
...Happy Reading....
Waktu menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Rafa menatap layar ponsel di tangannya. Perlahan dia membuka rekaman video dinner Raka dan Ara. Rafa tersenyum melihat kemesraan adik dan adik iparnya. Berpelukan, berciuman, saling menyuapi, melakukan dance di selingi tawa bahagia. Rafa terbawa arus romantisnya mereka hingga senyum senyum sendiri. Tingkah jahil Raka yang mencuri mencium bibir Rafa dan wajah manyun Ara yang menggemaskan. Rafa kembali tersenyum. Dia terharu dan ikut bahagia melihat kebahagiaan dari pasangan yang saling mencintai ini.
Sementara di kamarnya, Wisnu yang tengah berbaring sambil membuka sala satu akun sosial media. Matanya berhenti pada postingan seseorang yang di kenalnya yaitu D' R!z, yang isinya :
"I coming my beautiful sister in law, for heal your pain. Get Well soon my beautiful sister, love you."
Tulisan itu di unggah 20 menit yang lalu dan telah di banjiri banyak komentar yang ikut mendoakan. Wisnu segera bangun dan turun dari ranjang. Dia berjalan keluar menuju ke kamar tuannya dengan langkah cepat. Wisnu mengetuk pintu, lalu menekan kode akses masuk pintu kamar. Pintu terbuka, di lihatnya Rafa sedang menatap layar ponsel sambil senyum senyum.
"Tuan__"
"Kenapa kau belum tidur? Aku menyuruhmu untuk istirahat." kata Rafa tanpa melihat ke arahnya. Dia masih fokus melihat video masih kemesraan Raka dan Ara.
"Maaf tuan. Saya ingin memperlihatkan sesuatu. Anda harus melihat ini." Wisnu mendekat ke ranjang. Lalu menyerahkan hp. Rafa menoleh kepadanya. Dia segera menerima ponsel dari tangan Wisnu. Jari Wisnu menunjuk status D' R!z. Rafa. Rafa melihat dan membacanya. Dia tidak tahu siapa pemilik postingan itu. Rafa menatap Wisnu, lalu membaca tulisan itu kembali. Di cermati dengan dahi mengerut sedang mengingat sesuatu.
"Aku datang adik iparku yang cantik, semoga lekas sembuh__aku mencintaimu."
Dahi Rafa kembali mengerut teringat sesuatu. Kata kata familiar yang sering di ucap seseorang. Adik ipar ku yang cantik.
Rafa mengulang kalimat itu. Dia ingat hanya Rizal yang sering mengucap kalimat seperti itu bila bertemu Ara. Karena terlalu kagumnya dokter itu pada wajah cantik Ara.
"Rizal? Ini Rizal kan?" ucapnya kemudian seraya menatap Wisnu.
"Benar tuan." Wisnu mengangguk cepat.
__ADS_1
"Itu artinya__?" Rafa menatap kembali pada Wisnu. Menebak sesuatu yang telah terjadi pada Ara.
"Iya tuan, saya pun berpikir seperti itu. Setelah melihat unggahan dokter Rizal, Artinya Nona Muda sedang sakit. Dokter Rizal sedang mengunjunginya." kata Wisnu yang mengerti jalan pikiran tuannya, karena dia pun merasa seperti itu.
Tanpa pikir panjang Rafa segera bangun dan turun dari ranjang, dia berlari menuju pintu.
"Cepat Wisnu." katanya sambil membuka pintu dan berlari menuruni tangga. Rasa capek, lelah dan mengantuk yang di rasakan langsung hilang berganti dengan kecemasan.
Wisnu ikut berlari lebih cepat mendahului tuannya untuk menyiapkan mobil.
Sementara jauh di ujung jalan. Sebuah mobil terparkir sekitar 300 m dari kawasan Apartemen. Seseorang di dalamnya memegang sebuah teleskop mini yang di arahkan pada Apartemen yang terpisah dari bangunan bertingkat di depannya. Tidak lama dia melihat sebuah mobil keluar dari lorong rahasia.
Orang yang tak lain adalah Rizal segera menyalakan mesin dan langsung menancap gas, melarikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Sepertinya dugaan ku benar." ucapnya pelan dengan senyuman tipis. Rizal memikirkan sesuatu. Kebingungannya di akhir akhir ini. Dia bertanya tanya mengenai hidup Rafa yang berubah drastis akibat dari wanita yang membuatnya jatuh cinta untuk kedua kali, tapi malah membuatnya patah hati dan menderita.
Rizal melirik ponselnya yang sedari tadi bergetar, pengaruh panggilan telepon dari Wisnu, tetapi di abaikan. Dia tahu Rafa yang menghubunginya untuk menanyakan kata kata yang di unggah pada sala satu akunnya. Sebenarnya kata kata itu hanya sebuah pancingan untuk menjawab tebakannya akan perubahan sikap bosnya. Karena dia menangkap adanya kejanggalan pada sikap tidak biasa Rafa pada seorang wanita yang begitu berlebihan. Tetapi dia masih ragu akan filingnya tersebut dan harus mencari bukti yang lebih nyata untuk meyakinkan dugaannya.
Tadi Raka menghubungi nya meminta bantuan untuk membuat Rafa pulang ke rumah malam ini. Karena mereka telah menyiapkan suatu kejutan untuk Rafa. Rizal mengatakan tidak bisa membantu karena dia sangat tahu sifat bosnya itu. Tapi ketika Raka meminta resep obat untuk sakit perut Ara akibat datang bulan, dia langsung mengatakan akan membantu membawa Rafa pulang malam ini. Karena terbesit sebuah rencana di kepalanya untuk menjawab akan kecurigaan tentang wanita yang di cintai Rafa. Dia menulis kalimat singkat di sala satu akunnya, yang mengatakan Ara sakit. Dan ternyata unggahannya itu menjawab cepat pertanyaan dan kecurigaannya.
"Kenapa kalian menyembunyikan hal ini padaku? Sialan kalian." umpat Rizal geram.
"Tapi apa iya, Ara adalah wanita itu?" Rizal kembali ragu. Tidak mungkin Rafa jatuh cinta dan mencintai adik iparnya sendiri. Mungkin saja Rafa cemas karena Ara adalah adik iparnya, istri Raka. Rizal malah ragu dan bimbang saat ini. Tidak mungkin Rafa mencintai istri dari adiknya sendiri. Apa aku salah menebak? batinnya sangat ragu.
Rizal semakin menambah kecepatan mobil supaya tidak ketahuan. Meninggalkan mobil Rafa yang berada jauh di belakangnya. Dia tidak perduli panggilan demi panggilan dari Rafa."Maaf bos, karena mengabaikan mu. Silahkan nanti marahi aku sepuas mu."
__ADS_1
Katanya setelah panggilan itu mati. Rizal mengambil ponselnya dan mencari kontak Raka.
"Halo__" suara Raka dari seberang.
"Bersiaplah." jawab Rizal, lalu segera mematikan telepon. Dia kembali fokus ke depan dengan kecepatan tinggi.
Rafa membanting ponsel dengan emosi. Dia terus memaki Rizal karena dokter muda itu tidak mengangkat teleponnya.
"Awas saja kalau ketemu, akan ku patahkan tanganmu." umpatnya geram.
"Tenang tuan, mungkin dokter Rizal sedang menangani Nona muda, Dan tidak sempat mengangkat telepon anda." Wisnu berusaha menenangkan. Padahal sebenarnya dia juga sangat kesal dengan Rizal. Dan tidak tenang dengan keadaan Ara.
Perkataan Wisnu malah menambah kekhawatiran Rafa."Kalau Rizal tidak bisa mengangkat telepon, berarti Ara sedang sakit parah?" tanya Rafa semakin panik dan semakin cemas.
"Apa yang terjadi dengannya? Baru beberapa jam lalu ia sedang berbahagia bersama Raka, dan sekarang tiba-tiba saja ia sakit?" sambungnya kembali.
Wisnu juga bingung.
"Mungkinkah Nona memang sakit parah? Tapi sakit apa? Selama ini Nona kelihatan sehat." katanya dalam hati, dia juga ikut khawatir. Karena tidak biasanya Rizal mengabaikan telepon Rafa seperti itu. Meski sedang melakukan operasi, Rizal tetap akan mengangkat telepon Rafa.
Wisnu semakin menambah kecepatan mobil
karena kekhawatiran yang makin bertambah.
...Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya