
Huang Kun dan Liu Bei telah turun dari arena pertandingan dan langsung diarahkan menuju ke sebuah ruangan khusus untuk diobati para medis yang telah disiapkan, mereka berjalan berjauhan atau lebih tepatnya Liu Bei yang menjaga jarak.
Liu Bei sedikitpun tak mau melirik ke arah Huang Kun, dengan berjalan terpincang-pincang dibantu para medis akhirnya mereka saling berpisah di ruangan berbeda mendapatkan perawatan agar bisa kembali pulih, dan Huang Kun sendiri harus bersiap untuk pertarungan selanjutnya.
Pertandingan demi pertandingan telah berlangsung hampir dua jam, banyak perwakilan sekte yang berguguran, sebagian penonton kecewa dan sebagian lain bahagia.
Selanjutnya seorang gadis bersenjatakan tombak maju dan di saat bersamaan seorang pemuda tampan menaiki panggung, sejenak tatapan semua orang terkunci pada pemuda itu.
"Hei... Siapa dia? Apa kalian pernah melihatnya? Kurasa dia bukan orang biasa..."
"Kau menyadarinya? Pemuda itu termasuk peserta unggul sepertinya, melihatnya saja aku sudah tahu!"
"Ah, paling dia hanya seperti peserta sebelumnya. Tetap saja Xiu Juan yang akan menjadi juara satu."
Setelahnya perdebatan dimulai lagi, mereka saling mengelukan jagoan masing-masing tanpa peduli sekitarnya. Tak diduga pertarungan sudah dimulai, saat semua orang sibuk dengan obrolan masing-masing, Xin Fai yang tengah duduk di kursinya tertegun melihat paras pemuda yang berdiri di arena pertandingan.
Sebelumnya ketika pemuda itu melewati kursi peserta, Xin Fai sedikit ragu dengan tebakannya namun saat ini dia bisa memastikan siapa orang itu. Dia adalah Lan An, orang yang memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan dalam teknik berpedangnya saat ini.
Dari Lan An, Xin Fai belajar banyak hal. Dia amat mengagumi pemuda itu dan tak mungkin melupakan sosoknya.
Jika saja Xin Fai tak ingat kalau saat ini sedang dilangsungkan pertandingan resmi maka sudah pasti dia akan menghampiri orang yang telah dianggapnya sebagai keluarga itu.
"Kakak An... Kekuatannya jauh lebih besar dari yang kulihat terakhir kali. Dia pasti berlatih keras sama sepertiku."
Xin Fai tersenyum kelu karena Lan An sama sekali tak menyadari kehadirannya, dia memerhatikan pertarungan antara Lan An dan lawannya. Pertarungan itu hanya berimbang beberapa menit hingga akhirnya gadis dengan tombak mulai terpojokkan karena Lan An adalah lawan yang terlalu kuat baginya.
Lan An tersenyum manis pada gadis itu membuatnya tersipu malu, dia tak menyangka akan mendapatkan senyum tersebut di akhir pertarungan.
Xin Fai seketika jijik. "Bukan hanya kekuatannya yang bertambah, tapi sikap anehnya itu juga semakin akut... Aih, Kakak An ini."
Pertarungan dengan mudah dimenangkan oleh Lan An, musuhnya juga bisa dikatakan lemah. Hanya dalam kurun waktu kurang dari lima menit, Lan An telah dinyatakan keluar sebagai pemenangnya.
Lan An telah memasuki ruang yang telah dipersiapkan untuk putaran kedua nanti, kini hanya sekitar seratus orang lagi yang belum bertarung sama sekali termasuk Xin Fai dan Shen Xuemei.
__ADS_1
Setelah itu akhirnya Shen Xuemei maju melawan seorang gadis yang bersenjatakan kipas, Shen Xuemei sama sekali tak peduli dengan mata berkedip-kedip seolah menggodanya itu, dia memasang wajah dingin seperti es kutub selatan.
Yang Guifei mengatakan pertandingan dimulai dan tanpa ragu gadis tersebut menyerbunya. Shen Xuemei memasang pertahanan diri sebaik mungkin selama beberapa menit, dia hanya mengulur waktu supaya gadis itu kelelahan.
Namun perkiraannya salah, lawannya itu sama sekali tak kelelahan setelah sepuluh menit bertarung dengan kekuatan penuh. Dia masih saja menyerang gencar-gencaran seperti awal.
Hal itu membuat Shen Xuemei mulai jengah, dia berniat mengakhiri pertarungan secepat mungkin. Gadis itu tertawa sambil menutup mulutnya menggunakan kipas.
"Hihihi... Jangan hanya karena wajahmu tampan, kau sangat sombong hanya untuk meladeni seranganku."
Shen Xuemei tak menjawab, dia mulai bersiap bertarung serius untuk mempercepat pertarungannya.
"Apa yang membuatmu berubah pikiran sampai buru-buru menyelesaikannya secepat ini? Kurasa kau bisa bermain-main sebentar denganku."
Gadis tersebut menjilati bibirnya membuat Shen Xuemei merinding geli, dia adalah pemuda yang asing dengan yang namanya perempuan. Hal itulah yang membuat Shen Xuemei sama sekali tak memiliki teman wanita.
Lawan mengipas senjatanya dan keluarlah pisau angin dari kipas tersebut, Shen Xuemei tak dapat melihat arah serangan karena bentuk pisau angin itu sangat transparan.
Mengetahui Shen Xuemei tak bisa melihat pergerakan pisau angin tersebut, lawannya semakin gencar melepaskan serangan dari berbagai arah.
"Hihihi... jangan pernah meremehkan gadis sepertiku lagi jika tak ingin kalah dengan mudah."
"Ck." Akhirnya terdengar suara Shen Xuemei dan itupun hanya suara decakan membuat sang gadis merengut kesal.
"Aku lelah berbicara seperti orang gila dan kau hanya menanggapinya dengan decakan saja? Sungguh kejam!"
Kekesalan gadis itu ternyata berakibat buruk, tanpa diduga-duga ternyata kekuatan lawannya terbilang kuat atau bahkan lebih kuat dari Shen Xuemei.
Bisik-bisik penonton terdengar samar di telinga Li Yong, pendeta itu amat berharap pada muridnya yang satu ini. Sebelumnya Li Yong tak pernah menyangka Huang Kun bisa memenangkan pertarungan pertamanya dan menyingkirkan salah satu pendekar muda kuat dari turnamen.
Kini Li Yong menjadi sangat berharap pada ketiga perwakilan sekte Kuil Teratai, dia memasang wajah yakin namun ekspresi itu hanya bertahan beberapa saat saja.
Shen Xuemei tidak kelihatan yakin seperti sebelumnya, bisik-bisik di bangku penonton terdengar samar di telinga namun Li Yong masih dapat mendengarnya.
__ADS_1
"Hei, gadis kipas itu... Apa kau pernah mendengarnya?"
"Ah, tidak, memangnya kenapa?"
"Apa kau pernah mendengar sekte Tengkorak Besi?"
"Apa!? Jadi dia gadis dari sekte besar itu? Namanya begitu misterius, sekte Tengkorak Besi sangat menutup dirinya dari dunia persilatan namun hari ini mereka menampakkan diri!'
Penonton gaduh melihat gadis dari sekte Tengkorak Besi itu. Pasalnya, sekte Tengkorak Besi adalah salah satu sekte aliran netral terkuat yang selalu menutup diri. Dikatakan banyak jagoan muda yang tumbuh di sekte ini tanpa diumbar ke dunia luar.
Sekte ini menjadi salah satu sekte yang begitu disegani karena kehebatannya dalam memerangi aliran hitam selama puluhan tahun belakangan, hanya dengan satu jagoan mereka saja bisa membunuh sampai ratusan pendekar aliran hitam apalagi dikatakan salah satu pendekar tanpa batas berasal dari sana.
Shen Xuemei tentu lebih memahami situasinya daripada yang lain, dia merasa awal pertama pertarungannya tak semudah yang dia pikirkan.
Sambil berpikir Shen Xuemei terus saja menatap sang gadis Tengkorak Besi yang tengah memandangi dengan tatapan menggoda.
Pemuda itu memejamkan matanya pelan.
Semua terasa berhenti, para penonton terdiam menunggu detik-detik pertarungan selanjutnya.
Saat membuka matanya, Shen Xuemei tiba-tiba menghilang dari pandangan sekejap mata. Gadis Tengkorak Besi tersenyum sinis.
"Jangan sangka hanya dengan kecepatan itu kau bisa mengelabuiku."
Kipas di arahkan ke belakang menghasilkan puluhan pisau angin yang tajam.
Shen Xuemei mendecak karena dia merasa lemah dalam serangan jarak jauh, andai saat ini dia memiliki jurus Angin Desa Daan milik Xin Fai maka kemenangan sudah pasti berada di tangannya.
Shen Xuemei bergerak lincah seolah tak memedulikan pisau angin yang menggores lantai pertandingan, sang gadis masih saja tertawa seperti nenek lampir.
Shen Xuemei menyadari perbandingan kekuatan mereka berdua hanya berbeda tipis. Lebih tepatnya gadis Tengkorak Besi ini adalah salah satu jagoan di sekte besar sedangkan dirinya adalah jagoan nomor 1 di sekte menengah.
Gadis Tengkorak Besi tentu sedikit lebih kuat dibandingkannya, maka dari itu Shen Xuemei mencoba untuk mencari cara agar bisa menaklukkan lawannya.
__ADS_1
***