Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 206 - Misi Penyelamatan


__ADS_3

Zhuan Ang menganggukkan kepalanya paham, dia memapah Shen Xuemei hati-hati ke belakang namun tak disangka ternyata mereka telah terkejar.


"Celaka! Xin Fai, lihat ke belakang! Mereka sudah datang!"


"Tidak usah kau beritahu aku juga sudah mengetahuinya..." Tatapan mata Xin Fai tidak luput dari pergerakan di sekitarnya, dia mematung dalam posisi siap serang. Melihat kubu musuh mulai melakukan ancang-ancang, dia langsung berbicara pada Zhuan Ang.


"Aku akan membuka celah agar kalian bisa kabur, selagi itu kumohon bantuanmu. Sekali ini saja, jangan sampai Senior Shen jatuh ke tangan musuh..." Xin Fai melihat Shen Xuemei, keadaan tubuhnya yang menyedihkan itu adalah karena perlakuan buruk Manusia Darah Iblis terhadapnya.


Zhuan Ang baru menyadari untuk apa dia mengikuti Xin Fai, nyatanya Xin Fai sudah memperhitungkan ini semua dan tugasnya sebenarnya adalah untuk membawa Shen Xuemei keluar dari markas. Pemuda itu mengangguk mantap.


"Tidak perlu mencemaskan dia, sampai aku kembali kau harus tetap hidup!" Zhuan Ang langsung menggendong Shen Xuemei, walaupun pemuda yang digendongnya tampak ingin sekali memberontak namun apa daya, dirinya juga tidak bisa berbuat apa-apa. Lagipula mereka melakukan ini semua demi dirinya.


Gelombang musuh mulai berdatangan dari arah depan dan belakang, Xin Fai mengeluarkan kekuatan iblisnya dalam jumlah besar yang cukup untuk menumbangkan beberapa pendekar kecil dan menengah dalam hitungan detik. Setelahnya dia maju, pergerakan secepat kilat ini sangat sulit diikuti sehingga saat mereka baru bisa mendeteksi keberadaannya ternyata Xin Fai sudah berada di samping mereka.


"Sekarang!"


Zhuan Ang langsung berlari secepat kilat, dia menerobos keluar dari sana secepat mungkin. Tetapi langkahnya mendadak berhenti saat sebuah kapak besar lewat tepat di depan mukanya lalu menancap ke tanah, tampaknya para Manusia Darah Iblis tidak peduli akan keselamatan Shen Xuemei yang penting informasi di tangannya tidak jatuh ke tangan pihak aliran putih.


Serangan jarak jauh mulai berdatangan, mereka melempari keduanya dengan senjata tanpa ampun hingga di detik-detik terakhir sebuah pedang akan menusuk punggung Shen Xuemei, ratusan pisau cahaya datang berkecepatan tinggi berdatangan membelokkan arah pedang tersebut.


"A-apa ini--!?" Zhuan Ang jelas terkejut saat pisau cahaya tersebut mengelilinginya dan juga Shen Xuemei.


"Tidak usah khawatir! Itu untuk melindungi kalian berdua sampai tiba di tempat yang aman, cepat pergi sebelum gelombang musuh selanjutnya datang!" Xin Fai berseru keras, dia dikeroyok oleh musuh yang semakin lama semakin tidak terkendali. Zhuan Ang menoleh ke belakang ketakutan, dia menelan ludah kasar sebelum benar-benar angkat kaki dari tempat tersebut.

__ADS_1


"Aku harus cepat sebelum anak itu benar-benar mati di sana!"


Semakin menjauh melangkah pisau cahaya yang melindunginya memudar, untung saja langkahnya masih belum terkejar oleh musuh di belakang.


Nyatanya melarikan diri tidak semudah itu, dia masih harus menggapai jarak 500 meter ke depan agar sampai di gerbang utama namun ternyata tiupan terompet itulah sumber masalah terbesarnya.


Manusia Darah Iblis sudah memperhitungkan bahwa penyusup akan melewati gerbang ini dan mereka lantas saja membuat benteng pertahanan yang berisi para pendekar-pendekar besar.


"Tidak mungkin..." Zhuan Ang menarik napasnya yang terputus-putus, dia menatapi hampir tiga puluhan pendekar menghalangi jalannya tepat di pintu keluar itu. Pemuda itu menggemerutukkan giginya kuat, ini memang sudah di luar rencana mereka dan jika dipaksakan ada kemungkinan mereka gagal dalam misi penyelamatan kali ini.


Sesaat Zhuan Ang mengeluarkan sebuah petasan dari jubahnya, meskipun terlalu cepat memanggil pasukan bergerak tetapi mau bagaimana lagi dia tidak punya pilihan lain.


Kilauan dari petasan terlihat, bunyi menggema sebagai sinyal bahwa sedang terjadi sesuatu yang buruk.


"Sial, rencana kita benar-benar sudah kacau. Aku tidak tahu kalau mereka punya cara tersendiri untuk menggerakkan seluruh pasukannya di sini." Kali ini Ren Yuan mengakui kecerdasan kelompok Manusia Darah Iblis, pantas saja mereka diakui sebagai kelompok aliran hitam nomor satu. Bukan hanya keji namun juga cerdik sekali.


Tak heran mengapa Kekaisaran Shang mulai mengalami kemunduran selama beberapa tahun belakangan karena mereka, ancaman terbesar di dunia persilatan.


Gong Li dan juga Ren Yuan berdiri di barisan paling pertama hendak bertempur, bunyi deritan pedang membakar semangat bertarung seluruh pendekar dari sekte Gunung Angin Timur.


Zhu Yue berdiri tak terlalu jauh dari mereka, laki-laki itu berseru kencang. "Nona Ren, sebaiknya kau yang tangani di dalam sana cepat! Mereka berdua membutuhkan bantuanmu!"


Ren Yuan mengangguk pelan pada Zhu Yue hingga pria itu memalingkan wajahnya dan fokus pada pertarungan. Dia menggerakkan Aliansi Pedang Suci menggantikan Xin Fai, tidak terlalu buruk. Musuh perlahan gentar saat dirinya berteriak keras menyeru teman-temannya agar melakukan perlawanan lebih keras.

__ADS_1


Anggota sekte berpencar menghadapi para Manusia Darah Iblis yang berdiri di depan gerbang saling memunggungi. Bagian depan untuk menghadang sekte Gunung Angin Timur masuk dan belakang untuk menghalau jalan keluar Zhuan Ang dan sandera mereka, Shen Xuemei.


"Bunuh mereka semua yang telah mengobrak-abrik kandang kita! Jangan sampai satupun dari mereka kabur dari sini!" titah salah seorang Manusia Darah Iblis yang tampaknya mengambil alih sebagai pimpinan, kekuatannya juga tidak main-main. Bisa mengimbangi kekuatan seorang pendekar agung.


Tahu kekuatannya lebih lemah dari pimpinan mereka, Ren Yuan memilih menyatukan kekuatannya dengan Gong Li. Sejenak setelah memikirkan strategi keduanya meluncur ke arah pria itu serta membabatkan senjata mencelakai musuh.


Pergerakan itu justru telah diperhitungkan musuh lebih dulu, dia cukup menggunakan pedang bergeriginya menahan serangan tersebut, saat pedangnya dan pedang Gong Li beradu Ren Yuan memasukkan serangan.


Nyaris saja tangan pria itu terpotong oleh pedang Ren Yuan, dia mundur sejenak sambil tertawa mengejek.


"Jangan main-main dengan kami, kalian belum sadar ya sudah memasuki kandang para iblis?"


*


Zhuan Ang menahan napasnya saat pedang meluncur dari kejauhan nyaris memotong tubuhnya, bagaimanapun juga gagal tidaknya misi ini berada di tangannya karena Shen Xuemei kini bersamanya. Tidak bisa menyalahkan keadaan, Zhuan Ang hanya bisa mengumpat dalam hati saat menyadari jumlah musuh kian lama kian banyak.


Mereka yang berada di dalam markas mulai bergabung dan berdatangan ke arahnya.


"Turunkan aku, aku hanya akan menjadi beban untukmu." Shen Xuemei berbicara pelan, meski nada suaranya lemah namun pemuda itu mengatakannya dengan tegas.


"Tidak boleh, kalau aku sampai gagal menyelamatkanmu pasti Xin Fai akan mengomeli ku sepanjang hari penuh!"


"Memang kau bisa bertarung sambil menggendong orang seperti ini?" Shen Xuemei menyahut, Zhuan Ang terdiam beribu bahasa. "Aku tidak akan bertarung, kita hanya perlu melarikan diri dari sini..."

__ADS_1


Sesaat mata Zhuan Ang mengitari sekitarnya dan menyadari perkataannya keliru, tidak ada satupun jalan keluar selain gerbang utama yang kini dihadang oleh puluhan pendekar dan jumlahnya akan bertambah terus menerus.


__ADS_2