
Menjelang sore hari, sebuah kereta kuda mendatangi penginapan milik Wu Ang. Xin Fai yang baru saja menerima uangnya kembali sebanyak sepuluh kali lipat tak sempat berbahagia dulu saat melihat keramaian di luar sana.
Di jendela kamar Xin Fai menoleh ke bawah dan mendapati orang-orang dengan kereta kuda berada di depan. Dia menaikkan sebelah alisnya tak menyangka Lian Sheng serius ingin mengajaknya ke kediamannya.
"Aih..." Dia hanya bisa pasrah dengan keadaan, baru saja dia hendak beristirahat setelah berkeliling kota mencari makanan untuk Lang.
Pintu kamar diketuk setelah beberapa saat, Xin Fai membuka pintu dan segera dikawal menuju kediaman keluarga besar Lian.
Sesampainya di sebuah kediaman dengan pilar-pilar mewah di sekitarnya, Xin Fai dipersilahkan masuk ke dalam. Tak pernah dibayangkan olehnya sendiri bahwa dirinya akan disambut sedemikian meriahnya oleh keluarga Lian.
Wanita dengan kerutan dalam berusia 80 tahun menghampirinya, dia memeluk Xin Fai erat. "Terimakasih sudah menyelamatkan cucuku, aku sungguh kehilangan harapan saat mendengar berita itu. Namun saat anakku datang membawa cucuku, tak bisa kugambarkan perasaanku saat ini.."
Ibu dari Lian Sheng tak bisa menutupi rasa harunya. Meskipun harus kehilangan menantu setidaknya dia masih memiliki cucu yang sangat disayangnya.
Anggota keluarga Lian yang lain melemparkan pandangan padanya, terlepas dari pakaian Xin Fai yang sangat sederhana mereka dibuat kagum oleh anak itu. Apalagi sebelumnya Lian Sheng mengatakan bahwa Xin Fai juga yang mengalahkan raja siluman tikus serta membuat pemakaman untuk istrinya di sana.
Tanpa Xin Fai sadari berita ini sudah menyebar secara cepat di kota Houbi, namanya melonjak naik dengan cepat. Bahkan sampai di telinga orang-orang Kekaisaran, karena keluarga Lian sendiri termasuk keluarga bangsawan yang sangat dihormati. Kematian Xia He merupakan pukulan keras bagi semua orang.
Xin Fai melepaskan pelukan wanita itu, dia juga ikut merasakan duka yang mendalam dari matanya.
"Maafkan aku, aku tak sempat menyelamatkan Nyonya Xia He."
"Itu bukan salahmu," kata wanita itu pelan. Tak lama setelahnyaorang-orang di sekitarnya bertanya tentang bagaimana dirinya mengalahkan siluman raja tikus dan dia menjawabnya dengan jujur.
"Aku membutakan matanya menggunakan merica lalu menyerangnya sebisaku."
__ADS_1
"Kau sungguh tak bercanda?" Salah seorang pria berambut cokelat menimpali.
"Tidak, aku sama sekali tidak bercanda."
Pria itu menjelaskan, "Saat seumuranmu dulu salah seorang Pilar Kekaisaran yang bernama Wang Chen pernah memasuki hutan itu bersama beberapa pengawal, dan ketika kembali dia hanya sendirian tanpa pengawalnya dengan mengalami luka yang cukup serius."
Mereka memerhatikan Xin Fai dari atas ke bawah mencari-cari bekas luka, namun sama sekali tidak melihatnya.
Xin Fai sendiri sebenarnya memiliki luka bekas cakaran di lengannya, namun permata dari Fu Shi membuat kemampuan alami regenerasi kulitnya tiga kali lebih cepat dari manusia biasa. Hal itu baru diketahui Xin Fai baru-baru ini, saat dia melewati banyak pertarungan dan dalam waktu kurang dari sehari bisa sembuh dengan mudah.
Pria yang tadi berbicara padanya masih menunggu jawaban Xin Fai, tak mengherankan jika pria itu kebingungan.
"Aku memiliki seekor Serigala Berbulu Emas, kurasa itu bisa menjawab pertanyaan tadi."
"Serigala Berbulu Emas? Bukankah siluman itu sudah sangat langka?"
Selebihnya Xin Fai terus saja dihujani banyak pertanyaan sampai ke akar-akarnya. Lagi-lagi rasa terkejut tak bosan-bosannya datang ketika berbicara pada Xin Fai saat mendengar anak itu hanyalah anak dari seorang nelayan miskin.
Merasa membangun hubungan yang baik dengan Xin Fai merupakan pilihan tepat banyak orang memperlakukannya dengan istimewa. Perlakuan itu tentu saja tak membuat Xin Fai besar kepala, dia tetap merendah seperti biasanya.
Malam pun tiba, setelah diberi setelan baju yang bagus Xin Fai menuju ke meja makan yang sangat panjang. Banyak orang berbincang di sana. Dan semuanya berasal dari kaum bangsawan. Mereka belakangan ini datang karena mendengar kabar kematian Xia He, dan hendak memastikannya dengan datang ke Kota Houbi.
Dengan begitu suasana kediaman Liang Sheng sudah pasti ramai, bukan oleh kerabat dan keluarganya saja namun juga oleh pelayan-pelayan yang datang bersama mereka.
Xin Fai masih berdiri terpaku di kursinya sampai Lian Sheng memecahkan lamunannya.
__ADS_1
"Fai'er apalagi yang kau tunggu? Duduklah."
Saat hendak duduk di kursi Xin Fai dapat merasakan hawa pembunuh secara samar, hawa tersebut sama seperti hawa pembunuh yang kini berada di tubuh Xin Fai dan itu berasal dari permata siluman tikus di tubuhnya.
Dalam ruang makan ini tidak ada satupun orang yang mencurigakan, Xin Fai mencoba mencari-cari sumbernya sebelum Lian Sheng kembali bertanya.
"Fai'er, apakah ada sesuatu yang membuatmu tak nyaman?"
"Ah, tidak aku hanya sedikit bingung." Xin Fai buru-buru duduk tak ingin membuat orang lain salah paham. Sesaat tatapannya jatuh pada seorang pelayan yang baru saja mengantarkan makanan.
Tatapan mereka sempat bertemu beberapa detik sebelum pelayan wanita itu membuang pandangannya. Xin Fai mengabaikannya dan memilih menyimak percakapan di sekitarnya. Obrolan mereka kebanyakan tentang kematian Xia He, namun pembicaraan dua pria sepuh di sampingnya cukup membuat Xin Fai tertarik.
"Akhir-akhir ini aku mendengar banyak sekali pembunuh bayaran berpencar, bahkan saat perjalanan ke sini saja aku sudah dihadang oleh salah satu dari mereka."
Pria sepuh di sampingnya turut mengomentari hal tersebut. "Bukan hal aneh lagi jika keluarga bangsawan seperti kita menjadi incaran Manusia Darah Iblis juga. Jika ingin menguasai Kekaisaran Shang setidaknya mereka harus melumpuhkan pengaruh orang seperti kita ini..."
Xin Fai tanpa pandang bulu ikut bergabung dengan obrolan pria sepuh itu, mereka berdua cukup kaget saat anak kecil seperti Xin Fai tertarik dengan hal seperti ini.
Apapun yang berkaitan dengan Manusia Darah Iblis merupakan hal yang menarik bagi Xin Fai, dia harus mengetahui apapun yang mereka lakukan.
"Apa di antara keluarga bangsawan sudah ada yang mereka bunuh?"
Pria sepuh di sampingnya menggeleng. "Belum, namun ada yang dikabarkan menjadi sandera. Aku tak begitu tahu apa yang Manusia Darah Iblis inginkan, tapi itu semua berkaitan dengan sesuatu yang bernama Mustika 7 Musim yang belakangan dikabarkan ada di antara keluarga bangsawan."
Xin Fai tentu saja tahu tentang Mustika 7 Musim dari Lan An, dikatakan mustika itu jika dikumpulkan bisa membangkitkan sang legenda yang sudah mati ribuan tahun sekalipun.
__ADS_1
Satu hal yang ditakutkan Xin Fai adalah jika Manusia Darah Iblis ingin membangkitkan Qiang Jun. Meskipun masih ragu namun tetap saja Xin Fai tak bisa tenang seperti biasanya.
***