Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 73 - Akhir Dari Kebangkitan Monster Iblis


__ADS_3

Sang iblis menggeram kesal, bagaimanapun dia tak mau disegel oleh para pendeta dari Kuil Teratai itu. Walaupun masih memiliki kesempatan untuk bangkit setelahnya, dengan segel tersebut kekuatannya akan melemah setidaknya dua puluh persen.


Qiang Jun baru saja membunuh tiga dari sembilan siluman di hadapannya tanpa terluka sedikitpun. Kekuatan yang dilepaskannya sangatlah besar, dua di antara siluman lainnya bahkan hampir menemui ajalnya.


Melihat kesembilan siluman kesayangannya juga hampir habis sang iblis meneguk ludahnya kasar, pikirannya sangat kacau.


Xin Fai tak bisa menahan diri lagi, dia kembali melancarkan serangan habis-habisan, selagi dirinya bisa dia tak mau menyia-nyiakan kesempatan tersebut.


Sebuah permata putih di bahu iblis itu menjadi sasarannya, Xin Fai mengecoh pergerakan musuh dengan sangat lihai dan melompat gesit ke atas.


"Kitab Tujuh Kunci - Seratus Pedang Purnama!"


Ratusan tebasan menghantam bahu monster iblis begitu cepat, bahkan monster itu tak bisa berkedip mendapati bahunya jadi incaran. Permata putih yang seukuran genggaman tangan pria dewasa mengeluarkan bunyi retak lalu pecah berkeping-keping membuat sang iblis sangat kesal, karena itu juga dia mengeluarkan jurus untuk menghentikan Xin Fai.


"Kitab Dewa Iblis - Kutukan Kabut Darah!"


Kabut merah tebal mengepung tubuh Xin Fai, meskipun hanya kumpulan asap namun tubuhnya seperti berada di lahar gunung merapi yang sedang mendidih. Bukan hanya itu, ketika menghirup udara seluruh organ tubuh Xin Fai terasa dimakan oleh api.


"Arrrghhh!"


Xin Fai mundur beberapa langkah dan mendapati tubuhnya kini tak sempurna lagi. Bagian perut yang terkena kabut tersebut terbuka dan menampakkan ususnya.


Xin Fai hanya bisa menahan mual sambil menunggu tubuhnya kembali seperti semula. Sang iblis tak melakukan serangan lagi setelah itu karena sadar Xin Fai sejak awal menargetkan permata iblis yang merupakan sumber kehidupannya. Karena satu dari 33 permata iblis di tubuhnya telah hancur, sang monster mulai ragu untuk melanjutkan pertarungan.


Sang monster iblis mengeluarkan darah merah dengan tiba-tiba membuat Xin Fai kebingungan, sebenarnya monster tersebut telah mencapai ambang batas dari kekuatannya yang jumlahnya terbilang sedikit karena baru beberapa bulan bangkit di tubuh Xin Fai dan jika memaksakan diri maka rohnya akan menghilang.


"Aku akan dengan senang hati bertarung denganmu nanti, pastikan kau memiliki cukup kekuatan untuk menghentikanku, hahahahaha!" Iblis itu tertawa menggema sangat keras bahkan Xin Fai sampai menutup telinganya.


Melihat tubuh sang monster mulai memudar, Qiang Jun segera menghabisi dua siluman yang terluka parah untuk mengurangi jumlah mereka. Dia menggunakan segenap kekuatan untuk memotong keduanya.


Setelah itu Qiang Jun yang mulai memudar terbang ke arah Xin Fai dan dengan segera menempelkan jari di dahi anak itu.


"Apa ini?"


"Hadiah. Karena kau berhasil menghentikan iblis itu," kata Qiang Jun dengan senyum penuh bangga. Rasanya kekhawatirannya dulu ketika hampir meninggal sangat tidak diperlukan.


Kini yang mewarisi tubuh Manusia Iblis adalah orang yang sangat tepat, dia berterima kasih pada Xin Fai dan meminta agar anak itu menggunakan kekuatannya untuk melindungi bukan menghancurkan.


Xin Fai mendengarkan berbagai nasihat, petunjuk dan arahan dari Sang Pendekar Kaisar Langit itu. Xin Fai mengangguk penuh hormat. Dia tak pernah menyangka dalam mimpinya sekalipun hari ini akan bertemu dengan seorang Kaisar Langit seperti Qiang Jun.


"Iblis itu akan bangkit lagi ketika umurmu mencapai delapan belas tahun. Kau harus menghentikannya, jika berhasil dia akan bangkit lagi ketika usiamu tiga puluh tahun. Dan di saat itulah yang menjadi penentu dunia ini berada di tangan manusia atau iblis sepertinya."

__ADS_1


Sebuah tanda berbentuk api keemasan menghiasi kening Xin Fai. Lambang api tersebut memiliki bentuk yang sama dengan lambang di jubah Qiang Jun. Yaitu Bunga Api Dari Kerajaan.


Xin Fai tak begitu mengerti apa fungsi dari hadiah yang diberikan Qiang Jun namun dia menerimanya dengan sangat senang.


"Terimakasih Senior karena sudah membantuku, aku berjanji akan mengingat semua pesanmu."


Saat hendak menyatu dengan udara Qiang Jun tersenyum kecil. "Selamat berpetualang dan menjadi legenda selanjutnya, Fai'er..."


Lalu pemuda tampan itu menghilang bersama dengan para siluman iblis. Xin Fai memegang dahinya tak bisa berkata-kata lagi sebelum akhirnya pandangannya menjadi gelap.


***


Serangan gencar-gencaran yang dilakukan para pendeta berhenti ketika tubuh Xin Fai merosot jatuh ke tanah dan tak melakukan perlawanan apapun. Lang melompat tinggi dan menangkap tubuh majikannya, sedangkan Li Yong ikut menyusul bersama yang lain.


"Anak ini berhasil mengalahkan iblis itu sendirian?" Kata Tao Wei mengelus jenggotnya, setahunya untuk mengembalikan kesadaran Xin Fai diperlukan formasi penyegelan sedangkan penyegelan yang mereka lakukan terus saja gagal karena iblis di dalam tubuhnya.


"Jika saja pertarungan masih dilanjutkan aku tak yakin kita bisa tertahan lama..." Salah seorang senior berusia senja ikut berkomentar, dia baru bisa bernapas lega ketika Xin Fai berhenti menghancurkan sekitarnya.


"Bagaimanapun anak ini adalah tanggung jawab kita semua," ungkap Tao Wei pelan. Li Yong mencoba membangunkan Xin Fai, namun sejenak muncul cahaya berwarna emas di dahinya.


"Ini--?! Lambang Bunga Api Dari Kerajaan? Lambang Pendekar Kaisar Langit?"


Semua pendeta cukup terkejut dengan perkataan Li Yong dan mencoba memastikan.


Beberapa saat setelahnya, Xin Fai membuka mata pelan. Bola matanya yang semula merah kembali berwarna emas seperti biasa.


Dia memerhatikan sekitarnya yang hancur, pohon-pohon tumbang dan beberapa masih dilalap Api Neraka Iblis.


Meski hanya memiliki kesadaran Xin Fai sebanyak lima belas persen namun iblis itu bisa mengeluarkan kekuatan yang sangatlah dahsyat, hal itu menjadi tolak ukur bagi Xin Fai sendiri.


Xin Fai memandangi orang sekitarnya dengan rasa bersalah.


"Maaf, karena aku..."


"Sudahlah tidak apa-apa, ini bukan salahmu melainkan iblis yang berada dalam tubuhmu. Jangan dipikirkan lagi," bujuk Li Yong menenangkannya, namun wajah murung Xin Fai tak kunjung hilang. Dia selalu merasa menjadi beban serta masalah bagi semua orang.


"Seharusnya aku tak dilahirkan, aku malah menjadi bencana bagi semua orang." Meskipun berbicara pelan namun semua orang bisa mendengarnya, beberapa dari pendeta yang sempat menyalahkannya kembali berpikir.


Xin Fai hanyalah bocah 10 tahun yang harus mengemban takdir berat sebagai Manusia Iblis, bagaimanapun juga iblis yang menjadi legenda itu akan bangkit kembali dan mencari wadah untuk menampung jiwanya.


Mereka tak bisa membayangkan jika mereka sendiri yang berada di posisi Xin Fai, hidup salah mati pun salah.

__ADS_1


Xin Fai menjelaskan bahwa iblis yang berada dalam tubuhnya akan bangkit lagi ketika umurnya 18 tahun. Mereka sebenarnya cukup takjub ketika mendengar Xin Fai bertemu seorang Kaisar Langit dan berhasil memukul mundur iblis tersebut dengan tangannya sendiri.


Tao Wei agaknya sedikit menyukai bocah bernama Xin Fai ini, dia merangkul pundaknya hangat.


"Mulai hari ini kau akan memiliki keluarga baru, kami dari Kuil Teratai dengan senang hati akan menerimamu."


Xin Fai menanggapi respon tersebut dengan senang hati. "Terimakasih Senior." Dia tak menyangka justru Kuil Teratai menyambutnya dengan tangan terbuka, mengingat kekuatannya merupakan bencana sudah pasti banyak orang yang akan menjauhinya ke depannya.


Sepanjang perjalanan kembali ke Kuil Teratai, Tao Wei menjelaskan bahwa Xin Fai harus melakukan penyegelan secara bertahan selama 6 bulan jika ingin iblis dalam tubuhnya berhenti berkembang. Dengan segel tersebut dipastikan sang iblis akan berhenti bergerak sampai bangkit lagi di umur Xin Fai yang ke 18.


Sesampainya di Kuil Teratai, Xin Fai segera dibawa ke ruang bawah tanah dari biara tersebut. Lorong dengan dinding dari tanah itu sangat jarang didatangi orang dan memang dipersiapkan untuk kelahiran Manusia Iblis selanjutnya.


Sampai tiba di sebuah ruangan sangat besar dan diisi dengan banyak segel serta tulisan kuno, Xin Fai diarahkan untuk berdiri di tengah ruangan.


Xin Fai menatapi sebuah rantai besi yang kini hendak dipasangkan ke tangannya, dan beberapa rantai lagi mengikat tubuhnya.


"Kenapa aku harus dirantai seperti ini? Bukankah ini hanya penyegelan?"


Tao Wei menjelaskan.


"Saat penyegelan ini, iblis dalam dirimu akan memberontak dan mencoba melukai para pendeta yang berada dalam formasi penyegelan. Ini akan berlangsung berturut-turut selama enam bulan, dan selama itu kau tidak diperbolehkan makan ataupun minum."


Begitu terkejut Xin Fai mendengarnya.


"Apa?! Apa kalian ingin membunuhku?"


"Meskipun awalnya sulit tapi kau akan terbiasa tanpa makan dan minum, itu juga untuk mengurangi kekuatan iblis dalam tubuhmu. Tolong mengertilah, aku tidak memiliki maksud jahat. Ini demi kebaikanmu sendiri."


Seakan tak mau membantah lagi dengan sopan Xin Fai mengangguk, dua tangannya diikat dengan rantai yang digantung di atasnya. Di rantai itu terdapat banyak mantra yang seketika menekan kekuatan Xin Fai.


Kepala Xin Fai mulai berputar, sembilan pendeta telah mengambil posisi dalam formasi penyegelan. Energi mengalir dalam lingkaran segi sembilan dan memasuki tubuh Xin Fai.


"Aarrrrghhh!"


Tao Wei memasang wajah sedih melihat Xin Fai menjerit sangat kencang, dia tak sanggup membayangkan anak kecil sepertinya akan disiksa tanpa henti dalam kurun waktu 6 bulan. Luka bakar di dada Xin Fai perlahan mengikis seiring rintihan yang keluar dari mulut anak itu.


Tao Wei berujar sedih. "Tidak perlu takut, Xin Fai. Dengan Kuil Teratai di sampingmu, kami tak akan membiarkan Monster iblis merebut tubuhmu."


***


**act 1 - End

__ADS_1


yup, jgn lupa like dan komen di setiap chapter heheheh**


__ADS_2