
...Happy Reading....
Setelah Raka shalat isya, mereka segera bersiap. Ara sudah bersiap sewaktu suaminya sementara melaksanakan sholat.
Raka sangat terpukau dengan pemandangan indah di depannya. Meski hanya menggunakan dress sederhana di padu dengan make up tipis, istrinya ini terlihat sangat cantik mempesona.
"Waow beautiful. Kamu sangat cantik sayang." puji Raka menatap lekat wajah istrinya tak bergeming. Terutama benda favoritnya, yaitu bibir ranum istrinya yang nampak semakin merah alami. Tak tahan melihat benda kesukaannya yang begitu menggoda, Raka menyambar dengan kecupan lembut. Lalu menikmatinya sejenak. Dia mencium dengan lembut. Ia menghentikan ciumannya ketika Ara menarik bibirnya.
"Sudah kak, ayo kita turun." kata Ara sambil melangkah ke luar, bisa panjang ceritanya kalau di ladeni terus.
Raka mengikuti langkahnya dengan wajah manyun. Ciumannya menggantung karena masih ingin menikmati benda kenyal itu.
Ara tersenyum mengejek.
Raka segera mengandeng tangan Ara begitu langka mereka sejajar. Keduanya melangkah turun.
Mereka mendapati Maya, Nesa dan si kembar sedang makan malam. Dan seperti biasa di temani para pelayan dan Sam yang berdiri siap menerima perintah.
Serentak mata para pelayan tak berkedip begitu melihat kedatangan mereka yang terlihat sangat serasi, tampan dan cantik.
Terutama pandangan mata mereka menatap pangling pada Ara, mulut mereka berdecak kagum melihat kecantikan wanita muda ini.
Tampil anggun dan cantik meski hanya dengan mini dress sederhana berwarna peach. Di lengkapi dengan aksesoris berupa anting kecil, gelang kecil, cincin kawin dan kalung liontin bermata kecil hadiah kado ulang tahun dari Raka tadi. Rambutnya yang panjang di buat bergelombang di bagian bawah dan diurai ke samping. Dan kakinya yang jenjang putih mulus menggunakan stilleto shoes sama dengan warna dress.
"Masya Allah, cantiknya nona Ara. Sungguh sempurna Allah menciptakannya." ucap sala seorang pelayan wanita tanpa sadar.
Pelayan yang lain juga berkomentar kagum mengakui kecantikan nona muda mereka ini.
Sam segera batuk kecil membuat mereka menyadari keadaan dan segera menunduk.
Sementara Raka dan Ara tersenyum mendengarnya. Ara melambaikan tangan pada si kembar"Sayang." katanya tersenyum.
Si kembar memuji Ara.
__ADS_1
"Ante cantik banget." kata mereka.
"Terimakasih, Cia juga cantik sayang! Dan Cio sangat tampan." kata Ara seraya mengecup pipi bocah itu, terus beralih mengecup pipi Cio.
"Kok hanya Ante yang dapat pujian? Paman gimana nih?" kata Raka menatap mereka bergantian.
"Good looking." kata Cia memberi penilaian di sertai dua jempol.
Raka tersenyum senang. Mencubit dagu ponakannya itu lembut.
"Thanks sayang."
"Kalian akan pergi sekarang?" Maya bertanya. Dia juga kagum dengan kecantikan Ara, tapi tidak mau mengakui di depan mereka.
"Iya ma," kata Raka. merangkul bahu mamanya yang sedang duduk menyantap makanan.
Ara menoleh pada Nesa.
Nesa hanya menatap sesaat, lalu melanjutkan menyuapi Cia.
"Kami pergi dulu." Raka segera pamit, di ikuti oleh Ara.
"Hati hati nak....." kata Maya.
"Iya ma..."
Raka menggandeng tangan Ara melangkah ke luar dan menuntunnya masuk ke dalam mobil mewah berwarna hitam. Lalu dia pun ikut masuk dan menyalakan mesin. Kemudian menjalankan kendaraan itu.
"Kak, mobilnya bagus bangat, aku gak nyangka bisa naik mobil semewah ini dalam hidupku." ucap Ara terpukau memperhatikan dalaman mobil yang interiornya sangat mewah.
"Aku pernah baca di sebuah artikel kalau mobil dengan model seperti ini hanya ada 50 unit yang di jual di seluruh dunia dan hanya orang-orang super kaya yang bisa
memilikinya."
__ADS_1
"Kamu benar sayang, Mobil ini salah satu koleksi mobil mewahnya kak Rafa. Masih banyak lagi koleksi mobil mewah dan kendaraan lainnya milik kakak yang di simpan di bangunan dekat taman belakang." Raka menjelaskan sambil mengendarai.
Wajah Ara mengernyit, pikirannya melayang pada sebuah bangunan besar yang berada di halaman belakang rumah.
Dia beberapa kali melewati bangunan itu saat ziarah ke makam ayah mertuanya dan juga makam suami Nesa.
"Jadi itu tempat penyimpanan koleksi kendaraan mewah kakak ipar?" tanyanya kemudian.
Raka mengangguk.
"Terus Apa kak Rafa tidak akan marah kita menggunakan mobilnya ini? Kakak sudah meminta izin padanya gak?"
Raka tertawa.
"Kenapa kak Rafa harus marah sayang? Siapa pun di izinkan menggunakan semua kendaraan miliknya. Baik aku, kak Nesa, mama, dan juga kamu boleh memakainya jika kamu ingin. Tapi selama ini kami jarang menggunakannya karena sudah memiliki mobil pilihan masing-masing. Kapan kapan aku akan mengajakmu melihat tempat penyimpanan koleksi kendaraan mewah kak Rafa."
Ara menatap wajah tampan laki laki di sampingnya ini. Dia sangat kagum, meski berstatus adik dari seorang pengusaha kaya raya, tapi laki laki ini tidak pernah memamerkan jati dirinya sebagai adik pengusaha kaya raya.
Entah se kaya apa kakak iparnya itu, Tapi jika di lihat dari barang barang mewah yang di miliki, juga apartemen serta rumah besar nan megah yang di lengkapi dengan fasilitas mewah, para pelayan dan penjaga keamanan yang banyak, sudah dipastikan kakak iparnya itu adalah orang tajir melintir memiliki banyak harta dan uang.
"Oh ya kak, aku tadi sempat nanya sama pak Sam tentang kekasih kakak ipar. Maksudku bagaimana kalau kakak meminta bantuannya saja untuk melancarkan rencana kita? Siapa tahu dia bisa membuat kak Rafa pulang malam ini ke rumah utama. Aku khawatir bagimana kalau kakak ipar tidak pulang malam ini? Mengingat dia adalah orang yang sangat sibuk dan tidak bisa di tebak kepulangannya ke rumah." kata Ara teringat pembicaraan dengan pak Sam mengenai Levina.
Raka menoleh sekilas pada Ara, mendengar istrinya itu menyebut pacar kakaknya. Dia lupa menceritakan tentang pacar kakaknya itu.
"Aku lupa menceritakan tentang pacar kak Rafa padamu. Nanti kapan-kapan kakak akan mengenalkannya padamu. Sebenarnya kakak juga rencananya mau meminta bantuannya. Tapi saat ini kak Levina sedang berada di singapura. Karena malam ini dia akan melakukan fashion show seperti dalam unggahannya di sala satu akun media sosialnya. Tapi kamu jangan khawatir, kakak sudah menghubungi dokter Rizal meminta bantuannya. Dia berjanji akan membuat kak Rafa pulang malam ini."
"Syukurlah kak." Ara merasa lega.
Raka tersenyum, menatap sesaat pada wanita cantik kesayangannya ini dan tetap fokus dengan kemudinya.
...Bersambung....
Jangan lupa dukung ya...
__ADS_1