
Pertarungan yang paling dinanti oleh banyak orang ternyata tak memakan waktu hingga satu menit, lawan dari Xiu Juan yang dikabarkan akan menjadi Pilar Kekaisaran berikutnya menyerah begitu saja tanpa perlawanan.
Begitupun dengan Yu Yuwen si jenius nomor satu di sektenya, pemuda itu bahkan belum berkedip dan lawannya sudah mengundurkan diri.
Xin Fai dapat melihat kekecewaan orang-orang karena tak bisa melihat kemampuan dua orang jenius ini sekaligus bosan karena tak mendapatkan tontonan seru lagi.
Dari putaran pertama ini, banyak pendekar muda berbakat yang baru saja menampakkan diri seperti halnya Xin Fai dan yang lainnya.
Salah satu di antaranya adalah Han Dachu, pemuda ini berasal dari sebuah sekte menengah namun kekuatannya bisa mengimbangi lawan yang lebih kuat darinya. Pemuda itu mewarisi ilmu mengeraskan tubuh, pukulan beruntun sekaligus tendangan mematikan yang menggunakan tenaga dalam tidak sedikit.
Peserta lainnya ada yang menggunakan jurus aneh bernama Salamander Api, jurus itu membakar tubuh penggunanya dan membuat penonton histeris.
Pendekar-pendekar muda ini sudah bisa dipastikan masuk ke daftar calon Pilar Kekaisaran berikutnya bagi mereka.
Usai memerhatikan keadaan sekitarnya, Xin Fai akhirnya tiba di kursi peserta dan menemukan Huang Kun melambaikan tangan ke arahnya.
"Di sini Fai'er! Di sini!"
"Fai'er?" Lan An menaikkan sebelah alisnya dan penasaran apakah adik kecilnya ini telah akrab dengan orang lain selain dirinya.
"Ah, dia senior seperguruanku. Mari berkenalan dengannya, dia sebelumnya ingin sekali bertemu denganmu."
"Apa aku mengenalnya? Kurasa tidak." Lan An masih bingung sambil berjalan santai ke kursi yang ditempati oleh Shen Xuemei dan Huang Kun.
"Aku pernah menceritakan tentang dirimu pada Senior Huang dan dia mengatakan ingin sekali bertemu denganmu."
"Benarkah? Apa yang kau katakan padanya? Apa aku adalah orang keren?"
"Bukan, bukan. Aku mengatakan Kakak An ini adalah pemuda yang sangat diminati oleh seluruh nenek-nenek di dunia."
Lelucon aneh itu membuat alis Lan An berkerut, dia sungguh tak memiliki jiwa humor membuat Xin Fai malas menjelaskan.
Huang Kun yang tak begitu jauh dari mereka bisa mendengar obrolan itu. Meskipun tak bisa menangkap sepenuhnya, namun dia langsung berburuk sangka pada Xin Fai.
"Siapa pemuda yang kau maksud, Faifai?!"
"Apa Senior Huang merasa?"
Huang Kun berdecak kesal, dia ingin sekali membalas omongan Xin Fai tapi tak berniat melakukannya. Tatapannya terjatuh pada Lan An yang kini menatapinya dengan sangat ramah.
Xin Fai serta Lan An duduk, Huang Kun menyambut dengan sangat baik.
__ADS_1
"Hei, boleh aku tahu namamu? Perkenalkan aku Huang Kun dan yang di sebelahku ini Shen Xuemei, kami berasal dari sekte Kuil Teratai."
"Sekte Kuil Teratai? Ternyata sekarang kau sudah sampai di sana..." Lan An tersenyum tipis pada Xin Fai, dia melanjutkan. "Aku Lan An, dari Pasukan Seribu Kaki."
"Lan An? Aku seperti tidak asing dengan nama itu." Huang Kun berpikir keras bahkan menanyakan pada Shen Xuemei apa dia mengenal nama itu. Shen Xuemei yang merasa terganggu hanya mendecak sambil menggeser posisi duduknya.
"Ck, sama sekali tidak bisa membantu kau Shen Xuemei!"
"Hahaha sabar... Sabar," tawa Xin Fai meledek Huang Kun yang selalu dijuteki oleh pemuda tampan bernama Shen Xuemei itu.
"Lan An ini adalah orang yang mengajariku teknik bela diri dan ilmu pedang hingga bisa seperti ini," jelas Xin Fai akhirnya.
Lan An begitu senang karena Xin Fai menceritakan dirinya pada orang lain.
"Dia orangnya? Wah... Ternyata kau, saudara Lan An! Senang bisa berjumpa denganmu!"
***
Setelah berbasa-basi beberapa saat akhirnya Xin Fai mulai bertanya pada Lan An tentang kabar Lien Hua ibunya, dan pemuda itu terdiam beberapa saat.
Merasa salah bertanya Xin Fai berkata canggung, "Eh... Jika tidak mau mengatakannya, aku juga tak memaksa." Dia hanya bisa menggaruk telinga pelan.
Xin Fai seumur-umur tak pernah menyangka, di kursi peserta ini dan di hadapan banyak orang, Lan An menangis di depannya.
"Ibuku sudah tiada..."
Lan An tidak begitu mengerti mengapa dia sangat emosional di hadapan adik kecilnya ini, dia merasa Xin Fai orang yang paling mengerti keadaannya.
Selama di sekte Pasukan Seribu Kaki Lan An terus berlatih mati-matian dan berharap Xin Fai datang, namun kenyataannya orang yang diharapkannya tak kunjung datang.
"Aku turut berdukacita, maafkan aku karena tidak ada ketika Ibumu pergi."
Lan An kemudian menceritakan sebuah kejadian tragis yang dialaminya setelah Xin Fai pergi dari kota Anguo.
***
Malam itu saat Xin Fai baru saja pergi meninggalkan kota Anguo bersama Lang, ternyata pasukan Manusia Darah Iblis yang digerakkan langsung di bawah pasukan Darah Hitam datang menyerbu kelompok bernama Kemangi Lima Daun.
Manusia Darah Iblis sendiri dibagi menjadi lima kelompok berdasarkan tingkatannya, yang pertama Darah Putih yaitu orang yang masih baru di kelompok sesat itu kemudian Darah Merah yang biasanya hanya diisi oleh pendekar tingkat menengah, di tingkat ketiga ada Darah Hitam, di tingkat ini biasanya pendekar seperti mereka mendapatkan banyak keistimewaan salah satunya pedang Manusia Darah Iblis yang mereka gunakan diganti dengan yang lebih kuat.
Dua terakhir adalah Darah Suci dan Darah Murni. Darah Suci adalah orang-orang yang menjadi petinggi di organisasi tersebut sedangkan Darah Murni adalah orang yang memegang kekuasaan tertinggi di organisasi yakni Liu Fengying.
__ADS_1
Setelah Kemangi Lima Daun hancur lebur dan mereka berhasil merampas dua Mustika 7 Musim dari kelompok tersebut, seorang Manusia Darah Iblis memaksa sisa anggota Kemangi Lima Daun yang masih hidup untuk memberi tahu letak mustika yang satu lagi dan akhirnya mereka dituntun pergi ke rumah Lan An.
Lan An dan Chuan Gui yang baru saja mengantarkan kepergian Xin Fai dan bersiap-siap istirahat dibuat kaget tak alang kepalang oleh kedatangan pasukan itu.
Chuan Gui menahan dada Lan An dan menginstruksikannya untuk pergi dari tempat ini selagi dirinya menahan tiga puluh Manusia Darah Iblis di depan sana.
"Tapi, Paman---"
"Ikuti perintahku! Aku tak bisa menunda lagi, jika Xin Fai sampai tahu kau mati hari di sini aku akan menjadi orang paling tak berguna di muka bumi ini!"
Lan An menatap ibunya dan Chuan Gui bimbang, dia meremas rambutnya frustrasi. Sesegera mungkin dia harus mengambil keputusan, dan dengan tak tega dia memapah ibunya itu.
"Lan An! Kau pergilah ke penginapan dan katakan pada orang di sana bahwa Chuan Gui menyuruh menggerakkan pasukan ke sini!"
"Ba-baiklah Senior!"
Lan An memapah ibunya tak mau melihat ke belakang lagi, jarak Chuan Gui hanya beberapa meter dari rombongan musuh dan nyawanya sudah pasti akan hilang dalam sekejap mata.
Perjalanan menuju ke penginapan sangat lama apalagi harus memapah Ibunya, Lan An berusaha mati-matian untuk bergerak secepat mungkin namun kaki ibunya yang telah pincang tak bisa berjalan cepat.
"Lan An... Kau pergilah, ibu hanya menghambat larimu saja."
"Tidak! Aku akan membawa ibu pergi secepatnya dan kita akan aman dari sin--"
Sebuah panah melesat menembus jantung ibunya dari belakang, Lan An mencoba memahami keadaan dan terlihat mulut ibunya telah dipenuhi oleh darah.
Puluhan Manusia Darah Iblis telah berhasil menyusul Lan An dan dia bisa memastikan Chuan Gui telah tewas dalam pertarungannya.
Lan An histeris saat itu, dia tak bisa menerima ibunya kini sedang meregang nyawa dan juga Chuan Gui telah tiada. Dia menjerit lalu menangis, bibirnya bergetar dan berharap di ujung sana Xin Fai kembali kembali datang.
Namun harapan tersebut sirna, Xin Fai sama sekali tak kembali menolongnya. Dilihatnya Lien Hua sudah mengembuskan napas terakhirnya, Lan An menarik pedang dengan penuh kebencian.
"Kalian... Kalian sampah! Busuk! Dasar manusia biadab!"
"Lihatlah manusia hina itu, sungguh menyedihkan. Tangkap dia, mustika itu pasti berada di tangannya."
Pertarungan tak terelakkan dan langsung saja pertumpahan darah terjadi, ketika Lan An kehabisan seluruh tenaganya dan berhasil membunuh sepertiga lawannya di saat itu pula dia tertolong. Namun yang menolongnya bukan orang yang dia harapkan, melainkan bawahan Chuan Gui yang curiga karena atasan mereka tak kunjung kembali ke penginapan dan nyatanya sekarang Chuan Gui telah tiada dalam keadaan tubuh terpotong-potong.
***
00:15 mataku sepet wkwk jgn lupa like tiap chapter dan dukung terus penulis sebisa mungkin 😆xiexiee
__ADS_1