
Jam setengah 6 Ara tiba di rumah. Di pintu masuk sudah ada pak Sam membukakan pintu untuknya .
"Pak Sam, apa Kak Raka sudah pulang ?"
"Belum nona muda, mungkin sebentar lagi " jawab Sam sopan.
Ara memperhatikan dua ruangan yang pintunya tertutup yaitu kamar Maya dan Nesa.
"Mama sama kak Nesa?"
"Nyonya sedang keluar, dan nona Nesa belum kembali sejak tadi pagi " jawab Sam kembali.
"Si kembar sedang menunggu nona di ruang tengah !"
Ara sedikit terkejut, ada apa keduanya menunggunya. Dia segera masuk ke dalam.
Yang langsung di sambut riang oleh Cio dan Cia di temani Sita pelayan yang mengurus mereka.
"Ante Ara koq lama bangat pulangnya" keluh Cia dengan wajah cemberut.
"Iya nih, kami menunggu ante dari tadi, kami pikir ante akan menjemput kami pulang sekolah." Cio ikut menimpali
"Aduh sayang, maafin ante ya nak, tadi ante ada jam kuliah, terus setelah itu ada urusan penting juga !" kata Ara dengan tersenyum seraya mengusap bergantian kepala anak anak itu.
"Apa orang dewasa itu selalu sibuk ya? mama juga selalu bilang sibuk, ada urusan, kalau kami meminta untuk di antar dan di jemput ke sekolah." jawab Cio.
"Mama selalu gak punya waktu buat kami, mama pergi terus. Kami bobo mama gak ada, kami bangun mama gak ada, kata mama kami harus mandiri." Cia ikut berkomentar dengan polosnya dengan wajah manyun.
Ara tersentak mendengar perkataan mereka.
"Jadi selama ini mereka tidak mendapat perhatian dan kasih sayang kak Nesa?" batinnya. Hatinya terenyuh.
Ia segera tersenyum .
"Ponakan ante yang imut ini udah sholat magrib belum?" Ara mengalihkan pembicaraan.
Si kembar menggeleng kan kepalanya .
" Kalau gitu kita sholat yuk, nanti waktunya keburu habis, kita shalat bareng bareng di kamar paman Raka , yuk...!"
Si kembar hanya diam, selama ini mereka tidak pernah mengerjakan shalat lima waktu di rumah. Nesa gak pernah menyuruh mereka untuk shalat, bahkan mereka tidak pernah melihat Nesa mengerjakan shalat 5 waktu.
Nesa tak punya waktu untuk itu, jangankan waktu untuk shalat, untuk Cio dan Cia saja tidak punya. Dia terlalu sibuk dengan urusan dunianya. Hanya di skolah saja si kembar mendapat pelajaran tentang shalat yang di ajarkan oleh guru mereka.
Ara memutar otaknya, bagaimana caranya
mengajak anak anak ini, dia juga tidak
__ADS_1
tega meninggalkan mereka. Nanti mereka merasa di abaikan olehnya.
"Ante punya buku cerita dongeng bagus loh ! siapa yang mau dengar ? ayoo siapa ?" Ara menggerakkan kedua bola matanya melirik si kembar bergantian sambil tersenyum.
Si kembar yang sangat suka dengan cerita dongeng langsung melonjak kegirangan.
"Cia ante " Cia memegang tangan Ara
"Cio juga mau ante " Cio tak mau kalah
"Baiklah, tapi dengan syarat Cio sama Cia harus temani ante sholat ya? paman Raka kan belum pulang, ante takut nih di atas sendirian, tolong temani ante ya ?" kata Ara memelas pura pura memberi alasan.
" Ante kan udah gede , masuk takut sih?" celetuk Cio .
Ara tersenyum lebar .
"Soalnya kan ante masih baru di sini sayang, jadi ante belum begitu tau di mana tempatnya tikus sama kecoak bersembunyi ! ante takut sama mereka, tolong temani ante yaa , pliss " Ara menyatukan kedua tangannya di depan dada .
Cio dan Cia tertawa terpingkal pingkal mendengarnya.
Sedangkan pak Sam tersenyum, ada rasa kekaguman pada nona mudanya ini.
"Ante lucu deh, masa udah gede takut sama tikus dan kecoak" Kata Cio di sela tawanya.
"Baiklah, ayo Cia kita temani ante ke atas, setelah itu ante janji ya ceritakan dongeng tidur pada kami " sambungnya kembali .
" Mana ada sih kecoak sama tikus di rumah mewah yang begitu banyak pelayannya ini ?" katanya Ara dalam hati dengan tersenyum.
Tak apalah mengarang cerita bohong sedikit selama itu bisa mengajak si kembar untuk belajar dan melakukan hal hal yang baik.
Tapi bagaimana kalau kedua binatang itu memang ada di rumah ini ? karena Ara memang benar benar takut dan geli sama yang namanya tikus, kecoak, ular dan anjing.
*****
Setelah selesai shalat, Ara mengajari sedikit tentang huruf Hijaiyah, serta surah yang
ayat-ayatnya pendek. Tidak terlalu sulit mengajarkan pada mereka, karena mereka sudah mendapatkan dari gurunya.
Jam 7 Raka tiba di rumah, dia kaget mendapati kedua ponakannya ini ada di kamarnya, apalagi melihat anak anak itu sedang belajar iqro menggunakan mukena dan baju koko.
Cio dan Cia menyambut pamannya
dengan riang, sedangkan Ara mencium punggung tangan suaminya.
Ketiganya mendapat ciuman di pucuk kepala dari Raka.
Ara menceritakan sedikit kejadian tadi pada suaminya, membuat Raka ikut tertawa.
__ADS_1
Dia senang dan bahagia ternyata Ara peduli pada kedua keponakannya.
"Paman mandi dulu ya, kalian teruskan belajar mengajinya " kata Raka mengusap pucuk kepala ke dua anak itu.
"Terus kapan ante akan bacakan buku cerita dongengnya ?" tanya Cia sedikit cemberut.
"Nanti setelah kita selesai shalat isya yaa ! paman juga janji akan menceritakan cerita dongeng yang menarik " jawab Raka.
Si kembar melonjak kegirangan di tempat tidur, lalu melanjutkan bacaan Iqro nya kembali .
Tanpa mereka sadari,.Raka menarik tangan Ara ke dalam kamar mandi, menutup pintu dan menekan istrinya di daun pintu lalu menyerang bibir istrinya dengan cium*n dan lu**tan.
Ara yang tersentak, diam dan pasrah.
Perlahan dia mulai membalas ciuman suaminya.
Saling *******, memb*lit bibir dan l*dah satu sama lain. Seharian di kantor, bibir ranum merah muda alami istrinya itu terbayang terus di pelupuk matanya membuat ia tak fokus
bekerja.
Tiga menit berlalu.
Sesaat mata Ara terbuka dan membulat menyadari akan keberadaan si kembar, dia menekan mundur wajah suaminya.
"Cukup kak, Cio dan Cia ada di kamar ini !"
"Bentar lagi sayang, aku kangen skali sama kamu" ujar Raka mencium kembali bibir istrinya itu.
"Ih kakak " Ara mendorong tubuh suaminya
"Nanti mereka nyari aku."
"Nanggung nih sayang, adikku n*gang nih, apa kamu gak kasihan? mumpung akunya juga lagi kuat nih " Raka menekankan bagian bawahnya ke paha istrinya.
Ara terkejut , dia kembali mendorong tubuh suaminya.
"Kakak, ih dasar mesum! cepatlah mandi bentar lagi isya." ucapnya dengan wajah memerah.
"Sayang, apa kamu tega sama milikku nih?" pinta Raka kembali memelas menggoda.
Tapi Ara tidak menghiraukan. Ia segera membuka pintu, tapi sebelum kakinya di langkahkan keluar, ia membalikkan tubuhnya mengecup pipi kanan suaminya itu, seraya membisikkan sesuatu.
"Aku lebih sayang keponakanmu dari pada adik kakak " lalu tertawa kecil seraya keluar cepat dan menutup pintu.
Mata Raka membulat mendengar bisikan istrinya itu, dia kesal . Tapi kemudian tersenyum seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Hatinya senang mendengar Ara menyayangi kedua ponakannya itu.
Dia segera menuju shower dan membasahi tubuhnya seraya menenangkan miliknya .
__ADS_1
*****