Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 194 - Iblis Pemakan Dosa


__ADS_3

Tidak ada belas kasih yang tampak dalam sinar mata pemuda itu seperti yang ditunjukkannya pada rakyat-rakyat kecil di desa yang mereka lalui sebelumnya. Zhu Yue akhirnya bisa mengerti bagaimana sifat pimpinan mereka ini dan merasa dia adalah orang yang tepat untuk memimpin mereka.


Jauh di hadapannya kini pendekar aliran hitam lainnya mengepung bersama puluhan senjata yang bergerak di udara siap mengincar tubuhnya, Xin Fai menarik napas dalam mengumpulkan kekuatan iblis yang sempat dia latih dengan Iblis Merah.


"Kekuatan iblis ini memiliki daya hancur yang hebat, setiap menggunakannya secara tidak langsung tubuhmu akan bertambah semakin kuat..." Iblis Merah mengatakan itu saat latihan di ruang dimensi. "Tetapi sebagai imbalannya kekuatan itu akan melahap jiwamu dan juga segel iblis dalam tubuhmu akan semakin melemah, bukan tidak mungkin sebelum 10 bulan ini monster iblis itu malah muncul lebih dulu."


Para musuh yang kekuatannya lebih kuat menyerang dalam waktu yang hampir bersamaan, jurus tingkat tinggi pun mulai dikeluarkan demi menghancurkan pimpinan Aliansi Pedang Suci tersebut.


Meskipun bisa menangkis hampir setengahnya namun Xin Fai yakin tubuhnya juga tidak akan luput dari serangan tersebut.


Dalam sekejap kemudian mata miliknya menangkap sosok iblis di depan sana yang tembus begitu saja kala musuh-musuh berlarian melewatinya, dia Iblis Merah. Tampaknya hanya Xin Fai sendiri yang bisa melihat keberadaan iblis tersebut.


Mulut Iblis Merah bergerak lamban seakan memerintahkannya untuk membunuh. Kekuatan iblis seketika menguasai dirinya, Xin Fai tak sadar pedangnya kini telah mengayun kencang mengeluarkan energi berwarna merah pekat membabat musuh.


Satu per satu nyawa melayang dalam hitungan detik, medan pertarungan banjir oleh darah para pendekar tanpa pandang bulu. Baik pendekar besar maupun kecil tergeletak tak bernyawa dalam keadaan tubuh yang tak lagi utuh.


Xin Fai berlari menerkam musuhnya amat liar, kekuatan iblis yang digunakannya tiga kali lebih kuat dari yang sebelumnya walaupun masih baru-baru ini dia berlatih kekuatan iblis. Untuk sesaat tanda bunga api yang berada di keningnya menyala terang layaknya kobaran api bersama aura pembunuh begitu menekan membuat para musuhnya bergetar dan bahkan pendekar kecil jatuh berlutut tak sadarkan diri.


Zhu Yue tidak bisa memercayai penglihatannya sendiri, kekuatan tak manusiawi ini tidak pernah ditemukannya bahkan pada diri Yong Tao sekalipun. Dilihatnya kini pemuda itu membunuh begitu cepat dan bahkan dalam satu tebasannya saja bisa mengambil tiga nyawa sekaligus.


"Ketua Xin ini... Dia bukan lagi Pedang Iblis, melainkan sosok Monster Iblis yang sebenarnya." Gumaman Zhu Yue dapat didengar beberapa orang yang tampak setuju akan hal itu, pemikiran mereka tak jauh beda dengan dirinya.

__ADS_1


Tanpa peduli bagaimana anggota Aliansi Pedang Suci menatapnya saat ini dia tetap membunuh. Rasa dendamnya akan kematian Zhishu Yan masih belum padam meskipun ratusan pendekar telah mati di tangannya.


Hingga akhirnya Xin Fai tiba pada satu titik di mana seorang pendekar agung yang kemungkinan besar adalah pimpinan mereka berdiri. Xin Fai mencengkram gagang pedang saat melihat lelaki yang berumur hampir 47 tahun itu menunjukkan ekspresi meremehkan. Menyebalkan sekali, pikirnya.


"Kau sudah kelelahan, bukan?"


Xin Fai tidak menjawab pertanyaan atau lebih tepatnya pernyataan tersebut, energi alam di tempat ini begitu tipis dan dia tidak bisa memulihkan tenaga dalamnya yang berkurang amat banyak belum lagi lawannya tadi kebanyakan adalah para pendekar besar yang bahkan hampir mencapai tingkat pendekar agung.


"Kebetulan sekali kita bertemu di sini, pak tua. Dilihat dari pasukanmu sepertinya kau bukan Manusia Darah Iblis lemah seperti yang biasanya aku temui."


"Kau belum tahu dengan siapa kau berurusan?" Lelaki dengan pedang bergerigi itu mencebik kasar. "Aku Liang Hui, pimpinan kelompok Darah Hitam."


"Baguslah, kalau begitu aku tidak perlu mencari kalian lagi. Kebetulan sekali kita bertemu di sini."


Menyadari musuhnya kali ini bukan orang sembarangan Xin Fai bersiaga penuh menghadapi segala kemungkinan, untungnya dengan permata siluman yang berada di tulang belakangnya proses pemulihan tubuh tidak memakan waktu terlalu banyak dan dia bisa bertarung lagi dalam keadaan prima.


Liang Hui yang menyadari hal ini hanya bisa menggerutu. "Apa-apaan ini? Siapa kau sebenarnya?"


"Kenapa tidak bertanya tadi saja? Itu menunjukkan kau terlalu menganggap remeh lawanmu dari awal walaupun kuakui kekuatanmu memang lebih hebat dibanding para pendekar kacang di belakangku ini," Xin Fai mengalihkan pandangannya ke arah tumpukan mayat. Di waktu yang sama pula Aliansi Pedang Suci telah berhasil membunuh sisa-sisa pendekar aliran hitam.


"Seharusnya kau katakan itu pada dirimu sendiri. Kau salah memasuki kandang kami..." Liang Hui menertawakannya sebentar dan mundur dari pertarungan beberapa meter.

__ADS_1


Pria itu tampaknya menunggu sesuatu yang lebih besar dan benar saja hampir dua ratusan pendekar dan juga siluman iblis muncul di belakangnya, satu siluman iblis itu bahkan bisa disetarakan dengan kekuatan pendekar besar sedangkan pasukan Aliansi Pedang Suci yang dibawanya hanya berkisar 87 orang. Jumlah yang berat sebelah ini membuat beberapa rekannya putus asa karena baik dari kekuatan dan jumlah mereka kalah telak.


Seluruh pendekar aliran hitam yang datang di belakang Liang Hui adalah pendekar besar, sedangkan Aliansi Pedang Suci sendiri hampir sepertiganya pendekar menengah dan sisanya pendekar besar. Ternyata kepercayaan Liang Hui ini berdasar, Xin Fai mencoba memikirkan jalan keluar demi menghadapi situasi genting ini.


"Ketua Xin! Kita mundur saja atau kalau tidak, tidak ada kesempatan lagi untuk kita!" Salah satu aliansi berseru.


"Jumlah mereka terlalu banyak ketua, dan lihat mereka membawa sepuluh siluman iblis!"


"Hei kenapa kalian semua menjadi penakut? Apa begitu sikap yang ditunjukkan seorang pendekar!?" Zhu Yue membentak marah.


"Kalian ingat 'kan, perkataan Ketua? Kalau lupa biar kuberi tahu sekarang! Kita di sini bukan hanya untuk bertarung tapi juga mengorbankan nyawa! Tidak ada pilihan untuk lari selain bertarung, kalian camkan itu!"


Menanggapi ketakutan para anggota aliansi yang tentu saja diakibatkan oleh perbandingan kekuatan yang terlalu besar Xin Fai berucap santai, bahkan tidak sedikitpun rasa takut terlihat di wajahnya.


"Sebelum masuk ke Aliansi Pedang Suci ini seharusnya kalian menyadari sesuatu."


Orang-orang di belakangnya terdiam.


Pemuda itu melanjutkan. "Menjadi Aliansi Pedang Suci sama juga seperti tidak menjadi manusia yang bernyawa lagi, tidak ada yang perlu ditakutkan akan kematian. Kita adalah iblis pemakan dosa, dan dosa itu adalah mereka yang berada di hadapan kita."


Tertatih-tatih para rekannya berdiri demi terus bertahan sembari mendengarkan ucapan Ketua mereka itu.

__ADS_1


"Bukannya ini kesempatan bagi kalian agar membunuh sebanyak mungkin? Kalau mati sekalipun, setidaknya kalian mati terhormat. Tidak dalam penyesalan."


***


__ADS_2