Rafa & Ara

Rafa & Ara
Episode 286


__ADS_3

...Happy Reading....


"Cind, aku yakin kak Dion tidak akan mungkin melakukan hal rendah seperti itu. Kak Dion tidak akan mungkin menyakitimu. Wanita Laknat itu memang sengaja menjebaknya lalu mengirim kan foto foto itu kepadamu untuk membuat kalian bertengkar dan berpisah." kata Ines.


"Si ****** itu menyukai kak Dion. Aku dapat melihatnya saat kita sarapan pagi bersama.


Dia Ingin memisahkan kalian berdua.


Jadi dia melakukan jebakan kotor itu. Kak Dion menolongnya pasti karena mengingat dia adalah sahabat Dwi. Aku sangat yakin begitu. Gak mungkin kak Dion suka sama wanita siluman itu, apalagi ingin menyentuh tubuh kotornya yang menjijikkan. Kau harus percaya pada kak Dion. Jangan mudah termakan dan percaya oleh foto foto yang sengaja memancing emosi mu dan membuat kalian bertengkar."


"Maaf Cind, bukannya kami membela kak Dion, tapi aku dan Ara sangat yakin kak Dion tidak bersalah. Kau pun harus percaya kepadanya. Tidak mungkin dia setega itu padamu." kata Ines membelai pipi Cindy lembut, sekaligus menyapu air matanya.


Cindy kembali terisak dengan air mata membanjir. Ara segera memeluknya.


Dari jauh Rafa memperhatikan mereka.


Dia terenyuh dan ikut iba.


Dia menatap istrinya, yang juga ikut menangis bersama Ines.


Beberapa detik berlalu, Rafa meninggalkan ruangan itu menghubungi Wisnu.


"Kau sudah mendapatkannya?"


"Sudah tuan, saya sudah dekat." jawab Wisnu dari seberang.


Telepon di matikan.


"Cind, apa hatimu mengatakan kak Dion melakukan hal rendah itu?" tanya Ara kembali begitu Cindy tenang.


"Sejujurnya aku ragu kalau kak Dion melakukannya. Aku pun tidak ingin mempercayainya Ra. Tapi semua bukti bukti itu sangat jelas dan nyata. Bukan rekayasa atau editan." Cindy kembali menangis merasa sakit di hatinya.


"Cind, yang kau lihat belum tentu benar. Apa yang terlihat oleh mata belum tentu kebenarannya. Janganlah terjebak dalam kesalahan hanya karena penglihatan mata. Segala sesuatu hanya mempercayai mata, kurang dipikir serta di analisa dengan hati yang tenang, seringkali di kelabui oleh penampilan palsu. Kau harus menggunakan hatimu yang benar-benar tulus untuk mengetahui kebenaran yang sesungguhnya." kata Ara kembali.


"Kau hanya menilai dari melihat akhirnya saja tanpa tahu kejadian awalnya bagaimana." sambung Ara kembali.


Cindy tertegun mendengar ucapannya.


Memang selama ini Dion tidak pernah berbohong dan menyakitinya. Dion malah sangat menjaga dirinya.


Wisnu datang dan mendekat ke arah mereka.


Dia melirik sekilas pada Ines yang saat itu melihat kedatangannya.

__ADS_1


"Maaf nona muda, saya di perintah tuan Rafa untuk memberikan ponsel ini." katanya sopan seraya menyerahkan ponsel pada Ara.


"Ponsel? Apa ada orang yang menghubungiku?" tanya Ara bingung.


"Tidak nona. Dalam ponsel ini tersimpan video rekaman CCTV yang terjadi di acara hotel Alkas semalam. Termasuk kejadian di kamar hotel wanita yang bernama Bela." jawab Wisnu.


Ketiganya saling berpandangan.


Ara segera menerima benda pipih itu. Dia tersenyum menatap pada Cindy.


"Cepat putar rekamannya Ra, aku udah gak sabar." kata Ines antusias.


"Terimakasih sekretaris Wisnu." kata Ara kembali.


Wisnu menunduk, lalu segera pamit.


Cindy dan Ines segera merapat pada Ara.


"Bismillahirrahmanirrahim, semoga video rekaman ini membawa kebaikan untuk Cindy dan kak Dion." ucap Ara.


"Aamiinn___" ucap mereka bertiga.


Ara segera memutar video rekaman yang tersimpan pada file rekaman.


"Lho,bukankah kedua wanita ini yang menabrak kita tadi? Kok mereka bersama Bela?" kata Cindy kaget melihat Kyla dan Alin.


"Kedua wanita siluman itu temannya si Mak Lampir." Jawab Ines ketus.


"Sekarang kamu ngerti kan kenapa mereka mencelakaimu dan Ara tadi di Mall? semalam juga aku dan Ara di celakai sama mereka waktu masuk ke ruang ballroom." sambung Cindy kembali.


Cindy kaget dengan dahi mengerut.


"Sudah, kita lanjutkan lagi melihat rekamannya." sela Ara


Dia memutar kembali video yang tadi sempat di jeda. Terlihat Bela datang ke tempat Dion yang sedang duduk berkumpul bersama teman-temannya dan memaksa duduk setelah menyingkirkan seorang pelayan wanita yang duduk di dekat suaminya. Lalu meminum alkohol dan memeluk Dion tiba tiba. Terlihat Dion berusaha menolak dan mendorong tubuhnya.Terdengar juga percakapan di antara mereka.


"Tunggu, jeda dulu Ra." kata Cindy tiba tiba, melihat Bela memaksa duduk di dekat Dion dengan menyingkirkan seorang wanita.


Ara segera melakukan perintahnya.


"Ponselku mana?"


"Di kamar, ada apa?" kata Ines.

__ADS_1


"Tunggu bentar, aku mau mengambilnya."


"Kamu duduk saja! Mbak Sita, tolong ambilkan ponsel Cindy di kamar. Cepat sedikit ya mbak." kata Ara pada sita yang berdiri tidak jauh dari tempat mereka. Setia menemani majikannya.


"Baik Non...." Sita segera bergerak cepat ke kamar tamu mengambil apa yang di perintahkan. Dalam waktu 3 menit dia segera kembali dan menyerahkan apa yang di minta


Ara.


"Terimakasih mbak Sita." ucap Cindy.


"Sama sama Non." Sita kembali ke tempatnya yang tadi. Siap menunggu perintah selanjutnya.


Cindy segera menghidupkan ponselnya yang tadi mati kehabisan daya dan masih di cas.


Setelah layarnya normal, Terdengar notifikasi pesan masuk dari Dion. Dia mengabaikan pesan itu dan segera membuka aplikasi WhatsApp dan melihat foto-foto yang di kirim Bela semalam.


Dia menyamakan dengan video rekaman.


"Sama Cin...." kata Ines yang ikut melihat dan menyamakan.


Ara kembali melanjutkan pemutaran.


Dion memapah tubuh Bela yang pura pura mabuk. Gerakan gerakan nakal tangan Bela menjalar pada dada wajah, dada Dion yang berulangkali di tepis Dion. Permintaannya untuk tidak pulang ke rumah dan meminta kamar hotel untuk menginap.


"Dasar licik si wanita ular itu. Berbagai cara kotor di lakukan untuk menjebak kak Dion." umpat Ines geram.


Video terus berlanjut hingga di mana Dion memapah Bela sampai di depan kamar hotel. Terus Bela pura pura jatuh dan selanjutnya Dion kembali membantunya, dan berakhir pergulatan di atas tempat tidur yang sengaja Bela lakukan dengan memaksa. Bela juga begitu liar mencium Dion dan menyentuh milik Dion saat Dion tak dapat bergerak dan menghindar sama sekali.


Dari balik pintu terlihat Alin dan Kyla terus mengambil foto foto mereka.


Dan berkahir saat Bela membuka pakaian dalamnya setelah menerima pesanan pakaian dalam pria yang sama dengan Dion. Di letakan di lantai dan di foto. Terus percakapan mereka yang ingin menghancurkan rumah tangga Cindy dan mengambil Dion dari Cindy.


"Cih...benar menjijikkan. Wanita liar dan binal. Sangat murahan nggak ada harga dirinya." umpat Ines setelah selesai melihat rekaman video tersebut."Tuh kan Cind, apa kami bilang, kak Dion gak mungkin melakukannya."


Cindy menangis setelah melihat keseluruhan video tersebut.


"Udah Cin, jangan menangis lagi. Kau sudah terlalu banyak menangis. Kau harus tersenyum kembali. Kau udah tahu sekarang kebenarannya. Bahwa kak Dion tidak bersalah." Ara menyapu bahunya pelan.


"Benar tuh, semuanya hanya jebakan si mak lampir itu. Semoga saja tuhan memberikan balasan setimpal padanya. Suka menggoda dan ngerusak rumah tangga orang. Semoga dia segera dapat karmanya." timpal Ines menahan emosi.


...Bersambung....


Tinggalkan like, komentar, vote, hadiah kopi, rate bintang lima. da dan masukan ke favorit ❤️

__ADS_1


__ADS_2