
"Aih jangan berkata yang tidak-tidak."
"Cepat keluar dari sini dan ambil obor lainnya."
Tiga penjaga telah pergi meninggalkannya, Xin Fai kembali berjalan hingga dia memasuki ruangan berisi berbagai senjata tajam.
"Tuan Kratos, pekan ini kelompok Darah Putih akan bergerak ke semenanjung merebut wilayah kekuasaan, apa kau juga ikut bertempur di sana?"
Seorang pria bertubuh besar dengan baju armor serta kain merah melilit lehernya meletakkan pedang yang baru saja dia pegang, wajah pria itu tertutup penutup wajah berbahan besi dengan bentuk yang aneh. Dan lagi namanya juga cukup asing terdengar, Xin Fai dapat menyimpulkan orang ini bukan orang Kekaisaran Shang dan tentu kekuatannya bisa jadi lebih kuat dari pendekar agung sekalipun.
"Aku sementara akan di sini untuk melindungi Ketua Liu, ada seseorang yang sedang mengincar dua orang penting di kelompok kita."
Kratos memalingkan muka ke arah meja di mana Xin Fai tengah bersembunyi di sana. Dia berjalan mendekat membuat Xin Fai terpaksa berjinjit mundur dan menyandarkan tubuhnya ke tembok yang berhimpitan langsung dengan meja tempat persembunyiannya.
"Baru-baru ini Yun'er telah tewas oleh pendekar dari aliran putih, dan sepertinya orang itu sedang menargetkan kelompok kita. Ini bisa jadi awal kehancuran kelompok Manusia Darah Iblis. Katakan pada yang lain untuk terus siaga kapanpun karena serangan bisa datang dari mana saja."
"Hahaha apa kau juga akan mengatakan orang itu juga akan datang ke sini untuk membunuh Ketua Liu?" sambut lawan bicaranya hendak berkelakar.
"Bisa jadi."
Xin Fai menyipitkan matanya perlahan ketika melihat sebuah kunci di pinggang pria bernama Kratos ini. Dia masih sibuk menguping dan memikirkan cara untuk merebut kunci tersebut.
'Pria ini cukup pintar, instingnya tentu sangat kuat sampai bisa memperkirakan kedatanganku ke sini.' Xin Fai membatin dalam hati, saat sedang berpikir-pikir penjaga yang bicara dengan Kratos akhirnya pergi meninggalkan tempat tersebut.
Xin Fai mengibaskan tangannya mengeluarkan sebuah racun berbentuk serbuk keunguan yang sempat didapatkannya, dia mulai memperkirakan ke mana Kratos akan pergi dan bergerak ke tempat yang paling strategis.
Ketika Kratos akan lewat di sampingnya Xin Fai melemparkan serbuk tersebut membuat pria itu terbatuk-batuk saat menghirup udara, dia berusaha melepaskan diri tetapi Xin Fai mengunci pergerakannya.
'Sial, armor ini tidak bisa ditembus dengan pedang. Jika aku memaksakannya malah akan menimbulkan keributan.' batinnya mencoba mencari celah untuk menusuk pria ini namun tubuhnya dilindungi sepenuhnya dengan baju besi yang sulit dilepas.
Xin Fai mencoba membuka topeng pria tersebut namun besi yang melekat di wajahnya itu tidak mau terlepas, merasa keributan di tempatnya mulai terdeteksi Xin Fai mengibaskan tangannya untuk mendapatkan racun lainnya.
Dia menuangkan racun tersebut di balik celah topeng, pria itu hendak berteriak saat merasakan wajahnya mulai terbakar namun Xin Fai lebih dulu membungkamnya dengan menghantamkan kepalanya ke dinding batu. Pria itu pingsan seketika.
Sebenarnya Xin Fai ingin sekali menghabisi pria ini namun dirinya tidak memiliki cukup banyak waktu, dia mengangkut tubuh pria tersebut dan membuangnya ke tempat aman setelah mendapatkan kunci.
__ADS_1
Ketika Xin Fai kembali ke pintu semula Yong Tao telah menunggunya di sana, dia berbisik pelan. "Kita tidak punya banyak waktu, sebentar lagi kemungkinan mereka akan mengetahui pergerakan kita."
Dia dan Yong Tao berhasil memasuki ruangan besar yang diisi setidaknya dua puluh pendekar besar, kekuatannya juga tidak main-main. Di antara mereka bahkan sudah ada yang hampir mencapai tingkat pendekar agung atau jika di dalam suatu sekte orang tersebut biasanya menjadi seorang Tetua sekte.
Mereka berjalan jongkok secara diam-diam ketika melewati tempat tersebut, samar-samar Xin Fai mendengar gerutuan halus keluar dari mulut Yong Tao.
"Entah apa jadinya kalau orang Kekaisaran melihat si nomor satu ini sedang berjalan mengendap-endap seperti seorang penguntit."
"Hahaha anggap saja ini latihan, Senior Yong. Setelah ini kupastikan kau bisa mengamuk sepuasmu."
Xin Fai berhasil sampai ke seberang menunggu Yong Tao menyusulnya, ketika pria itu baru saja keluar dari tempat persembunyian seorang penjaga menghadap ke arahnya.
Penjaga itu menjadi sedikit curiga, dia mendekat dengan waspada ke arah sebuah kolong meja.
'Sial, aku akan tertangkap.' Yong Tao mendengus kesal bersiap mengeluarkan pedangnya jika benar-benar ketahuan.
Mendadak obor api jatuh ke lantai saat pisau cahaya berkecepatan tinggi melewati penyangga, para penjaga mulai panik takut api tersebut merambat. Dengan terpaksa pria yang hendak memeriksa kolong meja harus berbalik badan dan membantu teman-temannya memadamkan api.
Xin Fai memberikan isyarat untuk segera maju dan berlari dari tempat tersebut. Ketika penjaga kembali memeriksa tempat Yong Tao bersembunyi dia hanya bisa mengerutkan dahi tidak bisa menemukan siapapun di sana.
"Tidak, lupakan saja."
Nyatanya saat memasuki ruangan selanjutnya jumlah penjaga menjadi semakin banyak, Xin Fai merapatkan punggungnya ke dinding ketika dia dan Yong Tao dalam keadaan terpojok. Musuh berada di mana-mana sedangkan di sana tidak ada tempat untuk bersembunyi.
"Kurasa hanya sampai di sini kita bersama-sama. Kau bisa mengambil barang itu sendirian, kan?"
"Apa? Kau belum memberitahu apa yang harus kucari di tempat itu."
Yong Tao berbisik pelan. "Sebuah gelang giok hijau milik istri Kaisar Qin, kau hanya perlu lurus dan belok kiri setelah ini. Di sana ada sebuah pintu rahasia menuju gudang harta tapi pintu ituā"
"Aku harus membukanya menggunakan teka-teki?" Xin Fai sudah menduga hal itu yang akan keluar dari mulut Yong Tao.
"Iya, benar sekali. Begitulah cara Manusia Darah Iblis menyimpan barang berharga mereka."
"Pantas saja kau menyuruhku ke sana, lebih baik bertarung langsung daripada memutar otak, bukan?"
__ADS_1
Yong Tao hanya menjawab dengan tawaan kecil, dia berbalik badan bersiap mengalihkan perhatian musuh.
"Lakukan yang terbaik, Xin Fai."
Xin Fai tersenyum kecil sebelum dia berlari kencang menuju tempat yang dikatakan Yong Tao hingga akhirnya mereka terpisah.
Yong Tao berlari membuat musuh mengejarnya habis-habisan. Dia bertarung tanpa ampun menghabisi musuh yang semakin lama semakin bertambah banyak mengeroyoknya.
Saat berbelok ke lorong sebelah kiri Xin Fai dikejutkan oleh kehadiran sosok pendekar dengan penutup wajah besi di depannya, dia adalah Kratos yang tadi telah diracuni. Entah bagaimana caranya dia masih bisa berdiri dan sampai di tempat ini.
"Sudah kutebak kau pasti mengincar barang berharga di tempat ini. Tapi tidak semudah itu," ucapnya sambil menarik pedang bersiap dengan aura bertarungnya.
Tak berapa lama Xin Fai pun melakukan hal yang sama, tidak ada jalan lain selain menghabisi pria ini. Namun dirasa hal itu juga amat sulit dilakukan saat merasakan sebuah aura mengerikan terpancar dari tubuhnya. Ketika menyadari itu adalah aura siluman Xin Fai hanya bisa mengerutkan kening.
Tanah tempat mereka berpijak mulai bergetar hingga akhirnya siluman tikus dengan tubuh dipenuhi segel aneh memunculkan diri. Xin Fai tidak begitu yakin segel apa yang dipakai oleh pendekar ini, namun jurus itu sangat asing dan tidak pernah ditemukan di Kekaisarannya.
"Siapa namamu?" tanya Kratos.
"Apa itu terlihat penting sekarang?" Balas Xin Fai tajam, dia bersiap melancarkan serangan mematikan ke arah Kratos.
"Tentu saja penting, aku yakin dari bau tubuhmu kau adalah orang yang sama dengan pembunuh Liu Yun."
"Oh si Liu Yun itu penting untukmu? Seekor lalat sepertinya apakah terlihat penting? Sekali ditepuk juga langsung mati."
Amarah Kratos terasa membludak saat mendengar lontaran menyebalkan itu keluar dari mulut Xin Fai.
"Jaga mulutmu itu! Aku adalah orang yang sudah menjaganya sejak kecil! Aku tidak terima kau melakukan ini padanya!" nada bicara meninggi menggambarkan betapa marahnya laki-laki itu.
"Kalau kau mau aku bisa mengantarmu ke neraka bersamanya agar kau senang."
Kratos memilih tak menjawab lagi setelah tahu betapa menyebalkan mulut pemuda ini, setidaknya jurus silat lidah ini dipelajarinya dari Lang si serigala cerewet. Xin Fai tertawa miring ketika menyadari kekuatan siluman tikus itu lumayan kuat, setidaknya setara jika disamakan dengan kekuatan siluman singa iblis.
***
aih jadi kangen sama mulut Langš¤£
__ADS_1