Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 250 - Gerbang Perbatasan


__ADS_3

"Arrghh!!" Sayatan tajam menembus leher seorang pria dengan lihai, di balik kegelapan malam tanpa penerangan segerombolan pendekar masing-masing memainkan pedangnya demi menghabisi musuh. Entah sudah berapa lama hal ini terus berlangsung, sampai mereka lupa cara memberi belas kasih pada sesama manusia. Menjadi sosok iblis yang haus darah kotor, mereka Aliansi Pedang Suci.


Nama Aliansi Pedang Suci kian hari kian naik disebabkan oleh pembantaian habis-habisan yang mereka lakukan, membersihkan jalan Kekaisaran yang dikotori oleh Manusia Darah Iblis serta membuktikan bahwa musuh yang sulit dikalahkan pun bisa tunduk di hadapan mereka.


Sayangnya banyak yang menentang idealisme mereka, dianggap terlalu haus darah dan tanpa ampun sama sekali Aliansi Pedang Suci tidak segani melainkan ditakuti. Cara membunuh mereka sama atau jauh lebih sadis dibanding pendekar aliran hitam sekalipun. Apalagi belakangan beredar sistem kerja Aliansi Pedang Suci di mana anggota yang membunuh 50 bunuhan dalam satu tempur bisa mendapatkan ribuan keping emas.


Lautan darah tercium hingga dalam jarak seratus meter, satu markas lagi telah tumbang di tangan Aliansi Pedang Suci. Beberapa di antaranya mati oleh panah beracun yang dibuat sendiri oleh Xin Fai untuk mempercepat kematian musuh. Sedangkan sisanya mati tersayat senjata tajam. Tidak ada satupun yang selamat bahkan tenda-tenda kecil mereka pun turut dihancurkan.


"Ketua, aku berhasil mendapatkan informasi dari penduduk sekitar." Salah satu anggota melapor setelah sebelumnya pergi mencari informasi, dia mengangkat kepala.


"Perbatasan Kekaisaran Qing hanya perlu menempuh satu jam perjalanan lagi ke arah selatan."


Xin Fai menengadah menatap langit, malam mulai berganti pagi tapi suasananya sangat mendung. Suasana yang membuat siapapun menjadi muram di waktu sepagi itu apalagi dengan lautan darah seperti ini.


"Kita akan bergegas pergi ke sana setelah menjarah barang-barang mereka, katakan pada Zhu Yue untuk mempersiapkan kuda."


"Baik, Ketua."


Usai meninggalkan Xin Fai, ternyata Lan An datang dari kejauhan. Seperti biasa dia selalu tersenyum kecil pada siapapun. Lan An berhenti saat berada di depan Xin Fai, menopang pedang di atas pundaknya.


"Buruan kita banyak juga hari ini."


"Seperti itulah..." balasnya sambil duduk bersila di atas gundukan tanah, terlihat sangat kelelahan beberapa hari terakhir. "Lima bulan sejak meninggalkan Senior Yong dan lainnya dan menjadi kelompok yang ditentang oleh masyarakat, wajahmu masih sama saja Kakak An."

__ADS_1


Lan An tertawa tiba-tiba bersama ekspresi lucunya. Dia tidak menyangka Xin Fai akan berkata demikian.


"Aku tidak peduli dengan omongan orang-orang tentang kita, mereka hanya kerbau-kerbau bodoh. Mengampuni nyawa orang lain, besoknya nyawa sendiri yang dihabisi oleh Manusia Darah Iblis itu. Menurutmu sendiri bagaimana?"


"Masalah ini sudah terlalu berlarut-larut, membiarkan mereka hidup juga hanya akan menambah masalah. Ini tentang iblis di tubuh mereka. Aku pernah mendengar dari seseorang, orang yang memiliki tato kalajengking merah di dadanya tidak bisa hidup tanpa membunuh atau iblis akan menguasainya. Kurasa orang-orang tidak mengetahui soal ini dan merasa kita tidak menganggap remeh nyawa seseorang."


"Kata-kata terpanjang Ketua Xin sejak aku bergabung di Aliansi Pedang Suci, hahaha!" Lan An tergelak sampai menggelengkan kepalanya, Xin Fai tersenyum kecut lagi dan lagi merasa omongannya tadi sama sekali tidak dianggap serius. Dia menerawang ke depan di mana para anggota sibuk menggeledah isi markas musuh, saling bercengkrama dan tertawa.


Suasana kelompok yang cukup baik. Di sana ada Zhu Yue yang terus mengoceh tak jelas. Sejak pulih dari komanya pria itu seperti kerasukan setan cerewet, tidak sehari pun dia lewatkan tanpa mengomeli anggota.


"Di kelompokmu ini orangnya baik-baik, walaupun saat di medan perang mereka seperti pembunuh berantai tapi aku senang bisa berada di antara kalian." Lan An berujar pelan.


"Kau juga bagian dari kami, lagipula kita sudah bertarung bersama-sama selama beberapa bulan terakhir. Menuju Kekaisaran Qing sambil menumpas habis musuh, kurasa setelah ini keadaan Kekaisaran Shang akan mulai membaik sebelum kita pergi ke Kekaisaran Qing."


Xin Fai mengerjapkan mata mencoba mengerti perkataan tersebut, dia sendiri belum pernah mendengar kabar itu sama sekali.


"Kau ini kurang bergaul dengan masyarakat... Dari sana kita bisa mendengar informasi, kau tahu saja asal ada berita hangat semua orang pasti berkumpul."


"Kaisar Qin akan digantikan? Aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, entah itu baik atau buruk."


"Qin Minjie itu kurasa hampir sama seperti Kaisar Qin, dia cukup bijak dan juga disegani orang-orang. Dari reputasinya aku yakin dia orang baik-baik. Tapi sayangnya..."


"Sayangnya kenapa?" Xin Fai membetulkan posisi duduknya.

__ADS_1


"Sayangnya dia terlalu pendiam, nyaris tidak berbicara sama sekali. Kalau kau duduk di sampingnya kau bisa mati kedinginan, dia terlalu kaku asal kau tahu," celoteh Lan An memasang wajah serius. Xin Fai mengerutkan alis. "Darimana kau tahu? Memang sudah pernah berjumpa dengannya?"


"Sudah, terakhir kali saat bertamu ke kediaman Kaisar Qin dan bertemu dengannya. Aku tersenyum saja dia membuang muka."


Xin Fai berganti tertawa setelah itu, melihat wajah Lan An mulai jengkel pasti pertemuannya dengan Qin Minjie tidak bisa dibilang baik. Pemuda itu seperti menyimpan dendam mendalam pada orang yang tengah mereka bicarakan.


"Masih pagi sudah bergosip saja," ucap Zhu Yue yang tengah menggulung tali di tangannya, dia menarik napas dalam saat melihat dua pemuda di hadapannya hanya bisa menyengir.


"Ketua, pasukan sudah siap. Hanya menunggu instruksi untuk diberangkatkan."


"Ayo berangkat, kita harus tiba pagi ini juga kemungkinan perbatasan belum ramai waktu pagi."


Tiba di perbatasan seperti yang sudah diperkirakan memasuki Kekaisaran Qing tidak dapat dilakukan denganbmudah, kini mereka di hadapkan oleh puluhan penjaga berbaju perang yang siap bertempur andai terjadi pemberontakan. Tatapan mereka waspada dengan rahang tajam ke bawah, menggambarkan betapa kerasnya karakter masyarakat mereka.


Beberapa bahkan memiliki luka permanen yang tercetak jelas di wajah, sebagai kebanggaan atas pertarungan yang pernah dilewati. Yong Tao pernah mengatakan di Kekaisaran Qing hukum rimba berlaku. Yang kuat bertahan, yang lemah terinjak-injak.


"Kalian semua dari Kekaisaran Shang? Tidak memiliki izin datang kemari. Kembali ke tempat kalian, kami tidak menerima pendatang di sini."


Xin Fai mencela. "Tapi aku lihat kau baru saja membiarkan orang-orang dari aliran hitam masuk. Siapa yang tidak kenal mereka? Mereka adalah Manusia Darah Iblis." Sehabis mengatakan Xin Fai melipat kedua tangannya di dada. "Kalian membiarkan musuh pendekar aliran putih masuk atas alasan apa?"


"Kau-?!" Pria itu menunjuk kesal sekali. "Tutup mulutmu itu atau aku akan menyuruh semua orang di sini memukulmu!"


"Memukulku?" ujarnya sembari melihat ke belakang. "Di belakangku ada delapan puluh orang yang siap bertarung, kau yakin?"

__ADS_1


__ADS_2