
Bijaklah dalam membaca, dibaca setelah magrib bagi yang melaksanakan puasa Sunnah Kamis π
Pukul 00.00 tiba di rumah.
Perlahan Rafa masuk ke dalam kamar,
mendapati istrinya tertidur sangat nyenyak.
Karena sangat capek dan mengantuk, membuat Ara cepat tertidur dan tertidur
sangat pulas sampai tidak menyadari
suaminya pulang.
Rafa tersenyum menyentuh lembut wajah istrinya, terdengar suara dengkurannya yang halus.
Rafa mengecup kening dan bibirnya sesaat, lalu segera masuk ke kamar mandi,
mengguyur tubuhnya di bawah air shower sambil membayangkan istrinya.
Sungguh dia sangat merindukan sentuhan kehangatan istrinya.
Sejak kejadian di Paris malam itu, dia belum menyentuh istrinya sama sekali. Dan itu membuatnya frustasi dan sangat tersiksa. Hasratnya yang terpendam ingin sekali bercinta mengulang kembali percintaan yang dilakukan malam itu.
Hasrat birahinya yang selalu di pendam kuat tidak dapat tersalurkan dengan sikap Ara yang selalu menghindar jika di sentuh.
Dan dia yg tidak kuasa untuk memaksa karena tidak ingin menyakiti istrinya.
Rafa mendesah kasar.
Hanya membayangkan tubuh istrinya saja membuat miliknya menegang.
Dia segera meraih handuknya, melilitkan asal
di perutnya, lalu keluar.
Perlahan dia naik ke tempat tidur, menurunkan selimut yang menutupi tubuh istrinya dengan sangat hati-hati.
Tubuh indah istrinya terpampang jelas di
matanya mengenakan pakaian tidur tipis memperlihatkan setiap lekukan tubuhnya .
Pakaian bawahnya yang tersingkap ke atas membuat paha sampai bokongnya terekspos.
Gairah seksual Rafa membuncah, nafasnya memburu tak beraturan.
Sungguh dia sangat merindukan tubuh indah ini dan ingin sekali menyentuh dan menikmati.
Perlahan dia mengecup lembut kening istirnya, terus kedua mata, kedua pipi dan bibir istri nya. Lalu mencium lembut bibir bawah dan atas bergantian.
Rafa tidak ingin berlama-lama di bagian kenyal ini karena khawatir istrinya akan bangun.
Ciuman dan kecupannya turun merambah ke leher istrinya, lidahnya menjalar lembut menjelajah menelusuri hingga ke telinga istrinya.
Terdengar lenguhan dari mulut Ara, desahan desahan lembut, dengan mata tetap terpejam.
Rafa tersenyum.
Kecupan dan ciumannya terus merambah ke dada istrinya.
Dia melorotkan gaun tipis istrinya, nafasnya semakin memburu cepat memperhatikan kedua gunung istrinya yang kencang dan bulat.
Tanpa pikir panjang Rafa segera melahapnya dengan lembut dan hati-hati.
Kembali terdengar desahan desahan lembut dari mulut istrinya.
Kedua tangan Ara nampak bergerak gerak meremas sprei samping kiri-kanannya.
Rafa merangkum meremas buah yang satunya dengan pelan pelan, ujung lidahnya menjelajahi bagian kenyal hingga pucuknya, sesekali mengecup dan me*****p kuat putingnya.
Ara semakin mendesah desah.
Rafa sesekali menoleh ke atas melihat mata istrinya yang terpejam.
__ADS_1
"Sayang, aku benar-benar sangat merindukanmu." guman Rafa menatap wajah istrinya yang terpejam di penuhi bulir bulir
keringat.
Rafa meneruskan kembali petualangannya,
dia mencium dan mengecup perut istrinya dengan sangat lembut dan pelan.
Lidahnya menjalar liar dengan lembut dia area ramping ini, lalu semakin turun kebawah kebagian milik sensitif istrinya yang terbungkus kain tipis berenda.
Rafa tersenyum tipis.
Dia kembali mengecup dan menciumi paha hingga ujung jari jemari istrinya lembut, lidahnya menjalar hingga di kedua telapak kaki istrinya.
Puas di kaki istrinya, dia segera melorotkan cidi Istrinya.
Matanya menatap nanar milik pribadi indah Istri yang terpampang polos di matanya.
Rafa tersenyum kecil seraya menelan salivanya berulangkali.
Dia menyentuh lembut dan merangkum dalam genggaman tangannya, membelainya dengan lembut sembari memandangi wajah istrinya yang masih terpejam.
"Tetaplah terpejam seperti itu sayang, sampai aku menyelesaikan permainanku." ucapnya pelan.
Rafa memejamkan matanya sejenak, membaca doa sebelum melakukan hubungan intim, seperti permintaan Istrinya dulu.
Perlahan dia membuka paha istrinya, lalu membenamkan wajahnya di dalam sana.
Terdengar desahan dari mulut Ara, tubuhnya nampak bergerak bergerak.
Rafa tak menghentikan ciumannya, l***hnya bermain menjalar di setiap bagian dalam milik istrinya, membuat Ara menggelinjang dan mengerang. Tubuhnya bergetar hebat berulang kali. Dalam keadaan tidurpun nafasnya nampak memburu cepat.
Rafa Segera memposisikan tubuhnya di antara kedua paha istrinya.
Dia tidak ingin berlama-lama lagi, karena miliknya sudah tidak tahan ingin segera mendapatkan pelepasan .
Sesaat dia menatap wajah istrinya sambil tersenyum, mendekat mengecup kening dan bibir istrinya lembut.
Dia terus mencoba pelan pelan hingga akhirnya dia mendorong sedikit demi sedikit sampai miliknya terbenam masuk kedalam, Rafa mengerang kenikmatan.
Dia mulai bergerak pelan pelan turun naik khawatir membuat istrinya terbangun, mulutnya tak berhenti mendesah dan mengerang pelan.
Dia menurunkan tubuhnya mendekati wajah Ara, mengecup kening dan bibir Ara lembut penuh kasih sayang.
Memasukkan jari jemarinya di kedua tangannya istrinya menggengamnya hangat.
Sesekali dia berpacu cepat, membuatnya kembali mengerang nikmat, lalu kembali melembutkannya.
Terdengar desahan demi desahan dari mulut Ara. Rafa tak tinggal diam, lidahnya menjalar lembut di leher dan dada istrinya, mengecup dan m****at put**g istrinya.
Kembali terdengar desahan dan erangan dari mulut Ara.
Rafa berhenti sejenak, dia mengangkat kedua paha istrinya pelan pelan, dan menekan kuat-kuat miliknya, lalu mempercepat gerakannya, memacu lebih cepat seraya melihat ke wajah istrinya berharap istrinya tidak terbangun. Dia lega melihat Ara masih tertidur meski mendesah desah.
Dia semakin mempercepat gerakannya dan lebih cepat membuat keduanya semakin mengerang nikmat, kepala Ara nampak bergerak ke kiri kanan, nafasnya memburu cepat.
Hingga akhirnya Rafa merasakan ambang batas klimaks di sertai erangan kuat dan tubuh bergetar hebat merasakan kenikmatan yang menjalar di sekujur, begitu juga Ara di bawahnya. Tubuhnya bergetar hebat, menggelinjang di sertai erangan tertahan dari mulutnyam
Rafa segera menjatuhkan tubuhnya memeluk istrinya dengan tubuh masih bergetar merasakan kenikmatan .
"Sayang.." bisiknya lembut di antara kenikmatan yang di rasakan masih menjalar di tubuhnya.
"Akhh....." semakin memeluk kuat tubuh istrinya di bawahnya.
Nafasnya memburu cepat dengan keringat membasahi tubuhnya.
Beberapa saat kemudian, perlahan dia mengecup kening dan bibir istrinya .
"Terimakasih sayang," bisiknya kembali tersenyum bahagia menatapi wajah istrinya yang sudah terdiam dalam tidurnya.
"Sepertinya kau sangat capek dan mengantuk hingga tidak menyadari apa yang kulakukan." guman Rafa Kembali tersenyum .
Dia menyapu lembut keringat di wajah istrinya. Mengecup lembut kening dan bibir istrinya.
__ADS_1
Setelah itu dia segera turun, meraih handuk dan menuju kamar mandi. Dia membersihkan miliknya sejenak, lalu balik lagi sambil membawa handuk basah dan wadah kecil.
Dia menyapu pelan wajah dan leher istrinya yang berkeringat.
Lalu turun ke dada dan perut menyapu lembut dengan handuk basah.
Kemudian sapuannya turun keselangkangan Istrinya, membuka paha istirnya membersihkan cairan cairan di area sensitif istrinya.
Rafa memandangi tubuh indah istrinya dengan nanar dari wajah, kaki dan bagian pribadi istrinya.
"Semua keindahan ini hanya milikku seorang, hanya milikku." ucapnya pelan.
Dia kembali melap bagaian area pribadi istrinya dengan bersih, sesekali mengecupnya lembut.
Hingga akhirnya dia mendengus geram sambil melempar handuk basah kelantai, merasakan miliknya kembali menegang keras.
Dia menyentuh lembut dan merangkum kembali milik istrinya, lalu memandangi wajah istrinya yang semakin cantik dengan mata terpejam di sertai dengkuran halus.
Untuk kedua kalinya Rafa kembali melakukannya, berpacu lembut sambil menikmati kembali tubuh istrinya untuk menyalurkan hasrat birahinya yang tidak bisa di tahan. Dia semakin berpacu kuat di sertai erangan erangan kuat penuh kenikmatan.
Dia harus menyelesaikannya lebih cepat sebelum Ara bangun, karena dia tahu istirnya selalu melakukan shalat malam.
Hingga akhirnya dia kembali mengerang dan mengeram kuat mencapai klimaks yang kedua kali dengan tubuh bergetar hebat.
Dia tersenyum puas di akhir permainannya,
lalu memeluk menciumi istrinya penuh kasih sayang dengan nafas memburu cepat tak beraturan.
Terbayar sudah segala kerinduannya setelah selama sebulan lebih tidak menyentuh tubuh istirnya, dia sangat puas dan bahagia meski sesungguhnya dia masih ingin lagi.
Dia semakin gencar mengecup bibir dan kening istrinya lembut sebagai ungkapan terima kasih.
Rafa segera membersihkan bagian bawah istirnya dengan cepat sambil memejamkan matanya, tak ingin berlama-lama khawatir miliknya bangun lagi.
Lalu segera memakaikan baju tidur dan cidi Istrinya, lalu di selimuti. Dia merapikan tempat tidur sejenak. Kemudian ke kamar mandi, mengguyur tubuhnya membersihkan diri.
Beberapa saat balik lagi membaringkan tubuhnya memeluk menatapi wajah cantik yang tertidur pulas.
"Kalau aku tau bisa melakukannya di saat kau sedang tidur seperti ini, pasti sudah ku kulakukan dari kemarin kemarin sayang." bisiknya tersenyum kecil.
"Jika kau masih terus menolak ku di alam sadarmu, maka aku akan melakukannya saat kau tidur seperti ini." bisiknya kembali mengecup gemas pipi istrinya .
"Maafkan aku yang tidak mempercayai dirimu. Jangan menjauhi aku lagi, jangan mengabaikan ku lagi sayang. Aku seperti ini karena sangat mencintaimu dan takut kehilanganmu. Udah dong ngambeknya jangan marah terus." bisik Rafa kembali menyentuh lembut wajah istrinya, mengecup keningnya berulang.
Dia sangat rindu karena meninggalkan istrinya selama seminggu ini ke Amerika.
Seharusnya dia percaya pada ucapan Istrinya mengenai kejadian di paris.
Dia melihat rekaman video yang di dapat Wisnu dari kamar itu yang sengaja di ambil Siska untuk merekam apa yang nanti di lakukan nya bersama Dion guna menjebak laki laki itu.
Rafa melihat pergulatan yang terjadi antara istrinya dan Cindy ...melawan Siska yang ingin merebut Dion yang sedang tidak sadar karena pengaruh obat perangsang yang di beri siska.
Dan sekarang Siska sementara mempertanggungjawabkan perbuatannya di kepolisian Paris.
Meskipun itu adalah kesalahpahaman, Rafa tetap tidak terima dan tidak menyukai istrinya dekat dan di sentuh oleh putra Raymond Alkas itu atau pun lelaki lain.
Apa yang sudah menjadi miliknya tidak akan di berikan pada orang lain, selamanya akan tetap menjadi miliknya. Sampai kapanpun dia tidak mau berbagi miliknya yang berharga pada orang lain.
"Kau hanya milikku sayang, milikku seorang." memeluk erat dan mencium kening istrinya lama.
"Selamanya kau adalah milikku." sambungnya kembali.
Lama dia menatapi wajah istrinya sambil mengelus lembut bagian bagian tubuh istrinya.
Hingga tiba tiba Ara bergerak meletakkan kepalanya di dadanya sebagai bantalan, lalu memeluk dadanya dan kembali mendengkur.
Rafa tersenyum, dia mengecup berulang kali kepala istrinya.
Sungguh dia sangat bahagia merasa dekat seperti ini.
*****
ππππ
__ADS_1