
Mata emas Xin Fai berkilat ketika petir menyambar dari atas langit, dia baru saja menyerap energi alam di sekitarnya begitu banyak. Xin Fai mengeluarkan Kitab Tujuh Kunci, dengan tekad kuat sekarang dirinya harus melindungi semua orang di sini.
Maka kitab tersebut mengeluarkan cahaya dan mengambang di atas udara saat syarat telah terpenuhi, kekuatan Kitab Tujuh Kunci yang sebenarnya akan keluar ketika Xin Fai memiliki sesuatu yang harus dilindungi.
Lembar demi lembar terbuka dalam sepersekian detik, Xin Fai dapat merasakan Kaibo kini datang setelah sekian lama tak berjumpa dengannya. Kepulan asap menyatu dan memperlihatkan sosok pria tua itu.
"Aku tak menyangka saat diriku kembali kau berada dalam masalah yang sangat besar."
Xin Fai mengangguk. "Aku harus melindungi semua orang di sini, aku sangat mengharapkan bantuanmu."
Kaibo menganggukkan kepala pelan, seperti biasa dia mengelus jenggotnya seraya mempelajari situasi. Kepalanya menggeleng tak percaya ketika melihat sang Siluman Penguasa Air yang sangat menakjubkan tengah bergerak layaknya seekor ular besar di atas sana.
Xin Fai tak menunggu lebih lama, dia mencari bantuan lainnya.
"Lang!"
"Grroooah!!"
Seekor Serigala Berbulu Emas muncul dan berdiri di atas air, Lang langsung mengangkat kepalanya saat merasakan hawa siluman yang jauh lebih kuat di atasnya.
"Apa-apaan siluman ini... Dia... Dia ribuan kali lebih kuat dariku."
Perkataan Lang membuat semangat Xin Fai yang tadinya menggebu-gebu seketika hancur, padahal saat ini Xin Fai berharap banyak pada Lang. Namun dilihat dari ukuran tubuh saja, Lang sudah kalah jauh dari Siluman Penguasa Air.
***
Xin Fai masih belum terlatih untuk berlari di atas air, jika hanya berdiri atau berjalan pelan saja dia bisa melakukannya namun beda cerita jika berlari. Maka dari itu Kaibo memberikan usulan untuk mengatasinya.
"Kau takkan mampu menghadapi Siluman Penguasa Air hanya dengan kekuatanmu sekarang, menggoresnya saja bahkan tak bisa," lontar Kaibo dengan wajah tenang, pria itu berjalan selangkah menghadap sang siluman naga air.
Perlahan raut wajah Xin Fai memburuk, meskipun sudah tahu sama sekali tak bisa menang namun dirinya tetap berharap untuk bisa hidup lebih lama demi membalaskan dendamnya pada Manusia Darah Iblis.
"Jadi, dengan melihat situasi ini apa kau mempunyai punya saran? Atau ide?"
Kaibo menjentikkan jarinya, seketika itu sesuatu yang luar biasa terjadi. Kali ini lembaran kitab yang sedari tadi terbuka cepat mengeluarkan ribuan roh di dalamnya. Roh-roh itu berkumpul banyak dan semakin banyak, hingga membuat siapapun yang melihatnya terpaku membisu.
Xin Fai menatap ke atas langit tempat para roh tersebut berkumpul. Asap-asap putih agak kegelapan memenuhi udara di atasnya.
__ADS_1
"Berikan tubuhmu para roh seutuhnya, dengan itu kau akan memiliki kekuatan roh."
"A-apa?! Memberikan tubuhku, aku tidak mau!"
"Kami hanya akan menjadikan tubuhmu sebagai wadah untuk bernaung, lagipula kami tidak berbahaya seperti iblis yang ada di dalam tubuhmu itu." Penawaran Kaibo mungkin memang sulit diterima oleh Xin Fai, namun keadaan saat ini sangatlah genting terlebih lagi pusaran air yang menggulung ke dasar laut semakin mendekati mereka dalam radius ratusan meter lagi.
Seakan membaca kecemasan Xin Fai, Kaibo kembali menjelaskan permintaannya agar Xin Fai bisa mempertimbangkannya dengan lebih cepat.
"Dengan menyerahkan tubuhmu, kau akan memiliki kekuatan roh. Kekuatan yang bisa membuatmu melayang di udara, menyatu dengan alam dan menyembunyikan wujudmu di manapun kau mau. Seribu roh akan sepenuhnya menjadi milikmu, kekuatan kami sebanding dengan seribu prajurit di dunia kalian, serta..."
Kaibo menunjuk Xin Fai sembari berkata, "Memungkinkanmu untuk mempelajari ilmu dunia lain. Seperti ilmu yang pernah kau lihat saat bertarung dengan Monster Iblis."
"Kau melihat pertarunganku-?! Darimana kau tahu itu?"
"Sejak kau mendapatkan Kitab Tujuh Kunci, para roh sudah menyukaimu. Beberapa roh bahkan sudah menyatu dengan dirimu saat ini."
Xin Fai yang baru saja mengetahuinya tak sempat terkejut lagi ketika seribu roh di atasnya mulai bergerak, mereka melaju ke bawah dalam kecepatan tinggi.
"Tu-tunggu! Aku belum memutuskan---"
Dalam satu hentakan, roh-roh tersebut menyatu ke dalam tubuhnya. Dari tempat Li Yong yang bisa dilihatnya adalah sekumpulan asap menghantam tubuh Xin Fai dari atas dan merosot ke bawah menimbulkan getaran di atas permukaan laut.
Hujan panah turun dari awan yang sejak tadi berkumpul disertai kilat dan petir, saat Li Yong menghindar dan memerhatikan salah satu busur dia berteriak.
"Ini bukan anak panah biasa! Panah ini dialiri listrik!"
Siluman Penguasa Air memulai serangannya, dia takkan memaafkan nyawa manusia yang dengan lancangnya menembakkan panah ke matanya.
"Kalian hanya manusia hina, beraninya bertingkah sombong seperti itu," marah siluman naga. Ribuan panah jatuh ke laut dan menyatu dengan air membuat aliran air kini mengandung listrik namun karena kedalaman laut yang sangat besar membuat daya listrik tersebut tak terlalu berbahaya, dalam waktu singkat pula sudah dua orang pendekar yang tewas karena serangan tersebut. Sedangkan Li Yong dan lainnya berusaha melindungi diri menggunakan tenaga dalam.
Siluman naga menciptakan angin puyuh yang dialiri listrik juga, angin-angin tersebut menari di permukaan laut mengincar para manusia yang mengapung di laut.
Angin puyuh buatan siluman bergerak seperti memiliki akal dan mengincar sasarannya ke manapun dia pergi, daya serangnya sangat kuat bahkan hanya terkena hembusan anginnya saja bisa membuat kulit tergores. Huang Kun yang memilih menyelam dengan bersembunyi di bawah papan bahkan dapat merasakan dampak serangan tersebut.
Sang pemilik kapal tak ingin tinggal diam, dia kembali berteriak sembari mengepalkan tangannya di udara. Dalam keadaan menyedihkan begitu dia masih saja berceloteh, namun pria itu sangat beruntung karena angin puyuh tak mengincarnya yang kini mengapung dengan tong sebagai pegangan.
"Lihat, kan! Dia terus saja hendak membunuh kita, mengapa kalian malah diam saja!?"
__ADS_1
"Diam saja kepalamu! Seandainya kau diam tadi dan tak memancing kemarahan siluman itu, dia takkan mengincar kita!" Salah seorang pendekar mengumpat kesal mewakili yang lainnya, belum sedetik dia selesai bicara kepalanya pecah saat anak panah air berisi petir menembusnya.
"Aarrrghh!!!"
Lagi-lagi satu nyawa melayang dengan cepat, beberapa orang yang tersisa mulai putus asa, termasuk Huang Kun. Dia hanya menengadah menatap langit menerima kematiannya hari ini.
"Ah, gagal sudah harapanku menjadi yang lebih kuat dari yang terkuat..."
Kepasrahannya disebabkan oleh banyaknya burung-burung petir yang kini muncul di atas langit, tubuhnya seukuran dengan kambing pada umumnya dan hanya melihatnya sekilas saja Huang Kun yakin dalam satu serangan dia akan tewas secara mengenaskan.
Burung-burung listrik semakin banyak dan terus bertambah jumlahnya di atas sana, merasa kematian telah dekat tak ada lagi yang hendak mempertahankan nyawanya.
Li Yong mengepalkan tangan erat.
"Tak kusangka... Kali pertama mereka keluar dari sekte malah akan terbunuh begini..." Li Yong menatap Huang Kun dan Shen Xuemei sedih, dia bisa melihat tatapan kedua muridnya kini seolah tak memiliki harapan.
"Maafkan aku karena tak bisa menjaga kalian."
Huang Kun menoleh, "Tidak apa-apa Senior. Jika kita mati hari ini kita akan mati bersama-sama, aku senang akan mati di tangan Siluman Penguasa Air."
Sebenarnya Huang Kun hanya ingin menghibur dirinya sendiri ketika semua masa depan dan impiannya akan dikuburnya dalam-dalam mulai detik ini.
"Ayah... Ibu... Aku akan datang," ucap Huang Kun pelan.
"Kalian berbicara seakan mau mati saja," celutuk Shen Xuemei di sebelah lantas membuat Li Yong serta Huang Kun menghadap ke arahnya.
"Maksudmu?"
Shen Xuemei menunjuk ke arah Xin Fai dengan dagunya, seketika mata mereka membelalak lebar karena tak terlalu memerhatikan Xin Faj dan terlalu fokus dengan burung-burung petir di atas langit.
"Kekuatan apa ini?! Sangat mengerikan!"
Lang menggeram kesal, di sebelah kanannya kekuatan siluman yang setara dewa terasa begitu kuat mengancamnya dan di kirinya ribuan kekuatan roh yang meledak-ledak tengah berkumpul di sana.
***
**hari ini cuma bisa up 2 dulu, aku lg sakit perut. pas ngetik perut berputar2, palaku nyut2an pengen sekali kumakan hp ini wkkwk #curhat
__ADS_1
jgn lupa untuk terus bantu dukung karyaku dgn vote, like, komen, share dan favoritš¤ hehe satu dukungan kalian akan sangat berarti buatku:,D**