
"Nanti saja setelah pertarungan ini," Tegas Teo.
"hoo... Cukup menarik, baiklah mari lanjutkan," Jawab Mael dengan santai.
Mael yang menggunakan energi alam pergerakannya membaik dan kecepatannya bertambah. Teo hanya bisa merasakan ki milik Mael meningkat derastis. Dan matanya juga tidak bisa mengikuti kecepatan dari Mael.
Mael yang awalnya cuma ingin menunjukan kecepatanya langsung menyerang Teo dengan gagang pedangnya.
Gagang pedang mengarah ke perut Teo, memukul telak hingga Teo muntah darah.
Sebelum Teo jatuh ketanah, Mael meraih tangan Teo dan membanting Teo.
"ahk..." Teriak Teo yang begitu kesakitan karena gagang pedang Mael serta bantingan yang sangat keras.
Mael yang berdiri mengacungkan pedangnya berkata, "Menyerahlah, aku akan mengajarimu setelah ini. Dan aku ingin menjadi temanmu. Kau cukup menarik Teo, maka menyerahlah."
"Aku tidak akan menyerah Mael, aku ingin membanggakan Ayah dan Ibuku serata warga desaku." Jawab Teo yang tertatih berdiri.
Saat Teo telah berdiri tegak, tiba tiba terdengar suara seperti saat Teo bertarung dengan iblis beruang. "Kau tidak akan menang, aku akan memberikan kekuatanku."
__ADS_1
"Jangan pernah memberikan kekuatan padaku lagi," teriak Teo dengan menutup telinganya.
Penonton yang mendengar ucapan Teo benar benar bingung, tapi Leo menyadari bahwa yang dibicarakan Teo bukanlah hal biasa.
Tanpa disadari Teo, aura yang dikeluarkan Teo tiba tiba meluap. Tubuhnya terasa panas dan kekuatan mengalir keluar dari tubuhnya.
"Aku tidak tau mengapa, tapi bersiaplah Mael," Teo bersiap menyerang Mael dengan kekuatan itu.
Mael memasang kuda kuda dan langsung menyerang Teo. Teo berhasil menghindari serangan Mael, bahkan berhasil menyerang balik Mael. Mael hanya bisa menangkis serangan bertubi tubi dari Teo.
Saat pedang Teo mengarah ke Leher Mael, Leo menghentikan pedang Teo dengan satu jari. Pertandingan dihentikan oleh Leo. Teo dianggap mengancam keselamatan Mael.
"Apa yang terjadi?" Itulah kira kira pertanyaan penonton.
Leo langsung berbicara dengan lantang, "Teo kudiskualifikasi. Jika tidak kuhentikan, Mael akan terbunuh. Pemenang pertandingan ini Mael"
Mael kaget dan tidak mau menerima keputusan Leo, "Jika aku terbunuh berarti aku tidak cukup kuat untuk melawan Teo. Aku menolak kemenangan ini!!!"
Seluruh penonton termasuk Raja dan para mentri berdiri dan bertepuk tangan.
__ADS_1
Mereka seakan nelihat final yang terlalu dini untuk dilihat.
"Kalian akan menjadi pendekar hebat Teo, Mael," cetus Leo dengan memegang pundak kedua anak itu.
Leo yang melihat kedua anak itu memiliki potensi besar tertarik mengangkat mereka sebagai murid. Memang Leo tidak pernah mengajarkan apapun ilmu yang ia miliki.
Siang ini Leo membawa Teo dan Mael ke tempat istirahat para kontestan. Tempat yang sangat nyaman untuk membicarakan apa yang sedang terjadi serta nasib mereka yang akan datang.
Ruangan yang kedap suara, luas serta bersih terlihat oleh Mael dan Teo. Mereka berdua mencoba mengakrabkan diri masing masing.
Senyuman terlihat pada bibir mereka. Ini pertama kalinya Teo dan Mael bertemu dengan lawan ataupun sekaligus teman yang seumuran.
Mereka berbicara tentang bagaimana masing masing dari diri mereka menggunakan pedang. Bahkan Leo yang berada disana, seperti diacuhkan.
"Ehemm... Teo, aku punya berita buruk untukmu," jelas Leo dengan eajah yang amat ketakutan.
Teo langsung menoleh dan memperhatikan Leo dengan sangat serius. Disana Leo menjelaskan bahwa Agil adalah teman baiknya, saat Teo dan Mael bertanding Agil mencoba melindungi dan akhirnya dibawa pergi oleh Dewa Trevor.
JANGAN LUPA LIKE KALAU SUKA!!!
__ADS_1
LIKE MEMBERI PENULIS SEMANGAT DAN IDE BARU.