
"Sial! Kalian, cepat tangkap bocah itu!" Liu Fengying menghardik murka, dia menebaskan pedangnya hingga beradu dengan senjata Yong Tao. Bunga api memercik dari kedua senjata tersebut disertai deritan pedang yang sangat memekakkan telinga.
Dalam hitungan menit berbagai jurus andalan telah Xin Fai kerahkan demi mengalahkan salah satu petinggi ini namun tidak kesemuanya berhasil dan bahkan justru bisa membahayakan dirinya sendiri.
Tingkat kekuatan dua petinggi ini memang jauh lebih besar daripada musuh Xin Fai sebelumnya, bukan hanya bisa menghindari setiap serangan yang dilontarkannya tetapi juga justru memberikan perlawanan keras di setiap gerakan mereka.
Salah satu petinggi yang mulutnya jauh lebih cerewet dibandingkan temannya yang satu lagi memakai senjata cambuk, Xin Fai mau tak mau harus selalu waspada menghindari setiap tebasan cambuk tersebut belum lagi menghindari sayatan pedang besar milik lawannya yang kini menyerang secara langsung.
Melihat keadaan Xin Fai tak begitu menguntungkan Yong Tao berniat membantunya, dia memasukkan beberapa serangan namun Liu Fengying terus mendesaknya menjauh dari pertarungan dua petingginya dan juga Xin Fai.
Niat terselubung Liu Fengying dapat dibaca oleh Yong Tao tetapi dia sendiripun tak bisa berbuat apa-apa dikarenakan musuh lainnya mulai berdatangan mengganggu konsentrasinya.
Dari arah belakang maupun samping beberapa anggota Darah Hitam melepaskan serangan serta di atas sana pasukan Darah Putih bersama siluman burung mereka terus menembak bidikan anak panah. Semakin Yong Tao menghindarinya jarak dengan Xin Fai semakin terbuka lebar.
Salah satu petinggi Manusia Darah Iblis berteriak kencang seperti memanggil yang lain hingga banyak pendekar aliran hitam bersatu bersamanya, Xin Fai mengutuk keras lagi dan lagi. Dia tidak yakin bisa menghadapi situasi di hadapannya untuk yang kesekian kalinya setelah sebelumnya menggunakan seluruh tenaga demi membantai pasukan pendekar aliran hitam.
Karena terlalu panik dengan lautan manusia di hadapannya Xin Fai tak menyadari sebuah cambuk melesat tajam hingga membuatnya terpental puluhan meter dari tempatnya, saat bangkit dari jatuhnya dia malah disambut oleh tatapan pembunuh para musuh yang siap menangkapnya.
"Sial!"
Para Manusia Darah Iblis berduyun-duyun ingin sekali membunuhnya tetapi sedetik kemudian sang petinggi mereka datang dengan bunyi dentuman keras meretakkan lantai.
"Minggir kalian semua! Bocah ini adalah mangsaku!"
__ADS_1
Petinggi yang satunya lagi datang tanpa banyak omong, dia menebas Xin Fai begitu ganas tanpa memberikan sedetikpun jeda.
Memulihkan energi alam yang hilang dari tubuhnya tanpa disangka membutuhkan selang waktu yang agak lama, Xin Fai tidak pernah menyadari hal itu sebelumnya karena biasanya menggunakan energi alam ini sekali saja tanpa ketergantungan. Jika memulihkan energi alam yang telah dipakainya terus menerus seperti ini ternyata memerlukan waktu maka semua rencana Xin Fai akan dipastikan akan hancur.
Dalam situasi yang membutuhkan lebih banyak tenaga dalam seperti ini Xin Fai kembali terpojokkan, dia menahan kekuatan ayunan pedang sekuat tenaga. Bunyi gesekan di lantai terdengar sesaat diiringi deritan pedang selama beberapa detik.
'Jika begini terus aku malah seperti mengantarkan nyawaku sendiri. Kurasa ini waktunya untuk mundur sebentar sambil mencari bantuan...'
Mendadak sebuah tendangan melaju kencang membentur wajah Xin Fai, dia terlempar beberapa meter dengan mengangkat wajahnya.
Terlihat Liu Yun datang sambil tertawa mengejek.
"Waktunya pembalasan untukmu."
"Di saat seperti ini dia malah datang..." Xin Fai mengutuki Liu Yun dalam hati, matanya menatapi kesal pemuda di hadapannya yang kini dilindungi dua petinggi Manusia Darah Iblis.
"Sekarang katakan padaku, apa yang bisa kau lakukan di situasi genting seperti ini?" Liu Yun berbicara seolah situasi sudah berada dalam genggaman tangannya. Sedang dua petinggi tersebut tanpa banyak omong lagi segera menyerang Xin Fai.
Panah busur melesat tajam ke arah dua petinggi namun mereka dapat menghindari semua itu tanpa hambatan berarti, cambuk dan pedang saling mengincar tubuhnya secara bergantian namun Xin Fai tetap bertahan menggunakan panah, dia menggemerutukkan gigi sembari berpikir keras namun pikirannya sama sekali tidak bisa diajak bekerjasama.
Dengan kecepatan lari yang biasa saja dengan mudah dia mendapatkan belasan serangan dan beberapa menyerang area vital, Xin Fai berupaya mundur tetapi dua musuhnya seperti tak memberikannya ruang bergerak.
"Kau seperti seekor cacing yang hendak melawan seekor singa, bocah."
__ADS_1
"Singa, katamu? Aku lebih percaya jika kau mengatakan wajahmu mirip seperti monyet," balas Xin Fai membuat wajah petinggi itu memadam. Dia murka sekali mendengar jawaban sarkas itu.
"Kau-?! Bocah sialan! Aku akan membuat mulutmu robek setelah mengatakan hal itu!"
Aksi dua lawan satu berlangsung tidak imbang, meskipun demikian kecerdikan Xin Fai dalam mengecoh lawan membuat kedua orang dewasa itu kelabakan menangkapnya, Liu Fengying yang sebelumnya merasa itu kesempatan terbesar demi menangkap mangsa mereka menjadi sedikit ragu.
Liu Yun memasang posisi paling strategis untuk menonton hal itu karena merasa tak perlu turun tangan, sedikit lama alisnya perlahan menurun menandakan keanehan tergambar di wajahnya.
Dia memandangi dua petinggi yang terus saja melepaskan serangan brutal namun justru beberapa serangan itu malah mengenai teman mereka sendiri. Xin Fai berlindung di sela-sela para pembunuh dan bergerak lincah dengan tubuhnya yang masih terbilang kecil.
Liu Yun mencengkram pedang Manusia Darah Iblis di tangannya sangat kencang, tetapi rasa gundahnya itu terbalaskan saat melihat Xin Fai terjatuh ketika salah satu pendekar aliran hitam memasukkan serangan secara tiba-tiba.
Xin Fai yang terjatuh sontak saja menjadi bulan-bulanan para pendekar aliran hitam di sekitarnya, dia dikeroyok dengan belasan pedang gerigi, kapak serta golok yang diangkat tinggi-tinggi ke atas hendak merobek kulitnya.
Salah satu petinggi berteriak. "Hei! Jangan sampai membuat dia mati, kita harus memberikannya pada Ketua!"
Perlahan demi perlahan kerumunan pendekar aliran hitam di sekitar Xin Fai bubar membuka jalan pada dua petinggi tersebut, mereka menatapi keadaan Xin Fai amat mengenaskan. Kulit tubuhnya sebagian terkelupas dengan kepala bocor, sedang bekas hujaman golok yang bersarang di kakinya membuat dia sama sekali tak bisa melarikan diri lagi.
Dengan tangan berdarah-darah masih melindungi kepalanya, Xin Fai berusaha bangun secepat mungkin.
Tetapi dadanya diinjak hingga terbentur ke lantai dalam posisi terbaring, dia membuka sebelah mata dan mendapati Liu Yun tengah menatapi dirinya hina.
"Kukira kekuatan seorang Manusia Iblis seperti kabar yang pernah kudengar... Tapi kau, tak lebih dari seorang pengecut."
__ADS_1
***