
Gemuruh di bangku penonton terdengar saat Gadis Tengkorak Besi berhasil memukul mundur lawan, Shen Xuemei memegang tangannya yang mengeluarkan banyak darah, pelipisnya bercucuran keringat dingin.
'Sial, gadis ini sangat sulit dikalahkan.' Shen Xuemei hanya bisa membatin setelah beberapa saat beradu serangan melawan Gadis Tengkorak Besi, meskipun wajahnya terlihat datar namun pikirannya bergejolak hebat. Dia berusaha menyembunyikannya agar terlihat tenang.
Shen Xuemei mengingat kembali latihannya selama di Kuil Teratai, dia merasa latihan tersebut sia-sia jika dia kalah dari lawannya ini.
Huang Kun yang sebelumnya menghadapi perbedaan kekuatan begitu jauh dengan lawan saja bisa menang, maka akan sangat memalukan jika Shen Xuemei tak bisa menang dari gadis ini.
Selama berlatih bertahun-tahun Shen Xuemei terbiasa dengan lawan yang berada langsung di depan matanya, namun hari ini lawannya berusaha menjaga jarak dan terus menyerang dari kejauhan.
Tarikan napas berat menggambarkan betapa sulit situasi yang dihadapinya saat ini, Shen Xuemei tampak ragu menghadapi lawan.
Di saat bersamaan Shen Xuemei terus dipukul mundur oleh pisau angin sampai hampir melewati batas arena pertandingan, gadis itu semakin tertawa memekik dan suaranya sungguh seram didengar telinga.
Hingga akhirnya hanya sejengkal lagi kaki Shen Xuemei akan meninggalkan arena, gadis itu mengipaskan senjata dan keluarlah ratusan pisau angin yang begitu tajam layaknya pisau sungguhan.
Lengan dan kaki Shen Xuemei mengeluarkan darah dari bekas goresan, baju yang dikenakannya mulai robek di beberapa tempat namun pemuda itu tetap bertahan.
Gadis Tengkorak Besi tertawa sambil menutupi mulutnya.
"Kau tambah tampan dengan bajumu yang seperti itu."
"Sial!" Shen Xuemei mengumpat kesal, dia mengingat kembali pertarungan Huang Kun dan bagaimana cara pemuda itu bisa menang dari lawan yang bahkan lebih kuat darinya.
'Keyakinan? Aku sudah memilikinya sejak awal. Tapi... Keadaannya sama sekali tak berubah,' batin Shen Xuemei selagi memiliki waktu berpikir.
Dia perlahan maju dari posisi terpojok, lalu mendekat ke arah lawan dengan terpaksa. Tubuhnya mendapat semakin banyak luka.
'Nasib sial, di awal pertarungan saja aku harus menghadapi salah satu lawan yang tangguh.'
Bukan tanpa sebab Shen Xuemei menggerutu begitu, lawannya ini adalah salah satu murid dari sekte Tengkorak Besi yang tak pernah diragukan kehebatan setiap generasinya dalam dunia persilatan.
Di bangku penonton lagi-lagi Li Yong menggaruk kepalanya pusing, dia tak pernah menduga keberuntungan dua muridnya ini sangat jelek. Mereka sama-sama dihadapkan pada lawan yang tangguh dan masing-masing berasal dari sekte besar.
Li Yong menyesal, seharusnya dirinya menempa Huang Kun dan Shen Xuemei lebih keras lagi agar hal ini tak pernah terjadi. Namun nasi telah menjadi bubur, dia hanya bisa berharap Shen Xuemei dapat melewati semua ini.
Shen Xuemei mundur menimbulkan suara gesekan di sepatunya, dia mengangkat wajah memandangi lawan.
Sejenak Shen Xuemei tertegun saat mengingat sesuatu yang penting. Saat di ruang tunggu tadi, Huang Kun dan Xin Fai berbicara panjang dan dia hanya menyimak tanpa minat, Shen Xuemei bahkan lebih memilih memperhatikan cicak di dinding daripada mendengarkan dua temannya itu.
Shen Xuemei teringat saat Huang Kun bertanya pada Xin Fai.
__ADS_1
"*Fai'er, kau bilang kau sering bertarung dengan musuh yang bahkan lebih kuat darimu. Bagaimana kau bisa menang dari mereka?"
"Hee... Bagaimana, ya? Hm..."
"Ayolah, pertandingan sebentar lagi akan dimulai. Aku yakin banyak orang yang lebih kuat dariku nanti..."
Xin Fai menegakkan punggungnya mulai berkata serius, Shen Xuemei memasang wajah tak terlalu peduli namun dia tetap menguping pembicaraan itu.
"Menurut guru Fu Shi, ada 3 hal lain yang mempengaruhi kekuatan seseorang, selain kemampuan dan kecerdikan."
"Guru Fu Shi? Apakah dia gurumu?"
"Ya. Lupakan tentang guru Fu Shi, sebentar lagi kita harus bersiap-siap untuk bertanding."
Huang Kun mengangguk pelan. Sedangkan Xin Fai menghitung dengan menaikkan jari telunjuknya.
"Yang pertama, keyakinan. Hal itu sangat penting, meskipun kau adalah orang terkuat, saat kau lengah tanpa niat untuk menang maka musuh akan mudah menemukan celahmu."
Huang Kun mengangguk tiga kali.
"Kedua, melampaui ambang batas. Setiap kali kau melampaui ambang batas, maka kau akan menjadi orang yang baru dan lebih kuat dari sebelumnya!"
"Yang ketiga, menyatu dengan pedang seakan dia adalah anggota tubuhmu. Suatu saat nanti, saat pedang tak ada bersamamu, cukup menggunakan tanganmu saja kau sudah memiliki pedang itu sendiri. Pedang adalah dirimu. Begitulah guru Fu Shi mengatakannya padaku*."
Tersadar dari lamunannya, Shen Xuemei kembali fokus ke pertarungan. Dia berdiri setelah berjongkok mengamati lawan. Sedikit senyum tipis agaknya membuat sang Gadis Tengkorak Besi terpesona pada pemuda tampan itu.
"Sepertinya ada yang sudah mendapatkan pencerahan, hihihi..."
Shen Xuemei mulai terbiasa dengan kikikan seperti nenek lampir itu. Dia mengangkat pedang agar sejajar dengan dadanya.
"Seperti itulah."
Dengan Langkah Cahaya dia menghampiri Gadis Tengkorak Besi itu, Shen Xuemei bergerak sangat cepat dan tak lagi menahan kekuatannya untuk pertandingan selanjutnya. Dia memilih mengikuti cara Huang Kun bertarung, dengan cara melampaui ambang batas.
Seketika lawannya mundur waspada, gadis itu mencermati keadaan dan sedikit kesal karena Shen Xuemei tak lagi menahan dirinya.
"Baiklah, kita sudah cukup lama bermain-main. Aku akan menggunakan seluruh kemampuanku juga."
Si Gadis Tengkorak Besi mengeluarkan tenaga dalam dengan jumlah sangat besar, Shen Xuemei sedikit terkejut melihat pusaran pisau angin mengelilingi gadis itu.
Bentuk pisau angin itu hampir sama seperti yang dilihatnya pada Xin Fai, namun bedanya pisau angin Xin Fai berwarna keemasan dan kecepatan berputarnya juga jauh lebih mengerikan dari gadis ini.
__ADS_1
Melihat Shen Xuemei seperti terkejut, gadis Tengkorak Besi tertawa genit.
"Kau terpesona, bukan? Hanya aku satu-satunya pendekar muda yang bisa mengeluarkan pisau angin seperti ini..."
"Hanya kau? Cih, aku bahkan pernah melihat yang umurnya sepuluh tahun dan bisa menggunakan ratusan pisau angin lebih cepat darimu."
Gadis Tengkorak menyangka Shen Xuemei hanya menggertaknya.
"Hahaha, tidak mungkin. Semua orang juga sudah tahu hanya aku yang bisa melakukannya."
"Benarkah? Mari kita buktikan saat orang yang kumaksud tiba, dan kau akan malu setelah menyombongkan kekuatanmu itu."
Shen Xuemei menyerang dan memasuki daerah pertahanan lawan, dia memutar pedang dengan rotasi penuh menimbulkan sabetan panjang ke arah lawannya. Sesaat dia merasa pedang itu adalah tangannya sendiri dan menggerakkannya dengan leluasa, Shen Xuemei tak pernah menyadari hal ini sebelumnya.
Tak heran mengapa Xin Fai dulu dengan mudahnya membantai pasukan Manusia Darah Iblis, karena dia sudah menganggap pedang sebagai dirinya sendiri.
Gadis Tengkorak Besi mengerutkan alis mendapatkan serangan mematikan seperti itu, dia mengeluarkan segenap kemampuannya dan tak lagi bermain-main.
Pertarungan berjalan begitu sengit membuat Li Yong berkeringat dingin menontonnya, pendeta tersebut harap-harap cemas di tempatnya dan terlihat sangat gusar.
Sedangkan Xin Fai tersenyum kecil melihat seniornya itu. Sebelumnya, Shen Xuemei selalu tenang dalam menghadapi musuh namun kali ini dia terlihat berbeda. Mungkin sesuatu telah berubah dalam dirinya, Xin Fai tak bisa memastikan hal itu.
Berselang lima menit pertarungan berimbang hingga akhirnya gadis Tengkorak Besi kehilangan keseimbangan karena kelelahan mengeluarkan pisau angin secara terus menerus.
Shen Xuemei mengayunkan pedang sekuat tenaga, membuat lawannya terluka dan mengalami pendarahan serius.
Melihat lawan Shen Xuemei tak bisa berbuat apa-apa lagi dan kini dalam kondisi terluka parah, Yang Guifei segera menyatakan pertandingan berakhir dan Shen Xuemei keluar sebagai pemenangnya.
Xin Fai tertawa kecil. "Ahahahah, aku baru sadar... Senior Shen juga melampaui ambang batasnya saat pertarungan." Dia melihat Shen Xuemei kelelahan dan wajahnya masih serius hingga pertarungan berakhir.
"Yosh! Dengan ini aku semakin bersemangat! Siapakah lawanku nanti?"
Xin Fai memutari seluruh kursi peserta dan menemukan seorang murid sekte yang seragamnya sama dengan para murid dari Lembah Kabut Putih.
Pemuda berusia 17 tahun itu terlihat sangat kuat, apalagi seseorang yang duduk di belakangnya itu.
Setelah memastikan lagi, 3 murid perwakilan sekte Lembah Kabut Putih adalah pendekar muda berbakat yang sangat dijagokan oleh penonton.
Xin Fai membuang muka ketika pemuda itu balik menatapnya. Dia memilih menatap ke arah lain.
***
__ADS_1