
Sepanjang jalan yang dilintasi Xin Fai hanya genangan darah yang membanjiri, menuju sebuah tempat di mana jantung iblis disembunyikan. Satu per satu mayat tergeletak tak bernyawa dalam sekali tebas, menyisakan bunyi jeritan yang menggema di dalam ruangan besar.
Perlahan-lahan pintu besar terbuka saat pria yang membawa mereka memutarnya susah payah, dia menariknya sangat ketakutan. Apalagi kini Pedang Kaisar Langit semakin menempel di kulitnya, sekali gores saja dia yakin urat di lehernya akan terpotong.
Saat pintu terbuka pria tersebut segera mempersilahkan masuk kemudian dengan hati-hati minggir dari hadapan mereka.
Untuk menyelamatkan nyawanya sendiri, setidaknya dia masih memiliki harapan hidup dibanding para temannya yang kini bergelimpangan di jalan pusat markas mereka dalam keadaan yang sangat mengenaskan.
Semua ini adalah ulah pemuda bertangan dingin itu, tak sedikitpun belas kasih terlihat di dalam matanya.
Lang menyapu pandangannya ke atas, melihat banyak sekali pipa besi yang digunakan, dia mencari titik tempat semua pipa itu tersambung.
Ruangan ini cukup luas sekaligus sempit, hampir tidak ada ruang untuk bergerak karena dikelilingi oleh pipa besi dan alat-alat lainnya. Sedangkan Lang masih mencari-cari Xin Fai sudah mengetahui lebih dulu dari mana itu semua berasal.
Dia dapat merasakan satu kekuatan yang sama seperti yang berada di tubuhnya. Xin Fai bergerak lebih maju dari Lang, menyalip di antara besi-besi dan tiba di depan sebuah tabung besi berikut besar.
Pedang Kaisar Langit terangkat tinggi, dalam satu hentakam membelah tabung di depannya hingga memuntahkan darah dalam jumlah sangat banyak. Banjir darah di mana-mana dalam seketika itu juga.
Saat melihat ke dalam isi tabung tersebut, satu hal yang membuat keduanya mengernyit adalah sebuah jantung yang masih terus memompa.
"Manusia Darah Iblis ini... Mereka mempelajari jurus ilmu hitam dari semua Kekaisaran demi ini semua, tak terbayangkan sebesar apa ambisi mereka untuk menguasai dunia..." Lang berkata pelan, mendekati jantung tersebut dan mengamati detakannya yang terlihat normal seperti manusia biasa.
__ADS_1
"Jadi ini darah yang mereka gunakan untuk menyesatkan orang-orang? Seperti Zhang Bingjie..?" Xin Fai mengepalkan tangannya erat, dia tahu betul bagaimana perasaan seorang sepertinya. Seorang pengelana biasa yang tiba-tiba dipaksa menjadi seorang iblis untuk terus bertahan hidup.
Dan cerita yang pernah dilihatnya dulu sekali, saat keluar dari Hutan Terkutuk. Satu keluarga kecil yang harus hidup terasingkan karena ulah mereka.
Seorang pria yang terkenal sangat baik di lingkungannya harus menjadi iblis gila yang senang mengambil darah orang, dijauhi semua orang dan meninggalkan keluarganya. Hingga dia mati di hutan terkutuk bersama tikus-tikus ganas.
Xin Fai menangkap jantung itu dan menariknya dari tabung tersebut, serat-serat bergelantungan saat dia berhasil melepaskannya dari sana. Masih terlihat jantung itu berdetak kencang, jantung pemilik tubuh Manusia Iblis dulu. Mereka akan terus mengabadikannya di tabung ini jika tidak segera dihancurkan.
Xin Fai mengeluarkan kekuatan listrik di tangannya, membuat jantung itu mulai mengalami kerusakan parah. Dia mencengkramnya sangat kuat hingga akhirnya pecah di tangannya. Menyemburkan darah ke wajah Xin Fai.
"Kita hancurkan semua barang yang ada di sini." Xin Fai menggerakkan tubuhnya agar dapat melihat sekitar, pipa-pipa yang melintang di atasnya menjadi sasaran. Dia menggunakan Kitab Tujuh Kunci yang dalam sekejap mata membuat kebocoran di mana-mana. Angin Desa Daan memiliki daya hancur yang seratus kali lebih kuat saat dia mengerahkan lebih banyak kekuatan.
Dalam waktu yang relatif singkat tempat terpenting dari markas pusat hancur total, tidak satupun benda dari sana selamat. Lang menghancurkan sama banyaknya seperti yang majikannya lakukan. Tabung-tabung besar koyak akibat cakar tajamnya.
Terlihat dari bagaimana mereka tetap berusaha membunuh walaupun kedua tangan telah terpotong. Xin Fai menajamkan penglihatannya ke satu titik di mana terlihat seorang pria tengah bertarung lima lawan satu. Keadaan berat sebelah itu sama sekali tidak disadari rekan-rekan sekitarnya.
"Lang, kita harus menyelamatkannya!"
Secara cepat Lang berlari menuju arah yang ditunjuk Xin Fai, dia tidak mengenali secara pasti siapa pria itu tapi satu hal yang dapat dimengertinya situasi yang dia hadapi sangatlah sulit.
Tubuh pria itu bermandikan darah, bahkan untuk melihat saja dia sudah kesusahan akibat aliran darah yang menggenangi pelupuk matanya. Pedang di tangannya kini terpental jauh saat senjata lawan menghantamnya, pria itu jatuh terduduk. Bersiap setelahnya sebuah kapak besar hendak memotong kepalanya menjadi dua.
__ADS_1
Kepanikan Xin Fai benar-benar terjadi, jarak mereka masih terlalu jauh, semuanya berjalan semakin cepat. Xin Fai tidak dapat memikirkan apapun lagi selain menyelamatkan pria itu.
"Wakil Zhu!"
Saat Xin Fai menyebut tersebut baru orang-orang menyadari Zhu Yue sedang berada dalam bahaya, mereka menatap ke arah Zhu Yue secara panik dan mendapati sosok tersebut tengah berada dalam incaran maut.
Di detik-detik terakhir sebelum kapak tersebut menyentuh kepala Zhu Yue, Xin Fai mengeluarkan Rantai Api Neraka. Tidak peduli kekuatannya terhisap sangat banyak saat mengeluarkan rantai yang sangat panjang untuk mengejar jarak mereka yang terlampau jauh.
Meskipun bisa menangkis sedikit kapak tersebut namun luka yang didapat Zhu Yue tidak bisa terelakkan. Serangan kapak menyasar ke arah pundak. Membuat Zhu Yue menjerit ketika harus menanggung rasa sakit lainnya yang mendera tubuhnya.
Xin Fai berhasil menyusul Zhu Yue meski agak terlambat, dia menarik napas berat. Mengeluarkan Pedang Manusia Iblis untuk membantai habis lima orang di depannya. Tak mengampuni mereka sedikitpun.
Baginya Zhu Yue sudah seperti keluarganya sendiri, andai mereka merenggut nyawa Zhu Yue kemarahannya takkan terbendung lagi. Sudah cukup banyak mereka merebut apa yang dia miliki.
Xin Fai menopang kepala Zhu Yue di atas pahanya, menunggu pria itu mengeluarkan suaranya sedikit saja. Napasnya tampaknya akan segera berhenti berembus, tak lagi terlihat tanda-tanda kehidupan di kedua bola matanya yang memucat. Di bawah temaramnya awan mendung kala pertempuran besar, detik itu juga Zhu Yue mengembuskan napas terakhirnya.
Xin Fai masih belum bisa menerima keadaan, dia menggoyangkan lengan Zhu Yue pelan. "Wakil Zhu..."
"...."
Sebanyak apapun Xin Fai menggunakan kekuatannya untuk memulihkan luka berat Zhu Yue tampaknya tidak berguna sama sekali, pria itu sudah terluka terlalu parah.
__ADS_1
Baru dia menyadari, Zhu Yue bertarung dengan jantung tertusuk panah hingga detik-detik terakhirnya. Setidaknya, saat Zhu Yue meninggal pria itu memiliki kebanggaan tersendiri.
Dia menemui ajalnya dengan ditemani Xin Fai, orang yang sangat dia kagumi selama bertahun-tahun ini.