Rafa & Ara

Rafa & Ara
Episode 101


__ADS_3

...Happy Reading...


"Untuk sekarang, kamu duduk dulu di dekat Tante. Suatu saat nanti kamu akan duduk di dekat Rafa dan melayaninya." kata Maya membesarkan hati Levina. Dia menyendok makanan ke piring wanita sangat di inginkan menjadi istri Rafa ini.


"Iya tante. Jujur aku sudah tidak sabar menantikan hal itu, duduk didekat Rafa dan melayaninya makan dengan tangan ku sendiri." kata Levina.


Rizal tersenyum mendengarnya. Sedangkan Wisnu mencibir mendengar perkataannya.


"Levina, kau pasti bertanya siapa gadis cupu berkaca mata hitam tebal ini kan?" Rizal menoleh pada Ara.


Levina mengikuti padangan mata Rizal sambil memasukan makanan kedalam mulutnya. Dia memang penasaran siapa wanita itu.


"Dia Ara, istrinya Raka. Menantu kedua Artawijaya setelah mas Revan." kata Rizal kembali.


Levina tersedak, makanan di dalamnya mulutnya hampir saja muncrat ke luar.


"Apa? gadis jelek dan kampungan ini istri Raka?" ulangnya kembali tanpa sadar. Matanya membesar melihat pada Ara.


Ara menelan ludah mendengar ucapannya.


"Jaga perkataan mu Levina." sentak Rafa menatapnya tajam.


"Ops, aku keceplosan." Levina segera menutup mulutnya sambil tersenyum.


"Maaf, aku sangat kaget tadi sehingga tidak sadar mengatakan hal itu. Aku tidak menyangka kalau dia adalah Raka." katanya kembali.


Jadi dia istri Raka? Pantas saja Rafa menahannya untuk tetap duduk, dan Wisnu memanggilnya nona muda. Levina menatap tidak suka pada Ara, karena Ara telah melangkahi dirinya menjadi menantu Artawijaya.


"Tapi kenapa selera Raka rendah sekali?


Begitu banyak wanita cantik dan seksi mengejarnya, tapi kenapa dia malah memilih wanita buruk itu? Atau jangan-jangan Raka di pelet olehnya?" gumamnya dalam hati seraya mengamati Ara diam diam.


Levina mendengus geram dalam hati karena di dahului oleh Ara menjadi menantu Artawijaya.

__ADS_1


"Tante punya rencana untuk mengadakan pesta kecil-kecilan guna merayakan ulang tahun Rafa dan juga atas kepulangan kalian ke Indonesia." ujar Maya mendinginkan suasana yang panas. Dia menatap Rafa dan Levina bergantian.


"Wah itu bagus bangat tante, aku setuju. Sebenarnya, aku juga ingin mengatakan hal itu." seru Levina riang.


"Kau boleh menentukan tempatnya." kata Maya tersenyum.


"Benarkah? Terimakasih kasih. Tante memang terbaik." Levina memeluk Maya yang berada di dekatnya.


"Tentu saja kau punya hak, karena kau adalah kekasih Rafa."


Levina tersenyum sumringah, dia melirik sinis pada Wisnu yang mendengus kesal mendengar perkataan Maya.


"Aku sudah lama tidak ke bali, bagaimana kalau acaranya kita buat saja di sana?" usul Levina.


"Itu ide yang bagus, tempatnya bisa di lakukan di villa atau di hotel Rafa yang ada di sana." Maya menambahkan.


"Benar tante, aku akan mengundang teman teman model ku. Dan Rafa juga bisa mengundang para kolega bisnisnya." kata Levina antusias.


"Aku banyak pekerjaan Ma. Aku tidak punya waktu untuk melakukan hal-hal tak berguna seperti ini. Kalian saja yang pergi." kata Rafa dingin.


"Justru kau yang sangat di harapkan di sana, karena kau yang berulang tahun. Pokoknya mama ingin kau ikut ke bali. Anggap saja ini keinginan mama untuk mengganti permintaan mama yang tidak kau penuhi. Mama tidak mau mendengar penolakan mu lagi." kata Maya tegas.


"Aku sibuk ma, siang ini ada launching peluncuran parfum baruku. Dan juga beberapa agenda penting lainnya." kata Rafa tetap menolak.


"Mama tidak meminta banyak waktumu, hanya beberapa jam saja. Lagi pula acara mu hanya sampai sore kan? Setelah launching, kamu bisa langsung terbang ke bali. Jangan berkata apa apa lagi, penuhi keinginan mama kali ini. Mama mohon Rafa." kata Maya memelas.


Rafa membuang nafasnya kasar.


"Aku gak janji Ma__." dia bangkit berdiri dari tempat duduknya, melangkahkan menuju tangga di ikuti Wisnu.


Levina menjerit senang dalam hati mendengar perkataan Rafa. Ada sedikit harapan untuk Rafa datang ke Bali.


"Kalau begitu aku akan segera menghubungi teman teman ku, dan juga bersiap siap.Oh ya Raka, kau datang juga ya, ajak istrimu. Aku sangat menginginkan kedatangan kalian, biar acaranya tambah seru dan rame kalau kita semua hadir." ujarnya menatap Raka dan Ara.

__ADS_1


Langkah Rafa terhenti mendengar ajakan Levina pada Raka dan Ara. Dia menoleh sejenak kebelakang, lalu melanjutkan langkahnya menaiki tangga.


Raka dan Ara tersenyum mendengar permintaan Levina.


"Kau juga harus datang dokter, ajaklah kekasihmu." kata Levina pada Rizal.


Rizal tersenyum, dia bangkit dari duduknya.


"Aku ke rumah sakit dulu tante, terimakasih untuk sarapannya." katanya pada Maya.


"Iya nak, kalau kau tidak sibuk datanglah ke Bali malam ini."


"Akan aku usahakan tante." Rizal mencium tangan Maya."Raka, dan adik ipar ku yang cantik. Aku pergi dulu ya?" menoleh pada Raka dan Ara.


Raka dan Ara mengangguk tersenyum


"Iya dokter, hati hati di jalan." kata Ara.


"Siap Nona manis." ujar Rizal tersenyum mengedipkan sebelah matanya pada Ara.


Lalu segera melangkahkan kaki menuju ruang depan.


Adik ipar ku yang cantik? Apa mata Rizal sakit? Jelek dan kampungan begitu di bilang cantik? gumam Levina dalam hati menatap Ara sinis.


Levina Tiba tiba tersenyum licik. Terbesit sesuatu yang buruk dalam pikirannya untuk perayaan acara sebenar malam. Dia akan menyiapkan kejutan spesial untuk Ara.


"Ma, kami ke atas dulu." kata Raka pada Maya.


"Iya nak. Mama ingin kau juga datang bersama istrimu di acara kakak mu."


Raka tak menjawab, hanya memberi senyuman. Lalu menarik tangan Ara pergi melangkah menuju tangga untuk naik ke kamar mereka.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2