Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 109 - Huang Kun vs Liu Bei


__ADS_3

Pertarungan antara Huang Kun dan Liu Bei terlihat berat sebelah di mata para penonton. Yang Guifei mundur beberapa langkah, dan ketika dia menyatakan pertandingan dimulai Liu Bei maju menggunakan Langkah Cahaya ke arah belakang Huang Kun.


Huang Kun menahan gerakan tersebut dengan pedangnya selama beberapa detik, gesekan antar pedang menciptakan bunga api. Liu Bei tak menyangka meskipun Huang Kun nampak lebih lemah darinya namun pemuda itu memiliki kekuatan yang besar.


Liu Bei langsung saja menghantamkan pedangnya dari atas ke bawah, Huang Kun yang masih kurang baik dalam hal kecepatan tak bisa bertindak cepat untuk menghindarinya. Bahu Huang Kun bertabrakan dengan pedang Liu Bei menyebabkan pendarahan yang cukup serius di tubuhnya.


Penonton sedikit kasihan melihat Huang Kun, jika berada di posisinya mereka memilih untuk menyerah saja daripada kalah dengan cara yang memalukan. Tatapan miris itu menekan Huang Kun, dia menggertakkan giginya, namun hatinya tetap tak ingin menyerah.


Huang Kun membaca celah lebih teliti, dia mengambil segala kemungkinan untuk menyerang Liu Bei namun yang justru terjadi adalah dirinya yang semakin terluka parah sedangkan lawannya masih dalam keadaan prima.


Saat semua tatap mata memandangnya kasihan, di sisi lain Huang Kun masih dapat melihat satu tatapan penuh harap dari mata Xin Fai. Pemuda itu mengeratkan pegangan pada pedangnya begitu saja, dia bernapas keras.


"Kalau hanya segini saja aku sudah menyerah..." Napas Huang Kun tersengal-sengal mengatakannya.


"Maka aku tak pantas menjadi rivalmu!"


Perkataan Huang Kun tersebut mengundang banyak tanya di kepala penonton, semua orang menyangka pemuda itu sedang mengatakannya pada Liu Bei.


Namun Xin Fai tersenyum kecil mendengarnya, dia mengepalkan tangan erat di kursi peserta. "Senior Huang, meskipun kekuatanmu tak seberapa namun aku tahu perjuanganmu jauh lebih keras dari orang lain. Maka dari itu, jangan pernah menyerah. Sampai ambang batas sekalipun!"


Xin Fai mengoceh sendiri, Shen Xuemei menepuk jidatnya karena anak itu lagi-lagi mengundang perhatian. Para peserta agaknya sedikit termotivasi mendengar kata-kata tersebut.


Liu Bei memasang wajah muak seolah tak peduli, dia menggunakan jurus mematikan yang membuat Huang Kun terpental hingga memuntahkan darah.


Yang Guifei menanyakan pada pemuda itu apa dia baik-baik saja. Namun Huang Kun lebih dulu mengatakan bahwa dia baik-baik saja dan akan terus melanjutkan pertandingan.


Huang Kun mengarahkan pedangnya tepat di tengah tubuh Liu Bei yang berdiri tak jauh darinya. Meskipun keadaaan sudah terlihat sangat menyedihkan baginya dan di bangku penonton sana banyak orang yang memaksanya untuk turun dari arena pertandingan, namun Huang Kun masih percaya pada kekuatannya sendiri.

__ADS_1


Huang Kun bergerak dengan Langkah Cahaya yang tidak terlalu sempurna, dia menebaskan pedangnya pada Liu Bei dan sedetik kemudian sebuah serangan telak menyambutnya.


Liu Bei mengayunkan pedang sangat cepat, dengan menggunakan tenaga dalam daya hancurnya jauh lebih mengerikan. Dia tak memikirkan bagaimana nasib Huang Kun ke depannya, yang dilakukannya sekarang hanya bertarung seperti hendak memusnahkan lawan.


Huang Kun kembali terlempar sejauh dua puluh meter dari tempatnya semula, pertandingan menjadi menegangkan diakibatkan perbedaan kekuatan yang berat sebelah ini. Jika bisa dikatakan, Huang Kun hanya setara dengan pendekar menengah tahap satu, sedangkan Liu Bei pendekar menengah tahap 5 yang hampir memasuki tingkat pendekar besar.


Selisih perbedaan kekuatan membuat perbandingan kekuatan mereka sangat jelas, Li Yong sendiri ingin sekali membawa muridnya itu kembali ke sekte, Huang Kun terlalu memaksakan dirinya. Namun apalah daya, otak Huang Kun keras layaknya batu yang telah tertanam di dasar bumi, sama sekali tak bisa diubah kemauannya oleh siapapun.


Hidung Huang Kun mengeluarkan darah, dia mimisan dan pandangannya menjadi kabur. Baru saja hendak membuka matanya, Liu Bei sudah berlari ke arahnya sambil melepaskan tendangan berkekuatan tinggi.


Hasilnya dengan tendangan itu Huang Kun kembali terlempar jauh, dia bahkan merasakan salah satu tulang rusuknya patah.


Xin Fai berdiri dari tempatnya tak terima, urat di lengannya menonjol dengan wajah memerah. Dia sangat marah kali ini, tujuan Liu Bei sudah sangat jelas ingin membuat Huang Kun tersiksa secara perlahan.


Wajah dingin Liu Bei perlahan menatapi bola mata Huang Kun, dia memasang sorot mata penuh dendam. Huang Kun mengepalkan tangan, dia mengambil pedang yang terjatuh di sampingnya.


Yang Guifei sendiri masih membiarkan pertandingan berlangsung, dia hanya perlu menunggu Huang Kun benar-benar pingsan jika ingin pertandingan ini berakhir mengingat sifatnya yang pantang menyerah.


"Masih belum... Aku takkan kalah darimu!"


"Ch, berlagak seolah-olah dengan kekuatan lemah itu kau bisa menang dariku? Bermimpi saja kau sampai kiamat."


Liu Bei melesat maju bersama pedangnya, dia beradu kekuatan dengan Huang Kun yang hanya bisa bertahan dan bertahan. Di dalam keadaan terpojok itu Huang Kun masih tidak ingin menyerah, dia mendengar gemuruh di bangku penonton yang mulai geram dengan tingkahnya.


Penonton sudah tak sabar menanti pertarungan lainnya, melihat Huang Kun yang lemah masih keras kepala bertarung hingga titik darah penghabisan ini seakan membuang waktu mereka saja.


"Masih belum! Aku takkan kalah darimu!"

__ADS_1


Huang Kun menggertak keras, penonton terdiam dengan alis menukik. Meskipun sekarang banyak yang ingin melihat kekalahannya, dan lebih banyak yang menjagokan Liu Bei namun pemuda itu takkan pernah kehilangan keyakinan. Sejak dulu, sebelum kedua orangtuanya tiada, mereka selalu mengajarkannya Huang Kun untuk selalu memiliki keyakinan dalam hati.


Walaupun masih tidak bisa menandingi kekuatan Liu Bei namun Huang Kun mulai bisa sedikit melakukan perlawanan. Tubuhnya mengalami banyak pendarahan dan cedera, namun semangatnya sama sekali tak berkurang sedikitpun.


Liu Bei mulai geram saat serangannya bisa diimbangi oleh Huang Kun, dia menggencarkan serangan semakin ganas dan kali ini Huang Kun sama sekali tak bisa menahannya.


Goresan dan sabetan mengoyak kulit Huang Kun sangat dalam, pedang di genggaman Liu Bei sangatlah tajam. Dari bentuknya saja bisa dikatakan pedang tersebut adalah pedang yang istimewa.


Baju yang Huang Kun kenakan sudah berdarah-darah, Li Yong sangat menyayangkan keputusan muridnya itu. Seandainya Huang Kun menang sekalipun dia takkan sanggup bertarung lagi setelah ini akibat luka fatalnya di tubuhnya.


Keadaan berat sebelah semakin jelas terlihat, penonton mulai bosan dan hanya bisa mengembuskan napas malas. Di sisi lain mereka kasihan melihat orang bodoh seperti Huang Kun, dia memang benar-benar pemuda terbodoh yang sesungguhnya.


Meskipun lawannya berkali-kali lipat lebih kuat darinya, Huang Kun tak pernah menyerah.


"Sudahlah... Lebih baik kau menyerah saja. Daripada nyawamu yang melayang." Salah satu penonton mengatakan jengah.


Selama beberapa saat beradu pedang akhirnya Liu Bei melepaskan satu serangan dahsyat yang menghantam Huang Kun telak.


Huang Kun jatuh tergeletak sama sekali tak berdaya, telinganya berdengung keras dan dia memuntahkan darah hampir kehilangan kesadaran.


Melihat Huang Kun tak bergerak lagi setelahnya, Yang Guifei maju dan mengatakan bahwa pertarungan ini dimenangkan oleh Liu Bei.


"Ma... Masih belum..." Huang Kun merangkak di tempatnya, mulutnya yang penuh darah itu bergetar kuat.


Yang Guifei mengerutkan alis sungguh penasaran dengan apa yang berada dalam otak Huang Kun namun dia mengatakan pertandingan akan dilanjutkan. Hal itu membuat Liu Bei memaki kesal.


"Dasar orang udik! Padahal sudah jelas-jelas kau kalah, hanya melihatnya saja semua orang sudah tahu!" Kesalnya, nampak orang-orang sangat setuju dengan perkataannya.

__ADS_1


"Hahhaha..." Tawaan Huang Kun membuat suasana hening. Dia bangkit dengan betisnya yang gemetaran.


"Seseorang pernah mengatakan padaku... Orang miskin, yatim piatu, bodoh, bahkan buta sekalipun... Jika dia memiliki keyakinan dan tekad, dia akan menjadi orang yang tak terkalahkan oleh siapapun!"


__ADS_2