
"Ini sama saja aku bertarung imbang melawan manusia buta! Sialan!!" Naga Es mengamuk menerbangkan apapun yang berada di sekitarnya, tatap matanya jatuh pada Lang kali ini. Dia memerhatikan gerak-geriknya dan merasa tak asing dengan mata yang sedang dibuatnya di atas salju.
"Mantra Api-!? Jangan bercanda!" Naga Es lantas menyerang Lang dengan sangat cepat, dia berhenti tiba-tiba saat Naga Air dan Xin Fai telah pasang badan untuk melindungi serigala tersebut.
"Kenapa kau menjadi sangat panik? Seharusnya dengan kekuatan seperti itu tidak ada jalan untuk kalah dari musuhmu?"
"Cih tentu saja, tapi aku tetap tak mau memberikan kalian kesempatan untuk menang!" Cakram es meluncur deras ke arah mereka, Xin Fai menangkisnya dengan sangat gesit. Membuat arah terbang berbelok ke tempat lain.
"Xin Fai! Sekarang waktunya!!" Lang berteriak dari kejauhan, pemuda itu lantas menyerang Naga Es dalam kecepatan penuh yang tak pernah digunakannya. Serangan menikam mengenai mata sebelah kiri Naga Es, meskipun tak terlalu fatal namun berhasil membuat siluman buas itu mengamuk.
"Kau-?!! Cari mati, ya?!"
Xin Fai melarikan diri, membawa Naga Es ke atas tanah salju mantra api yang telah diaktifkan. Naga tersebut terus mengikutinya dan semakin mendekat karena terbakar amarahnya.
"Cepat! Tidak ada waktu lagi!"
Mantra Api tak bisa bertahan lama dikarenakan tenaga dalam Lang telah lebih dulu terkuras habis, semakin tinggi jurus semakin banyak juga energi terserap.
Tak disangka Naga Es berhenti tepat sebelum memasuki area yang telah ditandai Mantra Api. Dia tertawa bengis.
"Kau kira aku semudah itu dibodohi?"
Lang kehabisan napas. "Cepatlah!!"
Situasi menjadi semakin runyam, Xin Fai mengeluarkan Rantai Api Neraka dan mengikat leher naga tersebut sekuat mungkin. Namun naga tersebut tak terseret satu meter pun.
__ADS_1
Sebuah hantaman berkecepatan tinggi menghantam Naga Es sangat kuat, Shui–Sang Naga Air mendobraknya dari belakang. Membuat tubuhnya memasuki Mantra Api yang seketika itu bersinar saat dia masuk. Tubuh Naga Es lenyap dalam kilauan mantra yang terus bersinar selama tiga detik, membuat dunia es seketika sunyi senyap.
Xin Fai duduk bersila demi mempertahankan kesadarannya di dua dunia, dia merasa ada orang yang datang di tempat ini.
Saat memejamkan matanya, pemuda itu dapat mendengar sebuah suara yang sangat dikenalnya.
"Kakak! Kakak!"
'Xiaxia?! Kenapa dia ada di sini? Apa yang dia lakukan?!' batin pemuda itu panik, saat membuka mata dia sudah berada di alam bawah sadarnya. Melihat Naga Es sedang berterbangan kencang dan menembus dinding kesadaran yang membatasi antara dunia nyata dan alam bawah sadarnya.
Karena Raja Iblis telah meninggalkan tubuhnya kini Xin Fai dapat mengendalikan alam bawah sadarnya sendiri.
Xin Fai membayangkan sebuah dunia lain, yang dipenuhi dengan api dan hawa panas. Lantas dunia itu terwujud begitu saja. Membuat bunga-bunga es di tubuh sang naga mulai meleleh saat hawa panas menyerang.
Mereka berada di dunia semacam neraka penuh lahar dan lelehan lava Merapi. Setiap dindingnya mengalami keretakan, lelehan lahar api bocor dari atas. Membuat Naga Es geram, dia seperti di penjara dan tak bisa memberontak. Atau kalau tidak lahar api tersebut akan melukai tubuhnya.
Kesadarannya berhasil terbagi menjadi setengah, dia membuka matanya kirinya dan dapat melihat Xin Xia menjerit saat melihat dia bangun.
"Kakak!!"
"Xiaxia..." Xin Fai tersenyum miris. "Sejauh ini kau mengejarku? Untuk apa? Kau tahu darimana?"
"Aku mengikutimu... Kau tiba-tiba hilang dari kereta, jangan membuatku kehilanganmu yang kedua kalinya..." Air mata mengalir perlahan dari pipinya. Xin Xia memintanya untuk berjanji.
"Tidak akan. Aku tidak akan meninggalkanmu. Hanya saja... Kau datang ke sini, sendirian?"
__ADS_1
Wajah Xin Xia berbinar, dia terlihat tidak sesedih tadi. Tangannya menunjuk ke belakang, tampak Ren Yuan berdiri di sana sambil menatapnya lama. Terhanyut dalam lamunannya sendiri. Tak disangka setelah perang besar, Xin Fai malah mengorbankan nyawanya lagi. Ren Yuan tak begitu mengerti apa isi kepala pemuda itu, dia menjalani hidup yang berbeda dengannya.
Ren Yuan tersenyum tipis. "Hati-hati," ucapnya sambil melambaikan tangan. Dia sudah tahu apa yang terjadi dari Lang dan hanya bisa terkejut. Tidak ada yang bisa dilakukannya selain menunggu.
Xin Fai mengangguk sebagai jawaban. "Perjalanan menuju tempat ini terlalu berbahaya, terimakasih sudah menjaga Xiaxia untukku."
Usai mengucapkannya Xin Fai kembali memejamkan mata, Naga Es mulai berulah di dalam sana.
Lang tidak tahu apakah justru ini akan berbuah kemenangan atau justru kemalangan. Jika Xin Fai tidak berhasil mengalahkan Naga Es maka dia sendiri akan terbunuh bersama naga tersebut. Di sisi lain, Naga Air tak bisa berbuat banyak lagi.
Dia tidak bisa membantu Xin Fai di sana dikarenakan akan membebani tubuh Xin Fai. Menampung dua Siluman Penguasa Bumi dalam tubuhnya sangat tak mungkin. Malah berpotensi membahayakan dirinya sendiri.
Naga Es terlihat makin liar, tanduk es di kepalanya mulai mencair seiring waktu berjalan. Dia mengeluarkan ratusan serangan ke arah dinding membuat cairan api meleleh tumpah dari dinding atas. Berulang kali dia berusaha membunuh Xin Fai tapi pemuda itu tetap kembali ke wujudnya semula.
Keadaan ini sama sekali tak berimbang untuknya, di saat dirinya harus menggunakan energi silumannya untuk memulihkan diri, Xin Fai hanya perlu diam tiga detik dan kekuatannya tak berkurang. Tenaga dalam tanpa batas, tidak ada kematian dalam pertarungannya, dunia ini benar-benar berada dalam genggaman Xin Fai.
"Kau terlalu percaya diri... Kau kira dengan ruang bawah sadarmu ini bisa mengalahkanku? Kalau kau berpikir demikian, berarti kau salah besar."
Xin Fai memasang sikap curiga, jika dipikir-pikir lagi Qiang Jun juga pernah bertarung dengan Naga Es. Tapi Naga Es masih tetap hidup sampai hari ini.
"Hahahaha! Aku tidak semudah itu untuk dikalahkan! Qiang Jun bahkan membutuhkan waktu satu minggu bertarung denganku, kami berimbang sampai akhirnya Bunga Api di keningnya mulai rusak. Mantra Api ini juga memiliki batasannya asal kau tahu."
Meskipun suara Naga Es terasa mengancam Xin Fai sama sekali tidak tertekan olehnya. Dia tidak peduli mau rintangan seberat apapun yang harus dihadapinya, yang Xin Fai tahu hanyalah dia harus berjuang. Agar bisa kembali pada Xin Xia.
Pedang Manusia Iblis dan Kaisar Langit muncul bersamaan di tangannya, mengeluarkan aura tak biasa. Kekuatan tanpa batas yang hanya didapatnya di alam bawah sadarnya sendiri. Membuat Naga Es sedikit termundur ke belakang saat merasakan tekanan besar menyerang tubuhnya.
__ADS_1
***