Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 234 - Ikat Kepala


__ADS_3

"Apa ini?" Ucapnya sembari melihat-lihat. "Ikat kepala dengan tulisan nomor satu?"


"Aku teringat sesuatu..." Salah satu anggota bercelutuk. "Lu Rong bilang dia ingin pergi pada penjahit untuk membuatkan ini, mungkin sebagai perayaan setelah satu bulan berada di Aliansi Pedang Suci..."


Xin Fai tersenyum kecil. Dia mengambil kain putih panjang tersebut dan mengikatnya di kepala. "Kami akan membawa namamu dan juga Yin Fang dalam Aliansi Pedang Suci, beristirahatlah dengan tenang. Sekarang tugas kami untuk menumpas semua musuh Kekaisaran."


Pemakaman berlangsung seadanya, mereka memberikan penghormatan pada makam dua orang tersebut.


Aliansi Pedang Suci bergerak serentak menuju dermaga, langit siang mulai berganti sore hari itu. Udara bertiup kencang membuat air laut bergemericik kecil. Kapal yang mereka tumpangi hanya bisa menampung setengah dari seluruh jumlah anggota, mereka menyewa dua kapal sekaligus.


Beberapa orang mengistirahatkan diri dengan bersandar pada dinding kapal, sedikit obrolan terdengar di mulut mereka.


"Hei, jika dua orang itu mati maka tak lama lagi mungkin kita juga akan menyusul."


"Apa kau takut? Ke mana nyalimu selama ini? Bukannya Ketua Xin sudah bilang dari awal, sejak masuk ke sini kita tidak membutuhkan sesuatu yang bernama nyawa lagi."


Lawan bicaranya menyangkal. "Bukan begitu, andaikan saja semua orang dari kita mati lalu siapa yang akan membawa nama Aliansi Pedang Suci?"


"Aku." Xin Fai muncul tak lama kemudian, ikat kepala di dahinya berkibar. Membuatnya semakin memiliki kharisma di mata para anggota.


"Aih Ketua Xin, kau jadi lebih keren dengan ikat kepala itu dan... Apa itu? Jepit rambut?"


Xin Fai tertohok saat salah satu anggota menyadari jepit itu setelah sekian lama. Padahal dirinya sudah mencoba menutupinya dengan rambut, tapi karena angin terlalu kencang si jepit rambut sialan itu masih bisa terlihat.


"Jangan menertawakanku, atau kutenggelamkan kapal ini." Xin Fai hanya berkata miris, masih tidak terima dengan keberadaan jepit rambut hitam ini. Memang tidak terlihat feminim, tapi tetap saja mengganggu penampilannya.


"Baik, baik Ketua."

__ADS_1


Ancaman dari mulut pimpinan mereka membuat yang lain hanya bisa tertawa dalam hati, tentu dengan susah payah agar tidak ketahuan oleh Xin Fai.


Setibanya di kota selanjutnya mereka segera bergerak menuju kota Renwu. Mungkin jika bergerak dalam kecepatan tinggi dalam waktu seminggu bisa sampai, jalan terjal dan musim ekstrem menjadi pengecualian. Bisa jadi perjalanan mereka terhambat karena dua hal tersebut.


Di hari ketiga perjalanan kembali menuju Kota Renwu, kelompok Aliansi Pedang Suci berhenti di satu tempat yang telah porak poranda. Ratusan rumah hancur berkeping-keping dengan sisa asap pembakaran masih menyatu di udara.


Agaknya delapan puluh persen dari desa tersebut telah hancur tak bersisa, para penduduknya pun telah melarikan diri hanya ada beberapa mayat yang bergeletakan di sepanjang jalan. Xin Fai turun dari kudanya demi bisa memastikan keadaan, ketika baru saja memeriksa satu mayat suara derap kaki terdengar di depan sana.


"Mayat ini... Mereka utusan dari salah satu sekte kecil," kata Zhu Yue setelah mengenalinya. Dia menatap ke depan dan menyadari di sana ratusan Manusia Darah Iblis telah membentuk satu barisan bersama bendera kalajengking merah.


"Jangan katakan tempat ini semacam perangkap?" Ho Xiuhan bersuara, terdengar ketakutan.


"Perangkap?" Xin Fai menoleh ke arahnya penasaran. Ho Xiuhan pasti lebih mengetahui segala taktik dan cara Manusia Darah Iblis bekerja.


"Mereka menghabisi desa ini untuk menarik perhatian musuh, melihat mereka dengan percaya diri seperti ini kemungkinan pasukan yang mereka bawa lebih dari lima ratus orang..."


Kegaduhan mulai tak terelakkan sama sekali, membunuh dua ratus saja mereka sampai kehabisan napas. Apalagi seluruh orang di sana rata-ratanya adalah pendekar besar. Bukan tidak mungkin Aliansi Pedang Suci hanya tinggal nama setelah ini.


Namun satu-satunya orang yang tidak gentar sama sekali adalah Xin Fai, dia masih tenang seperti biasa. Hanya satu yang menjadi permasalahannya, dengan jumlah sebanyak itu mungkin butuh waktu lama untuk menghabisi mereka semua belum lagi jumlah korban yang meninggal di pihaknya nanti. Sebisa mungkin dia tidak ingin nyawa anggota terancam. Setelah mempertimbangkan banyak hal, dia akhirnya berbicara.


"Yang berhasil membunuh lebih dari tiga puluh akan mendapatkan seribu keping emas. Kalian sanggup?"


"Tentu saja Ketua!" Penawaran menggiurkan itu tidak bisa mereka tolak, setelah sebelumnya putus harapan semangat mereka mulai membara seperti sedia kala.


"Satu pesanku, jangan bertindak gegabah. Menyerang dari jarak aman saja, kalau bisa gunakan busur kalian."


Dia beralih ke arah Zhu Yue. "Kau yang lihat bagaimana kinerja mereka, hadiahnya akan dibagikan saat kita kembali ke Kota Renwu."

__ADS_1


"Aku mengerti, Ketua Xin." Zhu Yue menunduk.


Setengah dari Aliansi Pedang Suci mulai menarik anak panah menyambut kedatangan musuh. Tak begitu lama gelombang musuh selanjutnya datang membuat mereka kembali gentar, jumlahnya hampir tiga ratusan orang. Menghadapinya sekaligus bukanlah perkara mudah.


Di detik-detik terakhir dua pasukan saling bertubrukan, bunyi senjata terdengar di mana-mana dan satu demi satu nyawa melayang di desa tersebut. Sejauh ini situasi masih dalam kendali, tidak ada korban jiwa yang jatuh di pihak Aliansi Pedang Suci.


Xin Fai menarik napas dalam, mengangkat pedangnya agar sejajar dengan bahu.


"Kitab Tujuh Kunci - Seratus Pedang Purnama!"


Di antara ratusan musuh yang saling berhimpitan Xin Fai membabat tanpa henti, potongan tubuh mulai berserakan bersama jerit kesakitan. Tanda bunga api menyala di balik ikat kepalanya saat dia menggunakan kekuatan iblis. Dengan begitu mudahnya puluhan nyawa melayang di pedangnya, Xin Fai tidak memedulikan kata-kata memohon ampunan dari musuh dan hanya akan berhenti ketika korbannya habis.


Dia mencari di titik lain dan menggunakan Ilusi Hujan Darah pada lebih dari lima puluh orang sekaligus. Sesaat seorang musuh berusaha menyerang ketika dia fokus menggunakan jurus tersebut namun yang terjadi berikutnya justru membuat dia tercengang hingga pedang di tangannya jatuh ke tanah.


Satu temannya lagi mencoba menusuk tepat di jantung Xin Fai namun pedangnya hanya sebatas tembus tidak bisa mengenai apapun.


Xin Fai membuka matanya membuat dua pria itu mundur ketakutan, ratusan pisau emas berkeliling di sekitarnya dalam sekejap mata lalu bergerak cepat menikam mereka.


Anggota Aliansi Pedang Suci tak kalah ganasnya, ratusan sudah nyawa melayang di tangan mereka. Beberapa anggota Aliansi Pedang Suci yang terluka parah menjadi prioritas utama, mereka yang terluka dipaksa berhenti dan hanya menunggu di belakang sesuai arahan Xin Fai, menonton teman-temannya berburu iblis pembuat dosa. Hal itu tentu sangat memalukan tapi mau bagaimana lagi, tampaknya pimpinan mereka tidak ingin ada korban jiwa di pihaknya dalam pertarungan kali ini.


Chang Wei, salah seorang anggota Aliansi Pedang Suci yang paling muda jatuh tersungkur saat belati menyambar bagian perutnya, tidak ada satupun rekannya yang berada cukup dekat. Jumlah mereka yang lebih sedikit tertutupi oleh musuh dengan jumlah lebih banyak. Dia hanya bisa memegang belati itu dan mencoba mundur kala musuh hendak menghujam kepalanya dengan pedang.


Sedetik sebelum pedang itu mengenai kepala Chang Wei, Ho Xiuhan datang dari kejauhan menggunakan kudanya. Dia menepis pedang musuh menggunakan tongkat panjang. Untung saja nyawa Chang Wei terselamatkan. Pria itu turun dari kudanya dan berdiri di hadapan Chang Wei. Tiba-tiba musuhnya berkata tajam.


"Oh, lihatlah siapa yang sudah menjadi pengkhianat kelompok."


***

__ADS_1


__ADS_2