
Sewaktu masuk, Ara berpapasan dengan para pelayan hotel yang mengantar makanan untuk mereka. Dia segera melangkah menuju ruang makan. Ruang kamar mereka yang tak kalah mewahnya dengan kamar miliki Rafa yang juga memiliki kamar tidur lebih dari satu, ruang makan, ruang kerja, bathub untuk berendam dan fasilitas mewah lainnya.
"Sayang, ayo waktunya makan." seru Raka dari meja makan. Ara segera mendekat dan duduk di dekat suaminya.
"Sudah bicara dengan kak Rafa?"
Ara mengangguk tersenyum.
"Dari raut wajahmu sepertinya kamu lagi senang." Raka memperhatikan rona wajah istrinya yang terlihat bahagia.
"Iya kak, kakak ipar akan mengembalikan perusahaan Riz company." kata Ara dengan senyuman yang terhias terus di wajahnya.
"Aku sudah bilang kan kak Rafa itu orang baik, meskipun terlihat dingin dan angkuh." ucap Raka mengambil makanan.
"Aku sempat berpikir buruk padanya seharian ini, aku merasa bersalah." keluh Ara.
"Ada apa sih yang? emangnya apa yang di lakukan kak Rafa sampai kamu berpikir begitu? Tadi pagi juga kau meminta maaf padanya." Raka mengingat kejadian tadi pagi di kamar kakaknya.
Ara menceritakan penyebab pikiran pikiran kotor yang timbul di kepalanya tentang Rafa.
__ADS_1
Raka tertawa kecil setelah mendengar penjelasan darinya.
"Kau ini sayang, pantas saja kak Rafa marah sama kamu."
"Habisnya aku merasa janggal dengan kalimat itu. Dan kedua wanita itu datang secara bergantian, sebelum pamit nona Kazumi berkata begitu, kak Levina juga mengatakan hal sama. Bahkan kak Rafa juga mengatakan hal itu ...PERGILAH LEVINA KITA SUDAH SELESAI , PERGILAH NONA KAZUMI KITA SUDAH SELESAI " Ara menirukan kalimat yang di dengar semalam.
"Bikin curiga kan kak ?" berkata sambil bertanya pada suaminya.
Raka kembali tertawa.
Sementara di bak mandi, Rafa tersenyum tipis melihat dan mendengar ucapannya lewat video yang di perlihatkan Wisnu.
Ara terkekeh dan merasa bersalah.
"Maafkan aku kak, seharusnya pikiran pikiran kotor itu tidak muncul di otakku." Ara menepuk dahinya.
Raka geleng-geleng kepala sambil tersenyum.
"Sayang, kak Rafa sangat berterimakasih padamu."
__ADS_1
"Untuk apa?" wajah Ara mengernyit
"Karena kejelian dan ketelitian kamu dalam memperbaiki susunan laporan keuangan perusahaan tadi pagi, dapat mengungkap kecurangan yang terjadi di perusahaan cabang kak Rafa, hotel ini dan juga restorannya yang berada di daerah ini. Beberapa pihak manajemen keuangan bekerja sama memanipulasi data dan angka pada laporan keuangan selama setahun ini yang menyebabkan kerugian hingga mencapai 200 M lebih." kata Raka panjang lebar.
Ara terbelalak
"Benarkah? ya Allah. Banyak bangat kak !
Pantas saja aku merasakan kejanggalan saat menyusunnya tadi. Banyak angka yang di lebih lebihkan setelah aku periksa berulang kali."
Raka mengangguk.
"Aku juga melihatnya seperti itu. Coba bayangin deh, kalau kita tidak kesini, pasti tindak korupsi itu terus berjalan tanpa henti. Mereka memanfaatkan keberadaan kak Rafa di Amerika yang terlalu percaya dengan manajer keuangan. Untunglah semuanya terungkap dengan keberadaan kita di sini, serta kecerdasan mu itu sayang." Raka menunjuk pelan kepala istirnya. Dia tahu Ara sangat pintar dalam hal perhitungan dan manajemen keuangan, karena sudah beberapa kali Ara mengikuti olimpiade akuntansi tingkat nasional sebagai perwakilan dari universitasnya dan mendapatkan skor tertinggi.
Mata Ara menyipit memikirkan sesuatu. Dia memikirkan seseorang yang juga layak mendapatkan ucapan terima kasih. Yaitu Levina, ide dari Levina yang membuat acara di pulau dewata ini, sampai mereka bisa berada di sini dan dapat mengungkap kasus korupsi yang terjadi.
******
Terimakasih yang sudah ninggalin like, hadiah, vote dan komentarnya π
__ADS_1