Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 208 - Misi Penyelamatan III


__ADS_3

Musuh berhenti menyerang mereka, terjadi jeda sebentar dalam pertarungan. Pihak mereka dipastikan kalah jika Shen Xuemei benar-benar tidak bisa diselamatkan. Satu-satunya jalan adalah negosiasi, namun tampaknya Manusia Darah Iblis sama sekali tidak bisa diajak berkompromi.


Sambil membaca situasi Xin Fai mendekat ke arah Zhuan Ang yang berhadapan langsung dengan Shen Xuemei dan pendekar yang menahannya. Bergerak sedikit saja tenggorokannya sudah terpotong.


"Kalian menginginkan orang ini, kan?" Ucapan lelaki itu membuat Xin Fai dan Zhuan Ang bergeming, banyak sekali kemungkinan yang bisa terjadi di situasi seperti ini. Dan semuanya pasti akan berakhir buruk.


"Ya. Kau punya solusi untuk menengahi ini semua?"


"Tidak usah berkompromi dengannya, bodoh!" Sahut teman pria itu memanasi. Namun tampaknya orang yang menyandera Shen Xuemei bukan orang bodoh, dia cukup memperhitungkan kata-kata yang keluar dari mulutnya.


"Kau menyadarinya, bukan? Posisi kita sama-sama tidak menguntungkan. Di satu sisi kami ingin memastikan nyawa sandera itu selamat, namun di sisi lain kalian juga tidak ingin anggota Manusia Darah Iblis terus berkurang karena ulahku."


Pria itu tampaknya setuju, meski berat hati mengatakannya.


Berkurangnya jumlah anggota sangat beresiko andaikan suatu saat pihak aliran putih datang kembali hingga mereka tidak bisa mempertahankan markas sendiri.


"Aku akan memberikan sandera ini hidup-hidup, tapi dengan satu syarat." Akhirnya penawaran pun dimulai. "Sebagai ganti nyawanya, kau yang harus mati." Pria itu menunjuk Xin Fai dengan tatapan ancaman.


Penawaran ini jelas saja membuat Shen Xuemei meronta, dia tidak ingin hidup dalam pengorbanan orang lain. Di satu sisi pria yang menyanderanya semakin menguatkan golok dalam genggamannya, seakan memberikan peringatan agar tidak melawan.


Xin Fai menelan ludahnya berat, dia memikirkan segala cara agar bisa mengatasi situasi rumit ini namun semua kemungkinan yang terpikirkan olehnya sama sekali tidak berguna.


"Cepat jawab atau nyawa pemuda ini akan melayang!"


Mata Xin Fai dan Shen Xuemei bertemu, tatkala terjadi keheningan selama beberapa saat. Hingga akhirnya Xin Fai meletakkan pedangnya ke tanah lalu mengangkat tangan.

__ADS_1


"Ambil saja nyawaku."


Shen Xuemei menggelengkan kepalanya kuat, dia benar-benar tidak menyangka situasi akan menjadi seburuk ini hanya demi memperebutkan nyawanya.


Di sisi lain Zhuan Ang mengutuki dirinya sendiri, ini semua adalah kesalahannya dan dia ingin menebus ini semua dengan mati bersama Xin Fai. Sayup-sayup suara teriakan mulai terdengar, puluhan musuh mulai maju hendak mengambil kepala mereka.


Terdengar sedikit bisikan dari mulut Xin Fai, dia melanjutkan kata-katanya. "Kalau kalian bisa melakukannya."


Musuh berhenti berlari saat melihat pedang yang semula diletakkan di tanah menghilang dalam satu kedipan mata, sesaat mereka kebingungan sebelum tiba-tiba saja sebuah ruang hampa tampak di belakang pendekar yang menyandera Shen Xuemei.


Pedang pusaka meluncur deras dari dalam ruang hampa tersebut, menghujam tubuh pria itu hingga ke jantung. Shen Xuemei lantas melepaskan diri dengan mata terbelalak lebar, kekuatan Xin Fai memang luar biasa tapi yang kali ini sudah jauh dari logika. Benar-benar gila, pikirnya.


"Persetan dengan nyawa sandera itu! Cepat bunuh mereka semuanya!" Pimpinan mereka mulai tidak bisa menenangkan diri lagi, dia turut ambil alih dalam memerangi Xin Fai yang terus saja menyapu bersih anggota Manusia Darah Iblis.


Namun belum berjalan barang satu meter ternyata langkahnya sudah dihadang oleh Ren Yuan. Gadis itu sedari tadi terus mengincar nyawanya saja, dia tidak peduli dengan yang lain.


Kekuatan iblis menguar di udara, menekan tubuh-tubuh musuh hingga membuat mereka kaku saat bergerak. Di sisi lain mereka yang tidak terpengaruh akan aura tersebut tak memiliki kesempatan menang juga. Kecepatan dan kekuatan yang sedang mereka lawan ini memang jauh lebih mengerikan dari seekor siluman iblis terkuat sekalipun.


Di sisi lain jika mereka memilih untuk mundur, itu artinya markas akan jatuh ke tangan pihak aliran putih kembali.


Baru saja menghunuskan pedang di dada lawannya, Zhuan Ang akhirnya jatuh berlutut. Dia memuntahkan darah segar berkali-kali akibat racun yang tadi dilemparkan padanya.


"Di saat-saat seperti ini aku hanya bisa menjadi beban saja..." Zhuan Ang mencengkram pedangnya erat, dia menatap Ren Yuan malu. Tidak ada yang perlu dia banggakan lagi setelah ini, nyatanya saat melihat Xin Fai semua kekuatan yang selama ini dia sombongkan tidak berarti apa-apa di hadapan pemuda itu.


Melihat lawan-lawannya yang tersisa adalah mereka yang kekuatannya di bawah mendekati pendekar agung atau bahkan setara dengannya, Xin Fai memutuskan untuk menggunakan jurus Kitab Terlarang.

__ADS_1


"Ilusi Hujan Darah!"


Langit memerah, bunyi koakan burung gagak menggema di telinga dengan atmosfer mencekam membuat tubuh merinding.


Hampir dua puluh pendekar besar terkena dampak ilusi ini, mereka menerawang sangat kebingungan hingga salah satu menyadarkan bahwa ini semua hanya sebuah ilusi.


Xin Fai tampak di hadapan mereka, dan sosok Iblis Merah muncul begitu saja di balik punggungnya. Mereka semua memasang ancang-ancang siap bertarung, tatapan awas tampak di mata mereka saat Xin Fai mengangkat tangan lalu menurunkannya ke bawah.


Detik itu juga hujan turun deras di dunia ilusi, namun saat air hujan mengenai mereka sesuatu yang membakar terasa amat menyiksa. Mereka mencoba melihat lebih jelas, ternyata hujan ini seperti darah.


"Hujan ini ibarat darah orang-orang yang sudah kalian bunuh, rasakan penderitaan mereka semua hari ini dan menjeritlah sekuatnya. Tidak akan ada yang mau mengampuni dosa-dosa seperti kalian," ujar Xin Fai. Tatapannya mengelam membuat siapapun akan ketakutan melihatnya.


"Kita harus menemukan cara keluar dari ilusi ini sebelum–"


"Arrghh!" Salah satu rekannya menjerit saat sebuah genangan darah melahapnya masuk ke bawah, dia meronta-ronta tak karuan meminta diselamatkan tapi tak ada yang mau menolongnya.


Dari dalam genangan darah tersebut yang terlihat hanya seorang pria dengan kulit terkelupas, bola matanya bahkan sampai bergelantungan membuat beberapa orang memandanginya kasihan.


"Bagaimana? Bukankah itu penderitaan yang selama ini dirasakan orang-orang yang kalian bunuh?" Xin Fai kembali bersuara, penampakannya di dunia ilusi amat mengerikan. Layaknya manusia yang beralih tugas menjadi seorang pencabut nyawa.


Sebelum benar-benar menghabisi musuhnya Xin Fai kembali berucap, mungkin ini akan menjadi kalimat terakhir yang akan mereka dengar.


"Ingatlah hari ini sebagai hari pembalasan."


"Setidaknya beritahu aku siapa namamu, agar aku tidak mati penasaran ke depannya." Salah satu pendekar berkata lemas, dia pasrah akan keadaan. Di dunia ilusi semuanya dikendalikan oleh penggunanya, untuk lari dari dunia ini mereka harus mematahkan ilusi tersebut dengan membunuh si pengguna jurus.

__ADS_1


"Iblis Pemakan Dosa. Kau boleh menyebutku begitu."


Tanah yang semula dibanjiri oleh genangan air kini beralih menjadi lautan darah, Xin Fai dan Iblis Merah mengambang di udara sedangkan mereka semua tenggelam bersama teriakan yang memekakkan telinga.


__ADS_2