Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 79 - Meninggalkan Sekte Kuil Teratai


__ADS_3

Langit masih begitu pagi namun rombongan Xin Fai beserta yang lainnya sudah bersiap-siap meninggalkan sekte Kuil Teratai, banyak orang yang mengantarkan kepergian mereka dengan penuh suka cita salah satunya adalah Pendeta Tao Wei.


Pria sepuh itu memasang tatapan penuh harap pada perwakilan dari sektenya, setidaknya dia ingin salah satu di antara mereka akan menjadi Pilar Kekaisaran selanjutnya.


Xin Fai sendiri saat ini sudah dianggap sebagai bagian dari sekte Kuil Teratai sekaligus murid di sana. Jadi tak heran dirinya diikutkan sertakan dalam Turnamen Pendekar Muda sebagai perwakilan dari sekte Kuil Teratai.


Terkadang Tao Wei memberikan nasehat dan juga beberapa perlengkapan lain yang akan mereka butuhkan selama perjalanan. Teman-teman Li Yong memberikan salam perpisahan sampai di gerbang sekte.


Sesaat setelahnya rombongan telah pergi meninggalkan sekte Kuil Teratai, Li Yong memimpin di depan mereka dengan kecepatan lari sedang setara dengan Langkah Angin mengingat murid-muridnya masih kurang sempurna dalam ilmu meringankan tubuh.


Berbeda dengan Xin Fai yang sama sekali tak terganggu dengan kecepatan berlarinya, dia bisa mengimbangi Li Yong sedemikian mudah.


Pengalaman selama di Hutan Terkutuk dulu mengajarkan Xin Fai bahwa kecepatan berlari amat penting dalam pertarungan, apalagi jika dihadapkan pada situasi hidup atau mati.


Xin Fai tidak ingin mengulangi hal yang sama, dengan pemikiran itu jugalah dia merubah cara berpikirnya. Hal yang pertama kali Xin Fai latih ketika bebas dari penyegelan adalah kecepatan berlarinya. Dengan berlatih giat selama 3 bulan, dirinya yang sekarang telah berhasil menguasai Langkah Kilat.


Shen Xuemei juga nampak tak bermasalah dengan hal itu, saat ini Li Yong berlari dengan Langkah Angin. Langkah yang sangat mendasar dalam ilmu persilatan, meskipun dua muridnya tampak tak mengalami kesulitan berarti, namun berbeda ceritanya dengan Huang Kun.


Pemuda itu masih sangat amatir dalam hal kecepatan, bisa dibilang kelemahannya saat ini adalah kecepatan. Latihannya selama di Kuil Teratai selalu bertumpu pada teknik berpedang, membuatnya sulit mengimbangi langkah teman-temannya.


Huang Kun mulai merutuki dirinya sendiri karena lalai dalam melatih ilmu meringankan tubuhnya, Li Yong membaca ekspresi satu muridnya itu lalu menurunkan kecepatan berlari perlahan-lahan.


Perjalanan menghabiskan waktu sekitar lima jam, mereka beristirahat sebentar ketika mulai kelelahan. Li Yong berhenti di bawah pohon rindang yang di depannya terdapat sungai jernih, selagi muridnya beristirahat dia berniat menangkap ikan.

__ADS_1


Saat hendak menceburkan dirinya ke air, Xin Fai lebih dulu berbicara padanya.


"Senior, mungkin aku bisa membantumu."


"Tak usah, Fai'er. Kau pasti kelelahan, istirahatlah dulu," tolak Li Yong dengan halus. Namun setelah melihat Xin Fai sama sekali tak kelelahan, Li Yong sedikit meralat ucapannya.


"Ya sudah jika kau ingin membantu, aku tidak keberatan."


Xin Fai segera menceburkan dirinya ke air sungai, dalam waktu singkat dia telah menangkap banyak ikan. Li Yong sendiri terpana melihat jumlah tangkapan anak itu. Dia yang berusia lebih tua bahkan hanya bisa menangkap dua sampai tiga ikan sedangkan Xin Fai sudah mendapatkan enam ikan, belum lagi sekarang di tangannya masih ada seekor lagi.


"Wah, tangkapan yang bagus Fai'er. Bagaimana kau bisa melakukannya?" Li Yong beranjak ke darat menyusul Xin Fai di sana. Xin Fai yang sedang mengeringkan diri menoleh hingga senyum terbit dari bibirnya.


"Senior, aku sudah sering menangkap ikan seperti ini selama di perjalanan menuju Kuil Teratai."


"Ahaha, sepertinya pengalamanku dalam menangkap ikan sangat amatir." Li Yong menertawai dirinya sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal, seusai mengeringkan tubuh mereka membuat api lalu membakar ikan tersebut.


Ketika menemukan sebuah penginapan Li Yong segera berhenti di sana dan meminta muridnya agar menginap berhubung cuacanya tak mendukung. Orang yang pertama kali menyetujuinya adalah Huang Kun yang sedari tadi kelelahan berlari. Dia bahkan akan percaya jika ada yang mengatakan kakinya saat ini sudah lepas karena berlari terlalu lama.


Saat menginjakkan kaki di depan pintu Xin Fai merasakan hawa pembunuh yang samar-samar dari dalam penginapan ini, tatapannya mulai curiga. Namun nampaknya tak ada yang peduli dengan hal itu selain dirinya dan juga Li Yong.


Tak mau berpikir lebih jauh lagi Xin Fai langsung masuk, Li Yong segera menyewa kamar setelah itu.


Sambil menunggu Xin Fai mengedarkan pandangan di sekitarnya dan mendapati dua orang mencurigakan mengenakan seragam yang tak asing di matanya, dia sedikit terkejut ketika mengingat pakaian itu sangat mirip dengan jubah dari Kemangi Lima Daun.

__ADS_1


"Mereka... Kenapa bisa sampai di sini?" gumam Xin Fai pelan, sesaat dia baru menyadari orang-orang di sekitar sebenarnya takut dengan dua orang itu dan memilih tak mencari masalah dengan mereka.


Li Yong mendengarnya, dia memerhatikan ke arah pandang Xin Fai tajam.


"Bukankah mereka berasal dari Kemangi Lima Daun?"


Xin Fai mengangguk pelan.


"Ah, kudengar kelompok mereka telah dihancurkan oleh Manusia Darah Iblis."


Penuturan Li Yong membuat Xin Fai tertarik, menurutnya Kemangi Lima Daun sama sekali tak memiliki masalah dengan Manusia Darah Iblis itu.


"Bukankah mereka sama-sama berasal dari aliran hitam?"


"Haha, orang-orang dari aliran hitam sama seperti binatang buas. Mereka tak peduli mau kawan ataupun lawan, asalkan bisa mencapai keinginannya mereka takkan segan membunuh sesamanya."


Li Yong kembali melanjutkan. "Kudengar Kemangi Lima Daun sedang mengincar sesuatu yang bernama Mustika 7 Musim, karena Manusia Darah Iblis juga mengincarnya dan curiga mereka memiliki benda itu maka kedua kelompok ini saling bertarung."


"Sudah pasti Manusia Darah Iblis yang menang, mengingat kekuatan mereka sangat besar. Apa mereka berhasil mendapatkan mustika itu?"


"Dari berita yang kudengar mereka berhasil mendapatkan dua mustika sekaligus. Entah apa tujuan mereka, tapi kurasa akan terjadi hal buruk jika mereka berhasil mencapainya."


Xin Fai tersenyum kelu mendengarnya. Dengan Mustika 7 Musim mereka bisa saja menundukkan seluruh kekuatan di Kekaisaran Shang begitu mudah.

__ADS_1


"Mereka harus segera dihentikan, entah apapun itu tujuan mereka." Xin Fai berujar pelan, dia menebak dua orang di depannya adalah sisa dari anggota Kemangi Lima Daun yang berhasil melarikan diri. Bodohnya mereka masih menggunakan jubah tersebut, membuat orang-orang bisa mengenali mereka.


Xin Fai akan menunggu kedua orang itu membuat keonaran, dengan kekuatan Li Yong dan dirinya saat ini bukan tidak mungkin menaklukkan dua pendekar menengah itu. Li Yong memiliki kekuatan setara dengan pendekar agung sedangkan Xin Fai sendiri sudah memasuki tingkat pendekar menengah tahap 5.


__ADS_2