Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 279 - Hadiah dan Kutukan


__ADS_3

Bendera Kekaisaran Shang berkibar kencang ditiup angin, memasuki sebuah kawasan yang menjadi momok menakutkan bagi sekelompok pendekar aliran putih. Di sanalah para iblis bersemayam, mereka manusia yang tak memiliki belas kasih kepada sesama manusia, Manusia Darah Iblis.


Seperti yang pernah dikatakan bahwa gerbang mereka dibuat dengan lapisan logam berat yang sangat sulit ditembus. Xin Fai berhenti sebentar, menghadap ke arah gerbang mereka yang berjarak ratusan meter dari tempat kudanya berhenti.


Tatapannya jatuh pada Liu Fengying yang ternyata sudah lebih menunggu kedatangan mereka, memang tidak bisa ditutupi lagi bahwa selama satu bulan belakangan Kekaisaran Shang secara terang-terangan memberitahukan akan melakukan perang besar terhadap Manusia Darah Iblis dalam upaya membela kemanusiaan.


Hal ini menyebabkan banyak masalah, meskipun selama beberapa tahun ini musuh mengalami kemunduran besar tapi tidak bisa diremehkan bahwa jumlah mereka masih tetap menguasai Kekaisaran Shang. Dan dalam peperangan ini seperti yang Xin Fai perkirakan mereka mengirim anggota mereka ke markas utama. Karena di sanalah jantung kelompok mereka berada.


"Semuanya bersiap! Jangan takut untuk membunuh iblis, tajamkan pedang kalian untuk membela yang lemah!"


Senjata-senjata teracung ke atas mempertandakan bahwa pasukan kuda yang berdiri di baris depan siap bertempur dan dipimpin langsung oleh Xin Fai. Sedangkan musuh telah bersiap menarik busur api di tangannya.


Tak berapa lama siluman burung mulai menguasai langit, Xin Fai tidak memperkirakan jumlah mereka akan sebanyak ini. Tanpa memusingkan lebih banyak lagi dia segera maju menghantam musuh, pasukan telah terlanjur di bawa. Tidak ada alasan untuk mundur lagi.


"Serang!!"


Suara derap kaki kuda menggema membuat bumi bergetar, ribuan pasukan berkuda mulai menyerang menuju gerbang markas mereka.


Liu Fengying menurunkan tangannya yang dalam seketika membuat para Manusia Darah Iblis melepaskan anak panah berapi, untungnya pasukan berkuda telah dilengkapi dengan perisai.


Namun yang menjadi kendala adalah kuda yang mereka tunggangi tak luput dari serangan jarak jauh tersebut.


Situasi perang mulai memanas, satu per satu kuda telah jatuh ke tanah dengan tubuh penuh tusukan panah. Semakin dekat pasukan berkuda mendekati gerbang musuh kian waspada, mereka mulai menempatkan para pendekar jagoan di atas dinding tersebut agar tidak ada yang berhasil memanjat naik.


Liu Fengying merasa cukup percaya diri bisa menghancurkan musuh sebelum mereka dapat masuk ke dalam wilayah kekuasaannya. Terbukti dengan banyaknya kuda yang telah mati di tangan mereka. Bahkan mulai mendekati angka ratusan dalam hitungan menit.


"Bunuh mereka tanpa bersisa! Atau kalian yang aku bunuh setelah ini!" Liu Fengying menyeru keras sekali, membuat para anggotanya mulai ketakutan. Serangan yang digencarkan sepuluh kali lebih ganass dari sebelumnya.


"Berhenti!!!"

__ADS_1


Xin Fai berteriak tak lama setelah Liu Fengying menyeru, kini mereka berdua adalah pimpinan dua kubu tersebut. Liu Fengying menarik senyum licik yakin bahwa Xin Fai gentar setelah melihat keganasan anggotanya.


Melihat ribuan kuda telah berhenti di depan gerbang Liu Fengying berniat menyuruh pasukannya membantai langsung semua orang yang mengganggu wilayah kekuasaannya, tentunya tanpa harus membuat markas rusak.


Tapi dibanding itu semua hanya ada sepuluh kuda yang tetap bergerak, tanpa gentar maupun takut. Di atasnya masing-masing ditunggangi oleh pendekar dengan jubah hitam dan kepala tertutup.


Salah seorang anggota Manusia Darah Iblis awalnya tak terlalu memedulikan keganjilan tersebut tapi dia tak bisa mengabaikan pergerakan penunggangnya yang terbilang sangat kaku. Dia menembak salah satu penunggang tersebut yang langsung jatuh terkapar di tanah dengan kaku.


"Sial... Itu boneka!" Teriaknya setelah itu, menarik busur lebih cepat lagi dan berhasil mengenai yang lainnya.


Liu Fengying menyadari keganjilan tersebut, dia mulai menalar apa yang tengah terjadi tapi sayangnya terlambat. Kini sepuluh kuda hampir tiba di depan dinding batu yang menjulang tinggi melindungi markas.


Sementara Xin Fai membidik dari jauh, satu busur itu dia dapat menembakkan tiga anak panah sekaligus. Xin Fai melakukannya tanpa ragu-ragu, saat anak panah dilepaskan seketika terdengar bunyi ledakan yang seperti membelah langit.


BOOM!


Kesepuluh kuda yang membawa peledak berhasil dibidik dengan tepat, kini dinding batu rubuh membuat orang-orang yang berdiri di atasnya jatuh ke bawah dan mengalami patah tulang akibat himpitan batu yang sangat berat.


Liu Fengying mulai serius akan keadaan yang semakin memojokkan pihaknya, gerbang yang terbuat dari logam yang beratnya sampai berton-ton itu takkan mampu menahan iblis kecil yang telah mengincarnya sejak dulu itu.


"Kau ini memang keras kepala sekali..." geram Liu Fengying sembari menatap Xin Fai menusuk, ingin sekali membenturkan kepalanya di dinding sampai berdarah.


Kini ribuan pendekar telah memasuki markasnya, pasukan berkuda juga tak luput dalam peperangan. Beberapa pemanah yang berdiri di barisan belakang ikut serta menyerang, mereka ditugaskan untuk membunuh para pemanah yang berdiri di atas dinding markas.


Gejolak peperangan kembali menguasai markas utama Manusia Darah Iblis, dalam satu detik lima sampai sepuluh nyawa melayang begitu saja. Darah mulai membanjiri tanah bersama teriakan-teriakan yang membuatĀ  ngilu telinga. Tanpa disadari kini keadaan sama-sama berimbang, baik pihak musuh dan pihak mereka telah kehilangan banyak anggota.


Xin Fai melayang ke arah Liu Fengying, memang sejak awal dia sudah menargetkan pria itu untuk membunuhnya. Sekarang dengan kekuatan milik Naga Air tak ada lagi yang harus ditakutkannya, Liu Fengying bahkan bukan lawannya lagi.


Sebelum sempat menyadari kehadirannya, Liu Fengying masih memerhatikan situasi yang sudah di luar kendali. Tiba-tiba kerah bajunya terangkat tinggi-tinggi, dapat dilihatnya tatapan penuh kebencian menyerbunya dari mata seorang pemuda.

__ADS_1


Kelopak matanya yang agak keemasan berkilat penuh amarah akibat dendam yang telah disimpannya selama belasan tahun ini.


"Di mana... Di mana kau sembunyikan Xin Xia?"


"Apa aku terlihat seperti akan memberitahukannya padamu?" Liu Fengying membalas balik, dengan wajah yang begitu menyebalkan dilihat saat kepala Xin Fai telah mendidih.


Tak terbayangkan lagi sudah begitu banyak Manusia Darah Iblis merenggut kebahagiaannya. Hari ini benar-benar adalah hari pembalasan akan apa Yang mereka lakukan selama ini.


"Cepat katakan atau-"


"Atau apa? Kau ingin membunuhku?" potong Liu Fengying menepis tangannya kasar sambil menepuk bajunya, sikap jijik itu semakin membuat Xin Fai terbakar emosi.


"Atau aku akan membunuh semua orang yang ada di sini."


"Hahahhaha!" Liu Fengying tertawa kencang sampai beberapa menit kemudian. Tidak menjelaskan apapun dan hanya tertawa tanpa henti.


Xin Fai mencengkram pedang Kaisar Langit di tangannya ingin langsung memenggal leher pria itu namun masih ditahannya sebentar. Membiarkan pria itu bersenang-senang sebelum ajal menjemputnya.


"Kau menginginkan adikmu, bukan?"


"Kau mengetahuinya!?" Xin Fai melototi pria itu, ternyata dia mengetahui hubungan darah keduanya. Manusia Darah Iblis pasti mengetahui pasti apa yang membuat dia dan adiknya terlibat secara langsung dalam hal ini.


"Hadiah dan Kutukan, apa kau percaya tentang itu semua?" Liu Fengying mengangkat kedua tangannya.


"Kalau kau belum tahu adikmu tersayang bisa menjelaskannya langsung kepadamu...."


Di balik tubuh Liu Fengying sekarang muncul Xin Xia yang melayang di udara, mulutnya ditutup oleh jaring laba-laba serta kuku tajam seperti iblis. Rambutnya yang panjang hingga ke ujung kaki membuat penampilannya sama sekali tidak bisa dikenali Xin Fai.


Xin Fai tersenyum kelu saat melihat adiknya ternyata sudah gadis, wajahnya yang ditutupi tak mengurangi kecantikan parasnya.

__ADS_1


"Xia'er... Kau masih hidup."


__ADS_2