Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 176 - Kebenaran Yang Terungkap


__ADS_3

Pimpinan Gagak Putih datang dengan nada bicaranya yang terkesan menghina, dia bisa menebak bahwa pemuda tampan beserta pasukan armor itu merupakan Lan An dan orang-orang dari sektenya yang mulai terkenal berkat sepak terjangnya beberapa tahun terakhir.


Namun ketika lelaki itu melihat lebih jelas lagi dia merasa pasukan itu bukan berasal dari sekte yang dimaksudnya, Xin Fai menarik napas menghadap lelaki itu.


"Kutebak kau pasti pimpinan mereka semua."


"Tanpa perlu menebak juga kau sudah tahu, kan?"


"Tidak, aku hanya memastikan. Kukira kau banci yang menyasar dari toko baju wanita di sana." Ia menunjuk dari arah pimpinan Gagak Putih datang, apalagi melihat rambut pria itu panjang lurus layaknya seorang kembang desa.


"Kau-!?" Geramnya dengan wajah padam. "Kau akan menyesal setelah merasakan ketajaman pedangku!"


Xin Fai memasang kuda-kuda siap hendak menerima serangan tersebut, ketika itu juga Yong Tao memegang pundaknya dari belakang dan berujar tegas setelahnya.


"Pertarungan ini biar aku yang selesaikan, aku juga harus membereskan orang itu agar tidak terus merusuh di Kekaisaran kita."


Yong Tao melesat tajam menyerang lawannya yang kini menyambut serangan seperti tanpa beban, rambutnya yang panjang memang selalu membuat lawannya ragu ingin membunuhnya atau tidak. Memang banyak yang mengira pendekar pria ini sebagai perempuan jika dilihat dari belakang.


Lagi-lagi tebasan kencang menyusul setelah serangan pertama Yong Tao, pimpinan Gagak Putih selamat karena pedang pria itu menancap di dinding kayu di belakang. Pria itu beralih mengambil posisi serang dan hendak melukai bagian vital Yong Tao.


Trangg!


Satu pisau cahaya bertabrakan dengan pedang pria itu, kemudian hilang di udara. Pimpinan Gagak Putih mengangkat kepala hendak menoleh ke arahnya namun dia segera menghindar saat menyadari Yong Tao hampir saja menghujam pundaknya.


"Sial! Pemuda itu berniat menyudutkanku!" dia menggerutu kecil, setiap langkah dan gerakannya selalu menjadi incaran maut, Xin Fai tidak berniat melepaskannya sebelum nyawanya habis di pedang Yong Tao hingga akhirnya si pimpinan Gagak Putih itu tumbang ketika lawannya berhasil melepas serangan telak yang menembus jantungnya.


Pria itu muntah darah memegangi dada kirinya kemudian jatuh terkapar setelah itu, selesai menghabisi nyawa pimpinan Gagak Putih Yong Tao menolehkan pandangan ke belakang.


Dia mendapati Xin Fai hendak pergi setelah berbincang-bincang dengan kepala desa di seberang sana.


"Tunggu, anak muda!" Yong Tao mengangkat tangannya sembari berjalan cepat, dia menyusul ke tempat itu tergesa-gesa.


"Ada yang harus kubicarakan denganmu."


"Aku?" Xin Fai menunjuk dirinya sendiri. Dia menarik napas berat setelah melihat Yong Tao menganggukkan kepalanya. Perjalanan menuju markas Manusia Darah Iblis berikutnya terpaksa harus dia hentikan lagi.


Sedangkan para pasukan Yong Tao membereskan para mayat yang bergelimpangan di ruas-ruas jalan, dia dan Xin Fai kini berjalan menuju ke tempat yang lebih sepi.

__ADS_1


Yong Tao memintanya untuk duduk di sebuah kursi kayu dan duduk berhadapan dengannya. Tanpa berbasa-basi lagi Yong Tao segera mengutarakan maksudnya.


"Maaf sebelumnya karena terlalu terburu-buru menanyakan hal ini," ucapnya dan segera diangguki pelan oleh pemuda di hadapannya. "Apa benar kau pendekar yang telah membantai seluruh Manusia Darah Iblis di markas pusat kota Sanmin?"


Sejak awal tadi Xin Fai sudah mengetahui apa yang akan keluar dari mulut pria itu, dia berpikir kembali sebelum menjawab.


"Ya, aku yang melakukannya."


Yong Tao mendekatkan wajahnya membuat Xin Fai terpaksa memundurkan badannya aneh, pria itu meneliti wajahnya agak lama seperti tidak asing dengan wajah tersebut.


"Begini," ucap Yong Tao sambil membetulkan posisi duduknya. "Kau pasti pernah bertemu dengan Pilar Kekaisaran bernama Xiang Yu, kan?"


Xin Fai mengerutkan alisnya tanda tidak tahu, dia berusaha mengingat kembali.


"Aih, maksudku orang yang bertemu denganmu saat di markas pusat. Namanya Xiang Yu, dia yang memberitahuku tentang hal ini..." Sebelum Xin Fai sempat merespon Yong Tao lebih dulu berbicara.


"Boleh aku tahu mengapa kau melakukan itu semua? Maksudku, membantai semua orang itu sendirian? Kurasa kau pasti memiliki alasan yang kuat untuk hal itu."


"Aku hanya ingin membasmi para Manusia Darah Iblis dari muka bumi ini, agar ke depannya tidak ada lagi orang yang merasakan hal yang sama dengan apa yang kualami dulu."


"Hah?"


"Aku yakin kau berasal dari Kekaisaran Shang, anak muda. Jadi begini, karena tujuanmu sama seperti kami aku ingin menawarkan dirimu untuk masuk ke aliansi aliran putih yang berkerja langsung di bawah perintah Kaisar Qin."


Tidak ada tanda-tanda Xin Fai akan tertarik dengan penawarannya, namun Yong Tao tetap bersemangat seperti tadi.


"Bahkan kalau kau mau aku berjanji akan membantumu untuk menjadi pengganti Pilar Kekaisaran kedua, meskipun masih begitu muda aku bisa melihat kau begitu berbakat."


Xin Fai mengarahkan pandangannya ke tempat lain tanpa minat. "Kurasa lebih baik aku bergerak sendirian seperti ini, aku tidak mau harus melibatkan orang lain."


Xin Fai tak ingin orang lain harus mati demi melindunginya, jika diingat-ingat lagi Lang juga harus mati karenanya. Dia mengeratkan kepalan tangan ingin segera menghabisi semua Manusia Darah Iblis.


"Kaisar Qin berjanji akan memberikan apapun yang kau mau. Satu lagi, apa kau yakin ingin menolak penawaran ini? Kau bisa langsung menjadi pimpinan Aliansi Pedang Suci."


"Apa itu nama aliansi baru yang kau maksud tadi, Senior Yong?"


Tidak ada jawaban lagi setelah percakapan itu, Xin Fai memastikan dirinya tidak salah bicara dan merasa tidak ada yang bermasalah dalam perkataannya.

__ADS_1


Yong Tao memijit keningnya perlahan. "Entah kenapa saat melihatmu aku seperti teringat seorang anak kecil..."


Xin Fai memilih menyimak laki-laki itu berbicara. "Mungkin kalau dia masih hidup, kekuatannya akan setara denganmu. Aih, anak itu... Seharusnya dulu aku tidak menyuruhnya pergi ke Hutan Kabut."


Xin Fai hampir saja tertawa namun dia mengurungkan niatnya ingin sekali mengusili laki-laki ini.


"Bagaimana jika kukatakan arwah anak itu masih bergentayangan?"


"Jangan berusaha mengerjaiku, aku bukan pria penakut."


"Kalau kukatakan anak kecil itu adalah aku, apa kau akan percaya?"


Sebentar Yong Tao mencoba mencerna perkataan Xin Fai, dia memalingkan wajah ke arah pemuda itu dan melihat ekspresi wajah yang begitu mengerikan tengah menyambutnya.


"Harrgh!" Teriak Xin Fai seperti ingin memakannya.


"Aaagh! Kau membuatku terkejut!" teriak Yong Tao merasakan jantungnya hampir melompat dari mulut, dia menarik napas tidak beraturan, meskipun kesal dikerjai namun dia masih bisa tertawa. Xin Fai terkekeh geli saat berhasil mengerjai si pendekar nomor satu ini.


Setelah bisa mengendalikan diri Yong Tao kembali berbicara. Terlihat jelas dia tengah berpikir keras akan pernyataan Xin Fai tadi, meskipun sedikit berharap apa yang dikatakan pemuda itu benar adanya namun dia merasa hal itu juga tidak mungkin.


"Oh aku lupa, aku belum menanyakan namamu."


"He? Tadi kan aku sudah mengatakan diriku adalah anak kecil yang kau sebutkan tadi."


"Ck, kau sudah mengerjaiku tadi. Jangan kira aku akan tertipu untuk yang kedua kalinya."


Xin Fai mengeluarkan sedikit tenaga dalamnya membuat tubuhnya bersinar cahaya agak keemasan. "Ini aku, Xin Fai. Peserta Turnamen Pendekar Muda yang hari itu menjadi buta dan lari ke Hutan Kabut untuk menyelamatkan diri."


Sedikit terkejut Yong Tao ketika menyadari Xin Fai tidak berbohong akan ucapannya tadi, dia mulai sedikit mengingat kekuatan anak kecil 7 tahun yang lalu itu dan merasa cahaya emas tersebut sama dengan apa yang dilihatnya dulu.


"Jadi... Jadi kau masih hidup?" Hanya itu kata-kata yang dapat terucap dari bibirnya.


***


**musim hujan gini rentan demam sama pilek, otak juga ikutan susah buat berpikir jadi maaf up-nya macet wkwkkwkw


kalian jg jaga kesehatan btw, sehat itu mahal 💃**

__ADS_1


__ADS_2