Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Kemarahan Teo


__ADS_3

Penduduk yang melihat pertarungan Omen berbicara berbisik bisik dan mencoba mencari tau siapa Teo sebenarnya. Mereka membicarakan Teo dengan menutup mulutnya dengan satu tangan.


Tidak ada angin ataupun hujan, 5 orang mendekati Teo. 2 orang dari mereka membawa pedang dan sisanya membawa tombak dan perisai. Dari emblem yang mereka kenakan, mereka berada ditingkat paladin. Dari kelima orang itu 1 pendekar mengenakan armor perak, keempat sisanya memakai baju biasa seperti masyarakat pada umumnya.


Salah satu dari mereka membelokan pandangannya ke arah Omen yang tidak sadarkan diri, lalu kembali menatap Teo dengan tajam. Sementara lainnya membubarkan penduduk yang awalnya melihat mereka.


"Siapa dirimu anak muda?" Salah seorang bersiap melepas pedangnya.


Dengan santai Teo melihat mereka berlima yang sudah bersiap menyerang Teo. "Aku Teo, dan..." Belum sempat ia mengucapkan kalimat, pedang mengarah keleher Teo.


Teo menghindar dengan mendorong tubuhnya kebelakang. "Kau sudah mengancam keselamatan prajurit kerajaan yang berarti menantang kerajaan. Bersiaplah untuk mati!!!"

__ADS_1


Serangan salah seorang pemegang tombak hampir mengenai Teo. Saat serangan dari pendekar pedang yang mengenakan armor perak, Teo sudah mencoba menghindarinya. Tapi jubah dan sedikit rambut panjang Teo terpotong.


"Kau cukup hebat Teo, tapi sayang sekali kau harus mati. Menangislah disisi dewa," ucap pendekar berarmor itu.


Serangan beruntun berhasil dihindari oleh Teo, saat tebasan ke sembilan, Teo membaca gerakannya dan menendang sisi tumpul dari pedang pendekar itu hingga lepas dari genggamannya. Pedang dari pendekar itu terlempar dan menghujam ke tanah.


"Maafkan aku, tapi aku tidak punya urusan dengan kalian. Aku berharap kalian pergi, dan kalau Omen adalah teman kalian... Bawalah dan rawat ia," ucapan dingin Teo membuat pendekar berarmor itu marah dan memerintahkan teman temannya menyerang Teo.


Mereka berempat langsung menyerang Teo sedangkan pendekar berarmor mencabut pedangnya dan ikut menyerang Teo bersama.


Mereka berlima terus menyerang Teo dengan membabi buta hingga debu debu asap yang ditumbulkan perlahan menebal. Salah seorang pendekar melempar tombaknya dan berhasil dihindari Teo. Tombak yang Teo hindari mengarah ke Rosa. Menyadari hal itu Teo menggunakan langkah kilat dan menangkap gagang dari tombak. Kurang dari 2 cm tombak akan melukai Rosa.

__ADS_1


Wajah Teo yang begitu tenang berubah 180 derajat. Ia menoleh ke arah para pendekar itu, "kalian benar... Sekarang kita punya urusan..."


Menyadari akan langkah kilat yang digunakan Teo, mereka tau bahwa yang dilatih langkah kilat hanya keluarga kerajaan.


"Jangan takut! Aku tidak pernah mendengar salah satu keluarga kerajaan memiliki rambit hitam panjang dan bermata biru. Ayo serang dia lagi!!" ucapan pendekar berarmor itu tidak didengar oleh Teo. Teo tetap menggunakan langkah kilat dan melaju kearah pria berarmor. Memegang gagang pedang dan memukul dada dari pria itu dengan sikunya. Pria berarmor terlempar beberapa meter dan berguling guling akibat serangan Teo. Sementara pedangnya berhasil di rebut oleh Teo. Tanpa melakukan gerakan sia sia, ia berpindah kearah belakang dari para pendekar yang tersisa.


Mata dari pendekar yang tersisa terbelalak akan kecepatan dan kekuatan Teo. Sedetik kemudian mereka semua tumbang tanpa sempat melihat serangan dari Teo.


"Argh... siapa kau sebenarnya?" Tanya pria berarmor yang mulai mengeluarkan darah segar dari mulutnya.


Teo yang masih marah akan tindakan yang mereka buat, "aku Teo, murid dari Leo."

__ADS_1


Mendengar ucapan dari Teo, pria berarmor itu semakin ketakutan dan akhirnya jatuh pingsan.


__ADS_2