
Iblis dalam tubuh Jiang Cheng meronta kala mahkluk di sebelah Xin Fai menggunakan kekuatannya. Leher pria itu dililit oleh benang tipis namun suaranya tertahan saat benang itu mengerat.
Iblis Merah menarik benang di kedua tangannya dan seketika itu pula leher Jiang Cheng terputus dari tempat seharusnya.
Xin Fai memelototi Iblis Merah, tampaknya iblis di dalam tubuh Jiang Cheng mengetahui siapa dirinya dan dia membunuh pria itu tanpa berpikir panjang. Cara membunuh Iblis Merah sangat rapi, tidak terlalu banyak darah keluar dari leher Jiang Cheng.
"Mengapa kau langsung membunuhnya seperti itu? Kelihatan sekali kau sedang menyembunyikan identitasmu."
Iblis Merah berkilah. "Siapa aku tidak penting sekarang, cepat bereskan tempat ini dan pergi mencari Pedang Manusia Iblis. Kau tidak memiliki banyak waktu lagi untuk itu semua."
"Apa maksudmu-"
Iblis Merah menghilang begitu saja tanpa menjelaskan lebih banyak lagi, Xin Fai membuang napas berat dan semakin tidak bisa pikir dengan jalan pikir mahkluk itu.
Saat kembali membuka matanya yang pertama kali terlihat adalah tubuh Jiang Cheng sudah berlumuran darah, lehernya terpotong sedangkan pedang di tangan Xin Fai masih belum memakan korban sejak datang ke tempat ini.
"Bagaimana bisa tubuhnya terpotong sedangkan Iblis Merah membunuhnya di dunia ilusi, ini semakin tidak masuk akal." Hanya gumaman terdengar dari mulutnya, Xin Fai mengitari sekitarnya di mana pertarungan masih terus berlanjut hingga saat ini. Dia melirik ke arah depan, selagi Aliansi Pedang Suci bertempur dengan Kultus Iblis dia berencana menahan laju kereta kuda milik Putra Mahkota.
Namun langkahnya terhenti saat menyadari pihaknya sendiri dalam keadaan tidak diuntungkan, Xin Fai berseru kencang. "Jangan melawan mereka lagi, ikuti aku! Kita tangkap Pangeran Qin Yijun!"
Puluhan pendekar melepaskan diri dari lawannya secara cepat, mereka mundur beberapa langkah dan menyusul Xin Fai di jalan besar kota. Ruas jalan telah penuh oleh mayat-mayat para pendekar aliran putih maupun hitam. Beberapa fasilitas kota pun turut menjadi sasaran dalam kudeta ini, pihak Manusia Darah Iblis telah memenuhi Kota Renwu di seluruh kota dan beberapa dari mereka mengejar pasukan yang dibawa Xin Fai saat hendak menyusul Qin Yijun, putra pertama Kaisar Qin Gaozu.
Bendera merah-hitam terpancang di sepanjang jalan menuju sekte Lembah Kabut Putih, letaknya seperti nama sekte itu yakni di antara lembah berkabut tebal. Di sana terjadi peperangan yang jauh lebih sengit dari yang terlihat di Kota Renwu.
__ADS_1
Xin Fai mengamati sekitarnya tajam, tampaknya surat yang dikirimkannya beberapa hari lalu berhasil sampai di tangan Kaisar Qin namun dia tidak tahu apakah lelaki itu memiliki waktu untuk mempersiapkan diri. Dari rute pelarian yang terbaik, seharusnya Qin Gaozu serta istrinya pergi menuju Lembah Kabut Putih di mana tempat itu dibentengi oleh ratusan pendekar handal baik yang muda maupun generasi tua.
Tak disangka dari arah belakang mereka mulai terkejar oleh musuh, sedangkan di bagian dalam sekte Lembah Kabut Putih telah hancur. Gerbang sekte bahkan tidak memiliki pengalaman lagi. Beberapa anggota Aliansi Pedang Suci menahan rombongan musuh dari luar demi membukakan jalan pada lain.
"Ketua, kami akan menahan yang di sini! Jangan khawatirkan kami!"
"Bertahanlah, kami akan segera kembali."
"Baik!" Seperempat dari anggota ditinggal di pintu sekte, semakin lama musuh makin banyak menyerbu mereka. Sedangkan Xin Fai telah beralih masuk ke bagian terdalam sekte, dia yakin para pendekar dari Kultus Iblis telah memasuki tempat ini lebih dulu melihat situasinya jauh lebih kacau dari situasi Kota Renwu sendiri.
Lagi-lagi karena musuh terlalu banyak tiga orang anggota tertahan di belakang oleh musuh, Xin Fai bergerak maju sambil mengayunkan pedang menerobos masuk hingga ke bagian terdalam sekte. Perhatiannya bertumpu pada satu titik di mana pintu kediaman yang sebenarnya adalah milik Yang Guifei telah didobrak, wanita itu tengah bertarung di tengah-tengah lautan manusia.
Xin Fai masuk ke dalam pertarungan, membuat Yang Guifei terkejut dan hanya bisa berkata. "Kau-?"
Yang Guifei tersentak saat pertanyaan itu ditujukan padanya, dia menjadi sangat menyesal saat mengatakan. "Kaisar Qin telah tertangkap, ini salahku karena terlalu lemah melindunginya."
"Di mana dia dibawa?"
"Aku tidak tahu, tapi kemungkinan mereka akan menahan Kaisar Qin untuk sementara waktu."
Xin Fai menunduk, kemudian memutar pedangnya dalam kecepatan tinggi membuat kaki para pendekar terpotong cukup tajam. Lantai kediaman kini telah banjir oleh darah, tiga orang pendekar masih sempat merangkak demi bisa melarikan diri namun Xin Fai tidak menaruh sedikitpun empati pada mereka.
Tidak ragu-ragu pedangnya menancap menembus tubuh orang yang masih merangkak itu, hingga tembus ke papan lantai. Yang Guifei mengernyit melihat itu semua namun dia memilih tidak mempermasalahkan, memang kabar tentang kembalinya Pedang Iblis dari Hutan Kabut telah terdengar di seluruh penjuru. Awalnya Yang Guifei tidak percaya akan berita yang beredar beberapa minggu lalu namun agaknya kebenaran berita itu terbukti dengan hadirnya Xin Fai di saat ini.
__ADS_1
Wajahnya yang masih kecil dulu saat turnamen kini telah dewasa, tidak terlihat lagi rasa belas kasih saat membunuh manusia. Xin Fai berdiri di depan kediaman dengan melirik sekitar, ikat kepalanya berkibar mengikuti arus angin yang semakin kuat pertanda badai petir akan datang tak lama lagi.
"Senior Yang, kita harus segera bergerak."
"Aku tahu, ikuti aku." Yang Guifei menaiki kuda yang diikat di kandangnya, dia memacu cepat menuju ke arah ruang utama sekte Lembah Kabut Putih. Di sana para tetua dan orang-orang penting lainnya berkumpul dalam satu titik.
"Perihal kudeta ini, apa kau tahu mengapa ini terjadi Senior Yang?" Tanya pemuda itu selagi memacu kudanya. Yang Guifei mengangguk kecil.
"Akhir-akhir ini kudengar anak kedua Kaisar Qin mendapatkan dukungan dari banyak pihak, mulai dari Lembah Kabut Putih sendiri sampai ke sekte-sekte besar dan bahkan keluarga bangsawan. Qin Minjie menang suara dalam perang politik, dia memiliki kharisma besar di Kekaisaran."
"Lalu, dengan Qin Yijun sendiri? Kurasa cara ini terlalu busuk untuk sekedar memperebutkan tahta."
"Kau tidak tahu bagaimana sifat Qin Yijun? Dia bahkan melukai saudaranya sendiri saat kecil, sifat sombongnya sudah bawaan dari lahir entah dari mana sifat itu berasal..." Yang Guifei memperlihatkan ekspresi muak, dia sudah beberapa kali berhadapan dengan orang yang sedang dia bicarakan itu dan dari semua yang dilihatnya hanya kesan buruk ada dalam diri Qin Yijun.
"Qin Yijun, ya? Aku sudah pernah melihatnya, dia tidak lebih dari orang yang diperbudak oleh kekuasaan."
"Benar sekali." Yang Guifei memberhentikan kudanya. "Kita sudah sampai."
"Kenapa kita ke tempat ini?"
"Aku yakin Qin Yijun tidak hanya ingin menyandera Ayahnya sendiri, dia pasti ingin membunuh saudaranya sendiri, Qin Minjie."
**
__ADS_1
2 chapter ini belom direvisi karena terlalu kepepet wkwkwk sorry