Rafa & Ara

Rafa & Ara
Episode 157


__ADS_3

...Happy Reading...


Kampus.


Tiga Minggu berlalu.


Sambil menunggu dosen, Ara menggunakan waktu membaca buku. Sekali kali dia memperbaiki kacamata tebalnya yang sering melorot.


Ara sedikit kaget saat sebuah minuman dalam kemasan kaleng kecil di letakkan di samping buku yang ia baca.


Ara mendongak ke atas untuk melihat siapa yang meletakkan minuman tersebut.


"Kak Dion." kata Ara melihat siapa orang. Ara tersenyum.


"Hay...." Dion menyapanya dengan senyuman manis di wajahnya.


Dion mengambil kursi dan di letakkan di depan Ara, kemudian duduk menghadap ke arah gadis itu.


"Apa kabar?" tanya kemudian terus menatap.


"Alhamdulillah, baik kak." jawab Ara masih dengan senyum menghiasi wajahnya.


Dion membuka minuman kaleng, lalu menyerahkan padanya.


"Minumlah....!"


"Terimakasih kak." Ara menerimanya, lalu meneguknya sekali.


"Selama dua bulan kau tidak masuk kampus, aku sangat merin....." ucapan Dion menggantung.


Dia menatap wajah gadis itu lekat tak bergeming.


"Aku sangat merindukanmu Ara! Merindukan senyuman manismu yang menawan. Rindu tutur kata bahasa mu yang lembut, ramah dan sopan setiap kau bicara. Rindu tatapan matamu yang teduh dan menghangatkan. Rindu canda mu, ceriamu. Rindu wajahmu yang ayu dan cantik, membuat hatiku bergetar, dadaku berdebar, jantungku berdetak cepat saat melihatnya." Kata Dion tapi hanya sampai di tenggorokan.


Dion, hatinya bergetar saat pertama kali melihat wajah manis Ara tiga bulan yang lalu. Dion langsung jatuh cinta. Jatuh cinta sesungguhnya untuk pertama kalinya pada seorang wanita.


Saat itu Ara berdiri di jalanan mencari donasi mengumpulkan dana untuk operasi seorang anak yang mempunyai penyakit bibir sumbing parah. Lama dia memandang Ara yang berdiri bersama teman temannya berbicara lantang memohon belas kasih dari para pengguna jalan di teriknya matahari membakar kulit.


Pertemuan dengan Ara yang ke dua waktu melihat gadis itu menyebarkan brosur di jalanan untuk korban ********* saat dia menuju kampus sambil menaiki ojek online, bahkan selebaran brosur tersebut menyebar sampai di perusahaan miliknya.


Pertemuan yang ketiga kembali membuat jantungnya berdegup kencang, saat melihat gadis itu masuk ke sebuah mesjid, sholat dan mengaji, suaranya yang rendah dan merdu terdengar olehnya. Kebetulan saat itu Dion baru keluar dari mesjid.


Sejak saat itu Dion mulai memikirkan Ara.


Dion tak dapat menahan gejolak cinta yang ada di hatinya, kemanapun mata memandang hanya terlihat wajah dan senyuman

__ADS_1


manis gadis itu.


Senyuman tulus yang tidak pernah di buat buat, senyuman yang selalu di berikan pada semua orang.


Untuk itu Dion masuk ke universitas ini dengan menggunakan kekuasaannya, hanya untuk bisa dekat dan melihat Ara setiap hari, meski yang sebenarnya dia sudah menyelesaikan Pascasarjana di Amerika.


Ara, yang baginya adalah gadis yang irit bicara tapi pintar dan cerdas, pemalu, berhati lembut, jauh dari emosi dan tidak pernah marah meski di sakiti, di hina, di rendahkan.


Gadis yang lebih suka menyendiri dan menggunakan waktu dengan hal hal baik. Gadis yang peduli pada sesama dan punya jiwa sosial yang tinggi.


Jentikan jemari Ara di depan wajahnya membuyarkan lamunannya.


Lamunan Dion buyar seketika. Dia segera menoleh ke sebelah.


"Kak.." ucap Ara pelan.


"Hhmm?"


"Lagi lihatin apa sih? Dari tadi natap aku terus." ucap Ara kembali dengan mata memicing, bingung dengan kediaman Dion.


"Ah itu..." Dion menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Wajahku tambah jelek ya? kakak ngeliatin serius amat tadi." kata Ara tersenyum.


Dion tertawa kecil.


Di pakai gula apa sih sampai semanis ini ?" celetuk Dion menatapnya.


Ara tertawa kecil, sehingga giginya yang putih beraturan terlihat.


"Kakak bisa ada deh..." katanya sambil menutup mulutnya.


Dion menatap sambil mencondongkan badannya, sungguh dia sangat rindu dengan senyuman dan tawa kecil yang selalu di tutupi seperti ini.


"Benar kok, gak bohong." kata Dion sambil memperbaiki letak kacamata Ara, seraya mencuri pandang pada mata teduh yang tersembunyi di balik benda berlensa kotak itu.


Ara terkejut dengan apa yang di lakukan Dion.


"Maaf." jawab Dion "Aku hanya ingin menyentuh kacamatamu, soalnya lucu." kata Dion memberi alasan.


Sebuah pesan masuk di ponsel Ara, begitu juga di ponselnya Dion.


Pesan group, pemberitahuan mengenai kurus bahasa jepang yang di batalkan.


"Dosennya gak masuk! Sudah waktunya makan siang, yuk kita makan siang bersama." ajak Dion.

__ADS_1


"Halo gays." seru Cindy dan Ines yang baru datang.


Dion dan Ara tersenyum ke arah mereka.


"Makan siang yuk, lapar nih." ajak Ines


"Sama, aku juga haus banget." timpal Cindy.


"Kalian masih ada jam kuliah nggak?" tanya Ines.


"Aku nggak ada, kursusnya di undur lusa." kata Dion.


"Kalau gitu ayo kita makan di luar, kak Dion yang traktir, sekalian kita belanja oleh-oleh


yang di janjikan kan Dion dulu." kata Ines kembali.


"Oleh oleh?" dahi Ara mengerut.


"Iyaa, kak Dion gak sempat bawain kita olehsewaktu dia dari luar negeri. Dan dia janji akan belikan saat kau sudah masuk. Biar kita bisa pilih sesuai keinginan kita! Benar nggak kak? kakak belum lupa kan sama janjinya?"


ujar Cindy menatap Dion.


"Nggak lupa kok, ayo kita pergi." ucap Dion.


"Ayo Ra___" ajak Ines


"Kayaknya aku nggak bisa deh, aku mau ke salon setelah ini."


"Ayo dong Ra, kamu baru masuk kuliah hari ini, kami kangen sama kamu. Tolong dong jangan menolak, please." pinta Cindy dengan bibir mengerucut.


Ines memeluknya dari belakang,


"Ayo dong Ra, please ya? setelah makan kami akan temani kau ke salon. Dan dari salon kita ke Mall, oke please deh Ra." timpalnya ikut memelas.


"Baiklah." ucap Ara mengalah. Dia juga rindu pada kedua sahabatnya ini, rindu kumpul, bercanda, berjalan bersama.


Ines dan Cindy melonjak kegirangan.


Dion menarik nafas lega, setelah sebelumnya sempat kecewa mendengar penolakan


Ara tadi, sekarang dia tersenyum senang.


"Tapi kita sholat dzuhur dulu ya di mushalla kampus, lima menit lagi adzan nih."


"Oke sayang." celetuk Ines dan Cindy berbarengan.

__ADS_1


...Bersambung....


Terima kasih bagi yang sudah mampir πŸ™


__ADS_2