
Shen Xuemei adalah salah satu murid jenius yang memiliki sifat penyendiri dan tak mau menambah teman, sifatnya yang begitu cuek serta angkuh membuat orang tak mau mendekatinya. Terlepas dari wajahnya yang bisa dibilang tampan, Shen Xuemei berhasil menduduki peringkat pertama dari 3 murid terkuat di sekte Kuil Teratai.
Setelah mendengarkan penuturan Huang Kun, Xin Fai memiliki sedikit gambaran tentang sosok bernama Shen Xuemei ini.
Huang Kun berpesan padanya agar nanti sebaik mungkin ketika di perjalanan Xin Fai tak berurusan terlalu jauh dengan orang bernama Shen Xuemei ini. Tanpa dikatakan Huang Kun, Xin Fai sudah lebih dulu berpikir demikian karena dia sendiri tak begitu menyukai orang-orang dari keluarga bangsawan.
Tao Wei mengatakan perjalanan mereka akan dikawal oleh Li Yong, Xin Fai bersyukur mendengarnya. Dia sendiri cukup akrab dengan pria tersebut, Huang Kun juga tak keberatan.
Setelah menjelaskan hal penting lainnya Tao Wei beranjak pergi seusai berpamitan, Huang Kun mengembuskan napas pelan ketika itu.
"Perjalanan menuju Kota Sinhua akan memakan waktu yang cukup lama. Pastikan kondisi tubuhmu prima sebelum kita memulai perjalanan," pesan Huang Kun sebelum dia juga pamit. Xin Fai menganggukkan kepalanya pelan.
Langit sore mulai berwarna emas, Xin Fai menikmati angin sejuk di sekitarnya sebelum meninggalkan tempat ini. Bagaimanapun juga Xin Fai menyukai suasana di sini, suasana di sekte Kuil Teratai sangat nyaman berbeda dengan desanya dulu yang kumal serta penuh kegaduhan.
Namun belum beberapa saat pandangan Xin Fai jatuh pada seorang pemuda yang sedang berlatih pedang tak jauh darinya. Wajah pemuda itu layaknya seorang pangeran, pakaian yang dikenakannya juga terbilang mewah. Menunjukkan dirinya adalah seorang yang berasal dari keluarga bangsawan.
Melihat gerakan pemuda itu, Xin Fai mengambil kesimpulan bahwa dia adalah seorang jenius juga dari sekte Kuil Teratai. Garis wajah yang angkuh itu pula yang membuat Xin Fai teringat dengan perkataan Huang Kun.
"Jangan-jangan dia Shen Xuemei yang diceritakan tadi..."
Xin Fai hendak memalingkan wajahnya sesaat sebelum pemuda itu balik menatapnya. Wajah Xin Fai berubah ngeri saat mendapatkan tatapan yang sangat dingin itu.
Xin Fai tak pernah menyangka, baru saja dia berpikir untuk menjauhi pemuda bernama Shen Xuemei ini tiba-tiba orang itu sudah berada di hadapannya dengan tatapan terganggu.
Wajah dinginnya seperti es kutub utara, Xin Fai bergerak kikuk dibuatnya.
"Mengapa kau menatapku seperti itu?" Nada bicara pemuda itu datar, namun suaranya sangat angkuh.
"Aih... Ini mataku, bukan matamu. Jadi terserah padaku mau melihat ke manapun yang aku mau." Xin Fai menjawab jengkel, dia merasa tak menyinggung pemuda itu sama sekali.
Shen Xuemei tak bergeming, dia masih berdiri di tempatnya dengan tatapan tak lepas dari Xin Fai yang kini mulai terganggu olehnya.
__ADS_1
"Kenapa kau masih berdiri di situ?"
"Ini kakiku, bukan kakimu. Jadi terserah padaku mau berdiri ke manapun yang aku mau."
Shen Xuemei membalikkan kata-kata Xin Fai tadi, lawan bicaranya membuka tutup mulut tak percaya.
"Apaan kau meniru kata-kataku!"
"Memang ini mulutmu? Terserah aku ingin meniru atau tidak," jawab Shen Xuemei malas.
Xin Fai masih tak habis pikir dengan pemuda di hadapannya, tak mau memperpanjang masalah dirinya mencoba meminta maaf barangkali pemuda itu tak mengganggunya lagi setelah ini.
"Ya sudah, maafkan aku Senior tadi aku salah telah menatapmu," ucap Xin Fai. Namun Shen Xuemei seperti tak memedulikan permintaan maafnya, justru dia malah menyinggung hal lain.
"Apa kau mau berlatih tanding denganku juga?"
Pernyataan tiba-tiba itu membuat Xin Fai terbatuk-batuk kecil, dia segera menautkan alis bingung.
Kontan saja Xin Fai menelan ludahnya, dia merasa Huang Kun akan berada dalam masalah ke depannya dengan orang ini.
Xin Fai menggaruk belakang kepalanya canggung, "Ehehe... Kurang lebihnya, Senior."
Wajah datar Shen Xuemei tak sedikitpun berubah ramah, dia berkata pelan namun masih dapat jelas didengar Xin Fai.
"Aku tadi melihat latih tandingmu dengan Huang Kun, kekuatanmu boleh juga."
"E... Terimakasih," kata Xin Fai tak tahu harus bereaksi apa jika berhadapan dengan orang seperti Shen Xuemei. Sesaat pemuda itu memerhatikannya lebih cermat.
"Bagaimana? Kau mau atau tidak?"
Xin Fai tak bisa menolak permintaan Shen Xuemei, bagaimana pemuda tampan itu adalah seniornya. Mengingat Shen Xuemei merupakan murid nomor satu di sekte Kuil Teratai, dirinya memilih tak mencari masalah dengan pemuda itu.
__ADS_1
Xin Fai mengambil posisinya, semula Shen Xuemei tak melakukan penyerangan apapun berbeda dengan cara bertarung Huang Kun yang lebih dulu menyerangnya tanpa ragu.
Shen Xuemei sendiri lebih perhitungan dalam mengambil langkah, dia sama sekali tak gegabah untuk memenangkan pertarungan.
Karena merasa tak ada pilihan lain Xin Fai maju menyerang duluan, dengan Langkah Kilat Xin Fai berusaha mengecoh lawan namun tampaknya mata Shen Xuemei bisa melihat gerakannya dengan jelas.
Berkat pertarungannya dengan monster iblis dulu, Xin Fai dengan mudah mencapai kembali tingkatan Langkah Kilat dengan tubuh aslinya, dan juga pemahamannya dalam bertarung sudah lebih baik dari sebelumnya.
Shen Xuemei sendiri memiliki teknik pedang yang unik, dia sangat tenang dalam menanggapi serangan yang datang. Wajah datarnya sama sekali tak berubah bahkan Xin Fai sempat berpikir orang bernama Shen Xuemei ini adalah patung hidup.
Pertukaran jurus berselang beberapa lama tanpa ada satupun dari mereka yang terluka, hal itu terus berlangsung hingga langit mulai gelap.
Xin Fai mengendurkan serangannya saat merasa hari mulai malam, mereka harus segera kembali ke sekte.
Shen Xuemei menstabilkan deru napasnya yang terputus-putus, keadaan mereka sampai saat ini memang masih seri. Namun andaikan Xin Fai melanjutkan pertarungannya maka Shen Xuemei tak yakin bisa menang.
Xin Fai sendiri tidak terlihat kelelahan sedikitpun karena terus memulihkan tenaga dalamnya menggunakan energi alam. Dengan menggunakan teknik pernapasan tingkat tinggi, mudah saja baginya untuk menyerap energi itu ke dalam tubuhnya.
Shen Xuemei tak berkata-kata lagi, dia menatap Xin Fai sejenak membuat suasana berangsur canggung. Burung-burung telah kembali ke sangkarnya, matahari pun sudah tak nampak lagi, hanya sedikit cahayanya yang terlihat di ujung barat.
"Sepertinya latihan kali ini harus ditunda, kita akan menyelesaikannya kapan-kapan."
Setelah lama tak berbicara akhirnya Shen Xuemei bersuara, dia sebenarnya sulit merangkai kata-kata dan mengutarakannya pada orang lain.
Xin Fai mengangguk setuju, dia memasang sikap hormat.
"Baik Senior."
Karena merasa sudah tidak punya kepentingan lagi, Xin Fai segera pergi setelah ijin pamit. Dia tak menoleh ke belakang lagi hanya untuk sekedar menatap Shen Xuemei, baginya pemuda itu sangat aneh. Tatapannya yang sangat dingin benar-benar tidak bersahabat, wajahnya sangat kaku seperti tak pernah tersenyum.
Dan Xin Fai baru pertama kali bertemu dengan orang seperti itu.
__ADS_1