
Senjata Xin Fai berganti ke Pedang Kaisar Langit, dia memiringkan bilah pedang guna memblokir serangan cahaya yang diciptakan Ratu Iblis. Pemuda itu melayang dengan kecepatan tinggi nyaris seperti bayangan saja jika dilihat dengan mata telanjang.
Namun Ratu Iblis masih bisa mengimbangi kecepatan geraknya, dan sama sekali tidak memengaruhi penglihatannya yang sangat tajam. Xin Fai terus saja lolos dari tangannya, pemuda itu sangat susah ditangkap. Bahkan dari puluhan jurus yang dia keluarkan tidak ada satupun yang mengenai kulit Xin Fai sedikitpun.
"Kau memang lawan yang tangguh, tidak kusangka di hari pertama aku bangkit malah harus berurusan dengan orang sepertimu."
"Benarkah? Apa aku harus tersanjung?" Xin Fai bercelutuk, mengeluarkan jurus Kitab Terlarang dan Kitab Tujuh Kunci secara bergantian. Salah satu serangan berupa cakram api yang dia ciptakan berhasil mengecoh Ratu Iblis. Benda itu berputar balik setelah Ratu Iblis menangkisnya, membuatnya sama sekali tidak memiliki waktu untuk mengelak.
Cakram api memotong tanduk di kepala Ratu Iblis. Seketika wajah iblis tersebut memerah padam, kemarahan besar dia rasakan di waktu itu juga. Bahkan hawa membunuh yang sangat amat menakutkan terasa mengintai Xin Fai hingga pemuda itu terdiam cukup lama, berusaha menstabilkan detak jantungnya.
"Benar-benar cari mati!" teriak Ratu Iblis murka, dia mengeluarkan kekuatan iblis yang bahkan tak pernah bisa Xin Fai imbangi, dalam sekejap mata langit menggelap. Yang awalnya masih terik berubah malam gelap gulita. Tidak ada satupun penerangan walau seberkas cahaya pun.
Dalam keadaan tak bisa melihat itu para pendekar kian panik, mereka mulai gugur satu per satu sebab para mayat hidup tak terpengaruh dengan gelapnya malam. Mereka bergerak menggunakan insting dan penciuman untuk menyerang target.
Hanya terdengar jeritan minta tolong di bawah, Naga Air sendiri berhenti menghabisi para mayat karena kini tempat yang seharusnya dipergunakan untuk mengumpulkan mayat tersebut telah bercampur dengan manusia. Mereka berlarian panik berusaha menyelamatkan diri sendiri.
Xin Fai menutup matanya pelan, berusaha menarik napas memulihkan kekuatannya yang hilang sebagian. Saat baru saja membuka matanya Ratu Iblis tiba-tiba sudah melayang ke arahnya, kembali berusaha menggunakan jurus penghapusan.
Lebih parah dari itu kini ribuan pedang menyerbunya dari arah bawah serta dari arah lainnya Ratu Iblis bayangan juga mengintai. Mengepungnya dari berbagai sisi membuatnya tidak bisa bergerak ke mana-mana.
"Kitab Terlarang - Bola Api Siluman!"
__ADS_1
Ratu Iblis tertegun saat dirinya berhasil menyerbu Xin Fai, justru pemuda itu menghilang begitu saja. Dia yakin dalam keadaan serba gelap seperti ini lawannya sangat sulit menyadari pergerakannya. Paling tidak, dia memiliki waktu untuk melancarkan serangan sebelum Xin Fai menyadarinya.
Bola Api Siluman keluar dari tangannya, Xin Fai melemparkan bola api tersebut ke bawah dan membakar kayu-kayu yang berada di sekitarnya. Hal itu membuat para pendekar di bawah cukup terbantu, setidaknya mereka memiliki sedikit penerangan untuk melihat sekitar.
Ren Yuan memundurkan dirinya ketakutan, di tempatnya bertarung masih dipenuhi gelap gulita. Dia hanya bisa mengandalkan indera pendengaran untuk terus bertahan sendirian. Gadis itu berhenti saat punggungnya tertahan oleh dinding tembok, dia tidak bisa mundur lagi. Baru saja dirinya mencoba melacak sekitarnya sebuah mayat datang menyerang dan mencekiknya.
Ren Yuan menghujam senjatanya namun tidak bisa membunuh mayat hidup itu sama sekali, dia menendang kuat dan segera melepaskan diri. Ketika mayat hidup itu berdiri lagi hendak menyerangnya di saat itu pula sebuah bola api meluncur dari atas, membakar mayat tersebut hingga dia menjerit meronta-ronta.
Dunia yang sebelumnya gelap gulita kini mulai terlihat, banyak pendekar mulai bisa menarik napas. Setidaknya mereka bisa menghindari serangan tak terduga yang hanya bisa dilihat dengan mata.
Ren Yuan mengangkat kepalanya ke atas, melihat Xin Fai masih bertarung dengan Ratu Iblis dengan segala upaya. Berusaha melindungi mereka walaupun keadaannya sendiri sangat terdesak.
Untuk ke sekian kalinya gadis itu jatuh cinta, memang dia masih berusaha menutupinya. Tapi senyumannya sama sekali tidak bisa disembunyikan saat melihat pemuda itu bertarung.
Ratu Iblis menghentikan laju serangannya selama beberapa detik, berusaha memahami bagaimana Xin Fai menghilang dari sergapannya. Sedangkan saat dikepung tadi dia hanya mengeluarkan jurus bola api yang digunakannya untuk membantu orang-orang di bawah.
"Kekuatanmu itu tidak bisa dibilang manusiawi lagi, darimana kau mendapatkannya?" Ratu Iblis mulai mengutarakan pertanyaan, merasa sedikit ganjil akan kekuatan misterius yang lawannya miliki. Setahunya manusia yang memiliki kekuatan tertinggi pun takkan mampu mengimbangi kekuatan anak manusia yang baru berumur 25 tahun itu.
"Dibanding menjawab pertanyaanmu, kau sendiri tidak ingin bertanya tentang Raja Iblis?"
"Kau tidak memiliki hak untuk menyebutnya." Ratu Iblis tampak berubah usai Xin Fai mengatakannya, dia mengeluarkan lebih banyak bayangannya sendiri untuk menangkap pemuda itu.
__ADS_1
"Ada yang ingin kukatakan padamu, bisa berhenti sebentar menyerangku?"
"Kau kira aku peduli! Kalian semua membunuh kami! Tidak ada yang perlu kudengar dari mahkluk rendahan seperti kalian!"
Xin Fai mengumpat dalam hati, memang Ratu Iblis susah untuk diajak berbicara. Tempo serangannya kali ini jauh lebih menggila, lima Ratu Iblis sekaligus menyerangnya.
Yong Tao yang berada di bawah menggelengkan kepalanya pelan, dia tahu anak muda itu sedang berada dalam bahaya besar tapi tidak bisa melakukan apapun demi bisa membantunya. Hanya bayangan mereka yang sangat cepat terlihat, tidak ada jeda sedetikpun untuk menarik napas.
Sementara Naga Air menciptakan anak-anak naga lainnya untuk memudahkannya menyapu bersih mayat hidup, dia mengabaikan pertarungan Ratu Iblis dan Xin Fai.
Merasa tidak perlu ikut campur di dalamnya, bahkan Siluman Penguasa Bumi paling kuat sekalipun mana berani melawan Ratu Iblis.
Dia tahu betul siapa wanita itu dan memilih tak berurusan dengannya. Naga Air masih tidak percaya saja Xin Fai bisa mengimbangi Ratu Iblis yang kekuatannya memang setara dewa-dewi itu sampai saat ini. Dan dalam artian lain memang kekuatan anak manusia itu bisa dikatakan setara dengan Ratu Iblis.
Di tempat Xin Fai sendiri dia kembali dihimpit oleh tiga Ratu Iblis sekaligus, nyawanya nyaris habis saat wanita itu menyemburkan racun menyengat dari mulutnya.
Dia mundur, justru sudah ditunggu oleh bayangan musuh di belakang. Terpaksa Xin Fai menggunakan wujud roh yang hanya bisa digunakannya selama tiga detik. Selebihnya dia harus memulihkan kekuatan roh yang tersisa.
Lagi-lagi satu serangan tapak meluncur deras, Xin Fai tidak memiliki pilihan lain selain menyambut serangan tersebut. Dia mengeluarkan Pedang Manusia Iblis dan menancapkannya ke dada Ratu Iblis bayangan. Sedangkan perutnya ditendang sangat keras hingga bunyi tulang terdengar setelahnya.
Dia terlempar sangat jauh dan hampir saja jatuh menghantam tanah, Xin Fai mengalirkan kekuatannya untuk bisa melayang di udara dan memuntahkan darah segar, tak terbayangkan baru terkena tapak kakinya saja tiga tulang rusuknya patah. Apalagi jika dia terkena jurus-jurus yang lebih berbahaya lagi.
__ADS_1
***