


Pendekar besar di hadapannya tentu saja kaget melihat puluhan orang sudah terbaring di belakangnya tak bernyawa, dia mengangkat tangan sebagai isyarat pada pasukan di belakangnya untuk bergerak.


"Maju!"


Lautan manusia bergerak ke arah Xin Fai sembari mengacungkan senjata, mereka berteriak sangat keras hingga membuat pertarungan yang tengah berlangsung di tempat lain berhenti.


Yong Tao mundur sejenak dari hadapan Liu Fengying yang kini keadaannya sedikit terpojokkan. Dia menatapi seorang pemuda kecil di antara lautan manusia yang tengah bertahan sendirian, tapi jika dilihat lebih lama lagi pemuda itu bukan seperti bertahan melainkan seperti sedang membantai sendirian.


Dapat terlihat aliran darah mengalir deras dari tubuh-tubuh musuh yang telah ditebas, beberapa tubuh melayang saat Tendangan Bulan Sabit meluncur kencang menghantam tubuh mereka dan di antara lautan manusia tersebut pedang milik Xin Fai terus saja memotong sangat cepat setiap detiknya hingga nyawa yang melayang di tempat itu adalah yang paling banyak dari tempat lain.


Lian Sheng dan Qin Gaozu yang sedikit lagi akan meninggalkan stadium sempat menahan napas sejenak melihat aksi yang paling mencengangkan itu, mereka tak menyangka kekuatan Xin Fai yang sesungguhnya justru akan keluar di saat seperti ini bukan ketika pertandingan penting tadi. Dengan kekuatan seperti itu seharusnya dalam kurun waktu kurang dari dua menit saja mereka yakin Xin Fai akan menang dengan sangat mudah.


Tapi dua Pilar Kekaisaran memaksa mereka untuk bergegas, keduanya kembali berjalan dengan kepala yang masih dipenuhi bayangan tumpukan mayat di sekitar Xin Fai. Lian Sheng sendiri tak menyangka anak angkatnya itu menjadi sangat buas, di matanya Xin Fai hanya seorang anak kecil namun hari ini pikirannya itu ternyata salah besar. Tak mau dibuat pusing lebih lama lagi, Lian Sheng segera meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


"Fai'er... Semoga kau baik-baik saja. Aku akan selalu mendoakanmu."


__ADS_2