
Xin Fai bersembunyi di bawah akar pohon yang cukup besar, dia menelungkup menghadap ke arah datangnya musuh. Hawa pembunuh yang begitu kental membuatnya yakin bahwa mereka adalah anggota Manusia Darah Iblis.
Dan benar saja empat puluhan pria berotot tengah berjalan ke arahnya. Di dalam kegelapan sang malam pedang mereka nampak bersinar. Pedang itu memiliki ciri khas tersendiri hingga mudah dikenali dengan sebuah permata merah bercahaya disertai garis miring kemerahan yang membuatnya unik.
Aura yang dilepaskan oleh pedang tersebut penuh dengan kematian, aura itu akan semakin bertambah kuat jika korban yang ditelannya semakin banyak tergantung pada penggunanya sendiri.
Semakin banyak membunuh pedang tersebut semakin tajam, hal itulah yang membuat organisasi Manusia Darah Iblis begitu ditakuti di dunia persilatan karena kekuatan yang misterius itu. Mereka memiliki sebuah kitab dengan kekuatan di atas segala kekuatan. Salah satu di antaranya adalah Segel Dewa Iblis yang merupakan jurus rahasia dari kitab tersebut.
Dalam menggunakan pedang itu, hanya orang yang memiliki tato kalajengking merah yang dapat menggunakannya. Sedangkan pendekar biasa yang menggunakannya akan terhisap tenaga dalam beserta energi kehidupannya.
Lagipula pedang tersebut dibuat oleh seorang penempa pedang paling tersohor di Kekaisaran Shang yang bergabung dengan organisasi Manusia Darah Iblis, penempa pedang tersebut adalah seorang petinggi di organisasi mereka mengingat kekuatannya yang setara dengan Pilar Kekaisaran.
Jantung Xin Fai berdebar-debar kencang. Sambil mengatur pernapasannya, ia menunduk semakin dalam hingga dagunya bersentuhan dengan tanah.
"Dia pasti sedang bersembunyi! Cari dia sampai ketemu!"
"Bocah itu benar-benar! Dia membunuh sampai dua puluh orang pasukan kita! Itu tidak bisa dimaafkan, cepat cari dan penggal kepalanya!" maki yang lainnya, kumpulan pendekar tersebut melepaskan hawa pembunuh yang tidak biasa sampai membuat Xin Fai seketika lemas. Kakinya gemetaran, ia tak mau mengambil napas selagi mereka masih ada di sana.
Untungnya Xin Fai pernah belajar teknik pernapasan selama berlatih di air terjun. Nyatanya hasil jerih payahnya sangat berguna di situasi antara hidup dan mati seperti ini. Dirinya bisa menahan napas selama dua menit, dalam sekali tarikan napas menggunakan teknik tersebut dia bisa menarik lebih banyak udara masuk ke paru-paru.
Dari sedikit obrolan mereka Xin Fai menebak kematian dua puluh pendekar akibat racun tersebut telah menggemparkan Manusia Darah Iblis, sedikit rasa puas dia rasakan ketika menyadari hal itu. Xin Fai berhasil melenyapkan orang-orang yang membunuh keluarganya.
Setelah mengelilingi desa pembantaian itu Xin Fai dapat menghitung secara kasar anggota mereka, Manusia Darah Iblis ini membawa 150 orang. Setidaknya Xin Fai sudah membunuh 24 orang dari mereka, dan itupun dengan cara cerdiknya.
__ADS_1
Sadar tak sadar sepasang kaki mendekat ke pohon besar tempat Xin Fai bersembunyi, anak itu menahan napas sejadi-jadinya berusaha tak bergerak.
"Seharusnya dia masih ada di sekitar sini."
Suara berat milik pria tersebut menyimpan ancaman tersendiri, Xin Fai melebarkan netra matanya ketika melihat pria tersebut hendak berjongkok. Dia sama sekali tidak memiliki harapan hidup lagi jika pria tersebut menemukannya. Xin Fai memutar otaknya ketika kepala pria itu sudah hampir menyentuh tanah, dia hendak membuka mulutnya untuk memanggil Lang sebelum teman pria tersebut memanggilnya.
"Hei! Coba lihat ini!"
Xin Fai membuang napas hati-hati ketika pria itu berdecak kesal sambil menghampiri temannya.
Mereka berdiskusi sebentar sambil menatapi pohon tumbang yang terkena serangan nyasar oleh musuh Xin Fai sebelumnya.
Usai menyusun rencana akhirnya mereka berpencar ke segala arah bahkan ada yang melompat di antara batang pohon, namun tidak satupun yang berinisiatif menghampiri tempat persembunyian Xin Fai. Hal itu tentu saja membuatnya bisa menarik napas lega.
Xin Fai memutuskan untuk berdiam sebentar, dari pendengarannya masih banyak orang di sekitarnya. Mereka tidak kunjung meninggalkan tempat tersebut, sejenak Xin Fai mengutuk diri atas keputusannya tersebut.
Menunggu sampai keadaan aman bukan pilihan yang tepat, buktinya sekarang sudah terdengar derap kaki yang jauh lebih banyak. Ada banyak suara tapak kaki kuda dan juga pasukan bersenjata lengkap.
Xin Fai menyimpulkan pasukan itu lebih dari dua ratus orang, ditambah pasukan kuda yang dibawanya. Dia hanya berharap semoga saja mereka tidak menemukannya.
Ratusan pasukan berkuda berhenti di tempat tersebut dengan wajah kebingungan, mereka menelaah dengan cermat di sekitarnya.
Pendekar terhormat yang kekuatannya paling tinggi di atas mereka semua berbicara sambil mengelus jenggotnya. "Benarkah kau mendengarnya dari sini? Seharusnya pengirim sinyal itu berdiri di sini."
__ADS_1
"Maaf memotong perkataan Senior, mungkin pengirim sinyal tersebut sudah tewas. Aku melihat bekas pertarungan yang hebat di sini."
Chuan Gui seorang pendekar terhormat di barisan terdepan menatapi pohon yang tumbang di sekitarnya, jelas dari hal itu saja dia bisa melihat sebuah pertarungan yang tidak berimbang.
Di sisi lain Xin Fai menahan napas ketika melihat seekor ular sedang berdesis di sampingnya.
"Hei kawan, sudahlah kita damai saja. Untuk apa kau mematok manusia lemah sepertiku?" gumam Xin Fai pelan, ternyata makin banyak dia bicara ular tersebut semakin beringas. Ular hitam merayap membuat Xin Fai buru-buru keluar dari bawah akar pohon.
Saat mencoba berdiri ternyata kakinya tersandung sebuah akar yang cukup besar, anak itu jatuh dengan posisi menelungkup. Xin Fai buru-buru bangun untuk memotong ular itu.
Setelah membunuh ular Xini mengalihkan perhatiannya canggung ke pasukan bersenjata di hadapannya.
"Siapa kau?!" Salah satu dari mereka menarik pedang. Chuan Gui masih mengelus jenggotnya, mendadak matanya terbuka lebar saat melihat sebuah kerang tergantung di pinggangnya.
"Kau-?"
"Hah? Kenapa?"
"Kau yang mengirimkan sinyal itu kepada kami?"
"Maksudmu yang ini?" Xin Fai mengangkat kerang putih tersebut, Chuan Gui mengangguk pelan. Dia turun dari kuda sambil berjongkok.
"Maafkan kami Tuan karena lalai mengenali Anda. Kami Pasukan Seribu Kaki siap membantu."
__ADS_1
Xin Fai membuka mulutnya lebar-lebar, belum mendapatkan penjelasan apapun dirinya dikejutkan oleh sebuah kehadiran para Manusia Darah Iblis di belakangnya.