Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 266 - Akhir Kebangkitan


__ADS_3

Lan An melepaskan jeratan cambuk yang diciptakan Raja Iblis dari leher Rajawali Kegelapan, pertarungan baru saja berhenti saat akhirnya Xin Fai tidak menciptakan apapun lagi.


Aliansi Pedang Suci bergerak serentak mengunci pergerakan tubuhnya, mereka menyesalkan satu hal saat ini. Kekuatan Rajawali Kegelapan kini melemah secara bertahap, rohnya pun timbul tenggelam seperti hendak menghilang. Dia masih mencoba memulihkan diri, agar memiliki waktu untuk menyampaikan sesuatu.


"Namamu Lan An, bukan?" tanya Rajawali Kegelapan lemah. Sembari menolehkan pandangannya ke samping mendapati Lan An tengah mencemaskan keadaannya.


"Benar Senior."


"Aku yakin kelak kalian akan menjadi jagoan yang melindungi banyak orang..." Rajawali Kegelapan memegangi dadanya kesakitan. Tangan yang digunakannya untuk menopang bobot tubuh menjadi gemetar, tatapannya memburam sulit untuk melihat bagaimana ekspresi Lan An saat ini.


"Sampai hari itu tiba ... Kau harus berada di sampingnya, Manusia Iblis membutuhkan seseorang yang mendukungnya sampai akhir. Aku tidak ingin kau melakukan kesalahan yang sama denganku," ujar Rajawali Kegelapan. "Walaupun dia mengatakan tidak masalah jika semua orang membencinya, kau bisa menjadi orang yang mendukungnya. Qiang Jun adalah Xin Fai, dan kau adalah diriku yang dulu ...."


Perlahan-lahan kekuatan roh Rajawali Kegelapan memudar, membuat sosoknya mulai menyatu dengan udara. Di akhir sebelum Rajawali Kegelapan pun turut menghilang, Lan An dapat merasakan ketulusan dalam senyumannya. Dia menatap ke arah Xin Fai yang tengah digotong ke tempat yang lebih sejuk. Menunggunya sadarkan diri sembari membantu anggota lainnya memulihkan diri.


Hanya berselang lima menit kemudian Xin Fai telah terbangun, dia mendudukkan posisinya berupaya mengingat-ingat lagi apa yang baru saja terjadi. Sesaat hanya helaan napas panjang terdengar dari mulutnya.


Lan An segera menghampiri saat melihat Xin Fai terbangun, dia menyodorkan air dengan senyuman seperti biasanya.


"Apa aku melukai banyak orang?" Xin Fai memutar pandangan ke seluruh penjuru dan dapat menyimpulkan satu kata dari yang dia lihat. Yaitu hancur.


"Ada satu anggota Aliansi Pedang Suci yang terluka tapi sudah berhasil diobati oleh pendeta yang masih berjaga di depan gerbang."


Pemuda itu tampak lebih baik dari sebelumnya, dia tercenung agak lama hingga kepalanya mendongak ke arah Lan An.


"Di mana Rajawali Kegelapan?"


Lan An tidak berani menjawab sembarangan, dia memutar akal untuk mencari jawaban yang sekiranya masuk akal tapi Xin Fai terlanjur mengetahui niatnya itu. Bagaimanapun Lan An tidak ingin membuat Xin Fai menyalahkan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Begini ...."


"Katakan saja yang sebenarnya," kilah Xin Fai memotong. Tatapannya berubah serius membuat Lan An tak memiliki pilihan lain selain mengatakan sejujurnya.


"Rajawali Kegelapan menggunakan seluruh kekuatannya untuk menahanmu, semua mayat hidup dibangkitkannya. Hal itu menghisap sisa kekuatannya dan di akhir sebelumnya kami pesimis bisa bertahan melawan kekuatanmu. Aku tidak tahu apa yang terjadi, kau tiba-tiba berhenti menyerang dan di saat itu juga Rajawali Kegelapan menghilang."


Lan An mengakhiri ceritanya sembari duduk di sisi Xin Fai, menatapnya dari samping. "Kau tak perlu mencemaskannya lagi, aku yakin sekarang dia sudah tenang. Tugas kita adalah melanjutkan sesuatu yang belum sempat mereka berdua selesaikan."


"Mereka berdua?"


"Qiang Jun dan Rajawali Kegelapan, kita harus memastikan iblis di dalam tubuhmu benar-benar lenyap dan tidak akan bangkit lagi di perang besar beberapa tahun lagi–"


"Kita tidak akan melawan iblis itu lagi, Kakak An."


Lan An terpaku sejenak mengartikan ucapan yang baru saja terdengar di telinganya. Dia menyipitkan matanya sedikit.


"Perang tidak akan kita batalkan tapi yang menjadi musuh kita ke depan bukan Raja Iblis lagi..." Xin Fai memalingkan wajahnya agar bisa menatap Lan An. "Melainkan melawan adikku, Xin Xia. Peperangan sebenarnya baru saja akan dimulai."


"Benar juga ... Melawan Ratu Iblis jauh lebih menakutkan sepertinya," jawab Lan An dan akhirnya dia tenggelam dengan pikirannya sendiri. Sebenarnya Lan An ingin mengetahui lebih jelas bagaimana pertarungan yang dihadapi Xin Fai tadi tapi mengingat keadaan tidak memungkinkan dia hanya mengurungkan niatnya tersebut.


Beralih perhatiannya ke topik lain, Lan An berucap pada Xin Fai pelan. "Setelah ini ... Apa yang akan kita lakukan?"


"Menurutmu?"


Lan An mencebik, dia juga sebenarnya malas memikirkan jawaban. "Mungkin kembali ke Lembah Kabut Putih?"


"Tidak." Jawaban Xin Fai cukup membuat Lan An kehabisan kata-kata, dia menatap sejurus kemudian berharap Xin Fai segera menjelaskan apa yang akan mereka lakukan ke depannya.

__ADS_1


"Kita akan mengelilingi Kekaisaran Shang, mengambil kembali tanah yang sudah direbut Manusia Darah Iblis dan menghancurkan markas musuh, sebelum hari di mana Pilar Kekaisaran diresmikan, kita harus menuntaskan kesengsaraan yang dirasakan semua orang."


"Aih ... Sepertinya ini akan menjadi perjalanan panjang berikutnya." Pemuda itu menggaruk belakang kepalanya yang tidak terasa gatal sama sekali. Dia menyikut Xin Fai, menunjuk ke depan dengan dagunya. "Bersiaplah Zhu Yue akan mengamuk."


Xin Fai lantas mengedarkan pandangannya ke depan, mendapati Zhu Yue tengah berjalan ke arahnya dengan wajah tidak bersahabat.


"Kenapa tidak pernah bilang akan terjadi insiden seperti ini? Ketua Xin?" Zhu Yue menekan suaranya agar masih terdengar sopan, dia tidak ingin berbicara dengan intonasi tinggi pada Ketua Aliansi Pedang Suci, bagaimana pun pemuda yang tengah berada di depannya ini adalah atasannya.


"Maaf, ini kesalahanku tidak memberitahumu. Kukira setelah mendapatkan pedang ini kita bisa lanjut kembali ke sekte Kuil Teratai. Paling tidak mereka bisa membantu menyegel iblis ini."


"Kau ini ... Selalu memikirkan semuanya sendiri, kau tidak menganggap keberadaanku sebagai wakil ketua, apa?" Zhu Yue mendengus, duduk di sampingnya sembari menenggak arak.


"Ini masalahku, kurasa memberitahumu hanya akan membuatmu khawatir."


Zhu Yue menarik napas dalam, dia menggelengkan kepala. Meskipun lelah fisiknya akibat pertarungan tadi masih terasa tapi rasanya belum mengomeli Xin Fai mulutnya terasa gatal. Pria itu lantas merangkulnya.


"Masalahmu adalah masalah kami juga, lain kali jangan simpan itu sendirian."


"Ya... Ya, sekarang kau malah mirip seperti ibuku," tawa Xin Fai terdengar meledek Zhu Yue. Dia tertawa jahil saat melihat bagaimana raut wajah Zhu Yue, pria itu terlihat kesal sepertinya.


Aliansi Pedang Suci kembali berkumpul setelah beristirahat cukup lama, malam harinya api unggun dibuat di tengah-tengah mereka. Suasana menjadi damai dalam beberapa lama, tidak terlalu bising ataupun sunyi.


Perhatian mereka semua terpecah saat Xin Fai yang telah sepenuhnya pulih berdiri di depan mereka. Sedikit menceritakan perihal Raja Iblis yang telah berhasil ditaklukkan dan rencana untuk menghentikan kebangkitan Ratu Iblis.


Situasi ini sebenarnya telah diketahui anggota sejak awal, mereka telah menduga akan terjadi perang besar dalam kurun waktu beberapa tahun lagi. Perang yang melibatkan semua pihak, mengorbankan puluhan ribu nyawa dalam satu harapan untuk menang. Manusia Darah Iblis yang telah menguasai hampir seperempat Kekaisaran Shang tidak bisa dibiarkan berkembang lebih jauh.


***

__ADS_1


__ADS_2