
Muka Teo semakin masam, ia benar benar jenuh saat menunggu Mael. Sudah 30 menit Mael belum keluar dari kamar mandi dan saat ini Teo terus memakan camilan yang ada didepannya.
Sambil memasukan camilan kemulutnya, Teo terus bergumam, "benar benar kapret anak itu, mandi seperti wanita saja. Kalau dia sudah siap akan kusuruh membawa seluruh perlengkapan ini."
Setelah sekian lama, Mael pun datang. Dan saat Teo menyadari kehadirannya, ia langsung melempar tas besar yang berisi pedang dan makan siang.
"Lama sekali kau, seperti wanita saja. Sekalian kau pakai rok!!! Bawa ini!!!" Bentak Teo yang langsung melempar tas.
Mael menangkap tas bawaan mereka dengan sigap dan membalas perkataan Teo, "kau ini seperti pernah menunggu wanita selesai mandi saja." Setelah mengucapkan perkataan itu, Mael langsung berangkat mendahului Teo.
Sedangkan Teo berdiri dan memukul meja yang tadinya menjadi sandarannya.
Braakkk.... "Sial, dia membalas kata kataku," gumam Teo yang segera berjalan dan mengunci pintu.
Dalam perjalanan menuju kota, kedua sahabat itu menggunakan langkah kilat agar lebih cepat sampai. Pohon, bebatuan tebing mereka hindari dengan lihai.
Saat makan siang, kedua sahabat itu tiba tiba menoleh dan mengucapkan kata yang sama, "kau mendengar itu?" Teo dan Mael berdiri dan berlari kearah suara.
__ADS_1
Jarak antara sumber suara dan mereka istirahat sangat jauh. Tapi indra pendengaran mereka begitu peka. Pendengaran Teo menajam karena kekuatan iblis yang telah bangkit sempurna, sedang Mael karena darah naga yang mengalir dalam darahnya.
Dalam jarak yang sudah cukup dekat, mareka melihat seorang wanita meminta tolong karena diserang oleh roh hutan. Mael langsung berkata pada sahabatnya, "aku akan menyingkirkan roh itu, kau lindungi gadis itu!"
Teo menghentikan langkah kilatnya tepat di hadapan gadis itu. Jubah yang dikenakan Teo menghalangi pandangan gadis yang terduduk ketakutan kearah roh hutan.
Mael dengan cepat menendang roh hutan dengan lututnya. Roh hutan segera bangun dan menyadari bahwa yang ia lawan memiliki aura naga dan iblis. Segera setelah itu roh hutan langsung meninggalkan mereka bertiga menuju pedalaman hutan yang lebih rimbun.
Teo melihat roh hutan sudah meninggalkan mereka dan segera Teo membalik badannya dan mengulurkan tangan untuk sang gadis itu. "Kau tak apa?" tanya Teo.
Gadis itu segera menyambut tangan Teo, "aku Rosa, terima kasih telah menyelamatkanku."
Rosa menundukan pandangannya, terlihat pipinya mulai memerah karena malu. "Aku tidak apa, terima kasih telah menyelamatkanku."
"Hey gadis cantik, kenapa kau bisa di hutan sendirian. Sangat berbahaya jika kau diserang roh. Jika kau diserang oleh binatang buas kau bisa melawan balik bahkan melukainya. Tapi kalau roh seperti tadi, aku yakin kau tidak bisa menyerangnya," ucap Mael yang mendekatkan mukanya hingga tersisa jarak 1 cm dengan wajah Rosa.
Rosa yang kaget langsung menampar Mael hingga Mael terjatuh, "maaf aku tidak bermaksud melakukannya. Tapi kalau ada orang yang tiba tiba mendekatkan wajahnya, aku secara tidak sadar akan menamparnya."
__ADS_1
Teo tertawa melihat Mael memegang pipinya yang mulai memerah karena tamparan Rosa. "Lalu sedang apa kau di hutan ini sendirian?" Tanya Teo.
"Aku akan pergi ke kota untuk menjual pedang buatanku, hingga aku tidak sengaja bertemu dengan roh hutan itu," jawab Rosa yang menunjukan bungkusan yang berisi pedang miliknya.
"Kau bisa membuat pedang?" tanya Teo dengan santai sedang Rosa menganggukan kepalanya dengan antusias.
Teo yang mengerti akan penjelasan Rosa langsung menanyakan apakah Rosa tau cara membuat pedang dari cakar naga. Rosa menjawab, "aku tau cara membuat pedang dari cakar naga. Tapi bahan bakunya sangat sulit didapatkan. Kenapa kak Teo menanyakan perihal pedang dari cakar naga?" Belum sempat Teo menjelaskan, Mael langsung memegang kedua pundak Rosa.
"Bagaimana cara membuatnya?" Rosa secara tidak sadar mendaratkan tamparan untuk kedua kalinya kemuka Mael.
"Aduh... Apa salahku?" Mael mengelus pipinya yang memerah seperti apel.
"Maafkan aku kam Mael, kau terlalu dekat. Sebagai permintaan maafku, aku akan menjelaskan bagaimana mengolah cakar naga menjadi pedang. Jadi intinya cakar naga harus dibakar dengan api yang sangat panas hingga cakar itu hancur dan menyisahkan butiran butiran besi. Dan dari butiran besi yang tersisa, langsung buat pedang seperti membuat pedang besi biasa. Jika kalian memiliki bahan bakunya, aku bisa membuatkannya untuk kalian." Mendengar hal itu Mael bangkit dan berucap, "tidak usah, aku akan membuat pedangku sendiri. Untuk itu aku pamit."
Mael segera menggunakan langkah kilat dan meninggalkan Teo dan Rosa sendirian.
JANGAN LUPA LIKE KALAU SUKA!!!
__ADS_1
LIKE MEMBERI PENULIS SEMANGAT DAN IDE BARU.
KOMEN JUGA BISA, AGAR PENULIS BISA BELAJAR DAN MENGEMBANGKAN JALAN CERITA!!!