
Sangat jelas terlukis dimuka Teo yang sangat masam akibat bingung ditinggalkan Mael. Teo menoleh ke arah Rosa dan sedikit malu menawarkan mengantar ke rumahnya.
Rosa juga malu kala itu. Dengan nada rendah, Rosa bilang, "aku akan pergi ke kota untuk membeli bahan pembuatan pedang dan menjual pedang buatanku. Jika kak Teo berkenan"
Teo mengangguk tanda ia setuju dan segera mempersilahkan Rosa berjalan mendahuluinya untuk berjaga jaga bila ada ancaman.
Sesekali Rosa menoleh dan menanyakan asal usul Teo dan Mael. Kenapa mereka berdua bertanya tentang pedang naga.
"Kak Teo dan kak Mael sebenarnya dari mana? Kenapa tadi kak Mael bertanya cara membuat pedang naga, dan apakah kak Teo juga bisa membuat pedang?" Malu malu tapi ia tidak bisa menghentikan pertanyaan di dalam dadanya.
"Sebenarnya aku juga tidak tau Mael dari mana? Tapi ia adalah sahabat pertama yang kumiliki. Kami bertemu diarena umur 4 tahun dan mengerahkan segala yang kami punya waktu itu. Untuk pedang naga, aku juga tidak tau kenapa tapi... Kami akan berlatih di gunung Greya dengan guru seekor naga. Hehehe... Mungkin terdengar sangat mustahil jika seorang manusia diajari oleh naga." jelas Teo sembari menyingkirkan ranting yang menghalangi perjalanan mereka.
__ADS_1
Rosa melihat kota sudah dekat, hatinya begitu takut akan bertemu dengan Omen kakaknya yang sangat galak dan sangat membenci jika Rosa dekat dengan seorang laki laki. Benar saja, didepan pintu gerbang terlihat sosok Omen kakaknya.
"Rosa!? Siapa itu, bukankah sudah ku peringatkan untuk tidak dekat dengan laki laki sembarangan." Omen mengarahkan tangannya kearah kepala Rosa, sementara Rosa menutup matanya.
Ketika Rosa tidak merasakan pukulan dari kakaknya, ia membuka sebelah matanya dan melihat Teo memegang tangan Omen.
Teo yang tiba tiba ada didepn Rosa menoleh dan bertanya, "siapa dia? Kenapa ingin memukulmu?"
Rosa menjawab dengan pelan karena ketakutan, "ia kakakku, dan ia sangat tidak suka jika aku bersama laki laki." Pandangan Teo beralih ke arah Omen dan terlihat ia sangat marah.
Teo melompat kebelakang Omen untuk menjauh dari Rosa, berjaga jaga agar Rosa tidak terkena serangan Omen.
__ADS_1
"Reflek yang bagus, tapi apakah kau bisa bertahan?" Omen membalik badannya, "jika kau bisa bertahan selama 1 menit aku akan membiarkan dirimu bersama Rosa sampai di tujuannya."
Serangan beruntun Omen mengarah ke Teo. Mendengar ucapan Omen, Teo menghindari serangan yang dilakukan Omen. Sampai pada detik terakhir, Teo menghentikan serangan vertikal dari Omen menggunakan kedua telapak tangannya.
"Waktu sudah habis Omen, boleh kami pergi? Aku juga harus menjual pedangku." mendengar ucapan Teo dan serangannya dipatahkan dengan tangan kosong, "sekarang aku tidak ingin melepasmu, tidak ada waktu yang habis sebelum aku membunuhmu anak muda..." Omen menarik pedangnya dan pedangnya mengeluarkan partikel cahaya.
Merasa akan serangan berbahaya, Teo menarik pedangnya yang masih terbungkus kain putih. Segera setelah itu Teo menggunakan langkah kilat bergerak kearah belakan Omen dan memukul Omen dengan pedangnya.
"Apa... yang terjadi?" Kesadaran omen mulai menurun dan akhirnya ia pingsan.
JANGAN LUPA LIKE KALAU SUKA!!!
__ADS_1
LIKE MEMBERI PENULIS SEMANGAT DAN IDE BARU.
KOMEN JUGA BISA, AGAR PENULIS BISA BELAJAR DAN MENGEMBANGKAN JALAN CERITA!!!