Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 207 - Misi Penyelamatan II


__ADS_3

Sedangkan musuh yang sedari tadi menyusulnya sudah semakin mendekat, Zhuan Ang kian panik. Keringat dingin mengucur deras dari pelipisnya.


"Kau menyadarinya, kan?"


Zhuan Ang menurunkan Shen Xuemei dari punggungnya, tatapan matanya berubah. Aura bertarung keluar begitu saja ketika mengingat bagaimana Xin Fai mempertaruhkan nyawanya tadi membuat dia merasa malu. Tidak peduli sepenting apa orang yang harus diselamatkan, misi tetaplah misi. Pemuda itu menarik pedang yakin, seolah sedang menantang dirinya.


"Aku tidak akan segan mempertaruhkan nyawaku demi keberhasilan ini, selagi aku membuka jalan untukmu pergilah secepatnya. Di depan sana Aliansi Pedang Suci sedang menunggumu."


Shen Xuemei mengangguk pelan, dia melirik ke arah belakang di mana musuh berdiri kurang lebih lima puluh meter dari tempatnya berdiri. Itu artinya, Zhuan Ang harus bisa membuka jalan untuknya secepat mungkin atau jika tidak mereka berdua akan berada dalam kepungan musuh.


Deritan pedang yang menggesek di tanah berbatu menjadi awal pertarungan Zhuan Ang, pemuda itu berjalan lamban sebelum langkah kakinya seperti terbawa angin. Sekuat tenaga dia membobol musuh dari segala arah namun kekompakan mereka jauh lebih hebat dari apa yang diperhitungkannya.


Zhuan Ang memasukkan serangan lagi dan lagi namun sebuah tebasan kencang mengincarnya dari atas, untung saja dia segera menarik diri dan serangan itu tidak mengenai kulitnya.


"Sial... Sebelumnya aku tidak pernah bertarung dengan mempertaruhkan nyawaku seperti ini..." Zhuan Ang menggumam, rasa sakit kian mendera tubuhnya yang menjadi sasaran empuk musuh. Sesaat bayangan sosok pemuda yang bertarung sendirian di lautan manusia muncul, Zhuan Ang menggelengkan kepalanya kencang.


"Aku tidak akan kalah darinya! Tidak akan! Demi Nona Ren!"


Baru saja Zhuan Ang mengatakannya, ternyata sebuah racun berbentuk serbuk dilempar ke arah mukanya, lantas saja pemuda itu batuk-batuk saat menarik napas hingga hidungnya mengeluarkan darah.


Tidak menyia-nyiakan momentum, musuh segera menghantam pemuda itu hingga jatuh dalam posisi berlutut, sedang yang lainnya langsung berlari mengincar Shen Xuemei.


Zhuan Ang tidak ingin menyerah, dia menarik kaki lawannya agar tidak mendekati Shen Xuemei. Sebuah tendangan telak menghantam mukanya. "Minggir dari kakiku!"

__ADS_1


Gelengan kepala terlihat setelah itu, Zhuan Ang menggunakan pedangnya secepat mungkin menyambar kaki lelaki itu hingga terputus. Darah dari hidungnya kini mengucur membasahi baju, rasa sakit dari racun mulai menggerayangi tubuhnya begitu menyakitkan. Namun Zhuan Ang masih tetap ingin bertarung.


Menyadari musuh di belakang Shen Xuemei mulai bergerak dan tiga detik lagi akan menangkapnya Zhuan Ang segera saja menebas pedangnya ke segala arah demi bisa mencapainya. Namun sesaat dia menyadari sebuah pedang berkecepatan tinggi sedang mengejar dari belakang.


Zhuan Ang ambruk, dadanya merasakan nyeri yang luar biasa. Paru-parunya seakan seperti ingin meledak. Dia berusaha melihat ke belakang melihat pedang yang mengincarnya tadi, namun justru yang ditemukannya adalah sosok pemuda yang dialiri kekuatan besar yang luar biasa tengah berdiri di sana. Samar-samar jubah dan mahkota tampak dari cahaya emas yang dia ciptakan, sesaat Zhuan Ang terpana. Begitu kagum dia melihatnya sampai rasa nyeri di dada pun bisa dia tahan beberapa detik.


"Kau sudah berjuang cukup baik, selebihnya biar aku yang urus."


"Suara ini... Kau..."


"Tidak usah terkejut seperti itu, kalau kau mati karena terkejut yang ada si gadis singa itu akan memarahiku."


Mata Zhuan Ang kini jatuh pada sebuah pedang yang kini sudah terbelah dua di bawah kaki Xin Fai, entah sebesar apa kekuatan pemuda di hadapannya ini sampai bisa mengalahkan semua musuh sendirian saat dia pergi dari sana.


Darah menghambur membasahi tanah, satu per satu nyawa musuh melayang cepat tanpa ampun. Bahkan beberapa pendekar besar pun bisa kehilangan nyawanya dalam satu kali serangan, tidak lebih. Jangankan selamat dari ayunan si Pedang Iblis, bisa bernapas barang sepuluh detik saja rasanya sudah sangat sulit.


Shen Xuemei seperti membisu, dia hanya bisa melihat juniornya ini membantai seperti sosok iblis yang berani menentang langit. Kekejamannya dalam bertarung berbanding terbalik saat dia berbicara tadi, tatapan hangatnya menghilang berganti amarah dendam berkepanjangan.


Tubuh-tubuh musuh jatuh ke tanah dalam keadaan terpotong, jumlah mereka masih cukup banyak. Bahkan anggota Manusia Darah Iblis yang sebelumnya menutupi gerbang utama terpaksa turun tangan demi menghalangi Xin Fai yang tengah beraksi.


Salah satu anggota Manusia Darah Iblis sampai ketakutan melihat pemuda itu bertarung, pedangnya menebas tanpa henti. "Dia itu.. sepertinya dia yang telah membantai markas di Sanmin sendirian."


"Jangan menjadi pengecut seperti itu! Jika kau takut mundur saja, jangan membuat yang lain takut karenamu!" Pendekar aliran hitam lainnya bercelutuk kesal, dia baru saja ingin melihat sosok yang dibicarakan temannya sampai ketakutan sama pun terasa detik itu juga.

__ADS_1


"Sial... Tahu begini aku lebih baik menetap di markas lain saja."


"Ke manapun kau pergi dia akan terus membasmi kita semua, bodoh! Tidak ada cara lain selain membunuhnya!"


Manusia Darah Iblis bergabung menyatukan kekuatan, mereka menyerang dari berbagai arah mencoba mengecohkan Xin Fai. Zhuan Ang pun ikut bertarung di tengah-tengah rasa sakitnya.


Tatapan mata Zhuan Ang kembali jatuh pada Xin Fai yang tengah melancarkan serangan Seribu Bulan Purnama secara beruntun, jumlah korban yang mati karenanya sudah tidak bisa dihitung belum lagi orang-orang yang telah dibunuhnya di bagian dalam markas tadi.


'Ah, pantas saja Nona Ren menyukainya. Dengan kekuatan itu dia tidak hanya bisa melindungi Nona Ren, tapi juga semua orang di Kekaisaran ini.' batin Zhuan Ang mulai mengakui setelah sebelumnya menganggap remeh Xin Fai.


Hati Zhuan Ang mulai lapang jika seandainya Ren Yuan benar-benar akan hidup bersama pemuda itu namun yang menjadi masalahnya, dia tidak yakin Xin Fai menyukai Nona Ren yang dicintainya itu.


Karena sibuk berpikir ternyata hal paling buruk sudah terjadi, Zhuan Ang terkejut selama beberapa detik kala melihat Shen Xuemei kini telah digeret oleh seorang pendekar aliran hitam. Di lehernya menyilang sebuah golok yang siap memotong tenggorokannya.


"Senior Shen!" Xin Fai baru saja tersadar karena banyaknya musuh membuat dia tidak bisa membagi perhatian, tatapannya jatuh pada Zhuan Ang yang sebenarnya tidak terlalu jauh dari Shen Xuemei.


Zhuan Ang mulai gemetaran, ini semua kesalahannya, andai saja dia fokus tadi semuanya tidak akan begini. Nyawa Shen Xuemei amat sangat berarti, ayahnya yang seorang bangsawan membayar sangat banyak agar anaknya bisa kembali. Tentu dalam keadaan hidup-hidup bukan tinggal nama.


Merasa ini semua adalah salahnya Zhuan Ang mengangkat pedang ke arah pendekar itu, dia maju berani sebelum Xin Fai menggertak dari belakang.


"Jangan bertindak gegabah!"


"Maaf, ini semua salahku."

__ADS_1


__ADS_2